Ditemukan 15 dokumen yang sesuai dengan query
Ballard, Robert D.
Washington, DC: National Geographic Society, 1983
R 551.1 BAL e
Buku Referensi Universitas Indonesia Library
Chester, Roy
"Over the past few years, devastating tsunamis off the coast of the Indian Ocean have killed hundreds of thousands of people. Even more alarmingly, scientists predict that these tsunamis, as well as a series of earthquakes and volcanic eruptions, may eventually threaten Hawaii, California, and Oregon. The cause of this trinity of natural disasters is plate tectonics. Perhaps the greatest advance made in the field of earth science, the plate-tectonics theory argues that the surface of the Earth is broken into large plates, which change in size and position over time."
New York: American Management Association, 2008
e20443860
eBooks Universitas Indonesia Library
Bowler, Sue
Jakarta : Erlangga, 2003
551.136 BOW b
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Dhafina Khansa Azzahra
"Enigma merupakan sebuah strategi spasial yang dapat menggeser pendekatan tektonik. Pendekatan tektonik dalam arsitektur kontemporer cenderung mengalami krisis dan kontradiksi dalam representasi bentuk final dan wujud materialnya. Arsitektur perlu hadir secara lebih performatif untuk memperkaya pengalaman dan sensori. Konsep ini melanjutkan sekaligus melawan konsep tektonika konvensional yang dibangun melalui pendekatan fungsi dan aturan. Oleh karena itu, spasial anti-tektonik perlu ditelusuri strategi pembentukannya. Enigma sebagai konsep yang berlawanan, tetapi saling berkaitan, bersifat kontradiktif tetapi memiliki kausalitas. Strategi ini dapat melanjutkan keteraturan tektonik menjadi bertumpuk aturannya. Enigma bekerja sebagai ruang berpikir, pemicu dematerialisasi, serta perspektif yang spekulatif. Arsitektur anti-tektonik kemudian hadir sebagai proses atau peristiwa ruang, fluktuasi data dalam ranah digital, serta representasi yang berlapis. Studi ini dilakukan pada proyek arsitektur interaktif untuk menunjukkan implementasi enigma sebagai strategi spasial anti-tektonik. Dengan menelusuri enigma, arsitek dapat menghadirkan konsep arsitektur kontemporer yang eksperimental dan eventual. Arsitek juga dapat melanjutkan serta membongkar keseragaman tektonik sehingga menjadi lebih fleksibel dan adaptif dalam mewadahi ruang yang kaya akan pengalaman.
Enigma is a spatial strategy that shifts the tectonic strategy. Tectonic strategy in contemporary architecture tends to face crisis and contradiction in the representation of its final form and material manifestation. Architecture needs to be more performative to enrich experience and sensory engagement. This both continues and contradicts the conventional concept of tectonics, which is constructed through functional and rule-based approaches. Thus, the spatial condition of anti-tectonics needs to be studied through its formative strategies. Enigma, as a concept that is contradictory yet interrelated, holds tension but also causality. This strategy can continue the logic of tectonic order into disorder. Enigma operates as a subjective precondition space, a force of dematerialization, and a speculative perspective. Anti-tectonic architecture is then present as a process or spatial becoming, a fluctuation of data in the digital realm, and a complex yet layered representation. This study is conducted through an interactive architectural project to demonstrate the implementation of enigma as a spatial strategy of anti-tectonics. By studying enigma, architects may present a more experimental and eventual concept of contemporary architecture. Architects can continue and deconstruct tectonic uniformity, so it becomes more flexible and adaptive in accommodating rich spatial experiences. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Keller, Edward A.
New Jersey: Prentice-Hall, 1996
551.8 KEL a
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Sutherland, Lin
Sydney: University of New South Wales Press, 1995
R 551.21 SUT v
Buku Referensi Universitas Indonesia Library
Faundra Ihsan Pratama
"Proses Micro Friction Stir Spot Welding (MFSSW) merupakan sebuah teknik pengelasan pelat logam dengan ketebalan pelat yang relatif tipis. Keunggulan dari pengelasan ini adalah kualitas hasil pengelasan yang lebih tinggi dan deformasi yang relatif rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bentuk pahat dan kedalaman tusuk pahat kepada kecenderungan aliran material pada struktur makro hasil lasan yang dihasilkan pada teknik Micro Stir Spot Welding (MFSSW) dengan menggunakan pelat tipis Alumunium AA1100. Pada penelitian ini parameter yang diubah adalah geometri pahat dan kedalaman pahat. Dalam penelitian ini parameter geometri pahat dibagi menjadi 7 jenis geometri pahat dan parameter kedalaman tusuk dibagi menjadi 3 kedalaman (200 mikron, 400 mikron dan 600 mikron). Uji makro dilakukan untuk mengetahui kedalaman lasan, profil kontur, dan makrostruktur bentangan dari hasil lasan. Hasil uji makro akan digunakan untuk menganalisis hubungan hook pada setiap zona lasan pada hasil pengelasan dari setiap tools yang ada.
The Micro Friction Stir Spot Welding (MFSSW) process is a metal plate welding technique with a relatively thin plate thickness. The advantages of this welding are the higher quality of the welds and the relatively low deformation. The purpose of this study was to determine the effect of the chisel shape and the depth of the chisel on the material flow tendency in the macrostructure of the welds produced in the Micro Stir Spot Welding (MFSSW) technique using a thin plate of aluminum AA1100. In this research, the parameters that are changed are the tool geometry and plunge depth. In this study, the tool geometry parameters were divided into 7 types of tool geometries and the plunge depth parameters were divided into 3 depths (200 microns, 400 microns, and 600 microns). A macro test is performed to determine the depth of the weld, the contour profile, and the macrostructure of the expanse of the weld. The macro test results will be used to analyze the hook relationship at each weld zone on the welding results of each existing tool"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Muhammad Badrul Munir Habibulloh
"Sumatra Indonesia merupakan salah kerangka tektonik paling menarik di dunia untuk dipelajari saat ini. Termasuk di dalamnya terdapat sesar Semangko yang menjadi salah satu struktur geologi di sana. Identifikasi struktur bawah permukaan biasa dilakukan menggunakan metode seismik refraksi untuk mendapatkan data dengan resolusi tinggi. Di sisi lain, metode gravitasi juga dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kerapatan massa pada batuan penyusun kerak bumi. Pada penelitian kali ini, penulis mencoba mengidentifikasi karakter struktur sesar dengan studi kasus sesar Semangko di Sumatra Barat menggunakan metode gravitasi MS-SVD. Hasilnya, metode MS-SVD bekerja dalam mengidentifikasi sesar Semangko di mana memiliki orientasi Barat Laut–Tenggara dan dari 8 sesar putus-putus dengan masing-masing sesar dilakukan 2 slicing, didapatkan 17 slicing memiliki sudut dip mendekati 90° yang dapat ditafsirkan sebagai sesar strike slip dan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Sumatra Indonesia is one of the most interesting tectonic frameworks in the world to study today. This includes the Semangko fault which is one of the geological structures there. Identification of subsurface structures is usually done using refractive seismic methods to obtain high resolution data. On the other hand, the gravity method can also be used to determine the level of mass density in the rocks that formed the earth's crust. In this study, the author tries to identify the structural character of the fault with a case study of the Semangko fault in West Sumatra using the MS-SVD gravity method. As a result, the MS-SVD method works in identifying the Semangko fault which has a Northwest – Southeast orientation and from 8 faults with 2 slicing each fault, 17 slicings have a dip angle close to 90° which can be interpreted as strike strike slip fault and in accordance with actual conditions."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Muhammad Ihsan Alamsyah
"Indonesia diampit dengan tiga lempeng Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia. Berdasarkan teori tektonik lempeng, pergerakan lempeng disebabkan oleh adanya dorongan dari arus konveksi mantel. Teori tersebut menyebabkan Indonesia mempunyai struktur-struktur geologi yang kompleks. Studi geologi struktur perlu dilakukan untuk mengetahui keadaan bawah permukaan. Mencari struktur sulit dilakukan maka dari itu, dibutuhkan metode yang tepat dalam memetakan keberadaan struktur geologi. Metode tersebut adalah atribut seismik. Penelitian ini memakai data seismik 2D sebanyak 11 lintasan. Seismik 2D dapat dimodifikasi menjadi seismik volume menggunakan Pseudo 3D sehingga dapat dilakukan atribut seismik dalam mencari struktur geologi. Metode atribut seismik yang tepat dalam memetakan struktur geologi yaitu atribut seismik curvature, coherence, dan variance. Selanjutnya, menentukan atribut terbaik dalam memetakan struktur geologi yaitu variance dan membuat surface horizon map untuk mengetahui ketinggian secara lateral. Selanjutnya, melakukan intrepretasi secara manual dengan bantuan atribut seismik variance dan menganalisis orientasi arah major fault dan gaya utama. Dengan didapat orientasi major fault Timur Laut – Barat Daya dan gaya utama berasal dari Utara – Selatan mendorong ke tengah. Selain itu, dilihat spektrum frekuensi setelah dan sebelum dilakukan Pseudo 3D untuk melihat pengaruh Pseudo 3D terhadap data seismik. Dengan hasil yang dikeluarkan berbeda frekuensi setelah dan sebelum Pseudo 3D sehingga proses Pseudo 3D mempengaruhi kualitas data seismik.
Indonesia is flanked by three plates Eurasia, Pacific, and Indo-Australian. Based on plate tectonic theory, plate movement is caused by nudge from mantle convection current. This theory causes Indonesia to have complex geological structures. Structural Geological studies to be done to determine the sub-surface state. Finding geological structures is difficult, therfore, it takes the right method in mapping the existence of geological structures. The method is a seismic attribute. This study used 11 lines 2D seismic. 2D seismic data can be modified into seismic volumes using Pseudo 3D so that seismic attributes can be performed in search of geological structures. Precise seismic attribute methods in mapping geological structures are curvature, coherence, and variance seismic attributes. Furthermore, determine the best attributes in mapping geological structures namely variance and create a surface horizon map to know the altitude laterally. Next, perform the interpretation manually, with the help of variance seismic attribute and then analyze the orientation of major fault direction and main force. With the orientation of the major fault Northeast – Southwest and main force originating from North – South pushes to the center. In addition, look at the frequency spectrum before and after Pseudo 3D is performed to see the influence of Pseudo 3D on seismic data. With the results issued different frequencies before and after Pseudo 3D so that the Pseudo 3D procces affects the quality of seismic data."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Briggs, John C.
Amsterdam: Elsevier, 1987
551.136 BRI b
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library