Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 233 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sri Ismayati
"Guru merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pendidikan. Salah satu karakter guru yang diharapkan adalah sikap kreatif. Guru taman kanak-kanak berhadapan dengan siswa yang berada pada tahap praoperasional (Piaget, dalam Atkinson, 1983). Pada tahap ini berkembang kemampuan simbolik. Sehingga dibutuhkan kreativitas guru TK untuk melaksanakan proses belajar mengajar yang akan mencapai tujuan pembelajaran. Selain itu dengan memiliki sikap kreatif dalam mengajar, seorang guru diharapkan akan mengembangkan proses belajar mengajar yang mendorong kreativitas siswanya.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji: 1) pengaruh motivasi berprestasi terhadap sikap kreatif guru, 2) pengaruh konsep diri terhadap sikap kreatif guru, 3) pengaruh motivasi berprestasi dan konsep diri secara bersama-sama terhadap sikap kreatif guru.
Hipotesa yang diajukan pada penelitian ini adalah 1) ada pengaruh yang positif dan signifikan dari motivasi berprestasi terhadap sikap kreatif guru, 2) ada pengaruh yang positif dan signifikan dari konsep diri terhadap sikap kreatif guru, 3) ada pengaruh yang positif dan signifikan dari motivasi berprestasi dan konsep diri secara bersama-sama terhadap sikap kreatif guru.
Penelitian ini dilakukan terhadap 118 orang guru TK Islam yang berada di Wilayah Kota Bekasi Jawa Barat. Alat ukur yang digunakan adalah skala motivasi berprestasi yang disusun berdasarkan teori yang dikemukakan oleh David McClelland (1987). Skala konsep diri disusun berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Williams H. Fitts (1971). Sementara skala sikap kreatif disusun berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Utami Munandar (1977). Analisis statistik menggunakan multiple regression.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berprestasi dan konsep diri memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap sikap kreatif guru."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2006
T18617
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sacramento: california state departement of educatio, 1956
371.141 TEA
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1967
S2133
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Prihatni D. Virgowati
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1988
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yekti Hanani
"ABSTRAK
Kompetensi guru harus ditingkatkan seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang membawa perubahan gaya belajar siswa.Hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) menunjukkan kompetensi guru masih di bawah standar nasional.
Penelitian ini membahas upaya peningkatan kompetensi guru SMA Negeri di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan teknik analisis SWOT dan AHP. Analisis SWOT menunjukkan faktorfaktor kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman dan alternatif-laternatif strategi dalam peningkatan kompetensi guru.
Berdasarkan penilaian respondenaktor yang paling realistis dalam pelaksanaan peningkatan kompetensi guru adalah Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Selatan,dengan prioritas sasaran peningkatan kemampuan teknik pembelajaran. Selanjutnya dalam analisis AHP berdasarkan penilaian responden menunjukkan bahwa strategi meningkatkan kegiatan inservice training, workshop, seminar dan kegiatan lainnya dengan diawali menyusun analisis kebutuhan dan membuat program pelatihan yang sesuai dalam upaya peningkatan kompetensi guru menjadi prioritas utama.

ABSTRACT
Teacher's competency in teaching needs to be enhanced in accordance with the rapid development of tecnology and knowledge which brings changes in student?s learning style. The result of Teachers Competency Test/Uji Kompetensi Guru (UKG), which was recently held by the government showed that commonly the teachers? competency was still below the national standard.
This study was a discussion about the efforts of increasing the teachers? competency of SMA Negeri in Hulu Sungai Selatan regency. This study was a quantitative research which applied the SWOT AHP technique analysis. The SWOT technique analysis showed the factors of strength, weaknesses, opportunities, threats, and the alternative strategies in increasing the teachers? competencies.
Based on the assessment given by the respondents, it could be said that the most realistic actor in the efforts in enhancing the teachers? competencies in Hulu Sungai Selatan regency was the Educational Department of Hulu Sungai Selatan regency, and as the priority was enhancing the teachers? competency in teaching techniques. While the AHP technique analysis showed that the strategies in increasing the activities of in service training, workshop, seminar, and other activities which was started with conducting the a needs analysis and carrying out a training program which was in accordance with the efforts in enhancing the teachers competencies, was the priority."
2013
T35689
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bogor: Dompet Dhuafa Makmal Pendidikan, 2013
370.71 MEN
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
"Sistem Pembelajaran Alternatif (ALS) telah menyebabkan berlakunya percanggahan pendapat berkenaan membaca dalam kalangan guru (penunjuk ajar). Program ini merupakan inisiatif kerajaan Filipina bagi melengkapkan remaja lepasan sekolah dengan empat kemahiran utama untuk lulus ujian penempatan dan setara. Audit pengetahuan yang dijalankan ke atas penunjuk ajar ALS yang terpilih di Dasmarinas, Cavite telah mendapati cara kerja dan pengetahuan teknikal dalam kalangan penunjuk ajar adalah tidak selaras. Ini meliputi dari segi aspek pembacaan dan ujian membaca ALS serta pedagogi antara ALS dan pembelajaran formal di dalam kelas. Terdapat beberapa perkara yang perlu dberi penekanan seperti pemahaman misi serta visi ALS dalam konteks pengajaran membaca, kebolehdapatan dan penyelenggaraan fasiliti serta penilaian membaca terhadap pelajar. Penentuan dan analisis perkara-perkara tersebut adalah bagi mempertingkat program membaca di Dasmarinas, Cavite yang merangkumi kemajuan pengajaran ALS yang berkait rapat dengan pembacaan dan pengajaran membaca, pendekatan genre dalam pengajaran ALS terhadap peserta dan penyediaan fasiliti yang akan menggalakkan budaya membaca dalam kalangan peserta dan lulusan. Pelaksanaan perkara-perkara tersebut seharusnya mampu membangunkan modal insan dan pembangunan komuniti secara mapan."
JBSD 1:2 (2013)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Zora Arfina
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2002
S3108
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Soemiarti Patmonodewo
"Pendahuluan
Buku Pedoman untuk Pelatih ini merupakan buku pelengkap paket PEMINAS (DIKTI: Hibah Bersaing VI/1-2-3 dan sekaligus sebagai pendukung pengetahuan apabila seseorang ingin menyelenggarakan progran PEMINAS. Penulisannya disesuaikan dengan mereka yang memiliki keterampilan membaca seseorang tamat Sekolah Menengah Pertama.
Program PEMINAS, bermula dengan penyuluhan ibu tentang minat sains. Selanjutnya orangtuanya meneruskan pengetahuan dan keterampilan sains yang dipereleh dari pelatih kepada anak-anaknya saat mereka berada di rumah. Dengan demikian PEMINAS membutuhkan pemahaman pendidikan orang dewasa, yang berbeda dengan pendidikan anak. Setiap orang yang hendak berhubungan dengan anak prasekolah, maka sebaiknya memiliki pengetahuan yang berkaitan dengan anak usia prasekolah, baik tentang ciri maupun tugas perkembangannya.
Anak prasekolah tentunya memiliki ciri yang berbeda dengan anak bayi maupun usia sekolah. Lingkungan anak prasekolah lebih kaya dan luas dibandingkan lingkungan bayi. Anak prasekolah lingkungan fisiknya lebih luas dari bayi. Anak prasekolah sudah memiliki teman sebaya dari tetangga atau mungkin mereka telah bergaul dengan teman sekolah atau orang dewasa lain (guru).
Sains adalah suatu kegiatan yang sering kali masih asing bahkan ditakuti oleh para orangtua maupun guru sekalipun. Untuk itu baik para orangtua maupun anak perlu dimotivasi lebih dahulu. Sains masih ditakuti oleh para orangtua maupun para guru sekalipun.
Hubungan anak dengan orang tua seringkali kurang efektif karena tidak jarang para orangtua menggunakan gaya pengasuhan otoriter, yang seringkali menyebabkan orangtua tidak akrab dengan anak-anaknya karena mereka selalu ingin menang. Padahal komunikasi yang paling efektif apabila orangtua menggunakan gaya pengasuhan demokratis. Dengan melakukan komunikasi yang efektif dengan orangtua, dan kelak dengan orang dewasa lain, anak diharapkan mampu mengemukan ide atau hasil pemikirannya. Dalam kegiatan sains, berani melakukan komunikasi dianggap kegiatan yang utama. Sementara itu dalam pengasuhan beberapa waktu yang lalu berkomunikasi tidak terlalu ditekankan. Maka tidak jarang usaha ini dianggap tidak mudah.
Dalam kegiatan PEMINAS ini diperlukan peralatan yang dikemukakan dalam satu bab tersendiri. Alat-alat maupun bahan yang disarankan untuk kegiatan sains ini sangat dipilih, jangan sampai membahayakan keselamatan anak, misalnya tidak mudah pecah, tajam dan tidak beracun?"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2000
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>