Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 42 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Didi Ahmadi
"ABSTRAK
Setelah lepas dari mandat Perancis pada tahun 1946, Suriah menjadi negara yang merdeka dan berdaulat. Sebagai negara yang merdeka dan berdaulat Suriah mulai membangun konstitusi dan sistem pemerintahannya sendiri untuk memenuhi segala keperluan negaranya. Namun, dari awal Suriah merdeka kondisi politiknya sangat tidak stabil, Suriah seperti masih mencari konstitusi yang pas untuk diterapkan. Karena kondisi Suriah yang masyarakatnya sangat heterogen, sehingga banyak kepentingan di dalamnya. Selain itu faktor eksternal juga mempengaruhi tidak stabilnya politik Suriah, karena posisi Suriah yang terletak pada wilayah konflik. Suriah yang dikenal sekarang adalah negara yang penuh dengan konflik, perlu ditarik ke belakang apakah konflik atau tidak stabilnya politik yang saat ini terjadi merupakan dampak dari sejarah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi pustaka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dinamika politik yang terjadi di Suriah pada masa awal kemerdekaannya pada periode 1945-1961.


ABSTRACT
After its freedom from the French mandate in 1946, Syria became an independent and sovereign state. As an independent and sovereign nation, Syria began to build its own constitution and government systems to meet all the needs of the country. However, from the beginning of independence, political condition of Syria is very unstable, such as the search for the most appropriate constitution for Syria. Syrian people are very heterogeneous, so they have a lot of interest. In addition, external factors also influenced the political instability of Syria, because of its position lies in the area of conflict. Syria is known today as a country full of conflict. There is a need of tracing back whether the conflict or political instability that is currently happening is the impact of history. This study is a qualitative research with literature study method. The purpose of this study is to explain the dynamics of the political situation in Syria in the early days of independence."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2017
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Raniah
"ABSTRAK
Jurnal ini membahas mengenai etnis Alawit yang berada di Suriah. Etnis Alawit sebenarnya tidak hanya ada di Suriah, mereka juga tersebar di Turki dan Lebanon. Di dalam jurnal ini identitas etnis Alawit akan dibahas lebih rinci meliputi pendiri, tanah lahir, bahasa dan agama, penduduk dan kebudayaan, hari libur, sejarah nasional, hingga salah satu keturunan dari etnis Alawit bisa memegang kekuasaan tertinggi di Suriah. Tempat lahir etnis Alawit berasal dari wilayah pegunungan Nusayri yang juga dekat dengan Laut Mediterania. Orang-orang yang tergabung di dalam etnis ini banyak mendapatkan rintangan dari berbagai hal dan suku lain dalam mempertahankan keturunan mereka hingga saat ini. Etnis Alawit dianggap sekte mistis karena identitas agama yang mereka anut mulai diketahui banyak orang. Perjuangan dari etnis minoritas yang ingin maju ini akhirnya membuahkan hasil dengan salah satu anggotanya yang bernama Hafiz al-Assad menjabat sebagai Presiden Suriah selama lebih dari 40 tahun. Keberhasilan etnis ini tidak lepas dari hubungan mereka dengan Partai Ba‟ath. Penulisan jurnal ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif-deskriptif dengan metode studi pustaka.

ABSTRACT
This journal article discusses the Alawites ethnic which located in Syria. The Alawites can also be found in Turkey and Lebanon, not only in Syria. In this journal article, Alawites identity will be discussed in more detail include the founder, homeland, language and religion, people and culture, holidays, national history, until one of the descendants from the Alawites who could hold supreme power in Syria. The homeland of the Alawites is near from the Nusayri‟s mountains and close to the Mediterranean Sea. This ethnic considered as a mystical sect because of the identity of their religon began widely known. The Alawites struggle very hard to keep their descendants to this day because they get suffered a lot from other tribes. Finally, their struggle get paid off when Hafiz al-Assad, a descendant from the Alawites, become a President of Syria and reign over Syria for more than 40 years. Their succed to role Syria because of their relation with Ba‟ath Party. This journal article uses a qualitative and descriptive methods in conducting the textual analysis."
Depok: [Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia], 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
"Pergolakan yang terjadi di Suriah hingga belakangan ini merupakan salah satu pergolakan di era Arab
Spring. Pergolakan yang terjadi karena adanya tuntutan kesejahteraan ekonomi dari rakyatnya, berujung
pada munculnya konflik vertikal, yaitu perlawanan rakyat Suria pada Pemerintah pimpinan Bashar
Assad. Dalam perkembangannya, konflik internal ini meluas hingga menjadi konflik internasional dan
dampaknya pun juga dirasakan oleh negara-negara lain selain Suriah. Turki menjadi salah satu negara
yang mendapatkan dampak langsung dari konflik di Suria dengan kedatangan para pengungsi Suria ke
Turki, baik untuk menetap dan mendapatkan perlindungan dari Pemerintah Turki maupun menjadikan
Turki sebagai tempat transit dengan tujuan menuju negara-negara di wilayah Eropa Barat. Tulisan ini
bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pergolakan di Suriah bisa terjadi dan bagaimana Turki sebagai
negara yang berbatasan langsung dalam menyikapi imbasnya. Metode yang digunakan adalah studi
pustaka dengan mengumpulkan dan menganalisis sumber-sumber jurnal dan surat kabar yang membahas
persoalan Suriah tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebijakan Turki terhadap pengungsi Suriah
dipengaruhi dua faktor, yaitu: politik dan ideologi.
The turbulence in Syria until recently was one of the upheaval in the Arab Spring era. The turbulence which was
caused by the demands of economic welfare of the people, led to the emergence of vertical conflict, the government
run by Bashar Assad and the opposing Syrian people. But in its development, this turbulence extends to international
conflicts and the impact is also felt by other countries besides Syria. Turkey becomes one of the directly affected
country as refugees fled to the country either for residing and getting protection from the Turkish Government or
making the country as a transit before moving to Western European countries. This article aims to explain how the
turbulence in Syria happened and how Turkey as a country that borders directly, responses to the impact. The method
used is the bibliography method by collecting and analyzing sources from journals and newspaper which discuss the
issues obtained by the author. The result of the analysis shows that Turkish policy is influenced by two factors in
dealing with the Syian refugess: politics and ideology.
"
[, Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia], 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Adhyaksa Krisdananjaya
"Penelitian ini beranjak dari latar belakang adanya krisis pengungsi Suriah di Turki dan peranan UNHCR dalam membantu pemerintah Turki pada permasalahan ini. Tujuan dari tesis ini adalah menganalisis peran UNHCR dalam menangani krisis pengungsi Suriah di Turki dari tahun 2015 hingga 2019, lalu melihat kerjasama antara UNHCR dan pemerintah Turki dalam mengatasi masalah sosial yang terjadi akibat pengungsi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan sumber data sekunder berupa kajian pustaka dan sedikit data primer dengan teknik wawancara sebagai sumber data primer. Untuk metode analisis data menggunakan metode analisis data mengalir dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Data yang diperoleh dikaitkan dan dianalisis dengan menggunakan konsep peran organisasi internasional dan konsep kerjasama internasional, yang pada akhirnya penulis dapat menyimpulkan bahwa organisasi internasional UNHCR memiliki satu peran yang dominan dari tiga peran yang dikemukakan oleh Clive Archer, yaitu organisasi internasional sebagai instrumen bagi negara-negara untuk memajukan kepentingan mereka, yang dilatarbelakangi oleh donor atau dana sumbangan. Selanjutnya, koordinasi kebijakan antara pemerintah Turki dan UNHCR terkait masalah sosial yang terjadi di Turki karena pengungsi direpresentasikan dengan program 3RP yang pada realisasinya mengalami kesulitan di berbagai pihak, sehingga tidak bisa menjangkau seluruh komunitas pengungsi.

This research are based from the background of the Syrian refugee crisis in Turkey and the role of UNHCR in assisting the Turkish government on this issue. The purpose of this thesis is to analyze the role of UNHCR in dealing with the Syrian refugee crisis in Turkey from 2015 to 2019, furthermore the cooperation between UNHCR and the Turkish government in overcoming social problems caused by refugees. This study uses descriptive qualitative research methods with secondary data sources in the form of literature review and interview techniques as primary data sources. For the data analysis method, the data flow chart analysis method is used by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The data obtained are linked and analyzed using the concept of the role of international organizations and the concept of international cooperation. Finally, the author can conclude that the international organization UNHCR has one dominant role out of the three roles proposed by Clive Archer, namely international organizations as instruments for countries to advance their interests, motivated by donors or donated funds. Furthermore, policy coordination between the Turkish government and UNHCR related to social problems that occurred in Turkey because refugees were represented by the 3RP program which in reality experienced difficulties in various parties, so it could not reach the entire refugee community."
Jakarta: Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wiwid Purwawan
"ABSTRAK
Pasca turnmnya popularitas Amerika sebagai negara super power terkemuka, wacana kepemimpinan global muncul ke permukaan Sehingga negara-negara besar diantaranya Perancis tergoda untuk mernperluas pengaruhnya di dunia internasional.
Timur Tengah sebuah kawasan strategis menjadi target perluasan pengaruh Perancis. Perancis menghadapai berbagai kcndala menyangkut kondisi politik kawasan, kendala yang menghadapkzm Perancis kepada pilihan-pilihan sulit karena menyangkut keberpihakan. Masalah pertentangan antar golongan di Lebanon, krisis Palestina-Israel, dan polemik nuklir Iran. Semua permasalahan tersebut menunmt Perancis untuk melalcukan politik luar negeri dan mengeluarkan kebijakan yang tepat.
Suriah dan Lebanon adalah dna negara Timur Tengah yang memiliki hubungan historis dengan Perancis. Pada saat pengaruh Perancis di Lebanon menguat dan mulai mapan, tetapi masih menyisakan kekhawatiran scbelum perdamaian menyeluruh terwujud di Timur Tengah. Maka pada masa pemerintahan Presiden Nicolas Sarkozy seorang yang dikenal ambisius dan progresitl Peranois menempuh berbagai cara unmk mewuiudkan kepentingannnya dikawasan, sepeni pendekatan yang intensif kepada Suriah, dan menggalang kekuatan dengan membentuk Uni Meditemnia, sebuah kekuatan pendukung bagi kemapanan posisi Perancis di tingkat regional Eropa maupun intemasional. Pendekatan Perancis kepada Suriah mempakan pilihan strategis, dimana Suriah sexing disebut sebagai penentu bagi masa depan perdamaian Timur Tengah.

ABSTRACT
Post lowering of United States popularity as state Super Power is notable, global leadership discourse emerged to surface. So that big nations between it?s of French tempted to extend the influence in international world.
Mid-East was a strategic area, has become goals extension of French influence. French face various constraints concerning areas politics condition, constraint confronting French at difficult choices because concerning the siding Theres an Inter-communities problem in Lebanon, Palestinian-Israel crisis, and Iran nuclear polemic. All the problems claim French for doing overseas politics and spend correct policy.
Suriah and lebanon is two states in the Middle East had historical relationship with French. At the time of French intluence in Lebanon is strong and start establishing, but still leave over one care before peace totally presentation of in the East Middle. Hence at a period of government of President Nicolas, Sarkozy, progressive and ambitious recognized one, French go through various means for realizing the importance in area, like intensive approach to Suriah, and look after strength with forming Uni Mediterania, a strength of supporter for settled condition of position of French in level of regional Europe and also International. Approach of French to Suriah is strategic choice, which Suriah oiten called as determinant to the future of peace in the East Middle.
Keyword: Foreign Policy of French, National Inzeresr, Nicolas Sarkozy. Suriah."
Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2009
T33998
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nikita Pranissa
"Latar belakang penulisan jurnal ilmiah mengenai tema ini karena disebabkan terjadinya konflik Suriah yang tidak kunjung usai sampai pada saat ini. Lain halnya dengan konflik Negara-negara Arab lainnya yang di mana terjadinya konflik hanya berlangsung selama kurang lebih dua tahun. Penulisan jurnal ilmiah ini menggunakan metode penulisan dengan cara deskripsi, di mana penulis menjelaskannya berdasarkan penjelasan dengan melakukan pendekatan analisis konteks terhadap berita media massa yang membahas mengenai konflik Suriah. Hasil hipotesa sementara yang telah didapat adalah beberapa faktor penyebab terjadinya konflik suriah, antara lain faktor ideologi Sunni dan Syiah menjadi penyebab utama konflik, dalam hal ini Suriah memiliki kesamaan ideologi dengan Iran yakni ideologi penganut syiah. Maka sudah barang tentu dapat dipastikan bahwasanya negara Iran akan sangat membantu negara Suriah dalam hal politik dan militer. Dan adanya pula faktor politik, terdapatnya beberapa negara yang memiliki kepentingan pribadi di balik konflik suriah. Negara tersebut ialah Russia, China, dan Amerika. Masing-masing negara tersebut berdiri di antara dua kelompok besar yaitu kelompok pemerintah dan kelompok oposisi.

This journal is written based on the reason that the Syria conflict has not ended yet until today and would not be ended any time soon. This conflict is different from the ones in other Arab countries, which mostly last for approximately two years. This journal uses descriptive method, in which the author explains the results of the research based on the examination by using context analysis approach on some news about the Syria conflict reported by the mass media. The research results in the hypothesis that the major causes of Syria conflict are the Sunni and Shia ideology. In this case Syria shares the same ideology with Iran, that is, the Shias. With this common ideology, it can be ascertained that Iran would greatly assist Syria in terms of politics and military. Political factors trigger the Syria conflict as well. Countries such as Russia, China, and the United States are behind the Syria conflict for reaching their national interests. Each of those countries sides with one of two major groups involved in the Syria conflict, namely the government and opposition groups.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Chaula Rininta Anindya
"Skripsi ini bertujuan menganalisa faktor-faktor yang menyebabkan kemenangan Jabhat Al-Nusra dalam Anfal Campaign di Kassab, Suriah, 21-23 Maret 2014. Pemahaman militer konvensional melihat bahwa aktor dengan power yang lebih unggul akan memenangkan perang. Namun, Jabhat Al-Nusra yang kapabilitas power nya relatif lebih lemah dibandingkan dengan pihak rezim Bashar Al-Assad dapat memenangkan pertempuran di Kassab. Penelitian ini menganalisis menggunakan teori asymmetric warfare oleh Patricia L. Sullivan dan merupakan penelitian kualitatif dengan metode process tracing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemenangan di Kassab diakibatkan oleh besarnya toleransi biaya dari JN karena bantuan dari Tier JN dan Turki.

This undergraduate thesis seeks to analyze the cause of Jabhat Al-Nusra`s winning on Anfal Campaign in Kassab, Syria, March 21st-23rd, 2014. According to the conventional military understanding, those who have military superiorities will inevitably win the war. However, Jabhat Al-Nusra as a military oppoisition as a weak actor against Bashar Al-Assad`s regime as a strong actor, could win the battle on Anfal Campaign in Kassab. On making the analysis, this research is using the asymmetric wafare theory by Patricia L. Sullivan and done in a process tracing method. This research shows that JN has a greater cost tolerance because there were several supports from JN`s Tier and Turkey which helped JN in winning the battle against regime.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2015
S59182
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Ghalia Indonesia, 1987
342.569 1 KON
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Mao`z, Moshe
Oxford: Clarendon Press, 1995
327.569 MAO s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Thubron, Colin
Boston: Little, Brown and Company, 1967
915.691 THU m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>