Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Siahaan, Mona Natasha
"Self-disclosure didefinisikan sebagai tindakan seseorang untuk mengungkapkan informasi tentang dirinya kepada pihak lain. Dalam konteks media sosial, meskipun mampu memenuhi kebutuhan sosial dan emosional pengguna, perilaku self-disclosure juga disertai dengan risiko yang merugikan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku self-disclosure pengguna media sosial di Indonesia dengan analisis komparatif berdasarkan kelompok usia. Model penelitian dibangun dengan mengadopsi teori privacy calculus dan Communication Privacy Management (CPM). Survei dilakukan terhadap 2.210 responden yang merupakan pengguna aktif media sosial di Indonesia. Data diolah dan dianalisis menggunakan metode Covariance-Based Structural Equation Modeling (CB-SEM) dengan program AMOS 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada data keseluruhan kelompok, faktor use of information, trust, privacy control, interactivity, perceived benefits, dan perceived risks memengaruhi perilaku self-disclosure pengguna. Selain itu, ditemukan juga bahwa faktor use of information dan personal innovativeness memengaruhi perceived benefits, sedangkan faktor trust, notices (privacy policy), dan privacy control memengaruhi perceived risks pada pengguna di media sosial. Penemuan dari penelitian ini dapat membantu penyedia layanan media sosial dalam mengevaluasi kredibilitas dan reliabilitas platform untuk mendorong retensi pengguna. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat membantu pengembang kebijakan di Indonesia dalam mengatur mekanisme kontrol terkait media sosial secara tepat untuk memastikan keamanan informasi yang disebarkan melalui media sosial.

Self-disclosure is the act of disclosing one's information about themselves to other parties or individuals. In the context of social media, besides being able to meet users' social and emotional needs, self-disclosure behavior is also accompanied by risks that can harm users. This study aims to determine the factors that influence self-disclosure behavior on social media users in Indonesia, with a comparative analysis based on age groups. Research model was built by adopting the privacy calculus and Communication Privacy Management (CPM) theory. Survey was conducted on 2,210 respondents who are active users of social media in Indonesia. Data were processed and analysed using Covariance-Based Structural Equation Modeling (CB-SEM) method with AMOS 24.0 program. The results of this study indicate that in the overall group data, the use of information, trust, privacy control, interactivity, perceived benefits, and perceived risks significantly affect users' self-disclosure behaviour. It was also found that the use of information and personal innovativeness affect perceived benefits, while trust, notices (privacy policy), and privacy control affect perceived risks on social media users. The findings from this study can help social media service proYiders to evaluate the platform's credibility and reliability, in order to encourage user retention. Results of this study also provide insights to Indonesia's policy makers in developing the appropriate control regarding social media, which ensures the safety of information shared on social media."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gita Ayu Maharani
"Perkembangan media sosial sebagai salah satu medium untuk membangun hubungan baru memunculkan fenomena baru di Indonesia yaitu, layanan sewa pacar daring, yang juga disebut sebagai boyfriend/girlfriend rent. Dalam jasa layanan tersebut, terbangun hubungan romantis daring antara penyedia dan pengguna jasa yang melibatkan aspek waktu dan juga biaya di dalamnya, dan bagaimana hubungan tersebut berkembang juga berkaitan dengan aktivitas self-disclosure atau pengungkapan diri oleh kedua pihak. Dengan menggunakan analisis studi kasus kualitatif melalui wawancara mendalam dengan empat informan, hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika strategi self-disclosure, di mana faktor seperti kenyamanan diri, koneksi yang dirasakan, dan sifat transaksional dari layanan tersebut memainkan peran penting. Penelitian ini juga membahas bagaimana perempuan menyikapi interaksi romantis yang terkomodifikasi dan memberikan perspektif bagaimana implikasi sosial dari layanan ini bagi perempuan, serta berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam mengenai keintiman digital dan sifat hubungan romantis modern yang terus berkembang.

The evolving use of social media to facilitate new relationships has led to the emergence of a new phenomenon in Indonesia: online boyfriend or girlfriend rental services, also known as boyfriend/girlfriend rent. These rental services establish an online romantic relationship between the service provider and the user that involves aspects of time and cost, and the way that the relationship develops links to self-disclosure activities by both sides. Through qualitative case study analysis of in-depth interviews with four informants, the study reveals diverse strategies of self-disclosure, where personal comfort, perceived connection, and the transactional nature of the service play significant roles. The research highlights how women navigate these commodified romantic interactions, offering insights into the social implications of these services for women, and contributes to a deeper understanding of digital intimacy and the evolving nature of modern romantic relationships."
Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Nur Fitria
"Stasiun televisi berlomba-lomba membuat program yang menarik agar mendatangkan rating dan share yang tinggi. Salah satunya adalah program ajang pencarian bakat. Salah satu program ajang pencarian bakat yang sedang naik daun adalah D rsquo;academy 4. D rsquo;Academy adalah ajang pencarian bakat penyanyi dangdut. Salah satu yang menarik dari program ini adalah sesi dimana para peserta melakukan pengungkapan diri di atas panggung. Media membuat cerita pribadi peserta sebagai suatu konten yang menarik dan bertujuan untuk menarik perhatian publik. Terjadi komodifikasi konten dimana cerita pribadi peserta yang tadinya bukan untuk konsumsi publik, dibuat menjadi pertunjukan yang menarik demi mendapat keuntungan.

Television stations are competing to make interesting programs to increase high ratings and share. One of them is a talent search program. One of the populer talent search programs is D 39 academy 4. D 39 Academy is a talent search event for dangdut singers. One of the highlights of this program is the session where participants perform self disclosure on stage. The media makes the participant rsquo s personal stories as an interesting content and aim to attract the public 39 s attention. There was a commodification of content where the personal story of the participants, which was not for public consumption, was made as aninteresting show for the media rsquo s profit.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2017
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library