Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Sims, Jennifer Patrice
"Contributing to the emerging literature on mixed-race people in the United States and United Kingdom, this book draws on racial formation theory and the performativity (i.e., “doing”) of race to explore the social construction of mixedness on both sides of the Atlantic Ocean."
Bingley: Emerald Publishing Limited, 2020
e20528028
eBooks Universitas Indonesia Library
Fitria Zahrah
"Representasi budaya adalah hal yang lazim di era globalisasi di mana pertukaran diantara budaya hampir tidak dapat dihindari. Representasi budaya dapat dinilai negatif dimana representasi tersebut tidak bersesuaian, mengeksploitasi, dan melukai nilai dari budaya yang dipinjam, dan bentuk representasi ini disebut dalam berbagai studi sosial sebagai tindakan apropriasi kultural. 124 partisipan dari kalangan remaja dan dewasa muda berumur 16-24 tahun setuju mengikuti penelitian mengenai persepsi apropriasi kultural, dan pada dua kelompok tersebut tidak ditemukan perbedaan yang signifikan t(122)= .06, p < .05. Rata-rata skor persepsi apropriasi kultural pada remaja dan dewasa muda yang rendah dan tidak berbeda signifikan dapat dikaitkan dengan tahapan perkembangan pada emerging adulthood yang berkaitan dengan eksplorasi identitas, pola mengonsumsi media, dan juga faktor struktur budaya Indonesia. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk melihat bagaimana posisi Indonesia dalam diskursus mengenai apropriasi kultural serta perkembangan identitas pada remaja dan dewasa muda.
Cultural representation has become a normal occurence in a globalized era in which cultural exchanges between two or more ethnic groups are unavoidable. Cultural representation is often perceived negatively when it has become socially inappropriate, or when it exploits or harms the value of the culture that is borrowed, and these forms of representation are mentioned in social studies as cultural appropriation. 124 participant in high school and college aged 16-24 years old agreed to participates in a research about cultural exchange, and there is no statistical differences in perceptions of cultural appropriation t(122)= .06, p < .05. The low differences and mean scores of perception towards cultural appropriation on both group is described with its relation to emerging adulthood’s developmental stage concerning identity exploration, media consumption patterns, and Indonesia’s cultural structure. The results of this study can be used to higlight Indonesia’s position on discourses regarding cultural appropriation and shed light on identity formation of adolescent and young adults."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library