Ditemukan 66 dokumen yang sesuai dengan query
Nouwen, A.
Jakarta: Bhratara Karya Aksara, 1981
621.6 NOU p
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Harahap, Sorimuda
"Pengunaan katup priming tangki dengan pampa pasir sentrifugal type eskade 4 inchi dapat meningkatkan unjuk kerja pompa karena katup priming tangki menyediakan suatu cadangan air tetap di dalam katup tersebut.
Katup priming tangki pompa ini bekerja melalui pipa hisap sampai tangki priming, dengan adanya penurunan air di dalam tangki priming mengakibatkan di ruang priming menjadi vakum, dan selanjutnya sehingga adanya peningkatan efisiensi kerja pampa sebesar 15,92% terhadap kapasitas 0,012 m3/s dengan putaran 1900 rpm.
Karakteristik kinerja pompa dengan fluida pasir 10% hampir sama dengan air yang ditunjukkan oleh diagram H-Q. Karakteristik kinerja pampa dengan campuran pasir 30% head totalnya lebih rendah sedikil atau terdapat kecenderungan menurun, sehingga un/uk menghasilkan debit aliran yang sama antara air dan campuran pasir diperlukan BHP yang lebih besar akibat massy jenisnya yang besar dan banyaknya pasir yang menumpuk di bagian bawah penampang pipa.
Application of priming tank valve with centrifugal sand pump performance type eskade 4 inch can improve the pump performance as the priming tank provides a permanent water reserve in the valve.This pump priming tank's valve works through suction pipe up to priming tank, by existing water reduction in priming tank results in a vacuum in priming space, and further so there will be pump performance efficiency improvement of 15,92 % toward capacity of 0,012 m3/s with rotation of 1900 rpm.Pump performance characteristics with 10% sand fluid virtually the same with water as indicated by diagram H-Q. Pump performance characteristics with 30°% sand mix its total head is lesser or there is a tendency to decrease, so to produce the same flow debit between water and sand mix requires greater BPH (Brake Horse Power) as the great specific mass and much sand accumulate in lower profile of pipe."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
T14960
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Walker, Rodger
Michigan: An Arbor Science, 1972
621.64 WAL p
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Wilson, P.M.
California: Kobe, 1976
621.252 WIL i
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Universitas Indonesia, 1993
S27906
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Hery Prabowo
"Ejector adalah pompa dinamik yang tidak memiliki bagian yang bergerak, memiliki konstruksi yang relatif sederhana dan mudah dalam perawatan. Prinsip kerja sebuah ejector adalah mendorong aliran fluida sekunder dengan memanfaatkan transfer momentum dan energy dari fluida penggerak berkecepatan tinggi (jet). Pada penelitian ini ejektor di gunakan untuk mensirkulasikasikan aliran udara pada suatu sistem. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variasi kecepatan fluida penggerak keluaran nozzle dan jarak spacing nozel pada sebuah ejector udara terhadap besarnya entrainment ratio yang dihasilkan. Hasil penelitian ini menunjukan peningkatan kecepatan nozzle dan jarak spacing nozzle ejector pada batas tertentu sebanding dengan besar entrainment rationya.
Ejector is a dynamic pump that has no moving parts, has a relatively simple construction and easy in maintenance. The working principle is to push an ejector secondary fluid flow by utilizing the transfer of fluid momentum and energy of high speed motive fluid. In this research, the ejector is used to circulate air flow in a system. in this study aims to look at the effect variation in nozzle velocity and nozzle spacing distance on an air ejector entrainment ratio to the amount produced The results of this study showed increased velocity nozzle and nozzle spacing distance to a certain extent proportional to the amount of entrainment ratio."
2011
S167
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1993
S35967
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Pungky Hermawan
"“REDA" Electric Submersible Pump (ESP) adalah pompa sentrifhgal berlingkat banyak yang terbukti merupakan salah satu alat yang eiisiendan efektif untuk memindahkan fluida dari satu kedalaman ke pemmukaan. Pompa jenis ini dipergunakan pada banyak tipe aplikasi seperti irigasi pertanian, sistem pencegah banjir, industri kimia tetapi yang paling banyak dipergunakan pada eksploitasi minyak bumi. Dinamakan Eleciric Submersible Pump karena dipasang dibawah permukaan tanah dan didesain untuk mampu Bekelja walaupun selumh bagian pompa terendam oleh fluida. Ienis fluida yang mampu diangkamya tidak terbatas selama tekanan pada bagian intake yang dihasilkan pornpa berada di atas titik didih fluida tersebut dan komposisi kimia serta larutan didalamnya tidak menggzmgu kinerja mekanik pon1pa_ Performance sebuah pompa yang selesai diproduksi ditunjukkan oieh kurva perjformance yang diperoleh dad hasil pengujian dengan mengacu pada standar API Recommended Pracrise 11 S2 dan diperbandingkan dengan standar performance pompa yang sejenis. Tiap jenis pompa memiliki kuwa perfonnance yang berbecla- beda yang menunjukkan tekanan, daya kuda, dan eiisiensinya pada laju aliran tertentu. Pengujian dilakukan pada posisi pompa horisontal dan venikal dan hasil pengujian menunjukkan perbedaan. Dari kenyataan itulah, penyusunan Tugas Akhir ini bertujuan menganalisa dan memperbandingkan performance pompa REDA ESP tipe DN3000 pada pengujian vertikal dan horisenial. Selanjumya dibuat hubungan berupa sebuah persamaan matematis sehingga dengan satu pengujian untuk sam posisi dengan karalctexistik yang sama akan didapatkan performance pada posisi 1ainnya."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S37264
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Simanjuntak, Hendrik
"Pemakaian teknologi pampa sentrifugal sudah sejak lama diterapkan dalam industri, terutama dalam indutri pengolahan air ben!ih, penninyakan dan pertambangan. Dalam pangoperasian pampa sentrifugal yang rerus-menerus mengakibatkan penurumm unjuk kerja dari pompe sentrifugal, untuk itu dibutuhkan suatu reknndisi unjuk kerja dari suatu pompa sentrifugal guna menjaga unjuk ke!ja pampa mendekati unjuk kerja awalnya. Sebagai barometer basil rekondisi suatu pampe dibutuhkan suatu alat uji untuk mengukur kinerja pompa. Alat uji ini dirancang agar dapat dengan mudah dipindah-pindahkan, kornpek, akurat dan andal. Adapoo unjuk kerja yang akan diukur oleh alat uji ini meliputi kapasitas, tinggi tekan, dnya, kavitasi dan efisieasi dari pompa yang akan di uji. Untuk mempennudah pengukuran, dnta yang didapatkan dari basil pengukuran langanng diolah dalam suatu perangkat kompurer dimana sistem yang ada dari alat uji ini sudah terkoneksi dengan komputer. Hasil perancangan alat uji pampa sentrifugal ini mampu untuk menguji pompa dengan daya motor 37,3-350,5 [kW], rekanan kerja 689,48 -206&,43[kN/m2 ].
The technology of centrifUgal pump has been used for long time in industry, especially in wat.er cleaning, oil. mining industry. fn term of contiMus operalftm will ctmsed tlw reduction of pump performance. There for a recondition of the sentrifogal pump performance needed to keep the performance of centrifogal pump as good as it beginning condition As the barometer of re~condition results, it needs a centrifugal pump test bed to measure the pump performa. The centrifugal pump test bed have to design easily move, accurate and liable. Therefore, the things could be measured by test bed including capacity, head, driver horse power, cavitations, and pmnp efficiency that will be tested For making the measurement more easily, the result of the data that get from direct measurement going itJio the system where the centrifUgal pump test bed has berm connected with computer. The result plan of pump test bed for this centrifugal pump can afford to be tested with motor power 37,3-350,5 [kW]. and wotldng pressute 689,48 - 2068,43fk:Nim'J."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S37906
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Ario Sunar Baskoro
"Salah satu metode perancangan sebuah Center-type jet pump adalah dengan menggunakan perubahan jarak driving nozzle (nosel penggerak) terhadap sisi masuk mixing tube (I) agar didapatkan efisiensi kerja yang optimal. Dalam penelitian ini digunakan 2 metode pengujian secara eksperimental dengan panjang I = 2d (d = diameter jet nosel). Sedangkan untuk pengujian numerik menggunakan Navier-Stokes dengan variasi panjang I = 0, d, dan 2d dengan bilangan Reynolds sebesar 68896 dan dalam kondisi turbulen. Variasi lain yang digunakan dalam pengujian numerik ini adalah menggunakan beda tekanan antara sisi hisap dan sisi hantar sebesar 0 dan 1X10 pa. Dan hasil pengujian didapatkan bahwa dengan bertambahnya panjang dan timbulnya beda tekanan antar sisi hisap dan sisi hantar akan meningkatkan intensitas pembentukan vorteks sesuai dengan hasil eksperimental di laboratorium."
Depok: Fakultas Teknik , [Date of publication not identified]
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian Universitas Indonesia Library