Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 20 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Astrina Nadia Wandasari
"Apa yang terjadi pada masa penjajahan Belanda di Hindia Belanda meninggalkan kesan yang begitu dalam bagi setiap pihak yang terlibat, tidak hanya kaum inferior tetapi juga kaum superior. Penceritaan kembali mengenai apa yang terjadi pada masa kolonial dilakukan melalui berbagai media, salah satunya karya sastra postkolonial Familiefeest karya Theodor Holman. Secara jelas dan nyata pasti terjadi diskriminasi pada masa tersebut. Dengan metode penelitian deskriptif-sinkronis, diteliti bagaimana penggambaran diskriminasi yang ditemukan dalam cerita Familiefeest beserta dampak yang dihasilkannya. Melalui cerita ini, ditemukan diskriminasi ras, etnis, dan kebangsaan yang terjadi pada tokoh didalamnya, yang notabene adalah kaum superior pada masa kolonial tersebut, dan dampak yang dialami para tokoh tersebut tidaklah ringan karena menyangkut masalah psikis dan masa depan mereka. Diskriminasi yang mereka alami mengubah sifat, perilaku, dan kehidupan mereka. Mereka memandang negatif akan masa depan dan selalu dihantui oleh rasa takut, terancam, dan malu.

What happened during the Netherlands‟ colonialism in the Dutch East Indies left deep impression to every side that involved this moment, not only the inferior side but also the superior side. About what that happened on colonial period was told through many media, one of them is through postcolonial literature, Familiefeest by Theodor Holman. Discrimination was clearly and obviously happened on that moment. By using descriptive-synchronic method, the description and the effects of discriminations on Familiefeest were researched and found. On Familifeest was found racial, ethnic, and nationality discriminations that were experienced by the personages that on this story were superior people on colonialism moment. The effects that they experienced weren‟t simple things because those have correlation with psychological problem and how they faced their future. It changed their character, behavior, and life. They looked negatively about their future and haunted by fear, threat, and shame."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Nike Maya Manro
"Lingkungan keluarga merupakan fondasi awal yang membentuk identitas sosial seseorang, terutama peran orang tua. Dalam kehidupan orang-orang dari keluarga broken home di masa poskolonial, identitas sosial seringkali menjadi isu sentral. Krisis identitas yang berujung pada rekonstruksi identitas tidak hanya dialami oleh keturunan Indo di Indonesia, namun juga di Belanda, seperti yang dialami tokoh utama dalam fragmen De Onschuld van Een Vis karya Alfred Birney. Tulisan ini berusaha memaparkan bagaimana proses rekonstruksi identitas sosial dipengaruhi oleh faktor sejarah, budaya dan lingkungan sosial. Dalam menganalisis permasalahan identitas sosial ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan mempelajari situasi, tata cara, sikap, pandangan dan terutama dialog di dalamnya. Selain itu, penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan poskolonial. Di akhir pembahasan, terlihat bahwa ternyata peran ayah sebagai faktor utama yang merupakan figur negatif pembentuk identitas awal tokoh utama juga terlibat secara implisit di balik faktor budaya dan lingkungan sosial dalam proses rekonstruksi identitas sosial tokoh utama tersebut.

Family environment is a basic foundation that establishes someone’s social identity, parents’ role is the foremost. For ones lives from a broken home family in post-colonial period, social identity is often considered a central issue. Crisis of identity that led into reconstruction of identity is not only experienced by Indo people that stayed in Indonesia, but also in the Netherlands, as it showed by the main character in one of chapters from De Onschuld van Een Vis by Alfred Birney. This paper tries to describe how reconstruction process of social identity influenced by historical, cultural and social environment. Descriptive research is used to analyze this social identity issue. This method has always been used to study situations, manners, attitudes, views, and especially dialogues in fragment. For addition, this is a qualitative study that using a post-colonial approach. At the end of this paper, we would see that the fact is the father's role as the main factor of a negative figure that formed the main character’s early identity, also implicitly involved behind the cultural and social environment in that reconstruction process of the main character’s social identity.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Vina Uli
"Artikel ini membahas dampak kolonialisme pada masyarakat Aljazair dalam cerpen Oran, langue morte karya Assia Djebar. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif, sedangkan pendekatan yang dipilih adalah pendekatan tekstual. Pengaruh kolonialisme diteliti berdasarkan peristiwa-peristiwa cerita, deskripsi tokoh serta latar ruang dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolonialisme berdampak buruk pada tokoh utama sehingga tokoh utama mengalami trauma yang sangat medalam.

This article analyzes the influence of colonialism in Algeria’s society in short story titled Oran, langue morte by Assia Djebar. This research is classified as a qualitative research by using a descriptive argumentative method and structural approach. The influence of colonialism could be observed based on the story events, characters description, and by the places and times as well. The result of this article shows that colonialism has a negative influence on main character which give her a deep trauma.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Nadia Haq
"Kolonialisme memiliki dampak terhadap banyak hal, dan sebagian besar dari dampak tersebut adalah dampak negatif. Hal itu terjadi pula pada masa penjajahan Belanda di Hindia-Belanda. Kisah-kisah mengenai Hindia Belanda banyak dijumpai pada karya sastra postkolonial, salah satunya adalah fragmen yang berjudul Familiefeest karya Theodor Holman. Holman yang berdarah campuran Indo-Belanda menjadi saksi hidup akan keberlangsungan kehidupan kolonial maupun postkolonial. Melalui fragmen Familiefeest, tergambarkan bagaimana orang-orang yang berhubungan dengan masa kolonial, terutama kaum Indo-Belanda memiliki permasalahan dengan identitasnya. Mereka berusaha mengukuhkan bahwa dirinya adalah seorang Belanda murni, walaupun secara fisik mereka tidak sama dengan orang Belanda pada umumnya, tetapi juga tidak seperti orang pribumi asli. Problematika identitas merupakan wacana yang seringkali muncul dalam cerita peninggalan penjajahan.

Colonialism has an impact on many things, and most of the impact is negative. It also occurred during the Dutch colonial at Dutch-East Indies. The stories of the Dutch-East Indies often found in postcolonial literature, one of which is a fragment of a work entitled Familiefeest by Theodor Holman. As a mixed-blood Indo-Dutch, Holman will be a living witness of colonial and postcolonial continuing life. Through Familiefeest fragments, illustrated how people associated with the colonial period, especially the Indo-Dutch have problems with identity. They are trying to confirm that he is a pure Dutch, although physically they are not the same as the Dutch in general, but also did not like the indigenous. Problems of identity is a discourse that often appear in the story colonial legacy."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Chichester: USA Wiley Blackwel, 2016
809.933 58 POS
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Galuh Sakti Bandini
"Tesis ini membahas kaitan antara ideologi teks yang ada di dua novel karya Liem Khing Hoo, Berjuang 1934 dan Merah 1937 , dengan situasi sosial, ekonomi, dan politik yang melingkupinya. Ideologi teks yang terdapat dalam dua karya tersebut berkenaan dengan komunisme dan konstruksi sosial masa kolonial. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan, yaitu sosiologi sastra dan pascakolonial. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kedua teks ini menolak tujuan politik yang dibawa oleh komunisme, yaitu menghancurkan sistem kolonial. Akan tetapi dalam Berjuang sistem ekonomi yang digagas oleh komunis, yaitu kepemilikan bersama, disetujui sehingga membentuk masyarakat tanpa kelas. Kedua teks ternyata melanggengkan konstruksi sosial yang membedakan kelas berdasarkan ras. Hal ini terlihat dari penggambaran Eropa yang selalu menempati posisi paling tinggi, serta ketiadaan interaksi antara Tionghoa peranakan dan pribumi.

This thesis examines the intercourse between the textual ideology with the surrounding social, economic, and political situation found in two novels by Liem Khing Hoo, Berjuang 1934 and Merah 1937 . The textual ideology contained in the two works relates to communism and social construction of the colonial period. The textual research uses two approaches, sociology of literature and postcolonialism. The result of this study shows that these two texts rejected the political objectives brought by communism to destruct the colonial system. However, Berjuang welcomed the idea of joint ownership as to form a classless society, which is the economic system initiated by the communists. In the other hands, both texts evidently perpetuate social constructs that distinguish classes based on race. This narration is depicted with the positional construction that always puts Europe at the top and the lack of interaction between the Chinese Peranakan with the indigenous people.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2018
T49586
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
New York: Cambridge University Press, 2017
821.914 CAM
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Diliman : The University of the Philippines Press, 2004
899.211 PHI
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
"Summary:
Taking an innovative and multi-disciplinary approach to literature from 1947 to the present day, A Concise Companion to Postcolonial Literature is an indispensable guide for anyone seeking an authoritative understanding of the intellectual contexts of postcolonial literature and culture."
Malden: West Sussex John Wiley & Sons Inc., 2014
820.9 CON
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Huddart, David
London: Routledge, 2008
809.935 HUD p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>