Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Lia Putriyana
"Isu lingkungan dalam pemenuhan kebutuhan energi menjadi fokus pada penelitian ini. Pada penelitian ini, potensi energi panas bumi dikombinasikan dengan mekanisme penangkapan dan penyimpanan CO2 untuk dapat mengurangi secara signifikan emisi CO2. Pengoperasian CO2 memungkinkan pemanfaatan formasi geologi/potensi panas bumi dengan permeabilitas dan temperatur rendah, yang selama ini tidak dianggap layak secara ekonomi. Secara umum penelitian ini terbagi menjadi tiga tahap, didahului dengan menginventarisasi
potensi panas bumi temperatur rendah – sedang di Indonesia, selanjutnya dilakukan penilaian kesesuaian kondisi subsurface untuk kesesuaian sebagai CCUS dan perangkingan berdasarkan skor yang didapatkan. Keluaran dari tahap satu berupa peta indikatif yang menginformasikan lokasi potensi panas bumi temperatur rendah – sedang yang sesuai digunakan untuk aplikasi CCUS. Dari studi ini diketahui, lapangan Batubini, Sanggala, dan Mengkausar merupakan tiga lapangan panas bumi teratas yang sesuai untuk penyimpanan CO2. Selain itu, dilakukan
identifikasi potensi EBT lainnya yang ada di sekitar lokasi potensi panas bumi terpilih. Pada tahap kedua dilakukan simulasi numerik dari salah satu lokasi terpilih guna mengetahui besarnya potensi listrik yang dapat dihasilkan. Tahap ketiga, dilakukan penyusunan sistem poligenerasi untuk memanfaatkan energi panas bumi dan energi surya sebagai sumber energi yang digunakan untuk beberapa pemanfaatan, antara lain: produksi air bersih, produksi
hidrogen, penangkapan CO2, pendinginan, pembangkit listrik siklus biner dan superkritikal CO2. Analisis thermodinamika, ekonomi dan lingkungan dilakukan pada sistem poligenerasi yang diusulkan. Validasi model dari masing – masing unit desalinasi, unit produksi hidrogen,unit penangkapan CO2, unit pendingin, dan unit pembangkit dilakukan terhadap hasil percobaan yang pernah dilakukan, Selanjutnya, analisis sensitivitas dari masing – masing parameter kunci dari masing – masing unit dilakukan guna mengetahui sejauh mana perubahan parameter – prameter tersebut berpengaruh terhadap variabel tetap berupa biaya rata – rata pembangkitan
listrik atau leverage cost of electricity (LCOE), biaya rata – rata produksi hidrogen atau leverage cost of hydrogen (LCOH), biaya rata – rata produksi air bersih atau leverage cost of fresh water (LCOFW), dan biaya rata – rata penangkapan CO2 atau leverage cost of CO2 (LCOCO2). Beberapa parameter pada sistem poligenerasi yang diusulkan berpengaruh terhadap biaya rata – rata, perubahan variabel akan berpengaruh terhadap variabel tetap tersebut yang selanjutnya dilakukan optimasi multi-objektif untuk mengetahui sejauh mana perubahan variabel
berpengaruh terhadap biaya rata – rata tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi untuk memberi informasi dan gambaran mengenai potensi dan prospek sistem panas bumi temperatur rendah – sedang di Indonesia, memberi peluang pengurangan emisi CO2 dan dapat mendorong pemanfaatannya guna memenuhi kebutuhan energi di suatu daerah.

Environmental Issues in Meeting Energy Needs as the Focus of This Research This research focuses on addressing environmental issues related to energy needs. It explores the potential of geothermal energy combined with carbon capture and storage (CCS) mechanisms to significantly reduce CO₂ emissions. The operation of CO₂ injection allows for the utilization of geothermal formations with low permeability and low temperature, which were previously considered economically unviable. In general, the study is divided into three stage: Stage one: Assessment of subsurface conditions for suitability with CCS applications, followed by a ranking based on scores obtained, The output of this phase is an indicative map identifying locations with low-to-moderate geothermal potential suitable for CCS applications. From the study, the Batubini, Sanggala, and Mengkausar geothermal fields were identified as the top three sites suitable for CO₂ storage. Additionally, other renewable energy potentials around the selected geothermal locations were identified. Stage Two: Numerical simulation at one of the selected locations to determine the potential electricity generation. Stage Three: Development of a polygeneration system that utilizes geothermal and solar energy for multiple applications, including Production of clean water, Hydrogen production, CO₂ capture, Cooling systems, Binary cycle and supercritical CO₂ power generation, Thermodynamic, economic, and environmental analyses were conducted on the proposed polygeneration system. The models for each unit (desalination, hydrogen production, CO₂ capture, cooling, and power generation) were validated against experimental results. A sensitivity analysis was performed on key parameters of each unit to assess the extent to which parameter changes impact fixed variables, such as: Levelized Cost of Electricity (LCOE), Levelized Cost of Hydrogen (LCOH), Levelized Cost of Fresh Water (LCOFW), Levelized Cost of CO₂ (LCOCO₂), Changes in certain parameters within the proposed polygeneration system affected the levelized costs. A multi-objective optimization was carried out to determine how variable changes impact these costs. This study aims to contribute to insights into the potential and prospects of low-to-moderate geothermal systems in Indonesia, offering opportunities for CO₂ emission reduction and promoting their utilization to meet regional energy needs."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
D-pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Erwin Apriandi
"Energi panas bumi merupakan sumber energi terbarukan yang andal, namun pembangkit listrik tipe single-flash belum memanfaatkan potensi panas sisa dari brine reinjeksi secara optimal. Sistem poligenerasi menawarkan pendekatan efisien dengan menghasilkan lebih dari tiga produk sekaligus, memberikan keuntungan dari sisi ekonomi, lingkungan, dan desain sistem energi. Studi ini mengusulkan sistem poligenerasi terintegrasi yang memanfaatkan brine reinjeksi dari Lahendong Unit 3 untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan panas bumi. Sistem ini memproduksi listrik, pendingin, pemanas, hidrogen hijau, dan pasir silika sebagai produk sampingan melalui kombinasi siklus double-flash, Binary-ORC, TAR, CRC, IR-HAD, dan AE. Analisis dilakukan dari aspek termodinamika (efisiensi energi dan eksergi, serta pengurangan ireversibilitas), lingkungan (emisi GRK dan penghindarannya melalui substitusi listrik berbasis fosil), dan ekonomi (BP, HPP, NPV, IRR, dan PBP). Hasil menunjukkan peningkatan efisiensi energi dari 10,0% menjadi 14,7%, efisiensi eksergi dari 24,6% menjadi 36,1%, serta pengurangan ireversibilitas dari 78,0 MW menjadi 44,2 MW. Emisi GRK dari produk poligenerasi lebih rendah dibandingkan referensi produk sejenis dan sistem ini juga berpotensi menghindari emisi CO₂ sebesar 1,69 juta ton hingga 2028. Secara ekonomi, sistem dinilai layak dengan NPV sebesar 47,8 juta USD, IRR 26,9%, dan PBP selama 6,6 tahun. Layanan pendingin dan pemanas berbasis CSR turut memperkuat akses energi lokal dan dampak sosial.

Geothermal energy is a reliable renewable resource, yet single-flash power plants often underutilize the residual thermal potential in reinjection brine. Polygeneration systems offer an efficient approach by producing more than three outputs simultaneously, enhancing economic performance, environmental sustainability, and energy system optimization. This study proposes an integrated polygeneration system utilizing reinjection brine from Lahendong Unit 3 to improve geothermal efficiency and sustainability. The system co-produces electricity, cooling, heating, green hydrogen, and silica sand as a by-product through a combination of double-flash cycle, Binary-ORC, TAR, CRC, IR-HAD, and AE units. The system is analysed from thermodynamic (energy and exergy efficiency, irreversibility reduction), environmental (GHG emissions and avoidance via fossil-based electricity substitution), and economic (production cost, breakeven price, NPV, IRR, and PBP) perspectives. Results show an increase in energy efficiency from 10.0% to 14.7%, exergy efficiency from 24.6% to 36.1%, and a reduction in irreversibility from 78.0 MW to 44.2 MW. GHG emissions from the polygeneration product are lower compared to similar reference products, and this system can avoid up to 1.69 million tonnes of CO₂ emissions by 2028. Economically, the system is feasible, achieving an NPV of USD 47.8 million, IRR of 26.9%, and a PBP of 6.6 years. CSR-driven cooling and heating services further enhance local energy access and social impact. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library