Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Emidatul Manzil
"Dosimetri CT scan dapat dilakukan dengan menggunakan konsep CTDI, Monte Carlo, atau dengan pengukuran langsung dalam fantom fisis. Pengukuran langsung menggunakan thermoluminescent dosimeter (TLD) merupakan prosedur yang rumit dan membutuhkan waktu yang lama. Saat ini sudah tersedia film radiochromic yang dapat digunakan di radiologi. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran distribusi dosis radiasi dalam fantom Rando menggunakan film Gafchromic XR-QA2 dan TLD. Film Gafchromic XR-QA2 dan TLD dikalibrasi di CT scanner Siemens Sensation 64. Pengukuran distribusi dosis dengan film dilakukan pada faktor pitch 0.8, 1.0, dan 1.4. Film Gafchromic XR-QA2 disisipkan diantara slab 22-23 (Film A), 23-24 (Film B), dan slab 24-25 (Film C).
Pengukuran distribusi dosis dengan TLD dilakukan dalam slab nomor 23 dengan faktor pitch 1.4. Film Gafchromic XR-QA2 yang telah dieksposi dipindai dengan flatbed scanner Epson Perfection V700 Photo. Dosis serap tulang belakang pada Film A, Film B, dan Film C yang dieksposi dengan faktor pitch 1.4 secara berturut-turut adalah 2.0 mGy, 1.9 mGy, dan 2.2 mGy. Berdasarkan profil dosis, rata-rata dosis serap pada film yang dieksposi dengan faktor pitch 1.0 dan 1.4 secara berturut-turut adalah 8% dan 24% lebih tinggi dibanding rata-rata dosis serap pada film yang dieksposi dengan faktor pitch 0.8. Rentang dosis hasil pengukuran dengan TLD adalah (1.9 ± 0.1) - (2.3 ± 0.2) mGy dan rentang dosis hasil pengukuran dengan film Gafchromic XR-QA2 adalah 1.8 - 2.3 mGy dengan perbedaan maksimum 10.6%. Perbedaan tersebut masih berada dalam rentang keakurasian TLD yaitu < 15%. Berdasarkan hasil tersebut, film Gafchromic XRQA2 dapat digunakan untuk pengukuran dosis CT scan selanjutnya.

Computed tomography (CT) dosimetry can be approached by using CTDI method, Monte Carlo computer technique, and direct measurement within physical phantom. Direct measurement using thermoluminescent dosimeters (TLDs) is a laborious procedure. Radiochromic film for radiology application was available. In this study, dose distribution within adult anthropomorphic physical phantom was measured using TLD and Gafchromic XR-QA2 film. TLD and Gafchromic XR-QA2 film was calibrated on CT scanner Siemens Sensation 64. Gafchromic XR-QA2 film was sandwiched between slab Rando phantom number 22-23 (Film A), 23-24 (Film B), and 24-25 (Film C). Pitch factor 0.8, 1.0, and 1.4 were used. TLDs were placed at the holes in the slab number 23 of anthropomorphic phantom.
TLDs were scanned using pitch factor 1.4. After exposure, Gafchromic XR-QA2 film was digitized using Epson Perfection V700 Photo flatbed scanner. Absorbed dose at vertebra on Film A, Film B, and Film C which exposed by using pitch 1.4 respectively were 2.0 mGy, 1.9 mGy, and 2.2 mGy. Based on dose profile, average dose of XR-QA2 film which exposed by using pitch 1.0 and 1.4 respectively were 8% and 24% higher than average dose of XR-QA2 film which exposed by pitch 0.8. TLDs dose range were (1.9 ± 0.1) - (2.3 ± 0.2) mGy and Gafchromic XR-QA2 film dose range were 1.8 - 2.3 mGy with maximum difference 10.6%. The difference is still within the range of TLD accuracy, < 15%. Based on this result, Gafchromic XR-QA2 film can be used to measure CT dose.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2015
T43863
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Krumhansl, Carol L.
New York : Oxford University Press , 1990
R 781.1 KRU c
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Rohadatul Aisya
"Turbin angin kecepetan variabel yang menggunakan generator sinkron magnet permanen (permanent magnet synchronous generator/PMSG) menawarkan efisiensi tinggi dalam konversi energi angin menjadi energi listrik. Namun, pada kondisi kecepatan angin di atas kecepatan nominal, dibutuhkan mekanisme pengendalian sudut pitch untuk menjaga kestabilan daya keluaran serta melindungi sistem dari kelebihan beban. Mekanisme pengendalian sudut pitch umumnya dilakukan menggunakan pengendali PI konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan pengendali single-neuron PI sebagai solusi adaptif dalam mengatur sudut pitch turbin angin berbasis PMSG. Metode pengendalian ini menggabungkan struktur dasar pengendali PI dengan pembelajaran adaptif berbasis neuron tunggal, yang dapat menyesuaikan bobot pengendali secara real-time berdasarkan kesalahan daya keluaran. Simulasi dan model sistem konversi energi angin dilakukan menggunakan MATLAB/Simulink, mencakup model turbin angin, PMSG, sistem kendali pitch berbasis PI konvensional, dan sistem kendali pitch berbasis single-neuron PI. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pengendali single-neuron PI mampu mempertahankan daya keluaran mendekati referensi dengan penyimpangan nilai yang sangat kecil dan stabil pada berbagai kondisi kecepatan angin yang lebih besar dari kecepatan angin nominal. Dibandingkan dengan pengendali PI konvensional, metode ini menawarkan keunggulan dalam hal adaptabilitas terhadap perubahan parameter sistem dan kecepatan angin yang dinamis.

Variable-speed wind turbines with Permanent Magnet Synchronous Generator (PMSG) offer high efficiency in converting wind energy into electrical power. However, under wind conditions exceeding the rated speed, a pitch angle control mechanism is required to maintain output power stability and protect the system from overloading. Pitch angle control is commonly implemented using conventional PI controllers. This study aims to implement a single-neuron PI controller as an adaptive solution for regulating the pitch angle in a PMSG-based wind turbine system. The proposed control method combines the basic structure of a PI controller with adaptive learning based on a single neuron, enabling real-time adjustment of the controller weights based on output power error. The simulation and modeling of the wind energy conversion system are carried out using MATLAB/Simulink, including the modeling of wind turbine, PMSG, conventional PI-based pitch control, and single-neuron PI-based pitch control. Simulation results demonstrate that the single-neuron PI controller effectively maintains the output power close to the reference value, with minimal deviation and high stability across various wind speeds exceeding the rated condition. Compared to the conventional PI controller, this method offers superior adaptability to system parameter variations and dynamic wind speed changes.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library