Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jemadu, Jemadu
"ABSTRAK
Suatu kenyataan yang hampir terdapat di semua negara berkembang yaitu dominasi birokrasi pemerintah pada semua tingkatan dalam proses administrasi pembangunan baik yang menyangkut perencanaan maupun pelaksanaan dan evaluasi program-program pembangunan. Akibatnya masyarakat yang kedudukan sosial ekonominya lemah tidak memiliki akses untuk ambil bagian dalam proses pembangunan. Karena itu orang memberi perhatian dan sekaligus menaruh harapan pada organisasi-organisasi non pemerintah seperti LPSM (Lembaga Pengembangan Swadaya Masyarakat) yang, per definisi, mampu menggerakkan partisipasi masyarakat bawah dalam pembangunan.
Permasalahan utama yang dibahas dalam tesis ini melihat peranan dan posisi LPSM dalam proses administrasi pembangunan. Peranan itu dilihat sebagai hasil interaksi LPSM dengan kekuatan-kekuatan dalam lingkungannya. Peneliti juga memberi perhatian terhadap dinamika internal kelembagaan LPSM, karena asumsi yang digunakan adalah bahwa LPSM tidak hanya ditentukan oleh kekuatan-kekuatan eksternal tetapi juga secara aktif mengembangkan organisasinya.
Karena perspektif utama yang digunakan dalam tesis ini adalah administrasi pembangunan, maka secara teoritis LPSM dilihat sebagai organisasi yang memiliki potensi untuk mengembangkan apa yang disebut "development administration as institution-building". Karena LPSM senantiasa berinteraksi dengan lingkungannya, maka konsep keterkaitan antar organisasi (interorganizational linkages) juga digunakan.
Temuan pokok dalam penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun LPSM dapat mengembangkan aspek kelembagaan administrasi pembangunan dalam menghadapi kelompok sasarannya, namun perkembangan organisasinya yang semakin besar dan mandiri sebagai tuntutan eksternal dan dinamika internal dapat menciptakan kendala-kendala yang mengurangi posisinya secara teoritis sebagai protagonis birokrasi pemerintah yang justru ingin diperbaikinya.
Berdasarkan temuan di atas, maka peneliti menyarankan kepada LPSM untuk mulai menerapkan kebijakan desentralisasi dengan memberikan wewenang yang seluas-luasnya kepada unit-unit lapangannya yang berinteraksi secara langsung dengan kelompok sasarannya. Tujuannya adalah supaya LPSM tetap dekat dengan kelompok sasarannya sehingga dapat mengerakkan keswadayaan dan partipasi mereka dalam berbagai program pembangunan.
Kepada pemerintah disarankan agar memberi kesempatan kepada LPSM untuk mewujudkan peranannya dalam mendukung administrasi pembangunan birokrasi formal. Menciptakan berbagai regulasi terhadap LPSM hanya akan membatasi ruang gerak LPSM dalam mewujudkan kontribusinya bagi pembangunan nasional. "
1992
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aghniya Fitri Kamila
"Keterlibatan dalam praktik corporate greenwashing telah memicu munculnya tuduhan dari NGO lingkungan kepada perusahaan. Penelitian ini menggunakan studi kasus teknik netralisasi perusahaan X dalam menanggapi tuduhan melakukan corporate greenwashing. Objek utama dalam penelitian ini adalah reaksi NGO lingkungan. Data diperoleh dari hasil wawancara terstruktur dengan tiga perwakilan NGO lingkungan di Indonesia dan dianalisis menggunakan teori interaksionisme simbolik. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun ketiga informan terlibat dalam kegiatan yang sama, hal tersebut tidak menjamin reaksi serupa. NGO lingkungan melihat teknik netralisasi sebagai bentuk lain dari corporate greenwashing. Dari kesembilan teknik netralisasi perusahaan X, reaksi NGO lingkungan cenderung mencerminkan peran sebagai bad cop yang meliputi menentang, memberikan apresiasi dengan catatan tambahan, memberikan tekanan, dan menyerang kembali. Temuan ini menunjukkan bagaimana reaksi NGO lingkungan berkaitan erat dengan prinsip, ideologi, dan/atau peraturan tertulis masing-masing sehingga hanya mencerminkan NGO lingkungan sebagai satu organisasi dan tidak mewakili NGO lingkungan secara keseluruhan.

Involvement in corporate greenwashing practices has sparked accusations against companies from environmental NGOs. This research uses a case study of company X's neutralization technique in response to accusations of corporate greenwashing. The main object of this research is the reaction of environmental NGOs. Data was obtained from structured interviews with three representatives of environmental NGOs in Indonesia and analyzed using symbolic interactionism theory. The results show that even if all three informants are involved in the same activity, this does not guarantee similar reactions. Environmental NGOs see neutralization techniques as another form of corporate greenwashing. Out of all the nine neutralization techniques of Company X, NGOs reactions tend to reflect the role of bad cop which includes opposing, providing appreciation with additional notes, applying pressure, and attacking. These findings show how the reactions of environmental NGOs are closely related to their respective principles, ideologies and/or written rules so that they only reflect environmental NGOs as an organization and do not represent environmental NGOs as a whole."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Nurdiyana
"Artikel ini membahas bagaimana partisipasi masyarakat dalam penataan wilayah yang dipengaruhi oleh kepemimpinan lokal serta peran pendampingan Non-Governmental Organization (NGO) pada penduduk Kampung Akuarium. Studi-studi sebelumnya cenderung melihat faktor-faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi dari sisi internal individu, yaitu pengetahuan, jenis kelamin, usia, serta rentang waktu individu tinggal di sebuah wilayah. Studi ini lebih memilih aspek kepemimpinan lokal sebagai variabel independen, dengan argumentasi bahwa sebagian besar masyarakat cenderung akan mengikuti apa yang disampaikan oleh pemimpin lokalnya, sehingga semakin tinggi tingkat kepemimpinan lokal maka semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat. Di sisi lain, NGO juga memainkan peran penting dalam membantu masyarakat pada proses penataan kampung kota, sehingga semakin tinggi tingkat pendampingan NGO maka semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat. Studi ini dilakukan menggunakan survei kepada 58 responden berusia 18-65 tahun yang dipilih melalui stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan tlingkat partisipasi masyarakat relatif tinggi, serta tingkat kepemimpinan lokal dan tingkat pendampingan NGO yang tinggi. Uji statistik Somers d menunjukkan adanya pengaruh tingkat kepemimpinan lokal terhadap tingkat partisipasi, serta spesifik signifikan pada kelompok laki-laki. Sementara itu, pendampingan NGO tidak memengaruhi tingkat partisipasi.

This article discusses how community participation in relation to structuring of area affected by local leadership and NGO assistance on residents in Kampung Akuarium. Based on previous studies, the discussion of factors affects the level of participation can be seen from the internal side of individuals, like knowledge, gender, age, and the time span of individuals living in an area. This study involves local leadership as an independent variable, with the argument that most people tend to follow what was presented by local leaders so the higher level of local leadership, the higher level of community participation. On the other hand, NGO also play an important role in helping community in structuring are process, so the higher level of NGO assistance, the higher level of community participation. This study was conducted using a survey to 58 respondents in the 18-65 years old selected through stratified random sampling. The results showed a relatively high level of community participation, local leadership level, and NGO assistance. Somers d statistic test shows the influence of the local leadership level to the level of participation, specifically significant in male group. Meanwhile, NGO assistance does not affect the level of participation."
2019
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Esa Khairina Husen
"ABSTRAK
Semakin banyaknya isu degradasi lingkungan hidup yang terjadi secara lintas batas dan tidak bisa diselesaikan negara seorang diri telah mendorong NGO untuk maju dan menawarkan solusi. Berbagai strategi dilakukan NGO untuk mengadvokasikan isu lingkungan hidup dan mengubah perilaku negara dan korporasi dalam tata kelola lingkungan hidup global. Kajian literatur ini bertujuan menganalisis bagaimana strategi NGO dalam tata kelola lingkungan hidup global dan seperti apa implikasi yang mereka hasilkan. Dalam menjawab pertanyaan tersebut, kajian literatur ini memetakan literatur tentang mekanisme kerja, fungsi, dan implikasi dari strategi yang dijalankan NGO dalam menargetkan negara dan korporasi, dengan menggunakan metode taksonomi. Berdasarkan analisis, kajian literatur ini menemukan bahwa mekanisme kerja NGO bisa bersifat kolaboratif dan konfrontatif. Fungsi yang mereka jalankan beragam, dengan diseminasi informasi secara multiarah menjadi yang paling mendasar. Implikasi yang mereka timbulkan berupa kesuksesan mereka mengubah praktik negara dan korporasi, hingga kegagalan yang bisa berujung pada kriminalisasi dan hilangnya kredibilitas mereka. Kajian literatur ini menyimpulkan bahwa NGO menyusun strategi yang berbeda, menyesuaikan sifat dan modality dari korporasi dan negara yang mereka targetkan, serta seberapa strategis isu yang menjadi fokus advokasi mereka."
2019
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Sabrina Gees
"Penelitian ini membahas terkait upaya yang dilakukan oleh Lembaga Human Initiative sebagai Non-Governmental Organization (NGO) dalam mendukung social well-being ibu bekerja. Sebagai ibu bekerja, terdapat peran ganda yang dihadapinya sebagai seorang ibu dan sebagai seorang karyawan. Kemudian, NGO sendiri memiliki karakteristik unik yang berbeda dari tempat kerja lainnya, seperti tidak terdapat deskripsi kerja yang jelas, kondisi penerima manfaat yang dinamis, dan lain-lain. Peran ganda yang dimiliki ibu bekerja dan karakteristik NGO dapat berdampak kepada social well-being ibu bekerja. Social well-being ibu bekerja juga dapat berdampak kepada kinerja. Oleh karena itu, NGO perlu memberikan dukungannya sebagai proses manajemen sumber daya manusia. Salah satu NGO yang menyadari pentingnya proses manajemen sumber daya manusia adalah Human Initiative. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kondisi social well-being ibu bekerja di Human Initiative, upaya yang dilakukan oleh Human Initiative dalam mendukung social well-being ibu bekerja, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan upaya yang dilakukan Human Initiative, baik dari sisi Human Initiative maupun sisi ibu bekerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara, observasi, dan tinjauan literatur sebagai teknik pengumpulan data. Penelitian ini melibatkan 8 orang informan yang terdiri dari karyawan divisi People Care, ibu bekerja, dan rekan kerja dari ibu bekerja di Human Initiative. Hasil penelitian menjelaskan kondisi social well- being ibu bekerja di Human Initiative pada aspek hubungan dengan lingkungan sekitar, keinginan untuk berkembang, dukungan yang diberikan lingkungan sekitar, dan penerimaan lingkungan sekitar terhadap ibu bekerja. Human Initiative juga mendukung social well-being dalam berbagai upaya, seperti melalui memperbolehkan ibu bekerja membawa anak ke kantor, tunjangan, fasilitas, lingkungan kerja, dan upaya lainnya. Faktor pendukung dari upaya yang dilakukan oleh Human Initiative dalam mendukung social well-being ibu bekerja adalah dasar Human Initiative, implementasi dari visi, komitmen yang dimiliki Human Initiative, dan keluarga yang mendukung peran sebagai ibu bekerja. Sementara itu, faktor penghambat dari upaya yang dilakukan oleh Human Initiative adalah belum menemukan lokasi, sistem, dan donatur yang tepat untuk daycare, kekhawatiran Human Initiative untuk membuat beberapa upaya menjadi kebijakan tertulis, jam kerja yang terlalu fleksibel, serta pertimbangan personal yang dimiliki ibu bekerja untuk tidak mengikuti kegiatan pengembangan diri.

This research examines the efforts undertaken by the Human Initiative as a Non- Governmental Organization (NGO) in enhancing the social well-being of working mothers. As a working mother, she faces a dual role as a mother and an employee. The unique aspects of the NGO environment such as the absence of clear job descriptions and the evolving conditions of beneficiaries. The balance between the responsibilities of working mothers and the specific characteristics of NGOs impacts their social well- being, which can also affect job performance. Consequently, NGOs need to integrate support systems into their human resource management practices. Therefore, NGOs need to provide their support as a human resource management process. Human Initiative understands the significance of this support. This study seeks to describe the social well-being of working mothers, the efforts made by the Human Initiative to enhance this well-being, and the supporting factors and challenges affecting these initiatives from both the NGO's perspective and working mothers. This research uses qualitative methods with interviews, observations, and literature reviews as data collection techniques. This study involved 8 informants, consisting of the People Care division employee, a working mother, and coworkers of the working mothers in Human Initiative. The results of the study explain the condition of social well-being of working mothers at the Human Initiative in the aspects of relationships with the surrounding environment, the desire to develop, the support provided by the surrounding environment, and the acceptance of the surrounding environment for working mothers. The Human Initiative also supports social well-being in various efforts, such as allowing working mothers to bring children to the office, benefits, facilities, work environment, and other efforts. The supporting factors for the efforts made by the Human Initiative in supporting the social well-being of working mothers are the foundation, the implementation of the vision, the commitment of the Human Initiative, and families who support the role of working mothers. On the other hand, the challenges include difficulties in finding appropriate locations, systems, and donors for daycare, the organization's reluctance to formalize some initiatives into written policies, overly flexible working hours, and personal circumstances that may prevent working mothers from participating in self-development activities."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
New Delhi: Sage, 2000
372.182 2 GEN
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Singapore: Institute of Southeast Asian Studies, 2002
361.8 STA
Buku Teks  Universitas Indonesia Library