Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nani Rusdawati Hasan
"Kejadian ISPA merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak balita di dunia maupun negara berkembang termasuk di ndonesia. Kejadian ISPA banyak ditemukan di pelayanan kesehatan Sulawesi Tengah dan Kabupaten Banggai. Prevalensi ISPA di wilayah kerja UPTD Kesehatan Luwuk Timur terus mengalami peningkatan 3 tahun terakhir.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor ibu, faktor keluarga, faktor balita dan faktor lingkungan dengan kejadian ISPA pada balita di wilyah kerja UPTD Kesehatan Luwuk Timur, penelitian ini menggunakan desain cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi dan balita umur 0-59 bulan, jumlah sampel 166, bertempat tinggal di wilayah kerja UPTD Kesehatan Luwuk Timur.
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara riwayat ASI ekslusif (0,002; 1,49-5,40), pencahayaan (0,019; 1,18-4,31), jenis dinding (0,003; 1,45-5,30), kelembaban (0,001; 1,65-6,15) dan suhu (0,001; 1,65-6,15) dengan kejadian ISPA pada balita. Variabel yang diprediksi paling dominan menyebabkan ISPA adalah kelembaban (0,025; 1,13-6,14).
The incidence of ARI is one of the leading causes of death in children under five years in the world and developing countries including Indonesia. ARI incidence found in care health and Banggai Central Sulawesi. The prevalence of ARI at the coverage of Luwuk East Health increased in past 3 years.
This study aims to determine the relationship maternal factors, family factors, toddlers factors and environmental factors with the incidence of ARI in infants at Coverage Area of Luwuk East Health ,this study used a cross-sectional design, the population were all infants and toddlers 0-59 months, the number of samples is 166 and lived in the Coverage Area of Luwuk East Health.
The results showed significant association between a history of exclusive breast feeding (0,002; 1,49-5,40), lighting (0,019; 1,18-4,31), the type of wall (0,003; 1,45-5,30), humidity (0,001; 1,65-6,15) and temperature (0,001; 1,65-6,15) with the incidence of respiratory infection in infants. Variables that predicted the most dominant cause of ARI is humidity (0,025; 1,13-6,14).
"
Depok: Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Siregar, Josuadi
"Latar belakang: Karsinoma nasofaring (KNF) adalah tumor ganas yang jarang terjadi pada anak-anak. KNF pada anak prevalensinya kurang dari 1%, tetapi mewakili 20-50% tumor ganas pada anak yang berasal dari nasofaring. Pada orang dewasa Penelitian telah menemukan bahwa latent membrane protein -1  (LMP1) yang diekspresikan oleh virus Epstein-Barr (EBV) mendorong terjadinya perkembangan dan metastasis karsinoma nasofaring (KNF) dan berhubungan dengan sifat agresif dan invasive, namun pada anak belum ada penelitian yang meneliti bagaiamana ekspresi dan peranan LMP-1 tersebut. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang pada 30 blok paraffin dari subjek KNF anak di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Blok Parafin kemudian dilakukan ekstraksi dan pemeriksaan PCR LMP-1, kemudian dibandingkan dengan respons terapi. Hasil penelitian: Hasil LMP-1 positif sebanyak 28 subjek dan negatif sebanyak 2 subjek, dari 30 subjek hanya 27 subjek yang dapat dianalisis karena 2 subjek meninggal saat sebelum menyelesaikan terapi dan 1 subjek belum melakukan evaluasi pasca terapi. LMP-1 positif  sebanyak 17 subjek menunjukkan respons (16 respons komplit dan 1 respons parsial), sedangkan 8 subjek menunjukkan tidak ada respons (2 respons stabil 6 respons progresif). Terdapat 2 subjek dengan hasil LMP-1 negatif, seluruhnya memiliki respons terapi (p=1,000). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara ekspresi LMP-1 dan respons terapi.

Background: Nasopharyngeal carcinoma (NPC) is a rare malignant tumor in children. KNF in children has a prevalence of less than 1%, but represents 20-50% of malignant tumors in children originating from the nasopharynx. In adults, studies have found that latent membrane protein -1 (LMP1) expressed by Epstein-Barr virus (EBV) promotes the occurrence, progression, and metastasis of nasopharyngeal carcinoma (NPC) and is associated with aggressive and invasive properties, but in children, no studies have examined the expression and role of LMP-1. Method: This study used a cross-sectional design on 30 paraffin blocks from pediatric NPC subjects at Cipto Mangunkusumo Hospital Jakarta. Paraffin blocks were then DNA extracted and PCR examination of LMP-1 was performed, then compared with the response to therapy. Result: LMP-1 positive was 28 subjects and negative was 2 subjects, and from 30 subjects, only 27 subjects can be analyzed because 2 subjects died before completing therapy and 1 subject has not conducted a post-therapy evaluation. LMP-1 positive as many as 17 subjects showed a response (16 complete responses and 1 partial response), while 8 subjects showed no response (2 stable responses 6 progressive responses). There were 2 subjects with negative LMP-1 results, all of whom responsded to therapy (p = 1.000). Conclusion: There was no association between LMP-1 expression and therapeutic response."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library