Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Daffa Aulia Ekanara
"Pada studi ini, saya menggunakan metode fotokatalitik untuk mendegradasi limbah cat pewarna organik dalam limbah air menggunakan MgFe2O4 dan MgFe2O4-nanographene (MgFe2O4/NGP) nanopartikel. MgFe2O4 dan MgFe2O4/NGP (mengandung persentase NGP yang bervariasi) disintesis melalui metode hidrotermal. Kedua bahan ini digunakan sebagai katalis dalam proses fotokatalitik mendegradasi limbah organic Methylene-Blue dalam solusi cair, dibawah radiasi cahaya merah. Karakteristik dari sample (MgFe2O4 & MgFe2O4/NGP) dilakukan menggunakan X-ray Diffraction, Raman Spectroscopy, UVVIS Spectroscopy, XRF, TGA, BJH, XPS, TEM, HRTEM, SAED, EDX dan BET. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa MgFe2O4/NGP mempunyai kemampuan fotokatalitik yang lebih baik dibandingkan dengan MgFe2O4. Efek dari konsentrasi NGP (wt%) untuk mendegradasi MB didiskusikan. Spesies aktif dalam proses fotokatalitik juga dipelajari melalui scavenger test.

In the current study, we use the photodegradation method for the removal of organic dye molecule in wastewater using MgFe2O4 and MgFe2O4-nanographene platelets (MgFe2O4/NGP) nanoparticles. MgFe2O4 and MgFe2O4/NGP (containing various amounts of NGP) were synthesized using the hydrothermal method. Both of them used as a catalyst for photocatalytic degradation of methylene blue (MB), i.e. our organic dye in aqueous solution under red light irradiation. Characteristics of our samples (MgFe2O4 & MgFe2O4/NGP) were characterized using X-ray diffraction, Raman Spectroscopy, UVVIS Spectroscopy, XRF, TGA, BJH, XPS, TEM, HRTEM, SAED, EDX, and BET. The result of our work showed that MgFe2O4/NGP mostly have a better photocatalytic performance compared to pure MgFe2O4. The effect of NGP concentration (wt%) on the photocatalytic degradation of MB was discussed. Active species who'd take effect on the photocatalytic process was also studied by the scavenger test."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Khalish Nuryadin
"Nanopartikel Besi Oksida dan nanokomposit Besi Oksida/NGP (NanoGraphene platelets) sebagai material aditif telah disintesis menggunakan metode sol-gel. Komposit PCM (Phase change material) SA (Stearic acid)-Besi Oksida dan SA-Besi Oksida/NGP disintesis menggunakan metode sonifikasi dengan varisis wt.% yaitu 1 wt.%, 3 wt.% dan 5 wt.%. Sampel dikarakterisasi dengan X-Ray diffraction, Fourier Transform Infrared Spectroscopy, Energy Dispersive X-Ray, Field Emission Scanning Electron Microscope, Differential Thermal Analysis-Thermogravimetric Analysis dan Differential Scanning Calorimetry. Nanokomposit memperlihatkan fase gabungan struktur kristal cubic spinel dengan bidang struktur NGP. Spektrum FTIR mengkomfirmasi pencampuran material aditif pada Stearic acid tidak merubah struktur ikatan kimia. Nanokomposit tercampur dispersi dengan baik di atas Stearic acid dan sisa jumlah presentase kehilangan berat dalam kurva Thermogravimetric sama dengan variasi wt.%. Hasil karakterisasi sifat termal komposit PCM memperlihatkan peningkatan kapasitas panas dan kalor latent. Peningkatan kalor latent maksimum pada SA-Besi Oksida/NGP sebesar 23% dan SA-Besi Oksida/NGP sama dengan 30% terjadi pada wt.% penambahan yang sama.

Nanopartikel Iron oxide and nanocomposite Iron oxide/NanoGraphene platelets (NGP) as material additives have been synthesized using sol-gel method. Phase change material (PCM) composites SA(Stearic acid)-Iron oxide and SA-Iron oxide/NGP have been synthesized using sonication method with various wt.% respectively by 1 wt.%, 3 wt.% and 5 wt.%. Sample were characterized with various method such as X-Ray diffraction, Fourier Transform Infrared Spectroscopy, Energy Dispersive X-Ray, Field Emission Scanning Electron Microscope, Differential Thermal Analysis-Thermogravimetric Analysis and Differential Scanning Calorimetry. Nanocomposite show the mixture of cubic spinel crystal structures with plane of NGP structure. The FTIR spectra confirmed that mixing of material additivies with Stearic acid not showing changes in chemical structure. Nanocomposite well dispersed in surface of Stearic acid and weight loss of PCM composites in Thermogravimetric curve same as with wt.% addition.Thermal characterization of PCM composites shows that enhancement in heat capacity and latent heat. The enhancement of latent heat in SA-Iron oxide and SA-Iron oxide/NGP by about 23 % and 30% using the same 1 wt. % of material additives.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2016
S63294
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fadel Syahfatzal
"Dye-Sensitized Solar (DSSC) sebagai sel surya dengan sensitizer warna dapat dibuat dengan biaya lebih kecil dan pembuatan yang lebih sederhana. Pada DSSC terdapat bagian semikonduktor dan dye. Permasalahannya adalah bahwa dye sintesis yang sering digunakan mahal dan proses produksinya sulit. Karena itu, diperlukan alternatif lain menggunakan dye yang berasal dari bahan alami seperti ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus Polyrhizus). Semikonduktor yang biasa digunakan pada DSSC adalah TiO2 dan ZnO. Semikonduktor ini bisa disintesis melalui penambahan reagen berupa reagen pelindung permukaan (surface-protecting reagents) atau capping agent. Capping agent yang digunakan biasanya berasal dari senyawa tidak ramah lingkungan sehingga diperlukan alternatif dengan penggunaan capping agent alami seperti ekstrak yang berasal dari daun tin (Ficus Carica Linn). Penelitian ini dilakukan untuk menentukan karakteristik sintesis nanokomposit ZnO/TiO2 menggunakan capping agent ekstrak daun tin (Ficus Carica Linn) melalui proses sol-gel dan diaplikasikan pada DSSC dengan dye ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus Polyrhizus). Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan sintesis nanokomposit dengan perbandingan komposisi 0.91:0.09 ZnO/TiO2. Morfologi struktur memperlihatkan bentuk spherical dengan ukuran kristal sebesar 29,48 nm, dengan absorbansi tertinggi didapatkan pada panjang gelombang 200 nm, 245 nm, 326 nm, 381 nm dan energi celah pita 3,20 eV. Efisiensi konversi yang didapat masih rendah sebesar 0,01%. Sebagai pembanding digunakan TiO2 nanopartikel yang disensitasi menggunakan Ruthenizer 535-bis-TBA dengan efisiensi 0,02%.

Dye-Sensitized Solar (DSSC) as a solar cell with a natural dye sensitizer can be made at a low cost and simple. In DSSC, synthetic dyes are usually used, which are expensive and difficult to process. Hence, another alternative needs to be explored using dyes derived from natural ingredients such as red dragon (Hylocereus Polyrhizus) fruit peel extract. Semiconductors for this DSSC can be synthesized via addition of reagents in the form of surface-protecting reagents or capping agents. However, capping agent usually comes from non environmentally friendly materials. Hence, an alternative is by using natural resource such as extracts from fig (Ficus Carica Linn) leaves. In this work, a study was conducted to determine the characteristics of ZnO/TiO2 nanocomposite synthesized using capping agent of fig leaf extract via sol-gel process and used in DSSC sensitized using red dragon fruit peel extract dye. The results showed that the best characteristic was obtained from nanocomposite with a ratio of 0.91:0.09 ZnO/TiO2. The morphology showed a spherical shape crystallite size of 29,48, with the highest absorbance obtained at a wavelength of 200 nm, 245 nm, 326 nm, 381 nm and band gap energy 3,20 eV. Power conversion efficiency (PCE) obtained was 0.01%. For comparison, pure TiO2 nanoparticles sensitized using Ruthenizer 535-bis-TBA was used with PCE of 0.02%."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fitriyah Wulan Dini
"Natrium alginat dapat diisolasi dari ganggang coklat yang akan digunakan untuk sintesis nanokomposit berbasis nano natrium alginat yang diimpregnasi dengan nanopartikel anorganik TiO2 sehingga memiliki sifat unggul yang berasal dari gabungan sifat keduanya. Hasil sintesis yang diperoleh didukung dengan karakterisasi menggunakan instrumentasi FTIR, SEM, TEM, dan XRD. Rendemen natrium alginat hasil isolasi diperoleh sebesar 44,12 . Hasil sintesis nanokomposit berbasis nano natrium alginat-TiO2 dapat diaplikasikan sebagai katalis untuk sintesis 5-hidroksimetilfurfural dari fruktosa yang menjadi alternatif penting dalam pembuatan biofuel dengan karakterisasi menggunakan UV-Vis. Kondisi optimum pembentukan 5-hidroksimetilfurfural dari fruktosa, yaitu pada suhu 120oC selama 60 menit dengan komposisi 180 mg fruktosa dan 50 mg katalis. Diperoleh persen yield sebesar 39,57 . Reaksi pembentukan 5-hidroksimetilfurfural dari fruktosa mengikuti kinetika orde satu dan diperoleh energi aktivasi sebesar 39,93 kJ/mol.

Sodium alginate can be isolated from brown seaweed which will be used for synthesis of nanocomposite based on nano sodium alginate that is impregnated with inorganic nanoparticle TiO2, so it has an excellent nature that comes from the combination between both characters. Characterization of synthesis result is conducted by using instrumentation such as FTIR, SEM, TEM, and XRD. The yield of isolated sodium alginate was obtained at 44,12 . The result of nanocomposite based on nano sodium alginate TiO2 synthesis can be applied as a catalyst to synthesis 5 hydroximetilfurfural from fructose which becomes an important alternative in making biofuel using UV Visible spectrophotometer characterization showed by percent yield. The optimum condition of synthesis 5 hydroxymethylfurfural from fructose at 120oC for 60 minutes with 180 mg fructose and 50 mg catalyst. A percent yield of 39,57 was obtained. The kinetic reaction of synthesis 5 hydroxymethylfurfural from fructose follow the first order kinetic and energy activation was obtained at 39,93 kJ mol.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
S67393
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aji Syarifudin
"Superabsorben nanokomposit berbasis natrium alginat tercangkok poli akrilat-co-akrilamida yang dikompositkan dengan montmorillonite MMT , dan dengan penambahan pupuk NPK ke dalam superabsorben nanokomposit dengan metode polimerisasi in situ telah berhasil disintesis pada panelitian ini. Pada awal penelitian dilakukan isolasi natrium alginat dari ganggang coklat dengan persen rendemen rata-rata yang diperoleh sebesar 44,26 . Selanjutnya, natrium alginat hasil isolasi dikopolimerisasi dengan menggunakan asam akrilat dan akrilamida sebagai monomer, kalium persulfat sebagai inisiator, N,N '; metilen-bis-akrilamida MBA sebagai agen pengikat silang dan ditambahkan MMT untuk memperkuat sifat fisik dari superabsorben nanokomposit. Superabsorben nanokomposit dikarakterisasi dengan instrumen FTIR untuk analisis gugus fungsi, XRD untuk analisis indeks kristanilitas, dan SEM untuk melihat morfologi permukaan. Kapasitas swelling air, urea, KH2PO4, dan NH4 H2PO4 superabsorben nanokomposit natrium alginat menunjukkan nilai kapasitas terbaik, yaitu berturut-turut sebesar 475.8 g/g, 491.1 g/g, 122.9 g/g, dan 134.9 g/g. Kapasitas release air, urea, KH2PO4, dan NH4 H2PO4 superabsorben nanokomposit natrium alginat menunjukkan nilai kapasitas terbaik, yaitu berturut-turut sebesar 70.9 , 69.8 , 52.6 , dan 48.6 . Kapasitas swelling optimum superabsorben nanokomposit pupuk lepas lambat dengan in situ urea, KH2PO4, NH4 H2PO4, yaitu berturut - turut sebesar 423.3 g/g, 89.8 g/g, dan 138.1 g/g. Kapasitas release optimum superabsorben nanokomposit pupuk lepas lambat dengan in situ urea, KH2PO4, NH4 H2PO4, yaitu berturut - turut sebesar 55.0 , 35.3 , 28.2 . Kinetika orde swelling optimum SA9 FD terhadap larutan air, urea, KH2PO4, dan NH4 H2PO4 mengikuti hukum laju orde pseudo-pertama. Kinetika orde release optimum SA9 FD terhadap larutan KH2PO4, dan NH4 H2PO4 mengikuti hukum laju orde pseudo-pertama, sedangkan kinetika orde release optimum SA9 FD terhadap larutan air dan urea mengikuti hukum laju orde pseudo-kedua. Kinetika orde swelling optimum superabsorben nanokomposit pupuk lepas lambat in situ KH2PO4 SA17 FD terhadap air mengikuti hukum laju orde pseudo-pertama, sedangkan kinetika orde swelling optimum superabsorben nanokomposit pupuk lepas lambat in situ urea SA14 FD , dan in situ NH4 H2PO4 SA20 FD mengikuti hukum laju orde pseudo-kedua. Kinetika orde release optimum SA14 FD dan SA20 FD terhadap larutan NaCl 0.9 mengikuti hukum laju orde pseudo-pertama, sedangkan kinetika orde release optimum SA17 FD mengikuti hukum laju orde pseudo-kedua. Hukum laju reaksi orde pseudo-pertama mengikuti persamaan v=k[absorbat]^1, sedangkan hukum laju reaksi orde pseudo-kedua mengikuti persamaan v=k[absorbat]^2.

Superabsorbent nanocomposite based sodium alginate grafted poly acrylate co acrylamide composited with montmorillonite MMT , and with the addition of NPK fertilizers into superabsorbent nanocomposite by in situ polymerization methods have been successfully synthesized in this study. At the beginning of the study, the isolation of sodium alginate from brown algae with percentage of average yield was 44,26 . Furthermore, the isolated sodium alginate was copolymerized using acrylic acid and acrylamide as monomer, potassium persulfate as initiator, N, N 39 methylene bis acrylamide MBA as a crosslinking agent and MMT was added to enhance the physical properties of the superabsorbent nanocomposite. Superabsorbent nanocomposite were characterized by FTIR instruments for functional group analysis, XRD for christanility index analysis, and SEM for viewing surface morphology. The swelling capacity of water, urea, KH2PO4, and NH4 H2PO4 superabsorbent nanocomposite sodium alginate show the best capacity value, ie 475,8 g g, 491,1 g g, 122,9 g g, and 134,9 g g, respectively. The release capacity of water, urea, KH2PO4, and NH4 H2PO4 superabsorbent nanocomposite sodium alginate show the best capacity, ie 70,9 , 69,8 , 52,6 and 48,6 , respectively. The optimum swelling capacity of slow release fertilizer superabsorbent nanocomposites with in situ urea, KH2PO4, NH4 H2PO4, ie 423,3 g g, 89,8 g g, and 138,1 g g, respectively. The optimum release capacity of slow release fertilizer superabsorbent nanocomposites with in situ urea, KH2PO4, NH4 H2PO4, ie 55.0 g g, 35,3 g g, 28,2 g g, respectively. The optimum swelling order kinetics of SA9 FD against water, urea, KH2PO4, and NH4 H2PO4 solution follows the pseudo first order rate law. The optimum release order kinetics of SA9 FD against KH2PO4, and NH4 H2PO4 solution follows the pseudo first order rate law, whereas the optimum release order kinetics of SA9 FD against water and urea solution follows the pseudo second order rate law. The optimum swelling order kinetics superabsorbent nanocomposite fertilizer slow release in situ KH2PO4 SA17 FD against the water follows the pseudo first order rate law, while the optimum swelling order kinetics superabsorbent nanocomposite fertilizer slow release in situ urea SA14 FD , and in situ NH4 H2PO4 SA20 FD follows the pseudo second order rate law. The optimum release order kinetics SA14 FD and SA20 FD against 0.9 NaCl solution follows the pseudo first order rate law, while the optimum release order kinetics SA17 FD follows the pseudo second order rate law. The pseudo first order reaction rate law follows the equation v k absorbat 1, while the pseudo second order reaction rate law follows the equation v k absorbat 2.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
S69687
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library