Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ramadhani Ilmi Amanah
"Tanaman sawi (Brassica juncea) merupakan tanaman yang rentan terhadap cekaman genangan sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan toleransinya. Pemberian asam salisilat secara eksogen dengan tepat dianggap mampu untuk meningkatkan toleransi tanaman pada cekaman genangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh waktu pemberian asam salisilat terhadap pertumbuhan dan aktivitas antioksidan tanaman sawi pada cekaman genangan. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok dengan empat perlakuan yaitu kontrol, genangan, genangan + asam salisilat 0,5 mM (dua hari sebelum perlakuan genangan), dan genangan + asam salisilat 0,5 mM (bersamaan dengan perlakuan genangan). Perlakuan genangan diberikan pada 45 HST selama tiga hari kemudian dilakukan pemulihan selama tujuh hari. Parameter yang diukur yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asam salisilat dua hari sebelum genangan (43 HST) dapat meningkatkan perubahan tinggi tanaman dan jumlah daun, serta aktivitas antioksidan, sedangkan pemberian asam salisilat bersamaan dengan genangan hanya dapat meningkatkan perubahan jumlah daun dan aktivitas antioksidan pasca genangan. Namun, peningkatan tersebut tidak berbeda nyata secara statistik dengan perlakuan genangan tanpa pemberian asam salisilat. Pada fase pemulihan, pemberian asam salisilat baik dua hari sebelum maupun bersamaan dengan genangan belum menunjukkan dampak yang positif terhadap perubahan tinggi tanaman dan jumlah daun, serta aktivitas antioksidan.

Mustard (Brassica juncea) is susceptible to waterlogging stress, special method is needed to increase their tolerance. Proper application of exogenous salicylic acid can increase plant tolerance to waterlogging stress. The purpose of this study is to determine the effect of application timing of salicylic acid on growth and antioxidant activity of mustard on waterlogging stress. The experimental design used was a randomized block design with four treatments; control, waterlogging, waterlogging + salicylic acid 0,5 mM (two days before waterlogging), and waterlogging + salicylic acid 0,5 mM (simultaneously with waterlogging). Waterlogging treatment was given in 45 DAP for three days then recovery was carried out for seven days. Parameters measured were plant height, number of leaves, and antioxidant activity. The results showed that application of salicylic acid two days before waterlogging (43 DAP) increased changes in plant height and number of leaves, and antioxidant activity, while application of salicylic acid simultaneously with waterlogging only increased changes in leaf number and antioxidant activity after waterlogging. However, this increase was not statistically significantly different from the waterlogging treatment without application of salicylic acid. In the recovery phase, application of salicylic acid didn’t show a positive effect on changes in plant height and number of leaves, and antioxidant activity."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Aulia Ditami
"Sawi hijau merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia karena mengandung serat, vitamin, dan nutrisi. Namun, sawi hijau memiliki masa simpan yang singkat karena mengalami pelayuan akibat proses respirasi dan perusakan oleh bakteri. Hydrocooling merupakan cara untuk memperpanjang masa simpan hasil tanam namun tidak untuk mendisinfeksi bakteri, dan Ozon merupakan disinfektan untuk menghambat pertumbuhan bakteri sehingga penurunan kualitas akibat pembusukan dapat diperlambat. Pada penelitian ini sawi hijau diberikan perlakuan Hydrocooling kemudian sawi hijau dikontakkan dengan gas ozon dengan variasi dosis dan durasi kontak untuk memperpanjang masa simpannya. Sawi hijau direndam dengan air dingin (Hydrocooling) pada suhu ±7oC selama 10 menit, kemudian sawi hijau diozonasi dengan variasi dosis 1, 3, dan 5 ppm, durasi pengontakkan, 3, 6, dan 10 menit. Parameter kualitas yang telah diamati meliputi Total Bakteri Mesofil Aerobik, kandungan kalium, perubahan massa, dan sifat organoleptik sawi hijau. Gas ozon mampu mengeliminasi bakteri hingga 87,7% yaitu dari 4,2 x 106 menjadi 5,2 x 105 colony/g dengan ozon 3 ppm selama 10 menit, tidak mempengaruhi kandungan nutrisi terbesar pada sawi hijau yaitu kalium, menekan perubahan massa hingga 12,5%, dan menghambat perubahan sifat organoleptik secara signifikan dari sawi hijau.

Mustard greens is vegetable that widely consumed by Indonesian because it contains fiber, vitamins, and nutrients. However, mustard greens have short life because they wither due to the process of respiration and destruction by bacteria. Hydrocooling is a way to extend shelf life of crop products but not disinfect bacteria, and Ozone is a disinfectant to inhibit bacterial growth so that quality degradation due to decay can be slowed down. In this study, mustard greens were treated with Hydrocooling and then contacted with ozone gas with varying doses and duration of contact. Mustard greens soaked with cold water (Hydrocooling) at temperature of ± 7°C for 10 minutes, then ozonated with variations dose of 1, 3, and 5 ppm, the duration of contacting, 3, 6, and 10 minutes. Quality parameters that have been observed include Total Aerobic Mesophyll Bacteria, potassium content, changes in mass, and organoleptic properties of mustard greens. Ozone gas able to eliminate bacteria up to 87.7%, from 4.2 x 106 to 5.2 x 105 colony/g with 3 ppm ozone for 10 minutes, does not affect potassium content, suppresses mass changes up to 12.5%, and inhibits significant changes in organoleptic properties of mustard greens."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Vennycia Johan
"Sawi hijau merupakan bahan pangan yang mengandung kadar air tinggi dan mudah rusak. Salah satu upaya untuk memperpanjang masa simpan sawi hijau yang singkat adalah dengan hydrocooling atau perlakuan ozonasi. Gabungan perlakuan ozonasi dan hydrocooling menghasilkan air terozonasi yang dapat menjadi disinfektan yang aman untuk dikontakkan dengan bahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mempertahankan kualitas sawi hijau menggunakan air terozonasi dengan melihat pengaruh laju alir dan durasi bubbling gas ozon. Parameter kualitas sawi hijau yang dievaluasi berupa nilai Total Bakteri Mesofil Aerobik (TBMA), kandungan kalium, perubahan massa, dan uji organoleptik. Sawi hijau direndam di dalam air yang di-bubbling gas ozon dengan variasi laju alir 0,2 LPM; 0,4 LPM; dan 0,6 LPM, dan durasi bubbling gas selama 3 menit, 6 menit, dan 10 menit. Perlakuan ozonasi mampu mengeliminasi TBMA hingga 85,65 % dari 4,25 x 106 menjadi 6,1 x 105 dengan laju alir 0,4 LPM selama 5 menit dibandingkan perlakuan hydrocooling yang mengalami kenaikan TBMA pada jam ke-24. Perendaman dengan air yang terozonasi juga dapat meningkatkan tekstur dan tidak membuat perubahan warna pada sawi hijau.

Green mustard is a vegetable that contains high water content and easily damaged. One of the efforts to extend the shelf life of green mustard is by hydrocooling or ozone treatment. The combined use of ozonation and hydrocooling produces ozonated water that can be used as disinfectant that has been declared safe to contact with foods. This study is aimed to maintaining the quality of green mustard using ozonated water by looking at the influence of flow rate and the duration of ozone gas bubbling. The quality parameters of green mustard evaluated are Total Mesophilic Aerobic Bacteria (TBMA), potassium content, mass changes, and organoleptic tests. Green mustard is soaked in water which is given a variation in flow rate of 0.2 LPM; 0.4 LPM; and 0.6 LPM, and also variation of ozone bubbling duration for 3 minutes, 6 minutes, and 10 minutes. Ozone treatment is able to eliminate TBMA up to 85.65 % from 4,25 x 106 to 6,1 x 105 with a flow rate of 0.4 LPM for 5 minutes compared to hydrocooling treatment that experienced an increase in TBMA in the 24th hour. Immersion with ozonated water can also improve texture and make no discoloration of green mustard."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library