Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"A study to know the zonation, characteristics of water and kinds of fish was conducted in musi river from June to November 2002... "
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Batubara, Geothani Harapan Putera
"Pencemaran mikroplastik di seluruh bagian lautan telah menjadi masalah global. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah dan bentuk mikroplastik yang terdapat pada ikan teri (Stolephorus indicus) dan ikan gulamo (Johnius belangerii) di perairan Muara Sungai Musi, Sumatera Selatan, Indonesia. Penelitian ini terdiri dari empat stasiun: 12 sampel ikan teri dan ikan gulamo diambil dari setiap stasiun melalui hasil tengkapan nelayan dengan menggunakan jaring. Untuk degradasi bahan organik dan deteksi partikel mikrolastik, baik yang berada di ikan teri dan ikan gulamo (pada bagian insang dan pencernaan) dilakukan dengan menggunakan hidrogen peroksida, kemudian dilakukan penambahan NaCl untuk memisahkan bahan organik dari mikroplastik sehingga dapat dilihat lebih jelas. Hasil penelitian menunjukkan adanya 3 jenis partikel mikrolastik yang ditemukan pada ikan teri dan ikan gulamo; fiber, merupakan jenis yang paling banyak ditemukan (91.54% pada ikan teri; 97.87% pada ikan gulamo), kemudian film (5.03% pada ikan teri dan 1,6% pada ikan gulamo), dan fragmen (3,43% pada ikan teri dan 0,53% pada ikan gulamo). Kelimpahan mikroplastik terbesar pada ikan teri ditemukan di stasiun 4 dengan 141±6,42 partikel/ind dan 828 partikel/g. stasiun 4 juga menjadi tempat dimana ditemukan kelimpahan mikroplastik terbesar pada ikan gulamo dengan jumlah 422±6.03 partikel/ind dan 111 mikroplastik/g. Analisis statistk deskriptif dilakukan dengan menggunakan uji Spearmanndan uji Kruskal – Wallis. Hasil Uji Spearman menunjukkan tidak adanya hubungan antara kelimpahan mikroplastik pada ikan teri dengan massa tubuh, sedangkan pada gulamo ditemukan adanya hubungan kelimpahan mikroplastik terhadap berat badan dengan sifat berbanding lurus. Hasil Uji Kruskall-Wallis menunjukkan tidak adanya perbedaan jumlah partikel mikroplastik yang signifikan pada ikan teri, sedangkan gulamo memiliki perbedaan yang signifikan pada jumlah partikel mikroplastik.

Microplastic pollution in all parts of the ocean has become a global problem; therefore, we aimed to determine the amount and form of microplastics found in anchovies (Stolephorus indicus) and Gulamo (Johnius belangerii) in the mouth of the Musi River, South Sumatra, Indonesia. This study consisted of four stations: 12 anchovy and gulamo samples were collected from fishermen catches using fishing nets. To degrade organic matter and enable detection of microplastic particles, both anchovy and gulamo gastrointestinal contents and gills were subjected to hydrogen peroxide digestion, followed by the addition of NaCl to separate the organic matter from microplastics so can be see more clearly. There were 3 types of microplastics were found in anchovies and gulamos: fiber, the most common type (91,54% in anchovies; 97,87% in gulamos), followed by films (5,03% in anchovies; 1,6% in gulamos) and fragments (3,43% in anchovies; 0,53% in gulamos). In anchovies, the greatest abundance of microplastics was observed at station 4 with 141±6.42 particles/individual and 828 particles/g. In Gulamo, a large abundance of microplastics was found at station 4 with 422±6.03 particles/individual and 111 microplastics/g. Descriptive statistical analysis was performed using withe Spearman test and the Kruskal-Wallis test. The Spearmaan test showed no correlation between anchovy and body mass, whereas in gulamo, the correlation to body weight was directly proportional. The Kruskall-Wallis test showed no significant difference in the number of microplastic particles in anchovies, whereas the gulamo had a significant difference"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamUniversitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Journalistic reportage of an expedition along the Musi River in South Sumatera, Indonesia in 2010"
Jakarta: KOMPAS, 2010
978KOMJ001
Multimedia  Universitas Indonesia Library
cover
"Journalistic reportage of an expedition along the Musi River in South Sumatera, Indonesia in 2010"
Jakarta: KOMPAS, 2010
978KOMJ002
Multimedia  Universitas Indonesia Library
cover
"Journalistic reportage of an expedition along the Musi River in South Sumatera, Indonesia in 2010"
Jakarta: Kompas, 2010
978KOMJ003
Multimedia  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta : Kompas, 2010
577.64 JEL
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Fadli Zon
"Buku ini melewati perjalanan panjang untuk sampai ke penerbitannya saat ini. Sejak tahun 2015, upaya pengumpulan keramik serta artefak kuno dari Sungai Musi, Sumatera Selatan, telah dilakukan oleh Rumah Kreatif Fadli Zon (RKFZ). Ribuan benda antik dari Sungai Musi, yang menjadi saksi bisu sejarah peradaban, sering kali ditemukan oleh para penyelam pemburu barang antik. Sayangnya, banyak dari temuan ini kemudian dijual ke luar negeri atau transit sejenak di tangan pedagang barang antik di kota-kota besar seperti Jakarta, Palembang, dan lainnya, sebelum akhirnya berpindah ke kolektor tanpa sempat dipelajari dan diberi tafsir sejarah yang memadai. Rumah Kreatif Fadli Zon (RKFZ) mengambil langkah berbeda dengan mengumpulkan artefak-artefak ini untuk mencegahnya hilang ke luar negeri, sekaligus menjaga jejak sejarahnya tetap utuh. Tujuan mulia lainnya adalah memastikan koleksi ini suatu saat dapat menjadi bagian dari museum, sekaligus menjadi bahan kajian yang mendalam. Salah satu hasil dari upaya tersebut adalah buku yang kini Anda baca. Penelitian untuk buku ini dimulai pada tahun 2017, saat kami diperkenalkan oleh Prof. Dr. Phil. Ichwan Azhari, M.S kepada seorang ahli keramik dunia berkebangsaan Inggris, Dr. Edwards Edmunds McKinnon, yang akrab disapa “Pak Ed.” Pak Ed memeriksa lebih dari 4.000 keramik dari Sungai Musi yang berada dalam koleksi RKFZ. Dalam prosesnya, beliau didampingi oleh asistennya, Pidia Amelia, M.A. Bersama-sama, mereka dengan teliti mengidentifikasi dan meneliti ribuan deposit keramik yang menjadi saksi sejarah perdagangan dan peradaban masa lalu. Penelitian ini hampir selesai ketika Pak Ed wafat pada tahun 2023. Setelah kepergiannya, Pidia Amelia, M.A., melanjutkan penelitian, terutama terhadap keramikkeramik yang ditemukan setelah tahun 2017. Hasil dari penelitian arkeologi ini kemudian disusun menjadi narasi oleh Dr. Fadli Zon dan Pidia Amelia, M.A. Kerja keras itu melahirkan rangkaian narasi ilmiah yang kini dipersembahkan dalam buku ini."
Jakarta: Fadli Zon Library, 2025
738.095 1 FAD k
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library