Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
Ajeng Fitria Adhisresti
"
ABSTRAKFilm merupakan sebuah bentuk semi tekstual yang dipengaruhi oleh dan mempengaruhi sastra maupun kritik sastra dan dipandang penting untuk penciptaan makna karena adanya hubungan yang erat dengan budaya, ideologi, dan penonton. Dengan memiliki hubungan erat dengan budaya, film pada umumnya juga mempersembahkan gambar dan cerita yang relevan dan mewakili penggambaran dunia nyata. Penelitian ini membahas bagaimana mobilitas sosial khususnya kaum perempuan Soviet terpotret dalam film Москва Слезам Не Верит (Moskow Tidak Mengenal Sedih) karya Vladimir Menshov. Budaya hidup komunal dan hidup dalam tekanan kelas pekerja mendorong ketiga tokoh perempuan dalam film tersebut untuk mencari kehidupan lebih baik dengan caranya masing-masing. Cara yang ditempuh secara individualis menghasilkan mobilitas sosial yang berbeda pada tiap tokohnya. Permasalahan yang dianalisis adalah bagaimana kaum perempuan Soviet, secara khusus, melakukan mobilitas sosial menuju kelas sosial yang lebih tinggi. Penelitian ini menggunakan dua teori, yaitu teori mobilitas sosial, dan teori feminisme Marxist dan sosialis dan sebuah diskursus tentang fotografi. Adapun untuk metode penelitiannya Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek sosial, politik dan budaya yang muncul di tengah masyarakat Soviet berdampak pada kebijakan pemerintah yang pada akhirnya mendorong pergeseran posisi sosial kaum perempuan Soviet
ABSTRACTFilms are semi textual art that commonly represent moving pictures and stories that are relevant and representative to social facts and issues of a community and people within a specific timeframe. This research analyzes how social mobility is portrayed in the film Москва Слезам Не Верит (Moscow Does Not Believe in Tears) by Vladimir Menshov. The pressure living a life that fits into the worker class pushed each of the three women characters in the film to search for a better life in their own respective ways. Each characters own approach to happiness results in different social mobility patterns and creates a different story distinct to each of the character. This research discusses how Soviet women exert their ways to climb the social ladder as portrayed in the film. This research uses the thoery of social mobility and Marxist and socialist feminism and one discourse on photography. This research utilizes qualitative method to describe the stories happen in the film and associate them to certain aspects in the Soviet period. The result of this research shows that social mobility occured in the film is indirectly influenced by the aspects of social, politics and culture that prevailed amongst Soviet people.
"
2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja Universitas Indonesia Library
Anissa Salshabia Nur Utami
"Dongeng sering diidentikan dengan pesan-pesan yang ingin disampaikan kepada para pembaca, juga dapat memuat suatu ideologi tertentu. Banyak studi yang menganalisis keterkaitan antara dongeng dan ideologi gender. Oleh karena itu, penulis memilih film Soviet berjudul Двенадцать месяцев ‘Dua Belas Bulan’ (1972) sebagai sumber data penelitian, karena terdapat elemen tambahan yang ditulis oleh Marshak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan skema aktan dan penokohan dalam film tersebut, dan menganalisis apakah ideologi gender terdapat dalam film tersebut, dan bagaimana ideologi tersebut ditampilkan. Pendekatan yang dipakai adalah pendekatan model aktansial Greimas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat stereotip gender dalam film tersebut yang terlihat dari skema aktansial dan penokohan para tokoh.
Fairy tales are often identified with messages to be conveyed to readers, and can also contain certain ideologies. Many studies have analyzed the relations between fairy tales and gender ideology. Therefore, the writer chose the Soviet film entitled Двенадцать месяцев 'Twelve Months' (1972) as the source of research data, because there are additional elements written by Marshak. The purpose of this research is to describe the actant scheme and the characterization in the film, and to analyze whether gender ideology is present in the film, and how the ideology is presented. The approach used is the Greimas' actantial model approach. The method used in this research is qualitative and descriptive analytical methods. The result of this research shows that there are still gender stereotypes in the film, which can be seen from the actantial schemes and the characterization of the characters."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2021
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja Universitas Indonesia Library
Gillespie, David C.
Harlow, England; New York: Longman, 2003
791.43 GIL r
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library