"Eksplorasi uranium di daerah Kalan, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat telah dilakukan oleh BATAN dan didapatkan 21 sektor potensial mineralisasi uranium. Daerah Kalan tersusun atas batuan Metamorf Pinoh dan Granit Sukadana yang mengontrol persebaran deposit uranium. Mineralisasi uranium di daerah ini berasosiasi dengan mineral sulfida, yang merupakan mineral utama penghasil asam. Air asam tambang adalah air dengan tingkat keasaman tinggi dan kandungan logam terlarut yang dapat mencemari lingkungan sekitar. Karakterisasi batuan pembawa uranium dan asosiasinya dengan mineral sulfida perlu dilakukan untuk mengetahui karakteristik batuan yang berpotensi menghasilkan air asam tambang. Metode yang digunakan dalam karakterisasi ini meliputi analisis petrografi, mineragrafi, x-ray fluorescence (XRF), dan uji statik. Hasil analisis menunjukkan pada 39 sampel batuan di daerah penelitian diklasifikasikan sebagai Potentially Acid Forming (PAF), dicirikan oleh berlimpahnya mineral penghasil asam (markasit, pirit, kalkopirit, sfalerit, magnetit, biotit, dan staurolit), unsur penghasil asam (S dan Fe), serta senyawa yang dapat memperburuk kualitas air (Fe₂O₃ dan Al₂O₃). Meskipun mayoritas tergolong PAF, terdapat juga 13 sampel yang diklasifikasikan sebagai Potentially Acid Forming-Low Capacity (PAF-LC) dan 10 sampel tergolong Non-Acid Forming (NAF). Sampel PAF-LC dan NAF ini menunjukkan keberlimpahan mineral penetral asam (klorit dan garnet), unsur penetral (Mg dan Ca), serta senyawa penetral (CaO dan MgO). Potensi pembentukan air asam tambang bervariasi di setiap bagian daerah penelitian. Bagian Timur Laut daerah penelitian memiliki potensi tertinggi, diikuti oleh bagian Tengah, Barat Daya, dan Tenggara.
Uranium exploration in the Kalan area, Melawi Regency, West Kalimantan, has been conducted by BATAN, resulting in the identification of 21 potential uranium mineralization sectors. Kalan area is composed of the Pinoh Metamorphic and Sukadana Granite Formations, which control the distribution of uranium deposits. Uranium mineralization in this area is associated with sulfide minerals, which are the primary acid-generating minerals. Acid mine drainage (AMD) is water characterized by high acidity and dissolved metal content that can contaminate the surrounding environment. Characterization of the uranium-bearing rocks and their association with sulfide minerals is necessary to understand the properties of rocks that have the potential to generate acid mine drainage. The methods employed in this characterization include petrographic analysis, mineragraphy, x-ray fluorescence (XRF), and static tests. The results from 39 rock samples in the study area classify them as Potentially Acid Forming (PAF), characterized by abundant acid-generating minerals (such as marcasite, pyrite, chalcopyrite, sphalerite, magnetite, biotite, and staurolite), acid-forming elements (S and Fe), and compounds that can deteriorate water quality (Fe₂O₃ and Al₂O₃). Although the majority are classified as PAF, 13 samples are categorized as Potentially Acid Forming-Low Capacity (PAF-LC), and 10 samples as Non-Acid Forming (NAF). The PAF-LC and NAF samples exhibit an abundance of acid-neutralizing minerals (chlorite and garnet), neutralizing elements (Mg and Ca), and neutralizing compounds (CaO and MgO). The potential for acid mine drainage formation varies across different parts of the study area. The Northeastern section exhibits the highest potential, followed by the Central, Southwest, and Southeast regions."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025