Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 38 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Azalia Primadita Muchransyah
"Tesis ini membahas mengenai fenomena Keberhasilan Intelijen pada kasus Operation Neptune Spear yang merupakan operasi pengeksekusian Osama bin Laden di Abbottabad, Pakistan, pada 2 Mei 2011. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Untuk melihat faktor-faktor yang menyebabkan keberhasilan tersebut, dilakukan komparasi terhadap dua kasus kegagalan intelijen, yakni kegagalan intelijen negatif pada kasus 9/11 dan kegagalan intelijen positif pada kasus pencarian Weapons of Mass Destruction (WMD) di Irak. Indikator yang digunakan adalah empat kunci kegagalan menurut Thomas Copeland (2007), yakni: (1) Kegagalan Kepemimpinan dan Kebijakan, (2) Isu-isu Organisasi dan Birokrasi, (3) Masalah dengan Informasi Peringatan, dan (4) Tantangan-tantangan Analitis.

This thesis explores the phenomenon of Intelligence Success of Operation Neptune Spear, the operation to execute Osama bin Laden in Abbottabad, Pakistan, on May 2, 2011. The research is qualitative with descriptive design. To look at the factors causing intelligence success, a comparison is made of two cases of intelligence failure: negative intelligence failure of 9/11 and positive intelligence failure of finding Weapons of Mass Destruction (WMD) in Iraq. Thomas Copeland?s (2007) four failure keys are used as indicators. They are: (1) Leadership and Policy Failures, (2) Organizational and Bureaucratic Issues, (3) Problems with Warning Information, and (4) Analytical Challenges.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2013
T35454
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hadari Nawawi
Jakarta: Erlangga, 1992
R 350 Had p
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Rama Sahtyawan
"Penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia semakin meningkat. banyak inovasi mulai timbul diantarnya penggunaan bilik/chamber yang diletakkan dijalan, pintu gerbang kampung masih secara manual dengan adanya petugas yang menekan saklar bagi tamu yang masuk, dan ada juga penyemprotan yang dilakukan secara otomatis, membaca tamu yang datang, secara otomatis, Kendala yang dihadapi terkadang kehabisan cairan desinfektannya, menuntut petugas mesti mengecek secara rutin agar tidak kehabisan. penelitian ini akan mengembangkan bilik desinfektan berbasis IoT selain dapat menyemprotkan cairan desinfektan secara otomatis, juga dapat mengisi cairan desinfektan secara otomatis dan dapat dipantau melalui Smartphone. Kebutuhan sistem dan alatnya terdiri dari : NodeMcu Esp 8266, sensor flow water, sensor ultrasonic, Relay, Solenoid Valve, Arduino IDE, Blynk Apps, ThingSpeak Proses pendeteksian ketinggian cairan desinfektan tersebut dibedakan menjadi 2, level aman dengan ketinggian air antara 11-50 cm, Level bahaya dengan ketinggian air antara 0-10 cm, maka nodemcu mengirimkan sinyal output ke relay, relay meneruskan sinyal tersebut yang berfungsi sebagai saklar untuk membuka solenoid, air akan mengalir melalui pipa saat katup solenoid dibuka sehingga kran air terbuka untuk mengisi derigen. Platform Iot Thingspeak digunakan untuk menampilkan grafik level cairan desinfektan. Data output sensor akan dilaporkan secara real time ke admin melalui aplikasi Blynk apps. Dengan perkembangan perangkat ini, diharapkan dapat menekan penyebaran virus covid-19.

The spread of the coronavirus (Covid-19) in Indonesia is increasing. Many innovations have begun to emerge between the use of chambers that are placed on the streets is rampant, the village gate is still manually with an officer pressing the switch for incoming guests, and there is also spraying that is done automatically, reads guests who come, automatically, the obstacles encountered are sometimes run out of disinfectant fluid, demanding officers must regularly check so as not to run out. This research will develop an IoT-based disinfecting booth in addition to spraying disinfecting liquid automatically. It can also fill disinfecting liquid automatically and can be monitored via a Smartphone. System and tool requirements consist of NodeMcu Esp 8266, flow water sensor, ultrasonic sensor, Relay, Solenoid Valve, Arduino IDE, Blynk Apps, ThingSpeak The process of detecting disinfectant fluid level is divided into 2, safe level with water level between 11-50 cm, The danger level with the water level between 0-10 cm. Then the node sends an output signal to the relay. The relay continues that signal, which functions as a switch to open the solenoid, water will flow through the pipe when the solenoid valve is opened so that the water tap is open to fill the derijen. The Thing speak IoT platform is used to display disinfectant liquid level graphs. Sensor output data will be reported in real-time to the admin via the application of the Blynk app. With the development of this device, it is expected to reduce the spread of the COVID-19 virus."
Yogyakarta: Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (P3M) STTA, 2020
620 JIA XII:2 (2020)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Amara Raksasataya
New York: Asia Society , 1974
350 RAK f
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Raymond, Jack, 1918-2007
New York: Harper & Row, 1964
355 RAY p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Raden Mas Jerry Indrawan
"Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT) Indonesia di masa depan sangat bersifat nir-militer (non-konvensional). Paradigma pertahanan Indonesia jika hanya mengandalkan TNI sebagai kekuatan utama sudah seharusnya berubah. Berkurang secara drastisnya ancaman militer (konvensional) dari negara lain terhadap Indonesia, maupun ancaman sejenis di seluruh dunia, membuat kita harus berpikir ulang bagaimana rumusan yang paling tepat untuk strategi pertahanan Indonesia di era ancaman nir-militer seperti ini. Untuk itu, pembentukan komponen cadangan, yang sebelumnya sudah dilengkapi dengan kemampuan dan pengetahuan mumpuni tentang bela negara, perlu dipertimbangkan. Pertimbangannya adalah, pembentukan komponen cadangan ini dapat berguna sebagai elemen kekuatan pertahanan pendukung komponen utama, utamanya untuk menghadapi ancaman nir-militer. Penggunaan komponen cadangan tidak hanya dipersiapkan untuk perang, tetapi mempunyai fungsi utama membantu TNI menghadapi AGHT yang bersifat non-fisik (intangible). Tulisan ini akan membahas bagaimana komponen cadangan, sebagai bagian dari kekuatan pertahanan negara, menghadapi ancaman nir-militer di masa depan. Selain itu, tulisan ini juga melihat bahwa bela negara dapat menjadi bagian integral dalam upaya komponen cadangan mewujudkan hal tersebut."
Bogor: Universitas Pertahanan, 2018
355 JDSD 8:2 (2018)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Syavira Ayuningtias
"Penelitian ini mengeksplorasi pembentukan push and pull factors dan proses transformasi kognitif yang melatarbelakangi disengagement narapidana teroris. Menjadi hal yang penting untuk melihat apakah push and pull factors dipengaruhi oleh peran program deradikalisasi atau dapat muncul karena faktor-faktor lain di luar program deradikalisasi, seperti dukungan keluarga dan lingkungan. Sebab, ketika proses kemunculan tersebut dapat ditemukan, pendekatan yang bertujuan untuk mendorong proses disengagement individu dapat dilakukan secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam kepada 5 narapidana teroris Lapas Kelas IIA Salemba. Hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan teori Social Bonds and Informal Social Control Theory, Cognitive Transformation Theory, dan Differential Association Theory. Ditemukan bahwa efek pemenjaraan yang memicu refleksi diri dan keterikatan dengan keluarga merupakan faktor utama yang mendorong disengagement. Program deradikalisasi hanya berdampak signifikan pada sebagian narapidana, sementara yang lainnya lebih dipengaruhi oleh kontrol keluarga dan refleksi diri. Disengagement mencapai puncaknya ketika individu tidak lagi memandang jihad dalam kerangka sempit dan beralih ke jalur legal serta regulasi yang ditetapkan oleh undang-undang untuk mewujudkan cita-cita penegakan syariat Islam.

This study explores the formation of push and pull factors and the cognitive transformation process underlying the disengagement of terrorist inmates. It is crucial to determine whether these factors are influenced by the deradicalization program or if they emerge due to other factors outside the program, such as family support and environment. Identifying the sources of these factors can optimize approaches aimed at encouraging individual disengagement. This research employs a qualitative approach with in-depth interviews of five terrorist inmates at Class IIA Salemba Prison. The findings are analyzed using Social Bonds and Informal Social Control Theory, Cognitive Transformation Theory, and Differential Association Theory. The study reveals that the deterrent effect of imprisonment, triggering self-reflection, and familial attachment are the primary factors driving disengagement. The deradicalization program has a significant impact only on some inmates, while others are more influenced by family control and self-reflection. Disengagement peaks when individuals no longer view jihad through a narrow lens and instead adhere to legal pathways and regulations established by law to achieve the goal of implementing Islamic law."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Prayitno Ramelan
Jakarta: Grasindo, 2009
355.343 2 PRA i
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Beijing Shi : Jun shi ke xue chu ban she,, 2004.
355 MET
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>