Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Osmar Oemar Ali
"Skripsi ini berusaha memaparkan pokok-pokok pikiran Ivan Illich dalam bidang kesehatan, berdasarkan beberapa karyanya yang terpenting dan ulasan menurut pandangan berbagai pengarang. Secara garis besar, menurut Illich, modernisasi yang diterapkan dalam bidang kesehatan tanpa limitasi, pengaruhnya terhadap individu maupun masyarakat keseluruhan akan berlawanan dengan tujuan modernisasi itu sendiri. Pengaruh itu berupa degradasi nilai-nilai kemanusiaan, polarisasi sosial, profesi dan monopoli radikalnya yang membuat kebebasan manusia semakin dipersempit dan ketergantungan kepada hasil modernisasi semakin besar sehingga manusia tidak mampu menghadapi lingkungannya dan kehilangan kepercayaan pada dirinya. Dengan demikian manusia mengalami alienasi. Secara eksplisit diungkapkan bahwa dokter, profesi kedokteran dan rumah sakit dalam memberikan pelayanan pemeliharaan kesehatan, baik berupa pencegahan, diagnosis, pengobatan penyakit, maupun meningkatkan kesehatan seseorang berpedoman kepada prinsip-prinsip modernisasi. Hal ini diterapkan dalam kehidupan manusia sejak dalam kandungan ibunya sampai meninggal dunia sehingga seluruh kehidupan manusia ditentukan oleh kedokteran, dan keadaan ini disebutnya medikalisasi kehidupan. Illich memperjuangkan nilai kemanusiaan dari pengaruh tidak baik modernisasi melalui tercapainya masyarakat yang bebas dari dominasi industri. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk memahami pemikiran yang lebih mendalam tentang kehidupan modern, khususnya di bidang kesehatan, apakah nilai-nilai kemanusiaan yang luhur masih tetap mendapat tempat terhormat, atau telah mengalami perubahan atau penghancuran. Pokok pikiran Illich ini apakah mempunyai relevansi dengan keadaan di Indonesia saat ini, akan dituangkan dalam skripsi ini. Seandainya pikiran-pikiran Illich itu ada relevansinya, tentu berguna terutama bagi penentu kebijaksanaan politik di negara ini."
Depok: Universitas Indonesia, 1987
S16068
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fatimah Zahara
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepercayaan dengan penggunaan telemedicine pada penduduk di Jabodetabek pasca pandemi COVID-19. Berdasarkan studi sebelumnya, faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi telemedicine dapat dilihat dari tiga kategori, yakni telemedicine sebagai layanan kesehatan, konteks penggunaan, dan karakteristik masyarakat. Faktor yang dianggap krusial dari faktor lainnya adalah kepercayaan. Meskipun penggunaan telemedicine melonjak selama pandemi, tren pascapandemi menunjukkan adanya penurunan dalam penggunaan dan adanya preferensi untuk melakukan kunjungan dokter secara langsung. Ini menunjukkan masih adanya masalah kepercayaan dan skeptisme terhadap teknologi di kalangan masyarakat. Berdasarkan aspek tersebut, peneliti berargumen bahwa semakin tinggi tingkat kepercayaan maka semakin tinggi tingkat penggunaan telemedicine karena tingkat kepercayaan yang tinggi dapat memengaruhi keputusan dalam penggunaan telemedicine. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner secara daring pada penduduk Jabodetabek berusia minimal 20 tahun dan pernah menggunakan telemedicine. Selain itu, dilakukan wawancara mendalam kepada empat responden yang dipilih berdasarkan tinggi atau rendahnya penggunaan telemedicine dan tinggi atau rendahnya kepercayaan pada telemedicine. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan pada telemedicine memiliki hubungan signifikan terhadap tingkat penggunaan telemedicine dengan arah pengaruh yang positif. Selain itu, aspek kepercayaan terhadap perawatan memiliki nilai hubungan paling tinggi dengan penggunaan telemedicine dalam konteks Jabodetabek.

This study aims to determine the relationship between trust and the use of telemedicine among residents in the Greater Jakarta area (Jabodetabek) after the COVID-19 pandemic. Based on previous studies, the factors influencing telemedicine adoption can be categorized into three groups: telemedicine as a health service, context of use, and community characteristics. Among these factors, trust is considered the most crucial. Although telemedicine usage surged during the pandemic, post-pandemic trends show a decline in its use and a preference for in-person doctor visits. This indicates persistent issues of trust and skepticism towards the technology among the community. Based on these aspects, the researchers argue that the higher the level of trust, the higher the level of telemedicine use, as high levels of trust can influence the decision to use telemedicine. This research employs a quantitative approach by distributing online questionnaires to residents of Jabodetabek who are at least 20 years old and have used telemedicine. In addition, in-depth interviews were conducted with four respondents selected based on their high or low use of telemedicine and their high or low trust in telemedicine. The results show that the level of trust in telemedicine has a significant relationship with the level of telemedicine use, with a positive direction of influence. Furthermore, the aspect of trust in care has the highest relational value with the use of telemedicine in the context of Jabodetabek."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yoo, Myeong-jong
Seoul: Discovery Media, [date of publication not identified]
KOR 306.461 YOO i
Buku Teks  Universitas Indonesia Library