Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Hasya Lillah
"ABSTRAK
Suatu ruang tinggal dalam perkembanganya akan selalu mengalami perubahan ruang akibat penyesuaian antara aktivitas pengguna dengan kebutuhannya. Perubahan penggunan ruang yang terjadi merupakan transformasi ruang. Skripsi ini membahas mengenai proses transformasi ruang yang terjadi dengan cara adaptasi pada pemukiman padat penduduk dan faktor yang memengaruhinya. Proses transformasi dipahami dari pendekatan teori produksi ruang Lefebvre, 1991 dengan menggunakan adaptasi sebagai metode yang digunakan untuk melihat transformasi. Studi kasus dilakukan pada ruang tinggal di pemukiman padat penduduk. Hasil yang ditemukan dalam proses transformasi ruang yang terjadi dengan cara adaptasi yakni peran waktu memengaruhi perubahan aktivitas yang terjadi. Aktivitas akan berubah ketika terdapat peran elemen dan cara yang bekerja. Waktu, aktivitas, cara dan elemen saling berhubungan dengan cara adaptasi yang akhirnya mentransformasi ruang.

ABSTRACT
A living space in its development will always changed by the user 39 s activities to adjust their needs. Space change is the transformation of space. This thesis will discuss the process of space transformation through adaptation in densely populated settlements and which factors affect it. I used theory production of space Lefebvre 1991 to understand the process of space transformation by using adaptation as the method. Case studies were held in densely populated settlements. This thesis found that time affects activity that will happen. Activity will change when there are work of elements and mechanisms. Time, activity, mechanism and elements are interconnected each other through adaptation and finally transform the space."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kevin Aditya Giovanni Suhanto
" ABSTRAK
Jumlah manusia yang semakin banyak dan keterbatasan ruang untuk beraktifitas menyebabkan meningkatnya petermuan sesama manusia dalam beraktifitas. Hal ini yang disebutkan Bollnow sebagai keadaan kebersamaan manusia yang menciptakan intimasi sebagai salah satu syarat keruangan dari homeliness. Akan tetap keadaan bersama manusia ini juga menimbulkan persaingan antara manusia. Fenomena keberadaan bersama manusia ini dianalogikan sebagai sphere oleh Sloterdijk. Mekanisme yang terjadi dalam keadaan bersama ini adalah imitasi. Ini mengindikasikan imitasi dapat menjelaskan mekanisme yang terjadi dalam keadaan keberadaan bersama manusia. Untuk melihat mekanisme imitasi ini maka penulis melihat imitasi sebagai respon manusia terhadap lingkungan sehingga penulis dapat melihat imitasi sebagai mekanisme yang lebih meruang yaitu perilaku manusia terhadap lingkungan yang disebut teritori
ABSTRACT The number of people is increasing and limited space for activities leads an increased number of possibilities fellow human beings approaching in their activity. It is mentioned by Bollnow as the state of human togetherness that creates intimacy as one of the requirements of the spatial homeliness. However situation with human also arises the competition between humans. The phenomenon of human co existence is analogous to a sphere by Sloterdijk. The mechanisms that occur in the co existence is imitation. This indicates that imitation can be explained as the mechanisms that occur in the human co existence. To observe imitation mechanism, the author sees imitation as a human response to the environment so that the author can observe imitation as a mechanism within spatial perspective namely human behavior towards the environment which is called territories."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S65758
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dara Indira Okta
"Penulisan ini membahas tentang fleksibilitas sebagai strategi bertinggal di hunian yang berbasis standar occupancy. Standar yang ada secara tidak langsung mengatur kegiatan domestik di dalamnya secara kaku, karena ada berbagai persyaratan matra ruang dan luas minimumnya. Bentuk rasionalisasi ini sangat kontradiktif dengan kegiatan bertinggal yang dinamis. Karenanya, penulisan ini akan menelusuri bagaimana fleksibilitas hadir merespon standar occupancy, baik di tahap prior-occupancy maupun post-occupancy. Penulisan ini menggunakan kasus Apartemen The Smith Alam Sutera yang kemudian dianalisis melalui dua tahapan. Tahapan prior-occupancy  menjelaskan tentang peran arsitek dalam menyediakan “variasi” berbagai kemungkinan fleksibilitas dengan tujuan membuka kemungkinan kepada user untuk berkontribusi pada hasil rancangan ruang. Analisis kemudian dilanjutkan ke tahap post-occupancy. Di tahap ini analisis terbagi lagi menjadi fase mobility, evolution, dan elasticity yang melihat bagaimana perkembangan, penyesuaian, dan modifikasi initial flexibility oleh user. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pada realisasinya, initial flexibility yang dirancang oleh arsitek sebagai pemicu fleksibilitas tidak semuanya dimanfaatkan oleh user dalam menjalankan aktivitas domestiknya. Seringkali user menciptakan sendiri suatu strategi fleksibilitas untuk memenuhi kebutuhan dalam kesehariannya tanpa berbasis pada rancangan yang sudah ada, namun tetap ada indikasi modifikasi dan penyesuaian fleksibilitas yang terus berkembang sepanjang masa periode bertinggal.

This writing explores flexibility as a strategy of living in standardized housing. Standardization is seen as a form of rationalization that is contradictory to dynamic living activities. Therefore, this paper will explore how flexibility exists and responds to a standardized living space, both at the prior-occupancy and post-occupancy stages. This writing uses the case of The Smith Alam Sutera Apartment which is then analyzed through two stages. The prior-occupancy stage explains the role of the architect in providing "variations" of various possible flexibility with the aim of opening up possibilities for the user to contribute to the spatial design results. The analysis then proceeds to the post-occupancy stage, at this stage the analysis is further divided into mobility, evolution, and elasticity phases which focuses at how the user develops, adjusts, and modifies the initial flexibility. The results of the case study show that in reality, the initial flexibility designed by the architect as a trigger for a chance of flexibility in the future occupation is not all utilized by the users in carrying out their domestic activities. Instead,  users often create their own flexibility strategy to meet their daily needs without utilizing the prior architect’s design. However, there are still indications of modifications and flexibility adjustments that continue to develop throughout the period of residence."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
B.A.M Sebastian Maldini
"Hunian apartemen ini merupakan sebuah bagian dari rancangan ulang kawasan Pasar Baru. Perancangan ulang kawasan Pasar Baru merupakan sebuah upaya untuk kembali menghidupi eksistensi kawasan sebagai salah satu pusat aktivitas hiburan, seperti kuliner dan perdagangan di Kota Jakarta. Pasar Baru memiliki nilai memorabilia yang cukup kuat dan dikenal sebagai kawasan yang memiliki budaya untuk memiliki tempat tinggal dan tempat usaha yang berdekatan. Dengan merespon terhadap rancangan tata kota yang baru di kawasan Pasar Baru, maka bangunan ini memiliki potensi yang besar untuk menunjukan kualitas hidup yang sangat baik. Khususnya terhadap bangunan hunian, lokasi tapak memiliki potensi terhadap keterjangkauan taman publik, Pasar Baru, sekolah serta aksesibilitas. Atas dasar respon terhadap hal-hal tersebut maka bangunan ini akan menunjang kebutuhan tempat tinggal dan berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup yang baik bagi pengguna.

This apartment building is a part for the new redesigned masterplan of Pasar Baru. The new redesigned masterplan is an effort for the renewal of the well known Pasar Baru role as a center for culinary and retail shops activities in the past life of Jakarta. Pasar Baru has its strong value of memorabilia and is well known for its culture for its shared business and living spaces community. In accordance with the redesigned masterplan of Pasar Baru, this building has the potential to support the well-being for its users. Specifically for living spaces, the site has a potential for its accessibilities to its near public parks, Pasar Baru, schools, and infrastructures. In response to those fundamental factors, this building supports the needs for living spaces and increasing the well-being for its users and its surroundings."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Indah Anindya
"ABSTRACT
In Indonesia, the number of children who commit crimes and stay in Juvenile Prison is increasing every year. Actually, there is a major cause of children committing crimes, which are low self-concept and sufficient attention. Juvenile Prison as an institution that serves to educate criminals must be able to provide what they need, not just to confine and punish them. Open space based on research has proven to have a positive effect on the child's mental healing process (Wilson,1984). Open space is also believed to be a place where children can find identity, because during adolescence, they are incessantly seeking their identity. Therefore, the making of this thesis is to review the use of open space in Tangerangs Juvenile Prison and its effect on the childs mental recovery process. 

ABSTRACT
Di Indonesia, jumlah anak yang melakukan tindakan kriminal dan menetap di penjara anak semakin meningkat tiap tahunnya. Sebenarnya, penyebab utama anak remaja melakukan tindakan kriminal adalah karena rendahnya konsep diri dan kurangnya perhatian. Penjara anak sebagai institusi yang berfungsi untuk membina anak harus bias memberikan apa yang dibutuhkan remaja, bukan hanya untuk menghukum dan mengurung mereka. Ruang terbuka berdasarkan penelitian terbukti mampu memberikan efek positif pada proses penyembuhan mental anak (Wilson,1984). Ruang terbuka juga dipercayaadalah tempat dimana remaja mencari identitas mereka, karena selama masa remaja, mereka sedang marak-maraknya mencari identitas diri. Oleh karena itu, pembuatan skripsi ini adalah untuk meninjau kegunaan ruang terbuka di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Tangerang dan efeknya terhadap proses pemulihan mental anak. "
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alfilian Maulana Fajar Haryono
"Produksi ruang kehidupan masyarakat Kampung Bali muncul akibat adanya interaksi sosial yang terjadi di dalam lingkungan tempat tinggal masyarakat Kampung Bali. Interaksi sosial yang terjadi dalam lingkungan Kampung Bali dapat dilihat pada berbagai aktivitas yang dilakukan masyarakat setempat, termasuk pada saat proses pemanfaatan ruang dalam bentuk pembuatan mural, taman, kolam ikan, dan ornamen-ornamen khas Bali hingga proses tersebut selesai dilakukan. Pada proses pemanfaatan ruang yang dilakukan secara bersama-sama, menyebabkan masyarakat Kampung Bali melakukan suatu interaksi sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis dan pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi lapangan. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa interaksi sosial dalam pemanfaatan ruang lingkungan tempat tinggal masyarakat Kampung Bali mendorong terjadinya produksi ruang-ruang di dalam Kampung Bali. Hal ini kemudian menyebabkan kehidupan masyarakat Kampung Bali memiliki ruang-ruang tertentu untuk melakukan aktivitasnya sehingga mendorong terjadinya interaksi sosial pada ruang-ruang tersebut. Ruang yang diproduksi dalam kehidupan masyarakat Kampung Bali bergantung pada tujuan dan interaksi sosial yang terjadi di Kampung Bali, seperti ruang berfoto, ruang berkumpul, ruang bermain anak, ruang menari, dan ruang bermusik.

The production of living space for the people of Kampung Bali arises as a result of social interactions that occur in the environment where the people of Kampung Bali live. The social interactions that occur in the Kampung Bali environment can be seen in various activities carried out by the local community, including during the process of utilizing space in the form of making murals, gardens, fish ponds, and Balinese ornaments until the process is completed. In the process of using space together, it causes the people of Kampung Bali to carry out social interaction. The research method used is qualitative with an analytical descriptive approach and data collection is carried out by in-depth interviews and field observations. The results of this study concluded that social interaction in the use of environmental space where the people of Kampung Bali live encourages the production of spaces in Kampung Bali. This then causes the life of the people of Kampung Bali to have certain spaces to carry out their activities to encourage social interaction in these spaces. The space produced in the lives of the people of Kampung Bali depends on the goals and social interactions that occur in Kampung Bali, such as photo rooms, gathering rooms, children's playrooms, dancing rooms, and music rooms. "
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library