Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Innayah
"Media audio Gelaria (Gerak Lagu Anak Ceria) telah diterapkan di dalam pembelajaran pada TK Laboratori Pedagogia Yogyakarta. Namun, masalahnya adalah bahwasampai sejauh ini, belum pernah dilakukan evaluasi keterlaksanaan pemanfaatannya sehingga tidak dapat diketahui tingkat keberhasilannya. Studi ini merupakan studi kasus di TK Laboratori Pedagogia Yogyakarta. Tujuan evaluasi yang dibahas di dalam tulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat keberhasilan penerapan media audio Gelaria dalam meningkatkan fisik motorik anak-anak TK Laboratori Pedagogi Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah evaluasi program model Kirk patrick dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil evaluasi mengungkapkan bahwa: (1)reaksi peserta didik menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran melalui pemanfaatan media audio Gelaria berada pada kriteria sangat berhasil (83%); (2) proses belajar peserta didik melalui pemanfaatan media audio Gelaria menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran pada kriteria sangat berhasil (76%); (3) perilaku peserta didik menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran dengan media audio Gelariapada kriteria berhasil (50%); (4) dampak pemanfaatan mediaaudio Gelaria pada peserta didik menunjukkan keterlaksanaan belajar mereka pada kriteria berhasil (70%), yang dapatdiketahui melalui berbagai kejuaraan lomba yang diikuti berkaitan dengan kegiatan fisik motorik; dan (5) penerapan pemanfaatan media audio Gelaria, baik dari sisi SDM pendidik,sarana prasarana, maupun dana yang tersedia secara umum tidak mengalami kendala. Sebagai simpulan, dapat dikemukakan bahwa media audio Gelaria dapat dimanfaatkandi Taman Kanak-Kanak lainnya yang kondisinya tidak jauh berbeda (sekolah imbas). Namun, disarankan agar lembaga pengembang media audio Gelaria memberikan bimbingan teknis penerapan pemanfaatan media audio Gelaria kepadapara pendidik dan sekaligus juga mengkaji ulang sintak penerapan pemanfaatan media audio Gelaria"
Jakarta: Pusat Data dan Teknologi Informasi, 2020
371 TEKNODIK 24:2 (2020)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Sanie Mirzatya
"Asesmen formatif merupakan proses evaluasi pembelajaran dengan mengumpulkan informasi dan bukti tentang hasil pembelajaran guna merencanakan kegiatan pembelajaran selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat akademik dan jenis kelamin dengan persepsi mahasiswa kedokteran terhadap asesmen formatif, menggunakan kuesioner Student Perception of Formative Assessment (SPFA) yang telah diadaptasi secara transkultural dan divalidasi dalam konteks pendidikan kedokteran di Indonesia. Desain penelitian ini adalah cross-sectional dengan metode cluster random sampling, melibatkan 253 responden. Analisis statistik meliputi uji deskriptif, uji normalitas, dan uji Mann-Whitney untuk menentukan signifikansi perbedaan antar kelompok. Hasil menunjukkan bahwa kuesioner SPFA versi Indonesia valid secara konten, meskipun satu subkala memiliki reliabilitas <70. Subkala authenticity memperoleh nilai rata-rata tertinggi, sementara consultation terendah. Terdapat perbedaan signifikan dalam persepsi mahasiswa laki-laki preklinik dengan laki-laki klinik dan perempuan klinik pada subkala accommodation, serta perbedaan pada subkala transparency dan preference. Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan persepsi signifikan berdasarkan tingkat akademik dan jenis kelamin terkait asesmen formatif.

Formative assessment is a learning evaluation process by collecting information and evidence about learning outcomes in order to plan further learning activities. This study aims to analyze the relationship between academic level and gender with medical students' perceptions of formative assessment, using the Student Perception of Formative Assessment (SPFA) questionnaire that has been adapted transculturally and validated in the context of medical education in Indonesia. The design of this study was cross-sectional with a cluster random sampling method, involving 253 respondents. Statistical analysis included descriptive tests, normality tests, and Mann-Whitney tests to determine the significance of differences between groups. The results showed that the Indonesian version of the SPFA questionnaire was valid in terms of content, although one subscale had a reliability of <70. The authenticity subscale obtained the highest average score, while consultation was the lowest. There were significant differences in the perceptions of male preclinical students with male clinics and female clinics on the accommodation subscale, as well as differences in the transparency and preference subscales. These results indicate significant differences in perceptions based on academic level and gender related to formative assessment."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kinik Darsono
"Latar Belakang : Kesiapan Belajar Mandiri merupakan syarat utama untuk menjalankan pembelajaran sepanjang hayat bagi lulusan Fakuhas Kedokteran. Kegiatan di Klinik Komunitas merupakan suatu strategi pembelajaran untuk meningkatkan Kesiapan Belajar Mandiri mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh keikutsertaan dalam kegiatan klinik komunitas dan faktor lainnya terhadap kesiapan belajar mandiri.
Metodc : Penelitian dilakukan secara cross-sectional melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner khusus lerhadap mahasiswa Fakultas llmu Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta angkalan pertama. Faktor-faktor Iain yang dinilai adalah IPK, asal sekolah, tempat tinggal, jenis kelamin, ketersediaan waklu dan ketersediaan sumber be!ajar. Penilaian Kesiapan Belajar Mandiri menggunakan Skala Fisher. Analisis statistik menggunakan rgresi cox. Seluruh kuesioner dapat dianalisis dari 50 subyek yang diwawancara.
Hasil : Sebagian besar subjek berumur 21 tahun (64%), memiliki IPK di atas 2,5 (62%), berasal dari Iuar kota (66%), tidak memiliki ketersediaan wakm yang eukup untuk belajar (60%) dan memiliki Sumber belajar yang memadai(54%), serta tinggal di lingkungan kos (66%), Jumlah subyek perempuan lebih banyak daripada iaki-laki (62%) dan yang mengikuti kegiatan di klinik komunitas Iebih kecil daripada yang tidak ikut (42%), Responden yang memiliki kesiapan belajar mandiri sebesar 54%. Faktor-faktor yang dominan berkaitan dengan kesiapan belajar mandiri adalah keikutsertaan di klinik komunitas dan IPK. Subjek yang mengikuti kegiatan di klinik komunitas dua kali Iebih siap belajar mandiri dibandingkan dengan subjek yang tidak mengikuti kegiatan di klinik komunitas. [RR Suaian = l,98; 95% interval kCp6rcayaan (CI) = 1,09-3,5'7].
Kesimpulan : Keikutsertaan dalam kegiatan di klinik komunitas meningkalkan kesiapan belajar mandiri mahasiswa.

Background: The self-directed learning readiness (SDLR) is a main prerequisite for medical faculty graduates in implementing lifelong learning. A community clinic activity is a learning strategy to increase SDLR. The aim of this study is to identify the effect of taking part in the community clinic activity and other factors on SDLR.
Methods: A cross-sectional study was conducted by interviewing all tirst batch medical students in Muhammadiyah University of Surakarta. Other factors which were assessed are Grade Point Average (GPA), high school background, residence, gender, availability of time to study and availability of learning resources. The SDLR was determined by the Fisher Scale questionnaire. The Fisher scale point above 150 indicates that the subject is ready for self-directed learning. Data analysis was carried out using cox regression. All of the 50 questionnaires could be analyzed.
Results: Most subjects are 2] years old (64%). The GPA of sixty two percent of the subjects is above 2.5. Sixty six percent comes from out of town, 60% have not enough time to study, 56% have adequate learning resources and 66% do not live with their family. The number of female subjects is 31 (62%), and only 42% of the subjects took part in the community clinic activity. There are 54% respondents with Fisher scale point above 150. The dominant factors related to SDLR are taking part in the community clinic activity and GPA. Students who take pan in the community clinic activity are readier for self-directed learning compared to those who do not take part, [Adjusted RR = l.98; 95% Confidence interval (Cl) = l,09-3,57].
Conclusion: Taking part in the community clinic activity increased the SDLR.
"
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2007
T32876
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Husna
"Latar belakang: Lingkungan pembelajaran berpengaruh terhadap kesuksesan peserta didik. Korelasi antara lingkungan pembelajaran terhadap kesiapan praktik peserta didik masih belum diketahui secara mendalam. Menilai korelasi antara kesiapan lulusan untuk praktik dan lingkungan pembelajaran dapat menjadi dasar dalam melakukan upaya perbaikan terhadap lingkungan pembelajaran untuk menunjang kesiapan lulusan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk korelasi antara lingkungan pembelajaran dan kesiapan praktik.
Metode: Penilitian ini menggunakan desain cross sectional pada lulusan dokter gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala (FKG USK). Penelitian ini menggunakan 101 lulusan mulai dari tahun 2022 sampai 2023. Data dikumpulkan dengan menggunakan survei yang didistribusikan secara online dengan menggunakan instrumen the Dundee Ready Educational Environment Measure (DREEM) untuk menilai persepsi terhadap lingkungan pembelajaran dan modifikasi instrumen Graduate Assessment Preparedness of Practice (GAPP) untuk menilai persepsi kesiapan praktik lulusan. Uji korelasi dengan uji Pearson digunakan untuk menentukan korelasi kedua aspek diatas serta menilai kekuatan korelasi dari setiap domain yang ada.
Hasil: Analisis data menunjukkan nilai rata-rata skor seluruh responden adalah 147.9/200 yang berarti lebih banyak sisi positif daripada negatif dan rata-rata skor GAPP 201.23/238 yang berarti responden memiliki tingkat kesiapan praktik yang tinggi. Terdapat hubungan bermakna antara persepsi terhadap lingkungan pembelajaran dengan kesiapan praktik dokter gigi. Persepsi terhadap pencapaian prestasi akademik merupakan domain lingkungan pembelajaran yang paling dominan pengaruhnya terhadap kesiapan praktik lulusan.
Kesimpulan: Lulusan menilai proses pembelajaran yang telah berjalan saat ini di FKG USK sudah baik. Lulusan FKG USK memiliki tingkat kesiapan praktik hampir di semua area baik dalam area klinis, komunikasi, profesionalisme dan manajemen serta kepemimpinan. Lulusan dokter gigi yang memandang lingkungan pendidikan secara positif ditemukan memiliki tingkat kesiapan praktik yang baik.

Background: Learning environment has been known to influence students' success. The correlation between perception of the learning environment and dental graduate’s preparedness for practice is still unknown. Assessing the correlation between perception of the learning environment and dental graduate’s preparedness for practice can be the basis for making efforts to improve the learning environment to support graduates' preparedness for practice.
Objective: This study aims to identify the correlation between learning environment and preparedness for practice.
Methods: This cross-sectional study was conducted at Faculty of Dentistry, Syiah Kuala University. This research involved 101 dental graduates from 2022 to 2023. Data were collected using the Dundee Ready Educational Environment Measure (DREEM) and a modified Graduate Assessment Preparedness of Practice (GAPP) instrument. Pearson's correlation test was used to determine the correlation between the two aspects and to assess the strength of correlation of each domain.
Results: Data analysis shows the average score of DREEM of all respondents is 147.9/200, which means more positive than negative learning environment available. The average GAPP score is 201.2/238, so respondents have a high-level perception of preparedness for practice. Dental graduates have high-level perception on preparedness for practice in almost all areas including in the clinical area, communication, professionalism, and management also in leadership. There is a significant relationship between perceptions of the learning environment and dental graduate's preparedness for practice. A positive learning environment plays a role in increasing student motivation and engagement in learning as well as student academic achievement.
Conclusion: Learning environment correlates with dental graduate's preparedness for practice.
"
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Miles, Matthew B.
New York: Teacher College Columbia Univ., 1981
302.3 MIL l
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Mohamad Andriyan
"Penggunaan aplikasi yang semakin beragam di perusahaan maupun organisasi menuntut adanya proses integrasi antar aplikasi. Hal ini dikarenakan untuk menjaga integritas dari data dan aplikasi. Salah satu metode pengintegrasian aplikasi pada perusahaan yang umum digunakan adalah dengan menggunakan Enterprises Service Bus (ESB). Minimnya pembahasan dan praktik mengenai penggunaan ESB pada perkuliahan Enterprise Application Integration (EAI) di Fasilkom UI membuat perlu adanya pengembangan learning environment penerapan ESB. Learning Environment ini dibuat dengan tujuan agar mahasiswa mendapatkan pengalaman dalam menggunakan ESB. Pada proses pengembangan turut dibandingkan dua buah open source software ESB yakni WSO2 ESB dan MuleSoft ESB. Perbandingan bertujuan untuk mengetahui ESB yang lebih sesuai untuk digunakan pada learning environment. Hasil perbandingan memaparkan kelebihan dan kekurangan masing-masing, serta kesesuaian ESB untuk digunakan pada learning environment.

Various application usage in enterprise or organizational level strives for the need of integration between applications. This happened to keep data and application integrity in enterprises or organization. One from many approach for integrating application in enterprises is using Enterprise Service Bus (ESB). The minimum number of practice about ESB in Enterprise Application Integration (EAI) course at Faculty of Computer Science Universitas Indonesia makes the need of learning environment development for applying ESB. This learning environment aims to make students experienced with the usage of ESB. In the learning environment development process, there’s also benchmarking between two open source ESBs WSO2 ESB and Mulesoft ESB. This aims to know which ESB is more appropriate for the usage in learning environment. The results roll out the advantage and disadvantage of each ESB for the use in learning environment."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2013
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Syafiq Hidayattullah
"Laporan keuangan merupakan dokumen sangat penting yang menjadi basis dari keputusan berbagai stakeholder pada pasar modal. Ironisnya, fenomena fraud (kecurangan) pada laporan keuangan perusahaan bukan merupakan praktik yang tidak pernah terjadi. Data yang dilansir ACFE Chapter Indonesia pada tahun 2016 menunjukkan bahwa sekitar 40% dari kecurangan pada laporan keuangan menyebabkan kerugian yang mencapai lebih dari Rp. 10 milyar. Menurut laporanyang dirilis oleh ACFE pada tahun 2014, rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk
mendeteksi kecurangan pada laporan keuangan adalah 24 bulan dengan total kerugian yang bisa mencapai US$ 150.000. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan machine learning berbasis optimasi meta-heuristic untuk mengembangkan model prediksi fraud pada laporan keuangan. Terdapat beberapa metode klasifikasi yang dapat digunakan yaitu Neural Networks dan Support Vector Machine. Hasil prediksi terbaik pada penelitian ini berupa model Support Vector Machine dengan parameter teroptimasi dengan Genetic Algorithm yang mendapatkan akurasi sebesar 96.15%.

Financial statement is a critical document which form the basis of decisions of various stakeholders in the capital market. Ironically, the phenomenon of fraud (fraud) on the company's financial statements is not a practice that never happened. Data reported by ACFE Chapter Indonesia in 2016 showed that around 40% of the financial statement caused losses that reached more than Rp 10 billion. According to a report released by ACFE in 2014, the average time needed to detect fraud on financial statements is 24 months, with a total loss that could reach US$ 150,000. This study will use several machine learning approaches based on meta-heuristic optimization to develop fraud prediction models in financial statements. Two classification methods were utilized, namely, Back Propagation Neural Networks and Support Vector Machines. The best classifier in this study is a Support Vector Machine, which parameters are optimized with Genetic Algorithm resulting in 96.15% accuracy."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adimas Putra Pratama Hendrata
"Masuknya industri 4.0 di Indonesia membuat mesin dapat terintegrasi dengan komputer melalui perangkat IoT sehingga membuat proses produksi lebih efisien. Salah satu upaya untuk mempertahankan hal tersebut adalah dengan melakukan maintenance menggunakan metode predictive maintenance. Kegagalan mesin dalam predictive maintenance dapat diprediksi menggunakan machine learning. Metode sequence processing adalah algoritma machine learning yang cocok digunakan dalam predictive maintenance berbasis timeseries. Penelitian ini mencoba berbagai macam cara penerapan sequence processing untuk memprediksi kegagalan pada mesin. LSTM merupakan metode sequence processing yang populer digunakan untuk predictive maintenance. Terdapat tiga cara penerapan model LSTM yang diuji pada penelitian ini, yaitu model klasifikasi, regresi, dan regresi menggunakan sequence to sequence Ketiga model tersebut akan diuji menggunakan data yang didapat dari database terbuka. Setiap model akan dievaluasi dan dikomparasi untuk mengetahui model yang terbaik. Penelitian ini menunjukkan bahwa model klasifikasi memiliki kinerja yang buruk karena mengalami overfitting. Sementara itu, model regresi sequence to sequence memiliki kinerja yang paling baik, yaitu dengan nilai f-1 score mencapai 57.45%.

The implementation of Industry 4.0 in Indonesia enables machines to be integrated with computers through IoT devices, resulting in more efficient production processes. One of the efforts to maintain this is by performing maintenance using predictive maintenance methods. Machine learning can be used to predict machine failures in predictive maintenance. Sequence processing is a suitable machine learning algorithm for predictive maintenance based on timeseries data. This research explores various ways to apply sequence processing for predicting machine failures. LSTM is a popular sequence processing method used in predictive maintenance. Three approaches for implementing LSTM models were tested in this study: classification, regression, and sequence to sequence regression. These models were tested using data obtained from an open database. Each model was evaluated and compared to determine the best-performing model. The research findings indicate that the classification model performed poorly due to overfitting. On the other hand, the sequence to sequence regression model achieved the best performance, with an f-1 score of 57.45%."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wragg, Ted
London: Routledge, 1997
371.26 WRA a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Yoana Priska
"Pendahuluan: Refleksi diri merupakan komponen penting dalam mengembangkan perilaku profesionalisme peserta didik kedokteran, oleh karena itu institusi perlu menerapkan asesmen yang valid untuk mengukur dan meningkatkan keterampilan berefleksi. Namun demikian sejauh ini belum terdapat instrumen asesmen dengan bukti validitas memadai di Indonesia. Untuk itu penelitian ini bertujuan memvalidasi instrumen asesmen refleksi diri tertulis peserta didik yang diadaptasi dari rubrik oleh Tsingos dkk.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan pendekatan kuantitatif. Lima orang panel ahli menelaah instrumen yang telah diterjemahkan dengan forward dan back translation, kemudian 10 orang staf pengajar mengikuti cognitive interview. Setelah itu 12 orang staf pengajar terlibat dalam uji coba instrumen dengan masing-masing menilai 12 esai refleksi peserta didik. Peneliti menganalisis skor intraclass correlation (ICC), koefisien Cronbach’s alpha, dan exploratory factor analysis (EFA).
Hasil Penelitian: Pada proses adaptasi instrumen, terdapat penyesuaian istilah “apropriasi” menjadi “internalisasi”. Seluruh komponen penilaian dari instrumen asli disertakan dalam instrumen yang telah diadaptasi. Berdasarkan 144 data penilaian pada uji coba instrumen, skor ICC single measureadalah 0.41 (0.33-0.50) dan average measure 0.89 (0.86-0.92) dengan koefisien Cronbach’s alpha 0.896. Hasil EFA komponen instrumen menunjukkan terdapat 2 faktor terekstraksi dengan tema observasi pengalaman dan pengetahuan serta proses internalisasi.
Kesimpulan: Bukti validitas konsistensi internal instrumen yang telah diadaptasi memberikan hasil yang baik. Inter-rater reliability memadai jika penilaian 1 lembar penugasan mahasiswa dinilai oleh 12 orang penilai. Dengan mempertimbangkan kemampulaksanaan, institusi dapat menggunakan instrumen asesmen refleksi diri tertulis untuk peserta didik kedokteran di Indonesia.

Introduction: Self-reflection is a crucial component in developing the professionalism of medical students. Therefore, it’s important for implementing valid assessments instrument to assess and enhance reflection skills. However, there has been no assessment instrument with sufficient evidence of validity in Indonesia. This study aims to validate reflective writing assessment instrument for students, adapted from a rubric by Tsingos et al.
Methods: This quantitative study uses a cross-sectional design. Five expert panelists reviewed the instrument, which had been translated using forward and backward translation. Then, 10 teaching staff participated in cognitive interviews. Subsequently, 12 teaching staff were involved in the instrument trial, each evaluating 12 student reflection essays. The researchers analyzed intraclass correlation (ICC) scores, Cronbach’s alpha coefficient, and exploratory factor analysis (EFA).
Results: In the process of adapting the instrument, the term "appropriation" was adjusted to "internalization." All assessment components from the original instrument were included in the adapted instrument. Based on 144 assessment data points from the instrument trial, the single measure ICC score was 0.41 (0.33-0.50) and the average measure was 0.89 (0.86-0.92), with a Cronbach's alpha coefficient of 0.896. The EFA for the instrument components showed two extracted factors: observation of experience and knowledge, and the internalization process.
Conclusion: The internal consistency validity of the adapted instrument provides good results. Inter-rater reliability is adequate when one student’s assignment is evaluated by 12 raters. Considering the feasibility, institutions can use the instrument to assess medical student’s reflective writing in Indonesia.
"
Jakartaa: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>