Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
Satrya Solihin J.
"Kota Tangerang Selatan memiliki sebelas situ yang berada di dalam wilayah administratifnya. Situ-situ tersebut sedang mengalami degradasi fungsi utama sebagai kawasan penyimpanan air. Salah satu sebab penurunan fungsi ini adalah alih fungsi Iahan yang terjadi secara illegal seperti permukiman dan peruntukan situ sebagai kawasan pembuangan sampah. Berdasarkan kondisi tersebut peneliti merumuskan permasalahan penelitian yaitu masih banyaknya situ di wilayah Tangerang Selatan yang mengalami penurunan fungsi dan lwasan kawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan jika kondisi situ-situ di wilayah Kota Tangerang Selatan dapat dikatakan cukup buruk. Dari 11 (sebelas) situ yang ada di wilayah Tangerang Selatan, hanya 2 (dua) situ yang dapat dikategorikan memiliki kondisi baik, sedangkan 5 (lima) situ lainnya dikategorikan memiliki kondisi sedang, dan bahkan 4 (empat) situ sisanya dikategorikan buruk dengan kondisi [vasan situ sudah nol/hilang. Faktor-faktor yang menyebabkan degradasi situ adalah, 1) dari segi sosial ekonomi kependudukan, peningkatan jumlah penduduk di kota Tangerang Selatan menjadi sebab meningkatnya tekanan terhadap daya dukung situ. 2) Ditinjau dari Aspek Tata Ruang/RUTR Kota Tangerang, rencana pengelolaan kawsan situ tidak terintegrasi dalam rencana tata ruang wilayah kota adanya perubahan fungsi lahan. 3) Ditinjau dari Aspek Potensi Sarana/Elemen Perkotaan, kawasan situ tidak dikelola dengan perencanaan yang baik sehingga tidak terintegrasi dalam pembangunan kota. Altematif solusi untuk perbaikan kondisi situ-situ adalah pengembangan perangkat insentif dan disinsentif untuk mengarahkan sekaligus mengendalikan perkembangan dan perubahan fungsi kawasan situ yang dikembangkan secara sektoral maupun lintas sektoral.
The eleven smali fakes in The City of South Tangerang are faced serious degradation of their function as water based reservoir and their existence. Land used changing such as illegal settlement and waste landfill around the small lakes caused the inhibitory of small Jakes. Based on that condition, this research question is the enhancement of degradation of small Jakes in South Tangerang City. This research used qualitative approach with descriptive analyses. Results of study show the condition of small lakes in The City of South Tangerang are in bad category. From eleven small lakes, two small lakes categories in good condition, five small lakes categories in middle condition, four small lakes in bad condition with zero area. These conditions caused by, 1) from social, economic and citizenry impact, escalation of citizen dweller in The City of South Tangerang became pressure for carriying cappacity of the small lakes. 2) from South Tangerang Regional Development Planning Concept there is no integration these area to the mapping of City region. 3) from infrastructurs and the element of city, these smal) lakes area were not well integrated to the development of city planning. The alternative solution to improve the condition of these small lakes is the development of insentive and disinsentive system programme. This system fungtion as controlier on land used changes and improvement of the smalt lakes. "
Jakarta: Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, 2010
T33552
UI - Tesis Open Universitas Indonesia Library
Elvira Eka Ramadhani
"Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proyek pekerjaan pemeliharaan rutin situ di Kabupaten Bogor yang menggunakan pola kerja sama dengan TNI, berdasarkan pendekatan berbasis risiko. Situ sebagai retarding basin memiliki peran penting dalam pengendalian banjir, imbuhan air tanah, dan manfaat lainnya seperti perikanan dan pariwisata. Namun, kondisi fisik banyak situ di Kabupaten Bogor menunjukkan degradasi akibat sedimentasi, gulma, sampah, dan okupasi lahan. Pendekatan berbasis risiko dalam penelitian ini diterapkan untuk mengidentifikasi proses, aktivitas, dan risiko terkait pemeliharaan rutin situ. Penelitian juga menilai upaya pengendalian risiko yang signifikan guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan proyek serta memastikan pencapaian hasil yang sesuai waktu, guna, dan mutu. Selain itu, peran etika, profesionalitas, dan penerapan aspek Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan (K3L) dalam kegiatan ini juga diulas. Metode yang digunakan melibatkan analisis risiko dengan mengacu pada Surat Edaran Menteri PUPR No. 04 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri No. 10 Tahun 2021. Hasil penelitian memberikan rekomendasi konkret untuk perbaikan proses pemeliharaan situ, terutama pada proyek Situ Moyan dan Situ Cibanteng tahun anggaran 2024.
Situ, as retarding basins, play an important role in flood control, groundwater recharge, and other benefits such as fisheries and tourism. However, the physical condition of many situ in Bogor Regency has deteriorated due to sedimentation, weeds, waste, and land encroachment. The risk-based approach in this study was applied to identify processes, activities, and risks associated with routine situ maintenance. The study also assessed significant risk control efforts to enhance project execution effectiveness and ensure outcomes are delivered on time, fit for purpose, and of quality. Additionally, the role of ethics, professionalism, and the application of Occupational Health, Safety, and Environment (OHSE) aspects in these activities was reviewed. The method employed involved risk analysis based on the Circular Letter of the Minister of Public Works and Housing No. 04 of 2021 and Ministerial Regulation No. 10 of 2021. The results provide concrete recommendations for improving situ maintenance processes, particularly for the Situ Moyan and Situ Cibanteng projects in the 2024 fiscal year. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
PR-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2017
577.63 HIK
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Hafsha Athira Radam
"Filtrasi upflow merupakan salah satu metode filtrasi yang dapat digunakan dalam pengolahan air bersih karena proses pengoperasian yang mudah serta dapat mengurangi partikel tersuspensi dan kontaminan lainnya pada air. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis efektivitas filtrasi upflow dengan media manganese greensand untuk menurunkan nilai kekeruhan dan besi. Air yang digunakan berasal dari air Danau Mahoni Universitas Indonesia karena nilai kekeruhan dan besi yang telah melebihi baku mutu pada Peraturan Menteri Kesehatan No 492 Tahun 2010. Unit filtrasi dibuat dengan drum berukuran 150 liter yang dilengkapi keran inlet dan outlet untuk filtrasi dan backwash. Media yang digunakan yaitu kerikil dengan ukuran 12,7 mm serta manganese greensand dengan nilai effective size 0,3 mm dan uniformity coefficient <5 berdasarkan hasil sieve analysis dan sudah sesuai dengan kriteria desain. Pada penelitian ini dilakukan proses prasedimentasi selama 1 jam dan didiamkan di unit filtrasi setelah dilakukan penyaringan selama 2 jam, 22 jam dan 24 jam agar persentase penurunan kekeruhan dan besi dapat lebih terlihat di setiap waktu tinggal. Pengambilan sampel air Danau Mahoni dilakukan sebanyak 5 kali agar hasil yang didapatkan lebih representatif. Persentase penurunan parameter kekeruhan pada prasedimentasi sebesar 1%-5%, pada waktu tinggal 2 jam sebesar 58%-67%, pada waktu tinggal 22 jam sebesar 67%-76% dan pada waktu tinggal 24 jam sebesar 69%-77%. Sedangkan untuk persentase penurunan parameter besi pada prasedimentasi sebesar 3%-15%, pada waktu tinggal 2 jam sebesar 63%-80%, pada waktu tinggal 22 jam sebesar 69%-82% dan pada waktu tinggal 24 jam sebesar 75%-83%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu filtrasi upflow efektif dalam menurunkan nilai kekeruhan dan besi agar sesuai dengan baku mutu pada Peraturan Menteri Kesehatan No 492/2010.
Upflow filtration is one of the filtration methods that can be used in water treatment because it is easy to operate and can reduce suspended particles and other contaminants in water. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of filtration upflow with media manganese greensand to reduce turbidity and iron values. The water used comes from Mahoni Lake, University of Indonesia because the turbidity and iron values have exceeded the quality standards in the Regulation of the Minister of Health No. 492 of 2010. The filtration unit is made with a drum 150 liter equipped with inlet and outlet faucets for filtration and backwash. The media used are gravel with a size of 12.7 mm and manganese greensand with an value of effective size 0.3 mm and a uniformity coefficient <5 based on the results of sieve analysis and is in accordance with the design criteria. In this study, the pre-sedimentation process was carried out for 1 hour and left in the filtration unit after filtering for 2 hours, 22 hours and 24 hours so that the percentage decrease in turbidity and iron could be more visible at each time detention. The Mahoni Lake water sample was taken 5 times so that the results obtained were more representative. Percentage of decrease in turbidity parameter at pre-sedimentation is 1%-5%, at 2 hours detention time is 58%-67%, at 22 hours detention time is 67%-76% and at 24 hour detention time is 69%-77%. Meanwhile, the percentage decrease in iron parameters at pre-sedimentation is 3%-15%, at 2-hour detention is 63%-80%, at 22-hour detention time is 69%-82% and at 24-hour detention time is 75%-83%. The conclusion of this study is that filtration is upflow effective in reducing the value of turbidity and iron to comply with the quality standards in the Regulation of the Minister of Health No. 492/2010. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library