Hasil Pencarian

Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Putri Alfaridy
"ABSTRAK
Mengetahui hubungan antara derajat postur kifosis melalui pengukuran JOD
(Jarak oksiput – dinding) dengan risiko jatuh melalui penilaian BBS (Berg Balance Scale)
pada usila.
Metode: Desain penelitian adalah deskriptif analitik potong lintang. Subjek usila sehat
umur 60 tahun dan lebih, binaan lembaga non-panti PUSAKA (Pusat Santunan Keluarga)
di Jakarta dengan sistem pengambilan wilayah non-random, selama Desember 2012 hingga
Maret 2013. Pengambilan sampel berdasarkan consecutive sampling. Sampel yang
memenuhi kriteria penerimaan kooperatif, ambulasi mandiri dan menandatangani lembar
persetujuan) diukur derajat kifosisnya dengan JOD dan dinilai risiko jatuhnya dengan BBS.
Hasil: Sebanyak 90 usila dianalisis. Didapatkan lebih banyak kelompok usila muda 60 –
74 tahun (73,3%) dengan jenis kelamin perempuan (87,8%), rerata IMT 22,3 (5) kg/m2,
memiliki status pendidikan dasar (53,3%), tidak bekerja dalam hal ini sebagai ibu rumah
tangga (73,3%), tidak depresi (93,3%), aktivitas harian mandiri (88,9 %) dan tidak
memiliki riwayat jatuh (73,3%).
Terdapat perbedaan risiko jatuh diantara ketiga kelompok kifosis (p<0,001). Analisis post
hoc mendapatkan bahwa risiko jatuh pada kelompok kifosis ringan lebih rendah bermakna
daripada kelompok kifosis sedang dan berat.
Terdapat perbedaan risiko jatuh yang bermakna diantara ketiga derajat kifosis pada
kelompok usila perempuan, tidak ada riwayat jatuh, rentang usia 60 – 74 tahun, IMT
kurang, tidak depresi dan aktivitas harian mandiri.
Simpulan: Terdapat perbedaan risiko jatuh diantara kelompok derajat kifosis ringan,
sedang dan berat.

ABSTRACT
To know the relationship between the degree of kyphotic posture through
measurement of OWD (occiput – wall distance) with the risk of fall through the assessment
of BBS (Berg Balance Scale) in the elderly.
Methods: The design of the study was cross sectional analitic descriptive. The subjects
were healthy elderly aged 60 years and above, who became a caring of PUSAKA (Pusat
Santunan Keluarga) in Jakarta with a non randomized system to took of the areas, during
December 2012 to March 2013. Samples obtained upon consecutive sampling. Samples
who meet the inclusion criterias (cooperative, ambulate independently and signed an
approval sheet) carried out kyphotic measurement with OWD and risk of fall assessment
with BBS.
Results: There were 90 subjects who analized. Researcher found that younger elderly 60 –
74 years old about 73,3%, females 87,8%, mean Body mass Index 22,3 (5) kg/m2, basic
educational status 53,3%, as a housewife 73,3%, no depression 93,3%, independent daily
activity 88,9% and no history of fall 73,3%.
There are differences the risk of fall among the three groups of kyphosis (p<0,001). Post
hoc analysis has been said that risk of fall in the mild kyphosis are lowest than moderate
and severe kyphosis.
There are statistically significant in differences of the risk of fall among the three groups of
kyphosis in the elderly who are woman, no risk of fall’s history, age 60 – 74 years old,
underweight, no depression and independent daily activity.
Conclusions: There are difference risk of fall among mild, moderate and severe degree of
kyphosis"
Lengkap +
2013
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
I Ketut Suyasa
"The study was a a quasi experimental study, to evaluate the effects of kyphosis correction to the improvement of neurological deficits in 33 adults patient with tuberculous spondylitis at Fatmawati General Hospital in Jakarta during the period of January 2002 - June 2004. The average age of the patients was 29 years old, there were a range between 15-80° preoperative kyphosis and 0-55° range of postoperative kyphosis. There was a significant differential between degrees of kyphosis for pre and post operative (Wilcoxon signed test = OM) but there was no significant effect of kyphosis correction to the improvement of neurological deficits in tuberculous spondylitis patients thoracal and thoracolumbal vertebrae ( 0,053 ; p > 0.05 ). There was no significant relationship between the degree of kyphosis with neurological status in spondylitis tuberculosis patients thoracal and thoracolumbal vertebrae (p . 0,05 ) and there -was no significant relationship between site of lesion to neurological status in spondylitis tuberculosis patients thoracal and thoracolumbal vertebrae (p > 0,05)."
Lengkap +
Depok: Universitas Indonesia, 2005
T55741
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Chrysanti Dwi Sarika
"Saat ini dengan sistem sekolah ‘full day school’ maka anak-anak mendapatkan materi pelajaran lebih banyak dari pada anak-anak dengan sistem sekolah konvensional. Sehingga mereka perlu mcmbawa buku-buku dan perlengkapan lainnya Icbih banyak, dengan kata lain beban tas sekolah (Backpack) mereka menjadi Iebih berat. Beban yang berat pada punggung dapat memicu masalah kelainan tulang beiakang yang dimulai dengan terjadinya postur janggal yang dapat mengganggu kesehatan dan penampilan pada anak-anak.Dan dari laporan wali murid ditemukan 4 anak dcngan usia 11-16 tahun dinyatakan positifmcndcrita kelainan tulang belakang skoliosis fungsional dan kyphosis. Tujuan penelitian ini adalah mengevaiuasi pemakajan backpack pada siswa siswi SD-SMP di Lazuardi GIS terhadap risiko terjadinya kelainan tulang belakang yang dimulai dengan teijadinya postur janggal .
Disain penelitian dan subyek: merupakan jenis penelitian desluiptif dengan pendckatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 72 siswa SD-SMP Lazuardi dan backpack yang mereka gunakan. Pengukuran data mengunakan timbangan berat badan, mctcran, kamera digital dan kuesioner. Data yang dihasilkan diolah sehingga mcnghasilkan suatu nilai dalam bentuk kategorik. Analisa data dilakukan seoara univariat dan bivariat dengan chi square dan t independen serta analisa kualitatif.
Hasil penelitian ditemukan rata-rata berat ransel dari keseluruhan responden adalah 9% dari berat tubuh mereka dan 33.3% dari responden membawa beban dengan rata-rata lebih dari 10%, 55,6% dari responden menggunakan tas dengan dimensi yang baik, 83.3% membawa backpack dengan tidak baik.
Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh bahwa kornbinasi beban backpack dan atau dimensi backpack yang tidak baik dengan cara membawa backpack yang tidak baik pada sebagian besar siswa-siswi SD-SMP di Lazuardi GIS Cinere berisiko merubah postur normalnya menjadi janggal dan hal ini meningkatkan risiko terjadinya kelainan pada tulang belakang mereka.

Lazuardi GIS is a Full Day School , which implement 5 day school with long hours study at school, with this system, children need to bring more books and other requirement. In other word, the children carry heavier backpack load which is suspected exceed recommendation limit for children (10% or body weight). Heavy loading ofthe opioo, improper use of backpack and bacpack dimension may induce postural changcs,which increase the risk of spinal disorder.And from parents report, there are 4 children 11-17 years old, suffering skoliosis and kyphosis. Aim:To Evaluate the risk of backpack use which cause a risk of spinal disorder, begin with postural changes among the children in long term.
Study Design; This research is a survey research with cross sectional approach. The sample of research are 72 students of SD-SMP Lazuardi GIS and their backpack. The data is collected using, weight scale, meter, digital camera dan questioner. The data was processed and as a result it showed in categoric form, then was analyzed univariantly and bivariantly.
Results ; It is found that, the average weight of backpack is 9% body weight and 33.3% of respondent carried backpack load with average weight more than 10% of body weight, the variant of position or the way he students carry their backpack are as follow, 55.6% of respondents carrying with a good backpack dimension, 83.3% respondent carries backpack improperly..
Conclusion, this study End that Combination of heavy backpack and or bad backpack dimension and the way of the most elementary and junior high school student in Lazuardi GIS Cinere, carry the backpack create a postural changes and increase the risk of spinal disorder.
"
Lengkap +
Depok: Universitas Indonesia, 2008
T33821
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library