Ditemukan 38 dokumen yang sesuai dengan query
Cambridge, UK: MIT Press, 1999
306.46 HIG (1)
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Jessalyn Alvina
"Banyak orang yang menggunakan aplikasi peta berbasis web untuk mencari lokasi geografis suatu tempat. Mengamati rute dalam aplikasi peta sering menyulitkan karena rute perjalanan terlalu panjang dan tidak dapat ditampilkan dalam satu layar, sehingga pengguna harus melakukan sederetan aksi pergantian skala dan perubahan tampilan peta dalam layar (pan & zoom) untuk dapat melihat suatu tingkat perincian tertentu. Teknik focus+context menyajikan solusi dengan menampilkan rute dalam skala yang memungkinkan keseluruhan rute ditampilkan dalam layar, sambil menyediakan pembesaran lokal di sekitar kursor di saat yang bersamaan, menggunakan metafora lensa pembesar. Dengan demikian, pengguna dapat melihat seluruh rute sambil memperbesar bagian yang ingin dilihat secara terperinci. Navigasi menggunakan pembesaran lokal tersebut telah terbukti memiliki performa yang lebih baik dibandingkan dengan teknik pan & zoom untuk kasus di mana rute berukuran sangat panjang. Namun demikian, masih ada masalah lain yang dihadapi pengguna, yaitu sulitnya menggerakkan lensa pembesar di sepanjang rute sehingga tampilan pembesaran dapat lari dari fokus pembesara. RouteLens menawarkan solusi dengan secara otomatis menyesuaikan posisi lensa berdasarkan geometri dari rute yang diikuti oleh pengguna. RouteLens memudahkan pengguna mengikuti rute perjalanan pengguna ketika menggunakan aplikasi peta, namun tidak membatasi pergerakan lensa maupun pengguna secara ketat, sehingga memungkinkan pengguna untuk mengeksplorasi daerah geografis di sekitar rute.
Millions of people now go to the Web to search for geographical itineraries. Inspecting those map itineraries remains tedious because they seldom fit on screen, requiring much panning & zooming to see details. Focus+context techniques address this problem by displaying the route at a scale that allows routes to fully fit on screen, while providing an in-place magnification of the region around the cursor. Users see the entire route at once, and perform magnified steering to navigate along the path, the lens displaying the portion that falls below it in more detail. Navigation based on magnified steering has been shown to outperform pan & zoom for large steering tasks. Yet, this task remains a challenging one, in part because paths have a tendency to ?slip off? the side of the lens. RouteLenses automatically adjust their position based on the geometry of the path that users steer through. RouteLenses make it easier for users to follow a route, yet do not constrain movements too strictly, leaving them free to move the lens away from the path to explore its surroundings."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2014
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
London: Sage, 2000
303.48 INF
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Ridho Mardatilah
"
ABSTRAKPerkembangan teknologi komunikasi internet membuat masyarakat menjadi lebih mudah dalam mendapatkan informasi khususnya informasi kesehatan. Salah satu media yang digunakan adalah media Online, seperti Kompas dan Detik health. Media ini dapat diiadikan sebagai sumber informasi dan interaksi bagi pengunjung untuk mendapatkan infonnasi kesehatan. Oleh karena itu,
diharapkan tampilan struktural dari media online tersebut dapat mempermudah pengunjung dalam mengakses informasi kesehatan.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan memberikan gambaran dan analisis mengenai perilaku pengunjung dalam berinteraksi dan tampilan struktural yang disajikan oleh Kompas dan Detik health. Penggambaran dan analisis dilakukan dengan mengamati Kompas dan detik health secara online dan membandingkan dengan menggunakan teori uses and gratyication dan tampilan struktural media online.
Hasil analisis perbandingan yang dapat disimpulkan yaitu penggunaan media online sebagai media untuk mendapatkaninformasi kesehatan. Dari hasil tersebut diketahui bahwa ada persamaan dan perbedaan dalam penyajian pada media online Kompas dan Detik health.
ABSTRACTDevelopment of internet communications technology make the public become easier to get information, especially health information. One of the media used is online media, such as Kompas and Detik Health. This media can be used as a source of information and interaction for visitors to get health information. Therefore, the expected structural view of online media can facilitate visitor to access health information.Research type is a descriptive qualitative research with providing an overview and analysis of visitor behavior on interaction and structural display presented by Kompas and Detik Health. Overview and analysis done with observing the Kompas and Detik Health and compare with the uses and gratification theory and the structural display of online media.The result of comparative analysis can be concluded that use of online media as a media to get health information. From the result, was found similarities and differences on the presentation online media Kompas and Detik Health."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Retno Dewiyanti
"Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 1156 tahun 2016 menunjuk Kepala Pusat Data dan Sarana Informatika PDSI sebagai CIO Kementerian Kominfo dengan tugas pengelolaan layanan teknologi informasi TI di lingkungan internal Kementerian Kominfo. Berdasarkan katalog layanan, terdapat 27 layanan TI yang diberikan PDSI kepada internal Kementerian Kominfo. Dari hasil survei, indeks kepuasan pegawai terhadap layanan TI PDSI tertinggi yang dicapai adalah 61.33. Sedangkan harapan dari Kepala PDSI adalah 85. Berdasarkan analisis fishbone, salah satu sebab permasalahan tidak tercapainya indeks kepuasan pegawai adalah belum adanya Service Level Agreement SLA layanan TI. Untuk meningkatkan indeks kepuasan pegawai terhadap layanan TI PDSI dengan memastikan bahwa layanan TI telah dilakukan sesuai dengan harapan maka perlu disusun rancangan SLA layanan TI PDSI Kemkominfo.
Perancangan SLA pada penelitian ini mengacu pada kerangka kerja ITIL v3 2011. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan kategori studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap pejabat dan pengelola TI di PDSI sebagai pemilik layanan, serta perwakilan pengguna layanan TI. Untuk memperoleh data yang lebih mewakili pengguna layanan, dilakukan survei dengan 307 sampel pegawai Kemkominfo. Hasil survei divalidasi oleh perwakilan pengguna. Selain itu dilakukan pula observasi dokumen dan lapangan. Dari penelitian ini, diperoleh empat SLA layanan TI yang dapat membantu meningkatkan indeks kepuasan pegawai Kominfo.
Decree of the Minister of Communication and Information Technology Number 1156 of 2016 appoint the Head of center for data and ict infrastructure PDSI as CIO Ministry of Communications and Informatics with the task of managing information technology services IT within the internal Ministry of Communications and Information Technology. Based on the service catalog, there are 27 IT services provided by PDSI to the internal Ministry of Communications and Information Technology. From the survey results, the highest employee satisfaction index of PDSI 39 s IT service is 61.33. While the expectation of PDSI Head is 85. Based on fishbone analysis, one of the reasons for the problem of not achieving the index of employee satisfaction is the absence of Service Level Agreement SLA IT services. To improve the employee satisfaction index for PDSI IT services by ensuring that IT services have been conducted in line with expectations, it is necessary to draft design of Service Level Agreement for Information Technology Services. The design of SLA in this research refers to the framework of ITIL v3 2011. This research is a qualitative research with case study category. Data collection was conducted through interviews of IT officials and managers in PDSI as service owners, as well as IT service user representatives. To obtain data that is more representative of service users, a survey was conducted with 307 samples of employees of Kemkominfo. The survey results are validated by the user representative. In addition, document and field observations were also conducted. From this research, it is obtained four SLA IT service that can help improve the index of satisfaction of Kominfo employeesof development of information system to prevent implementation failure of the information system in the future."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2018
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Arie Widia Apriliani
"Permenlu Nomor 04 tahun 2016 tentang Kebijakan Tata Kelola Informasi dan Komunikasi Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan Republik Indonesia menyatakan bahawa Permenlu tersebut sebagai landasan hukum dan pedoman bagi Kementerian dan Perwakilan dalam penyusunan, penetapan petunjuk pelaksanaan dan prosedur TIK. Pustik KP merupakan satuan kerja yang bertanggung jawab dengan layanan teknologi informasi di Kementerian Luar Negeri. Berdasarkan laporan kinerja Pustik KP, salah satu kendala yang dihadapi dalam pencapaian indikator kinerja utama Indeks PeGI adalah belum lengkapnya instrument kebijakan tata kelola yang mengatur aspek pengelolaan governance dan aspek penatalaksanaan manajemen teknologi informasi dan komunikasi di Kemenlu. Salah satu instrument kebijakan yang belum tersedia pada domain tata kelola adalah dokumen Service Level Agreeement SLA layanan TI. Perancangan SLA pada penelitian ini mengacu pada kerangka kerja ITIL v3 2011.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan kategori studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan FGD terhadap pejabat dan pengelola layanan TI di Pustik KP sebagai penyedia layanan di Kemenlu, serta perwakilan pengguna layanan TI. Untuk proses negosiasi dari sisi pengguna, dilakukan wawancara dengan perwakilan dari setiap satuan kerja di Kemenlu yang terdiri dari 14 responden. Selain itu, pengumpulan data juga dilakukan dengan observasi dan studi dokumen. Hasil kesepatan pada dokumen SLA, di validasi ulang kepada penyedia layanan, pengguna layanan dan pakar untuk mendapatkan dokumen perjanjian tingkat layanan untuk layanan teknologi informasi. Dari penelitian ini, diperoleh SLA layanan TI yang dapat membantu pencapaian indikator kinerja utama Pustik KP dan berpengaruh pada pencapaian rencana strategi Kemenlu.
Ministry of Foreign Affairs Regulation Number. 04 of 2016 on the Information and Communication Governance Policy of the Ministry of Foreign Affairs and the Representative of the Republic of Indonesia declares that the regulations is a legal basis and guideline for Ministries and Representatives in the preparation, stipulation of implementation guidelines and ICT procedures. Pustik KP is a responsible work unit with information technology services in the Ministry of Foreign Affairs. Based on the performance report of Pustik KP, one of the obstacles faced in achieving the key performance indicators of the PeGI Index is the incomplete governance policy instrument governing governance and management aspects of information and communication technology in the Ministry of Foreign Affairs. One of the policy instruments not yet available on the governance domain is the Service Level Agreeement SLA document of the IT service. The design of SLA in this research refers to the framework of ITIL v3 2011. This research is a qualitative research with case study category. Data collection is done through interviews and FGDs to officials and managers of IT services in Pustik KP as service providers in Kemenlu, as well as IT service user representatives. For user side negotiation process, interviews with representatives of each work unit in Kemenlu consist of 14 respondents. In addition, data collection is also done by observation and document studies. The results of accuracy on SLA documents, re validated to service providers, service users and experts to obtain service level agreement documents for information technology services. From this research, obtained SLA IT service that can help the achievement of KP Pustik main performance indicator and influence on achievement of strategic plan of Kemenlu."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2018
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Oxford UK: Basil Blackwell , 1989
303.46 COM
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Brown, John Seely, editor
Boston: Harvard Business School Press, 2000
303.483 3 BRO s ;303.483 3 BRO s (2)
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Akrivopoulou, Christina M.
""This book explores the emergence and evolution of ’digital’ rights that challenge and transform more traditional legal, political, and historical understandings of human rights, not only uncovering emerging changes in discussions of human rights, but also proposing legal remedies and public policies to mitigate the challenges posed by new technologies and globalization"--Provided by publisher."
Hershey, PA : Information Science Reference, 2012
303.483 3 AKR h
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Martin, William J.
Aldershot: Brookfield, Vt., USA : Gower,, 1995.
303.48 MAR g
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library