Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sela Natasha
"Latar Belakang : Estimasi usia merupakan salah satu proses identifikasi individu, baik individu hidup ataupun mati. Gigi menjadi struktur anatomis yang dapat digunakan karena tahan terhadap perubahan lingkungan dan dapat merepresentasi usia individu sejak prenatal hingga dewasa. Metode TCI Khoman merupakan metode estimasi usia yang sederhana, nondestruktif, dan dapat diterapkan pada gigi insisivus, kaninus, premolar dan molar menggunakan radiograf periapikal, namun belum diuji dengan metode estimasi usia lainnya. Pada penelitian ini menguji ulang metode TCI Khoman dengan metode atlas AlQahtani. Metode AlQahtani merupakan metode atlas estimasi usia dengan range usia luas dari 28 minggu intrauteri hingga 23 tahun yang secara detail digambarkan dalam 31 diagram pada setiap usia kronologis menggunakan radiograf panoramik. Atlas AlQahtani juga sudah pernah diuji dan dapat digunakan di Indonesia.
Tujuan : Menganalisa ketepatan rumus estimasi usia metode Tooth Coronal Index Khoman pada gigi insisivus, kaninus, premolar, dan molar dibandingkan dengan metode AlQahtani terhadap usia kronologis pada rentang usia 8-23 tahun.
Metode : Perbandingan hasil estimasi usia menggunakan metode Tooth Coronal Index Khoman dengan metode AlQahtani pada 113 sampel radiograf panoramik.
Hasil : Rumus Tooth Coronal Index Khoman pada gigi insisivus, kaninus, premolar dan molar dapat menggunakan radiograf periapikal maupun panoramik. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara hasil estimasi usia menggunakan rumus Tooth Coronal Index Khoman pada gigi insisivus, kaninus, premolar dan molar dengan metode AlQahtani. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara hasil estimasi usia pada laki-laki dan perempuan. Estimasi usia menggunakan rumus TCI Khoman pada gigi premolar paling mendekati usia kronologis dengan SEE 0.950 sedangkan rumus TCI-Khoman pada gigi kaninus paling tidak mendekati usia kronologis dengan SEE 1.57, dibandingkan dengan rumus TCI Khoman pada gigi insisivus dengan SEE 1.139, TCI Khoman pada gigi molar dengan SEE 1.509, dan metode AlQahtani dengan SEE 1.209
Kesimpulan : Metode Tooth Coronal Index Khoman pada gigi insisivus, kaninus, premolar dan molar dan metode AlQahtani dapat digunakan untuk estimasi usia individu rentang usia 8-23 tahun.

Background : Age estimation is one of the process of identifying persons, whether live, or dead. Tooth becomes a reliable source for its resistant to environmental change and capable to represent individual age from prenatal to adulthood. Tooth Coronal Index method by Khoman are simple, non-destructive, and can be applied to incisive, canine, premolar, and molar. this research comparing TCI Khoman method to AlQahtani method. AlQahtani is an atlas which has a large range of age estimasion, 28 weeks intrauteri to 23 years old, this method is showing a 31 diagrams per age. Atlas AlQahtani were already proven to be used in Indonesia. Aims : To analyse the validity of Khoman Tooth Coronal Index formula on incisivus, canine, premolar, and molar compared to the AlQahtani method on the age of 8-23 year.
Method : Comparing the age estimation using Khoman Tooth Coronal Index method and AlQahtani method of the 113 samples of panoramic radiograph.
Result : Khoman Tooth Coronal Index on insisivus, canines, premolars and molars can be use on both periapical and panoramic radiograph. There was no significant difference between age estimation of Khoman Tooth Coronal Index method and AlQahtani Method. There was no significant difference between the age estimation on male and female. Age estimation by TCI Khoman method of premolar is the most accurate to chronological age (SEE 0.950), meanwhile TCI Khoman canine shows the most gap to chronological age (SEE 1.57), compared with incisive, molar and AlQahtani method.
Conclusion : Khoman Tooth Coronal Index method and AlQahtani method can be used for age estimation.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Layli Pinaringaning Gusti
"Latar Belakang: Estimasi usia penting dilakukan sebagai pembuktian hukum dalam kasus criminal contohnya pemalsuan identitas, pernikahan, dan lain lain. Tooth Coronal Index Khoman (2015) merupakan metode estimasi usia yang sederhana dan dapat diterapkan pada gigi insisivus, kaninus, premolar, dan molar. Namun, metode ini perlu dibandingkan dengan metode Nolla yang telah teruji keakuratannya di dunia.
Tujuan: Membandingkan hasil estimasi usia menggunakan metode TCI Khoman pada gigi insisivus, kaninus, premolar, dan molar dengan metode Nolla pada rentang usia 8-17 tahun.
Metode: Perbandingan hasil estimasi usia menggunakan metode TCI Khoman dengan metode Nolla pada 83 sampel radiograf panoramik.
Hasil: Rumus TCI Khoman dapat menggunakan radiograf periapikal maupun panoramik. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara hasil estimasi usia pada laki-laki dan perempuan. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara hasil estimasi usia menggunakan TCI Khoman dengan metode Nolla pada gigi insisivus, premolar, dan molar namun terdapat perbedaan bermakna pada gigi kaninus.
Kesimpulan: Metode: Tooth Coronal Index Khoman pada gigi insisivus, premolar, dan molar serta metode Nolla dapat digunakan untuk estimasi usia individu rentang usia 8-17 tahun. Sedangkan metode TCI Khoman pada gigi kaninus tidak dapat digunakan untuk estimasi usia individu rentang usia 8-17 tahun.

Background: Age estimation has become increasingly important in living people for a variety of reasons, including identifying criminal and legal responsibility, marriage, etc. Khoman Tooth Coronal Index method are simple, non-destructive, and can be applied to incisives, canines, premolars, and molars. However, this method needs to be proven its validity in Indonesia with Nolla method.
Objective: To analyse the validity of Khoman Tooth Coronal Index formula on incisivus, canine, premolar, and molar compared to the Nolla method on the age of 8-17 year.
Methods: Comparing the age estimation using Khoman TCI method and Nolla method of the 83 samples of panoramic radiograph.
Result: Khoman TCI can be use on both periapical and panoramic radiograph. There was no significant difference between age estimation of Khoman TCI method using incisives, premolars, and molars and Nolla Method but there was a significant difference between TCI method using canines.
Conclusion: Khoman TCI method using insisives, premolar, molar and Nolla method can be used for age estimation of the age of 8-17 years in Indonesia, except Khoman TCI method using canines.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jessica
"Prakiraan usia melalui analisis rasemisasi asam aspartat dari gigi didapatkan dengan memasukkan rasio rasemisasi asam aspartat subjek ke dalam persamaan regresi yang sesuai untuk populasi subjek. Metode ini merupakan salah satu metode prakiraan usia yang paling akurat tetapi belum ada penelitian yang dilakukan terhadap subjek yang berasal dari populasi Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persamaan regresi antara rasio rasemisasi asam aspartat dalam gigi subjek yang berasal dari populasi Indonesia yang direndam asam Hidroklorik (HCl) 0,2 M overnight ataupun tidak direndam asam Hidroklorik dengan usia yang dapat diterapkan untuk memprakirakan usia subjek yang berasal dari populasi Indonesia.
Metode: Gigi dibagi kedalam 2 kelompok secara random sampling, lalu gigi dicuci dengan HCl, aquabides dan methanol lalu dibiarkan kering dengan udara. Setelah kering, gigi dihancurkan menjadi bubuk dan didemineralisasi dengan Na2EDTA dan dicuci dengan aquabides, lalu dihidrolisis dalam oven bersuhu 100°C dan dikeringkan dengan freeze dryer dan dianalisis menggunakan Ultra-high Performance Liquid Chromatography (UPLC). Data yang didapatkan dianalisis dengan SPSS 22.
Hasil: Tidak terrdapat hubungan antara usia dengan rasio rasemisasi asam aspartat pada kedua kelompok sampel sehingga tidak dapat ditarik persamaan regresi untuk memprakirakan usia berdasarkan rasio rasemisasi asam aspartat dari gigi.
Kesimpulan: Metode rasemisasi asam aspartat dalam penelitian ini dapat menganalisis rasemisasi asam aspartat tetapi belum dapat diaplikasikan untuk memprakirakan usia pada gigi yang direndam asam Hidroklorik 0,2 M overnight ataupun yang tidak direndam asam Hidroklorik 0,2 M overnight.

In age estimation through aspartic acid racemization analysis, age is calculated by inserting subjects racemization ratio into regression formula applicable for subjects population. The method is accurate but no research had been conducted on Indonesian population. Our research aims to conclude regression formula between age and aspartic acid racemization ratio from Indonesian subjects tooth immersed in Hydrocloric acid (HCl) overnight or not immersed.
Method: Sample teeth were divided unto 2 groups by random sampling, washed in HCl, aquabidest and methanol, then air dried. After samples were dry, samples were powdered and demineralized with Na2EDTA and washed in aquabidest, then hydrolized in 100°C oven, dried in freeze dryer and analyzed using Ultra-high Performance Liquid Chromatography (UPLC). Data was analyzed with SPSS 22.
Results: No relationship was shown between age and aspartic acid racemization ratio on both groups, leading to no regression formula could be concluded to estimate age in both groups.
Conclusion: Method applied in this research were able to analyze aspartic acid racemization but not applicable to estimate age in both groups yet.
"
Depok: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2019
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gilsanz, Vicente
"In the past, determination of bone maturity relied on visual evaluation of skeletal development in the hand and wrist, most commonly using the Greulich and Pyle atlas. The Gilsanz and Ratib digital atlas takes advantage of digital imaging and provides a more effective and objective approach to assessment of skeletal maturity. The atlas integrates the key morphological features of ossification in the bones of the hand and wrist and provides idealized, sex- and age-specific images of skeletal development New to this revised second edition is a description and user manual for Bone Age for iPad®, iPhone® and iPod touch®, which can be purchased and used separately from this book. The App can be easily employed to calculate the deviation of the patient’s age from the normal range and to predict a possible growth delay. This easy-to-use atlas and the related App will be invaluable for radiologists, endocrinologists, and pediatricians and also relevant to forensic physicians."
Berlin : Springer, 2012
e20426160
eBooks  Universitas Indonesia Library