Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Didin Rosadi
Abstrak :
ABSTRAK
Kecamatan Singaparna adalah salah satu kecamatan yang berada di kabupaten
Tasikmalaya dan terkenal sebagai sentra lokasi budidaya ikan Gurami
Galunggung. Aspek keruangan ekonomi dari budidaya kolam ikan Gurami sangat
menarik untuk dikaji karena diharapkan dapat menjadi masukan bagi
pengembangan budidaya kolam ikan Gurami di kecamatan Singaparna ke
depannya. Berdasarkan hasil analisis biaya manfaat, yaitu analisis yang digunakan
untuk menilai kelayakan suatu usaha dengan melihat perbandingan antara
pendapatan dan pengeluaran, budidaya kolam ikan ikan Gurami secara
monokultur di kecamatan Singaparna didominasi oleh pola keruangan ekonomi
usaha budidaya yang tidak efisien. Kolam-kolam tersebut berada pada lokasi yang
memiliki aksessibilitas agak mudah sampai mudah dengan kecenderungan jarak
ke jalan dan jarak ke jalan relatif dekat.
ABSTRACT
Singaparna Subdistrict is one of the districts that are in district Tasikmalaya and
also famous as the center location of Gourami cultivation Galunggung. Economic
spatial aspects of Gourami pond culture is very interesting to study because it is
expected to be input for the development of Gourami pond culture in the district
Singaparna in the future. Based on the results of cost benefit analysis, the analysis
used to assess the feasibility of a business by looking at the ratio between
revenues and expenditures. Cultivation of Gourami fish ponds in monoculture in
Singaparna district is dominated by the cultivation of economic spatial patterns
that not efficient. The ponds are located on a site that has a rather easy
aksessibilitas up easily with the trend of the distance to roads and relatively close
distance to the road.
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S1907
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Septian Ardianto
Abstrak :
Ikan gurami (Osphronemus gouramy Lacepede) merupakan komoditas perikanan budidaya Indonesia yang bernilai tinggi. Mikobakteriosis adalah kasus penyakit umum yang ditemukan pada budidaya ikan gurami. Mikobakteriosis disebabkan oleh bakteri Mycobacterium spp. yang diantaranya adalah Mycobacterium avium subspesies avium. Ikan gurami (Osphronemus gouramy Lacepede) di laboratorium kesehatan ikan Depok diketahui telah terinfeksi Mycobacterium avium subspesies avium. Pada penelitian ini dilakukan infeksi artifisial lebih lanjut untuk mendapatkan data diagnosis mikobakteriosis akibat spesies Mycbacterium avium subspesies avium. Diagnosis yang dilakukan berupa diagnosis fisik, histologi, mikrobiologi, dan biomolekular. Hasil penelitian menunjukkan infeksi artifisial Mycobacterium avium subspesies avium berhasil menunjukan gejala umum mikobakteriosis pada bak perlakuan. Gejala yang berhasil diamati dari 4 jenis diagnosis digunakan sebagai dasar pengujian T dengan hasil uji T pada bak 1 dan bak 2 terdapat perbedaan signifikan dengan kontrol. Sedangkan pada bak 3, dimungkinkan ikan memiliki imunitas lebih kuat sehingga tidak menunjukan gejala. Data uji diagnosis digunakan dalam penanganan wabah penyakit ikan. Diagnosis fisik dan histologi dapat dilakukan untuk pengamatan gejala yang muncul pada ikan, sedangkan diagnosis mikrobiologi dan biomolekuler dapat dilakukan untuk konfirmasi bakteri yang menginfeksi ikan.
......Gourami Fish (Osphronemus gouramy Lacepede) is a high-value Indonesian aquaculture commodity. Mycobacteriosis is a common case of a disease found in the cultivation of gourami. Mycobacteriosis is caused by the bacterium Mycobacterium spp. which among them is Mycobacterium avium subspecies avium. Gourami fish (Osphronemus gouramy Lacepede) in the Depok fish health laboratory are known to have been infected with Mycobacterium avium subspecies avium. In this study, further artificial infections were carried out to obtain data on the diagnosis of mycobacteriosis due to the species Mycbacterium avium subspecies avium. The diagnosis carried out is in the form of physical, histological, microbiological, and biomolecular diagnoses. The results showed that the artificial infection of Mycobacterium avium subspecies avium succeeded in showing common symptoms of mycobacteriosis in the treatment bath. The symptoms that were successfully observed from 4 types of diagnosis were used as the basis for T testing with the results of the T test in tub 1 and tub 2 there were significant differences with controls. While in tub 3, it is possible for fish to have stronger immunity so that they do not show symptoms. Diagnosis test data are used in the management of fish disease outbreaks. Physical and histological diagnosis can be carried out for the observation of symptoms that appear in fish, while microbiological and biomolecular diagnoses can be carried out for confirmation of bacteria that infect fish.
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library