Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query
Belcher, Finley E.
Homewood: Illinois Richard D. Irwin , 1983
657.3 BEL b
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Ainun Na`im
Yogyakarta: BPFE, 1989
657.3 AIN a
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Halida Ramadhani
"Laporan magang ini membahas mengenai audit proses atas laporan keuangan konsolidasi PT K yang dilakukan oleh KAP ABC. Penyusunan laporan keuangan konsolidasi PT K dilakukan oleh KAP ABC dengan teknik reperformance karena PT K tidak membuat laporan keuangan konsolidasi internal. Teknik tersebut memungkinkan auditor untuk menyusun laporan keuangan konsolidasi berdasarkan hasil audit atas laporan keuangan induk dan anak perusahaan. Audit pada anak perusahaan dilakukan oleh KAP lain sehingga KAP ABC sebagai auditor grup perusahaan harus melakukan pengendalian atas kinerja auditor anak perusahaan sesuai ketentuan dalam International Standard on Auditing (ISA) 600 mengenai audit grup perusahaan.
This internship report discusses about the audit process on consolidated financial statement done by KAP ABC. Consolidated financial statement prepared by KAP ABC with reperformance technique because PT K doesn?t make any internal consolidated financial statement. The technique make possible for auditor to prepare the consolidated financial statement based on audit result in parent and subsidiaries financial statement. Audit in subsidiary done by other KAP, thus KAP ABC as group auditor have to do controls on subsidiary auditor?s performance as comply in International Standard on Auditing (ISA) 600 about audit of group."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Margaret
"This study aims to examine investors’ perception toward changes in noncontrolling interest disclosure before and after the effective date of PSAK 4 (Amendment 2009). Sample of this study consists of 213-listed company in Indonesia Stock Exchange (IDX) from various industry sectors with six years observation. PSAK 4 (1994) regulated that noncontrolling interests should be reported as mezzanine items, meanwhile PSAK 4 (Amendment 2009) regulated that noncontrolling
interests should be reported as equity in consolidated statement of financial position. The result shows that change in disclosure location of noncontrolling interest does not change investors’ perception. This result gives consideration to Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) about the impact of changes in disclosure location to investors’ perception.
Penelitian ini bertujuan menguji bagaimana persepsi investor terhadap perubahan penyajian kepentingan nonpengendali sebelum dan sesudah PSAK 4 (Revisi 2009) berlaku efektif. Sampel penelitian merupakan perusahaan emiten dari berbagai sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berjumlah 213 perusahaan dengan enam tahun observasi. PSAK 4 (1994) mengatur bahwa kepentingan nonpengendali disajikan di antara liabilitas dan ekuitas, sedangkan
PSAK 4 (Revisi 2009) mengatur bahwa kepentingan nonpengendali disajikan sebagai ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan posisi penyajian kepentingan nonpengendali tidak mengubah persepsi investor. Hasil ini dapat menjadi pertimbangan bagi Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) terkait dampak perubahan penyajian laporan keuangan terhadap persepsi investor."
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2015
S60904
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Ng, Eng Juan
Singapore : Talisman , 2001
657.3 NGE c
Buku Teks Universitas Indonesia Library