Ditemukan 1 dokumen yang sesuai dengan query
Mujahid Najib Robbani
"Sebagai negara agraris, perkembangan pertanian di Indonesia semakin maju. Dampak buruk dari kemajuan pertanian ini adalah terjadi degradasi lahan. Salah satu penyebab degradasi lahan adalah pemakaian pupuk yang berlebih pada lahan. Metode geofisika dapat digunakan dalam bidang lingkungan dan pertanian. Penelitian ini menggunakan metode tahanan jenis (resistivitas) untuk memonitoring perubahan nilai tahanan jenis akibat pemberian pupuk jenis NPK, Urea, ZA, ZK ke dalam tanah. Penelitian ini menggunakan konfigurasi wenner dengan panjang lintasan 3 meter, menggunakan 16 elektroda dengan jarak antar elektroda 20 cm Penelitian ini menggunakan lahan pertanian di daerah Magetan, Jawa Timur dengan ukuran 4.5 m x 8.5 m, lahan tersebut dibagi menjadi 4 area / blok kemudian masing-masing area akan diberikan 4 jenis pupuk yang berbeda. Keempat jenis pupuk dilarutkan dalam air dengan perbandingan 1 gr pupuk : 10 ml air. Pengukuran resistivitas dilakukan 5 kali yaitu sebelum pemberian pupuk serta 3 hari, 5 hari, 7 hari, dan 10 hari setelah pemberian pupuk. Pengukuran resistivitas ini menggunakan alat geolistrik sederhana dengan menggunakan 2 buah multimeter arus / tegangan dan sumber tegangan berasal dari aki 12 V. Hasil pengolahan data resistivitas dalam penampang 2 dimensi menunjukkan dalam rentang waktu 10 hari nilai resistivitas tanah mengalami penurunan.
As an agricultural country, the development of agriculture in Indonesia is getting better. One of the negatives effects of this progress is land degradation. One of the causes of land degradation is the excessive use of fertilizers on the land. Geophysical methods can be used in the environmental and agricultural sector. The research used the resistivity method to monitoring changes in resistivity value due to the application of fertilizers (NPK, Urea, ZA, ZK) in the soil. This study uses a Wenner configuration with 3 meters lines, using 16 electrodes with a distance between electrodes is 20 cm. This study uses agricultural land in the Magetan, East Java with a size of 4.5 m x 8.5 m, the land is divided into 4 areas/block then each area will be given 4 different types of fertilizers. The four types of fertilizers are dissolved in water with a ratio of 1 gram of fertilizer: 10 ml of water. Resistivity measurements were carried out 5 times there are: before fertilizer and 3,5,7,10 days after fertilizer application. This resistivity measurement uses a simple resistivity meter using 2 multimeters for current and voltage. The voltage source from a 12 V battery. The results of processing resistivity data in a 2-dimensional cross-section show that in 10 days the soil resistivity value has decreased."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library