Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Widya Armania Putri
"ABSTRAK
Perdebatan euthanasia belakangan menjadi pembahasan yang sukar karena banyak berbenturan dengan konsep
sosial yang ada di lingkungan masyarakat saat ini. Objek dari penelitian ini adalah euthanasia pasif dengan
berlandaskan konsep kematian dimana kematian bukanlah suatu hal yang ditakutkan melainkan kematian
merupakan gambaran dari kebebasan. Penelitian ini juga membahas mengenai euthanasia pasif melalu pendekatan
filosofis etika terapan yang menjadi titik berangkat peneliti, dimana euthanasia dapat dibenarkan berdasarkan alasan
kehendak kebebasannya diri. Penelitian ini menjadi relevan karena merepresentasikan bagaimana seharusnya
manusia bertindak dan bagaimana euthanasia dapat dijustifikasi etis sebegai tindakan yang bermoral. Tujuan
penelitian ini adalah menjelaskan kebebasan diri seseorang yang sudah tidak memiliki kehendak untuk melakukan
sesuatu dalam fenomena euthanasia pasif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa dalam kasus euthanasia
pasif, keluarga memiliki kehendak atas diri seorang pasien euthanasia pasif karena memiliki beban moral atasnya.
Keputusan moral keluarga dapat memengaruhi bagaimana pasien bisa bebas dari penderitaan, sedangkan euthanasia
berhadapan dengan prinsip dasar manusia yaitu mengenai sesuatu yang dianggap benar dan bermoral. Karena
bahwasanya seorang manusia memiliki tanggung jawab moral atas segala hal yang dilakukan dan memiliki
pertimbangan etis. Maka tindakan euthanasia bisa dibenarkan berdasarkan justifikasi etis.

ABSTRACT
The debate over euthanasia has recently become a difficult discussion because there are many conflicts with the
social concepts that exist in todays society. The object of this study is passive euthanasia based on the concept of
death where death is not something to be feared but death is a picture of freedom. This study also discusses passive euthanasia through a philosophical approach to applied ethics which is the starting point of researchers, where
euthanasia can be justified based on the reasons for their own freedom. This research becomes relevant because it
represents how humans should act and how euthanasia can be justified ethically as moral action. The purpose of this
study is to explain the freedom of a person who does not have the will to do something in the phenomenon of
passive euthanasia. Based on the results of the study concluded that in the case of passive euthanasia, the family has
a will for a passive euthanasia patient because of his moral burden. Family moral decisions can influence how
patients can be free from suffering, while euthanasia is dealing with basic human principles, namely something that
is considered right and moral. Because that a human being has moral responsibility for everything that is done and
has ethical considerations. So the act of euthanasia can be justified based on ethical justification."
2019
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
"Skripsi ini membahas perbandingan antara Death with Dignity Act di Oregon, Amerika Serikat dengan peraturan euthanasia di Indonesia. Dengan metode penelitian yurudis normatif. Death with Dignity Act adalah peraturan di Oregon yang memperbolehkan pasien dengan penyakit mematikan dapat meminta untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Peraturan di Indonesia melarang euthanasia dalam bentuk apapun akan dibandingkan dengan Death with Dignity Act sendiri dengan menggunakan kasus Agian dan Brittany Maynard. Dengan demikian dapat dilihat bahwa peraturan mengenai euthanasia memiliki beberapa persamaan dan juga perbedaan dari berbagai segi. Hasil penelitian menyarankan bahwa pemerintah perlu melakukan sosialisasi ke masyarakat agar lebih memahami bahwa tindakan yang mengakhiri nyawa seseorang termasuk didalamnya penghentian tindakan medis yang tidak sesuai definisi mati dapat dikenakan pidana.
The focus of this study is to compare Death with Dignity Act in Iregon, United States, with euthanasia regulations in Indonesia. By using the juridical normative research method. Death with Dignity Act is a regulation in Oregon which allows patient with terminal disease to request for their life to be ended. Indonesia?s regulations that forbid euthanasia in all kinds of form will be compared with Dignity Act by analyzing the case of Agian and Brittany Maynard. Thus, it can be seen that both regulations have similarities and also differences. The results of the study suggested that the government needs to socialize to the community to better understand that the end lives someone which included the termination of medical procedures not conforming definition dead could be criminal."
Universitas Indonesia, 2016
S62171
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library