Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query
Iskandar
"Penelitian mengenai etika kerja yang terkandung dalam Kamigata choonin doo (jalan hidup pedagang Kamigata) dan aspek perilaku ekonomi mereka pada jaman Edo (1604-1868) melalui penelitian kepustakaan. Tujuannya ialah untuk mengetahui hubungannya terhadap kekuatan dan keberhasilan pedagang Kamigata dalam bidang ekonomi sehingga dapat menahan pengaruh kekuatan politik bushi penguasa serta faktor-faktor penyebabnya. Pengumpulan data dilakukan melalui terutama pengambilan ungkapan ajaran dan pemikiran Ishida Baigan (1685-1744) dan ajaran nasehat serta ungkapan dari sastrawan Ihara Saikaku (1642-1693). Kedua tokoh Kamigata choonin ini sangat terkenal dan ungkapannya merupakan ekspressi jalan hidup pedagang Kamigata pada umumnya. Selain itu pula pemikir-pemikir lain dari wilayah Kamigata. Ungkapan-ungkapan mereka didapat dari buku-buku yang ditulis terutama oleh Watsuji Tetsuro dan Harada Tomohiko Berta beberapa buku pendukung lainnya. Dasar teoritis yang dipakai adalah memakai konsep etika kerja dari Watsuji Tetsuro dan Yuasa Yasuo yang keduanya mempunyai pemikiran searah. Sedangkan penguraiannya bersifat deskriptif dengan hanya menganalisa dan menafsirkan ungkapan yang ada untuk menangkap wujud Kamigata choonin doo dan etika kerja yang terkandung di dalamnya. Hasilnya menunjukkan bahwa di dalam Kamigata choonin doo terkandung etika kerja shoojiki (jujur), kenyaku (hemat), dan saikaku (pandai atau cakap) yang menyertai pula dalam aspek perilaku ekonomi mereka sehari-hari. Faktor-faktor inilah yang menjadi penyebab utama kekuatan dan keberhasilan mereka."
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1988
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Dürckheim, Karlfried, Graf, 1896-1988
London: George Allen & Unwin, 1962.
294.392 7 DUR h
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Muhammad Rizky Afif
"Semangat Bushidō telah menjadi etika nasional dan prinsip hidup yang dianut oleh orang Jepang. Bushidō, secara harfiah berarti jalan ksatria atau jalan samurai. Menurut Inazo Nitobe, terdapat tujuh nilai yang harus dipegang teguh oleh para samurai. Nilai tersebut adalah Gi「義」- Keadilan, Yuu「勇」- Keberanian , Jin「仁」- Kebajikan, Rei「礼」- Rasa Hormat/Kesopanan, Makoto「誠」- kesungguh-sungguhan, Meiyo「名誉」- Kehormatan, dan Chuugi「忠義」- Kesetiaan. Nilai-nilai tersebut disebarluaskan, salah satunya melalui drama televisi. Drama televisi, merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk menyampaikan, mempertahankan, serta menyebarluaskan nilai-nilai tersebut. Dragon Zakura, merupakan salah satu drama televisi yang memuat nilai-nilai Bushidō. Nilai kekesatriaan, kesetiaan, kehormatan, dan keberanian dalam Bushidō, merupakan etika yang senantiasa dilestarikan dalam kehidupan masyarakat Jepang. Bushidō telah menjadi landasan hidup bagi masyarakat Jepang yang fenomenal.
Spirit of Bushidō arleady become the natonal ethics and life principle which honour by Japanese people. Bushidō means literally knight ways or samurai ways ? the ways which fighting nobles. In a word, the ?Precepts of Knighthood,? the noblesse oblige of the warrior class. Inazo Nitobe?s book consists of an examination of seven virtues or principles that have been handed down from the times of the samurai and finally codified. The seven principles are Gi「義」- rectitude or justice, Yuu「勇」- courage, Jin「仁」- benevolence, , Rei「礼」- politeness, Makoto「誠」- earnestly, Meiyo「名誉」- honor, and Chuugi「忠義」- loyalty. Televison Drama is the media which could be use to convey, to maintain, and to spread the spirit of Bushidō. Dragon Zakura, is one of drama which have spirit of Bushidō. The values of chivalry, loyalty, honor, and courage in Bushidō, are the ethics that needs to preserved by all the people of Japan. Bushidō has become a phenomenon that became the foundation of life for the people of Japan."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja Universitas Indonesia Library
Lini Fefani
"Skripsi ini membahas nilai-nilai humanisme pemikiran Matsushita Konosuke yang berkaitan dengan etika bisnis sebagai budaya perusahaan yang diterapkan dalam manajemen perusahaan Jepang, dengan menjelaskan latar belakang kehidupan Matsushita Konosuke, kesuksesannya menjalankan perusahaan, serta menguraikan dan menganalisa pemikiran Matsushita Konosuke yang berkaitan dengan etika bisnis. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan sifat penulisan deskriptif analisis. Hasil penilitian menemukan bahwa dalam pemikiran-pemikiran Matsushita Konosuke yang berkaitan dengan etika bisnis memang terdapat nilai-nilai kemanusiaan, kekeluargaan, kecerdasan spiritual diri, dan moral yang tinggi yang diterapkan sebagai budaya perusahaan dalam manajemen perusahaannya.
The focus of the research is the humanism values of Matsushita Konosuke's thoughts which related to business ethics as a corporate culture that has been applied on Matsushita Electric by explaining about Matsushita Konosuke's life background, his success in business, and also by analyzing his thoughts which related to business ethics. This research is written based on analyzed-descriptive literature method. The result of this research is a conclusion that Matsushita Konosuke's thoughts which related to business ethics contains humanity values, familiarities, self-spiritual intellegences and high morals that has been applied as a corporate culture in his corporate management."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2009
S13575
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Nareswari Worohapsari
"Skripsi ini membahas mengenai sikap dari masyarakat Jepang dalam mengkonsumsi barang mewah bermerek. Teori mengenai orientasi kelompok yang dianggap dapat mewakili masyarakat Jepang juga turut memberikan dampak terhadap pola pikir konsumen Jepang dalam mengkonsumsi barang mewah bermerek untuk menjaga konformitas. Akan tetapi penolakan dari beberapa ahli mengenai orientasi kelompok dalam masyarakat Jepang juga dapat terlihat dari non-konformitas masyarakat Jepang dalam mengkonsumsi barang mewah bermerek. Keduanya saling
The focus of this study is about Japanese society behavior concerning luxury branded goods consumption. Theory of collectivism that can represent Japanese society also give an impact on Japanese consumer way of thinking concerning luxury branded goods consumption for conformity. But some social scientists refuse about theory of collectivism in Japanese society. We can see non-conformity of Japanese society from their behavior concerning luxury branded goods consumption."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2012
S42066
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Uehiro, Eiji
Boston: Charles E. Tuttle, 1998
170.952 UEH p
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library