Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Siregar, Tua Rohot
"Prakiraan laju erosi permukaan dengan mengg-u-nakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation) adalah rrerupakan hasil perkalian dari variabelvariabel erosi yaitu indeks erosivitas hujan, indeks erodibilitas tanah, indeks panjang dan lemiringan lereng, indeks pengelolaan tanaman serta indeks pengelolaan dan konservasi lahan. Penentuan indeks-indeks USLE membutuhkan parameter sebaran spasial morphologi, topgrafi, jenis penutup tanah dan data pengelolaan tanaman serta konservasi tanah dirnana data-data tersebut diolah dari peta-pets tematik tercetak. Pembuatan peta tematik membutuhkan waktu yang relatif lama, apalagi untuk suatu cakupan daerah aliran sungai yang luas.
Karena sulitnya penentuan indeks-indeks metode USLE, maka dicari suatu alterneif yaitu dengan memanfaatkan indeks-indeks morphometry. Indeks morphometry adalah suatu besaran geometris yang menggambarkan karakteristik morphologi dan topografi suatu daerah aliran sungai sedangkan indeks-indeks USLE adalab merupakan besaran morphologi, topografi dan jenis penutup tanah dengan demikian indeks-indeks morphometri berpotensi untuk dapat me.-iggantikan indeks-indeks USLE.
Untuk menentukan indeks morphometry yang potensial untuk menggantikan indeks USLE adalah dengan membuat grafik hubungan dan dinilai sejauh mana hubungannya berdasarkan bentuk grafik yang ter adi, yaitu ; grafik berbentuk garis lures dengan suatu kemiringan dinilai "terlihat jelas sekali", grafik berbentuk garis ekponensial dinilai "terlihat jelas", grafik berbentuk garis hiperbola dinilai "terlihat cukup jelas" dan grafik berbentuk garis tegak lurus terhadap sumbu X atau sumbu Y dinilai "tidak ada hubungan". Dari hasil penilaian tersebut dicari indeks morphometry yang mempunyai hubungan dengan indeks USLE dimana dalam menentukan indeks morphometry tersebut tidak terlalu sulit."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2001
S35647
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jefri Ferliande
"Ekosistem DAS terdiri atas komponen bio-fisik yang dapat terganggu akibat erosi. Prediksi erosi tanah dalam penelitian dilakukan di pertanian tanah kering DA Ci Kapundung menggunakan model USLE. Parameter yang digunakan antara lain erosivitas (R), erodibilitas (K), panjang lereng (LS) dan pengelolaan jenis tanaman (C) dan teknik konservasi (P). Dalam penelitian ini, pengelolaan jenis tanaman (C) dan teknik konservasi (P) diinformasikan secara spesifik melalui pengolahan citra quickbird dan survey lapang berbasis raster. Hasil penelitian menunjukkan erosi sangat berat terjadi di bagian hulu dengan pola mengelompok dan di bagian tengah dengan pola memanjang. Sementara erosi ringan ataupun normal umumnya tersebar di bagian hulu DAS.

Due to erosion, watershed ecosystem that consists of bio-physical components can be disrupted. Soil erosion prediction in this research conducted on dryland agricultural in Ci Kapundung watershed using USLE (Universal Soil Loss Estimate) model. The parameters used include erosivity (R), erodibility (K), slope length (LS), crop management (C) and conservation techniques (P). In this research, crop management (C) and conservation techniques (P) are informed specificly based on raster using quickbird?s image which verified with field survey. Based on the research known to occur very severe erosion. Its spread quite widely on the upper watershed with clumped patterns and in the middle with elongated pattern. Meanwhile, normal or mild erosion generally spread on the upper watershed."
2011
S613
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Fathur Rozik
"Erosi tanah merupakan salah satu bentuk degradasi lahan yang berdampak signifikan terhadap kestabilan lingkungan dan produktivitas lahan. Wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Kalicilet, yang meliputi Kabupaten Indramayu, Majalengka, dan Sumedang, menjadi area yang rentan terhadap erosi akibat tekanan geomorfik dan antropogenik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kawasan rawan erosi tanah dengan pendekatan sistem informasi geografis (SIG) dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Sebanyak 11 parameter digunakan dalam analisis, yaitu elevasi, kemiringan lereng, bentuk lereng, Topographic Wetness Index (TWI), litologi, jarak ke sungai, curah hujan, NDVI, kerapatan kelurusan, tutupan lahan, dan jenis tanah.
Pembobotan parameter dilakukan melalui AHP berdasarkan hasil perhitungan konsistensi matriks, dengan nilai Consistency Ratio (CR) sebesar 0,09063 yang menunjukkan konsisten karena memiliki nilai < 0,1. Parameter kemiringan lereng (20,50%) dan elevasi (18,01%) menunjukkan kontribusi paling besar terhadap kerawanan erosi. Pemetaan akhir menghasilkan empat kelas kerawanan, dengan dominasi luasan kelas rendah sebesar 39,31% dan kelas tinggi sebesar 30,74%. Validasi model menggunakan Receiver Operating Characteristic (ROC) menghasilkan nilai Area Under Curve (AUC) sebesar 81,04%, yang mengindikasikan akurasi model sangat baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengelolaan dan perencanaan konservasi lahan berkelanjutan di wilayah DAS Kalicilet.

Soil erosion is one of the forms of land degradation that significantly affects environmental stability and land productivity. The Kalicilet watershed area, which includes the regencies of Indramayu, Majalengka, and Sumedang, is highly vulnerable to erosion due to intense geomorphic and anthropogenic pressures. This study aims to identify areas susceptible to soil erosion using a Geographic Information System (GIS)-based approach combined with the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. A total of 11 parameters were used in the analysis, including elevation, slope, slope shape, Topographic Wetness Index (TWI), lithology, distance to rivers, rainfall, NDVI, lineament density, land cover, and soil type.
Parameter weighting was conducted through AHP based on matrix consistency calculations, yielding a Consistency Ratio (CR) value of 0.09063, which indicates consistency because the value is < 0,1. The parameters of slope (20.50%) and elevation (18.01%) contributed the most to erosion susceptibility. The final mapping classified the area into four levels of susceptibility, with the low-susceptibility class dominating 39.31% of the area, followed by the high-susceptibility class at 30.74%. Model validation using the Receiver Operating Characteristic (ROC) method produced an Area Under Curve (AUC) value of 81.04%, indicating excellent model accuracy. The results of this study are expected to serve as a basis for sustainable land management and conservation planning in the Kalicilet watershed area
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library