Ditemukan 19 dokumen yang sesuai dengan query
Ravindranath, B.
New Delhi: Wiley Eastern Limited, 1983
621.317 3 RAV p (1)
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Firman Sadikin
"Proteksi adalah pengaman pada sistem tenaga listrik yang terpasang pada sistem distribusi tenaga listrik, trafo tenaga, transmisi tenaga listrik dan generator listrik dipergunakan untuk mengamankan sistem tenaga listrik dari gangguan listrik atau beban lebih dengan cara memisahkan bagian sistem tenaga listrik yang terganggu dengan sistem tenaga listrik yang tidak terganggu sehingga sistem kelistrikan yang tidak terganggu dapat terus bekerja. Kegagalan sistem proteksi pada gardu KG02 dan KG180 di PT PLN (Persero) UP3 Tanjung Priok saat terjadi arus gangguan hubung singkat phasa-phasa disisi konsumen mengakibatkan PMT (Pemutus Tenaga) Penyulang trip. Hal ini mengakibatkan pemadaman meluas yang berdampak buruknya citra PT PLN (Persero) UP3 Tanjung Priok terhadap kehandalan jaringan. Untuk mengetahui penyebab kegagalan sistem proteksi dilakukan pengecekan CT (Current Transformer) terhadap kedua gardu. Pada gardu KG02 kontrak daya 345 kVA, CT yang terpasang dengan ratio 10/5 dan class 5P10 dengan arus gangguan 2861 A. Pada gardu KG180, CT yang terpasang dengan ratio 100/5 dangan class 5P10 dengan arus gangguan 6547 A. Dari hasil data kedua gardu diatas, kegagalan sistem proteksi terjadi pada Transformator Arus yang jenuh saat dialiri arus gangguan melebihi 2861 A dan 6547 A. Untuk mengatasi kegagalan proteksi pada kedua gardu diatas dibutuhkan penambahan CT Ring 800/5 dengan class 5P20 dengan hasil pengujian tersebut dapat menjadi acuan untuk perbaikan sistem proteksi sehingga kegagalan serupa tidak terulang kembali.
Protection is a safeguard in the electric power system installed in the electric power distribution system, power transformers, electric power transmission, and electric generators used to protect the electric power system from electrical disturbances or overloads by separating the disturbed part of the electric power system from the existing electric power system. Not disturbed so that the uninterruptedelectrical system can continue to work. Failure of the protection system at the KG02 and KG180 substations at PT PLN (Persero) UP3 Tanjung Priok when short circuit currents occurred on the phases on the consumer side resulted in the PMT (Power Breaker) of the feeder tripping. This resulted in widespread outages which had a negative impact on the image of PT PLN (Persero) UP3 Tanjung Priok regarding network reliability. To find out the cause of the protection system failure, CT (Current Transformer) checks were carried out on the two substations. At the KG02 substation, the 345 kVA, CT power contract is installed with a ratio of 10/5 and class 5P10 with a fault current of 2861 A. At the KG180 substation, the CT is installed with a ratio of 100/5 with class 5P10 with a fault current of 6547 A. From the results of the data from the two substations above, the protection system failure occurred in the current transformer which was saturated when a fault current exceeded 2861 A and 6547 A. To overcome protection failures at the two substations above, it is necessary to add a CT Ring 800/5 with class 5P20, with the test results being a reference for improving the protection system so that similar failures do not happen again."
Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Rao, Sunil S.
New Delhi: Khanna, 1978
621.314 RAO s
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
England: Institution of Electrical Engineers, 1995
621.317 POW
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Rajagukguk, Ichsan Benhard
"Gardu Induk Sarulla adalah gardu induk yang dioperasikan oleh PT.PLN Persero yang baru beroperasi sejak awal tahun 2018. Semenjak beroperasi GI Sarulla telah cukup banyak mengalami gangguan, sedikitnya dalam kurun waktu satu tahun terakhir telah terjadi 28 gangguan temporer atau permanen. Oleh karena itu, dirasakan perlu untuk melakukan peninjauan ulang atas setting relay untuk menjamin keamanan peralatan pada gardu induk dan meningkatkan keandalan sistem. Analisis diawali dengan menghitung arus hubung singkat pada titik lokasi gangguan yang sudah ditentukan, kemudian dilakukan perhitungan untuk mencari waktu operasional relay ketika terjadi gangguan hubung singkat pada titik lokasi gangguan. Hasil analisis perhitungan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan setting hasil perhitungan dan existing berturut-turut sebesar : 38% pada OCR penyulang; 7% pada GFR penyulang; 11% pada OCR incoming, dan 6% pada GFR incoming. Jika dibandingkan dengan standar pengujian karakteristik kubikel tegangan menengah yang ditetapkan oleh pihak PLN pusat, perbedaan-perbedaan ini melampaui batas error maksimum sebesar 5%. Ditinjau dari hasil analisis kurva TCC dengan perangkat lunak ETAP 12.6.0 ditunjukkan bahwa, koordinasi dari relay OCR dan GFR perhitungan sudah baik, tidak ada kurva yang berpotongan dan grading time antar relay sudah memenuhi standar IEC 60255. Untuk analisis kurva TCC untuk kondisi existing diperoleh waktu operasi relay OCR penyulang dan incoming berturut-turut adalah 0,499 detik dan 0,852 detik, nilai ini tidak memenuhi standar Inverse Definite Minimum Time (IDMT). Di samping itu ditunjukkan pula relay yang tidak beroperasi pada gangguan 3 fasa, relay tidak beroperasi pada jarak >60% sedangkan pada gangguan 2 fasa, relay tidak beroperasi pada jarak >40% dari gardu induk. Berdasarkan hal tersebut disarankan agar pihak PLN GI Sarulla melakukan peninjauan ulang atas setting relay OCR dan GFR serta membangun gardu segmen pada lokasi 26,225 km dari gardu induk.
Sarulla Substation is a substation operated by PT. PLN Persero has only been operating since the beginning of 2018. Since operating the Sarulla GI has experienced quite a several disturbances, at least in the last year there have been 28 temporary or permanent disturbances. Therefore, it is deemed necessary to review the relay settings to ensure the safety of equipment at the substation and improve system reliability. The analysis begins by calculating the short-circuit current at a predetermined fault location point, then calculations are carried out to find the operational time relay when a short-circuit fault occurs at the fault location point. The results of the calculation analysis show that there are differences in settings between the calculation results and existing, respectively: 38% in the OCR of the feeder; 7% on feeder GFR; 11% on OCR incoming, and 6% on GFR incoming. When compared with the standard for testing the characteristics of medium voltage cubicles set by the central PLN, these differences exceed the limit error maximum of 5%. Judging from the results of the TCC curve analysis software ETAP 12.6.0 indicated that, the coordination of the relay OCR and GFR calculation is good, no curves intersect, and grading time between relay already meet the standards of IEC 60255. For an analysis of TCC curves for existing obtained the operating time of the relays feeder and OCR incoming are 0.499 seconds and 0.852 seconds, respectively, this value does not meet the Inverse Definite Minimum Time (IDMT) standard. In addition, it is also shown that the relay does not operate at a 3-phase fault, the relay does not operate at a distance of >60% while in a 2-phase fault, the relay does not operate at a distance of >40% from the substation. Based on this, it is recommended that PLN GI Sarulla conduct a review of the relay settings OCR and GFR and build a segment substation at a location 26,225 km from the main substation."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
New York: IEEE Press, 1980
621.317 PRO
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Ravindranath, B.
New Delhi: John Wiley Eastern, 1977
621.317 3 RAV p
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Gers, Juan M.
"A properly co-ordinated protection system is vital to ensure that an electricity distribution network can operate within preset requirements for safety for individual items of equipment, staff and public, and the network overall. Suitable and reliable equipment should be installed on all circuits and electrical equipment and to do this, protective relays are used to initiate the isolation of faulted sections of a network in order to maintain supplies elsewhere on the system. This then leads to an improved electricity service with better continuity and quality of supply.
Written by two practising electrical engineers, this second edition of the best selling Protection of Electricity Distribution Networks (IEE, 1998) offers both practical and theoretical coverage of the technologies, from the classical electromechanical relays to the new numerical types which protect equipment on networks and in electrical plant."
London: Institution of Engineering and Technology, 2005
e20452555
eBooks Universitas Indonesia Library
Pansini, Anthony J.
"Lilburn: Fairmont Press, 1994
621.319 PAN h
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Davies, T.
New York : Pergamon Press, 1984
621.319 24 DAV p
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library