Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 40 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Lucas, Ann F.
San Francisco: Jossey-Bass Publishers , 2000
378.111 LUC l
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Dominika Arthalia Ayunda Putri
"The aim of this research is to find the relationship between the attitude toward
education inclusive and teacher teaching strategy, as well as comparison of
attitudes toward inclusive education and teaching strategies in the inclusive
private and public middle school teacher. The sample in this study as many as 59
respondents with non probability sampling. This research using measuring
instrument MATIES VI and BCSQ VI. The results of this research did not find
differences in attitude in the inclusive public and private Junior High School
teacher, as well as teaching strategies in the inclusive private and public junior
high school teacher. The research also not find the existence of a significant
relationship between attitudes towards inclusive education with teaching strategies
in Inclusive Private middle school teacher. However, in the inclusive middle
school teachers found some related components on attitudes towards inclusive
education with teaching strategies. Suggestions that given for further research are
expanding the number of respondents and the school, considering the time of data
collection, include a method of observation and interviews, and reexamine the
validity of the measuring instrument.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mencari adanya hubungan antara sikap terhadap pendidikan inklusif dan strategi pengajaran guru, serta perbandingan sikap terhadap pendidikan inklusif dan strategi pengajaran pada guru SMP Swasta dan Negeri Inklusif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 59 responden dengan teknik non probability sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur MATIES VI dan BCSQ VI sebagai instrumennya. Hasil penelitian tidak menemukan adanya perbedaan sikap pada guru SMP Negeri dan Swasta Inklusif serta strategi pengajaran pada guru SMP Swasta dan Negeri Inklusif. Penelitian ini juga tidak menemukan adanya hubungan yang signifikan antara sikap terhadap pendidikan inklusif dengan strategi pengajaran pada guru SMP Swasta Inklusif. Pada guru SMP Negeri Inklusif ditemukan beberapa komponen yang berhubungan pada sikap terhadap pendidikan inklusif dengan strategi pengajaran. Saran yang diberikan untuk penelitian selanjutnya antara lain memperbanyak jumlah responden dan sekolah, mempertimbangkan waktu pengambilan data, menyertakan metode observasi dan wawancara, dan menguji ulang validitas alat ukur."
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2014
S59279
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Guo, Wei-fan
Taibei shi: Tian Xia Wen Hua, 1996
SIN 153.42 GUO a
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Janiscus Pieter
"Studi ini menetengahkan transformasi pembangunan persekolahan di Kabupaten Timor Tengah Selatan melalui penguatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK/ICT). Disadari bahwa pembangunan persekolahan di kabupaten tersebut masih jauh tertinggal. Oleh karena itu, ICT dianggap sebagai media zaman untuk membantu mengakselerasi transformasi pembangunan persekoloahan di daerah ini. Dalam core teori transformasi pendidikan pada model pembelajaran di abad 21 melalui kontribusi teknologi dan mempertimbangkan situasi problematika sosial, maka penulis menggunakan Soft System Methodology (SSM) sebagai penuntun bagi masalah problematik tersebut.
Penulis mengembangkan penelitian di Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan melibatkan sembilan (components) sekolah sebagai lokus penelitian. Melalui interview/ diskusi secara formal maupun informal dan juga studi literatur, maka penulis menemukan sejumlah situasi problematis tentang pembangunan persekolahan melalui penguatan ICT. Dengan mengadaptasikan teori NIES dalam kerangka kerja model systems thinking yang dikategorikan dalam tiga level yaitu makro (institutional) level yang meliputi sistem aktifitas tentang peraturan daerah tentang pendidikan dan sistem optimasi anggaran pendidikan di daerah bagi pembangunan persekolahan; kemudian meso (organizational) level yang meliputi sistem aktivitas pada manajemen sekolah, kepemimpinan sekolah, dan teknologi pendidikan; serta mikro (individual/operational) level sebagai sentra dari pengembangan ICT sekolah yang meliputi sistem aktifitas kompetensi guru.
Selanjutnya, melalui perbandingan dan debating, maka penulis mengimpulkan bahwa pembangunan persekolahan bagi penguatan ICT di daerah tersebut masih mengalami berbagai kelemahan diantaranya sumberdaya dari makro level sampai pada mikro level. oleh karena itu, direkomendasikan agar dikembangkan koordinasi dan komunikasi antar berbagai pihak bagi perubahan melalui komitmen yang sama dengan terus melakukan proses bottom-up and top-down bagi penguatan ICT berbasis sekolah (school-based ICT) di sekolah berdasarkan kebutuhan pembangunan pendidikan pada pembelajaran di abad 21.

This study perpetuates transformation of schools development in South Central Timor Regency by strengthening Information and Communication Technology (ICT). Schools development of this Regency are still left behind. So, ICT is considered as current media to accelerate and help transforming schools development in the region. The core theory of transformation in education of this 21st century learning model over the contribution of technology and considering this social problematic situation, then, the writer develops Soft System Methodology (SSM) as a guide for solving this problem interest as well.
The writer develops research in educational chamber of South Central Timor Regency included nine selected schools as locus of study. Through formal and informal interview/ discussions and literary study, the writer found kinds of real world problematic situations about schools development to strengthening ICT. Then, by adapting NIES theory in framework model of systems thinking which are categorized into three levels as macro (institutional level) which covers activity system of educational local regulation and optimum budgeting for schools development; Mezzo (organizational) level which covers school management, school leadership, technology in education and the micro (individual/operational) level as the center of ICT development which involves school teachers competences.
Over the comparison and debating, the writer concludes that schools development to strengthening ICT still bears kinds of shortcomings in resources from macro through micro levels. So, the writer suggests to develop coordination and communication among parts for improvement through the same commitment to keep up bottom-up and top-down procession in order to strengthen school-based ICT around schools based on the need of educational development in this 21st century learning."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2013
T35872
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anisah Aninditya Rahmaputri
"Tesis ini bertujuan untuk meningkatkan dukungan sosial yang dirasakan antar siswa SMA. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimental dengan metode pengukuran pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil studi baseline ditemukan bahwa dukungan sosial yang dirasakan oleh siswa dari keempat sumber tinggi, dengan dukungan sosial yang dirasakan dari teman sebaya pada posisi terendah yaitu dengan nilai rata-rata 2.96. Dari hasil studi baseline ini peneliti menetapkan program intervensi untuk meningkatkan dukungan sosial yang dirasakan antar siswa. Program intervensi dirancang dalam bentuk membentuk kelompok dukungan sosial yang kemudian akan melakukan kegiatan dalam kelompok dan kompetisi antar kelompok. Berdasarkan hasil dari intervensi diketahui bahwa program tidak memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan dukungan sosial yang dirasakan oleh siswa.

This thesis aims to improve the social support felt by high school students. The study used the quasi-experimental method with the measurement method pre-test and post-test. Based on the results of the baseline study it was found that social support felt by students from all four sources was high, with perceived social support from peers at the lowest position with an average value of 2.96. From the results of this baseline study the researchers established an intervention program to improve the social support felt by students. Intervention programs are designed in the form of forming social support groups which will then carry out group activities and inter-group competition. Based on the results of the intervention it is known that the program does not have a significant influence in increasing the social support felt by students.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2019
T54086
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Buku ini bertujuan untuk membawa account bersama dari proyek pengembangan sekolah, program dan intervensi yang telah berhasil diseluruh dunia sepanjang dua dekade terakhir"
London: Routledge, 2006
371.2 IMP
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Priestley, K.E.
Hong Kong: The Green Pagoda Press, 1961
370.951 PRI e
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Rifqi Alfian Maulana
"Pendidikan sebagai salah satu bagian penting dalam pembangunan ekonomi telah dicanangkan sebagai tujuan negara Republik Indonesia. Oleh karena itu peningkatan kualitas pendidikan menjadi perhatian pemerintah dari tahun ke tahun. Namun, kebijakan pemerintah yang menetapkan reformasi pendidikan berupa penerapan ujian yang ketat bernama Ujian Nasional (UN) sejak tahun 2005 untuk meningkatkan performa siswa nyatanya telah gagal. Selama tahun 2006-2012 hasil survei PISA menunjukkan kemampuan matematika siswa Indonesia cenderung menurun. Alternatif pilihan pemerintah untuk mereformasi pendidikan Indonesia adalah dengan menerapkan market-type reform. Pendekatan ini mendorong lebih banyak pilihan sekolah negeri dan swasta dan menginsentif sekolah untuk berkompetisi satu sama lain. Dengan menggunakan data cross-section tahun 2015 dari seluruh sekolah menengah atas (SMA) di Provinsi DKI Jakarta, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bukti empiris adanya pengaruh persaingan terhadap output sekolah. Estimasi dilakukan dengan menggunakan estimasi OLS dengan nilai UN menjadi variabel dependen, tingkat persaingan sebagai variabel independen, dan beberapa karakteristik sekolah yang bersangkutan sebagai variabel kontrol. Adapun tingkat persaingan yang digunakan sebagai variabel independen adalah Hirschman-Herfindahl Indeks (HHI), gravity-based school competition index, dan nilai UN sekolah lain dalam satu kecamatan. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa dengan indikator HHI, sekolah yang berada di wilayah (kecamatan) dengan tingkat persaingan tinggi maupun rendah sama-sama tidak mempengaruhi kualitas output sekolah. Namun, indikator gravity-based school competition index dan rata-rata UN sekolah lain (peer effects) memperlihatkan hasil bahwa sekolah terinsentif dengan persaingan sekolah.

Education, as an important part of economic development, has been proclaimed as the goal of the Republic of Indonesia. Therefore, improving the quality of education has become the attention of the government from year to year. However, government policies to reform education by conducting rigorous exam called the National Examination (UN) since 2005 to improve the performance of students, in fact, have failed. During 2006-2012, PISA survey results demonstrate the tendency of mathematical ability of Indonesian student to decrease. An alternative option to reform education in Indonesian is to implement a market-type reform. This approach encourages more choice of public and private schools and gives an incentive for schools to compete with each other. By using cross-section data in 2015 of all senior high schools (SMA) in Jakarta, this study aims to find empirical evidence of the influence of competition on schools' output. The estimation uses OLS with UN scores as the dependent variable, the level of competition as an independent variable, and some characteristics of the schools as control variables. The level of competition used as the independent variable is the Herfindahl-Hirschman Index (HHI), gravity-based school competition index, and the score of another UN school in the district. The HHI indicator shows that neither school in a district with high or low level of competition affects the output quality of the school. Meanwhile, the gravity-based school competition index and other school national examination score (peer effects) results show that schools are encouraged by the competition of schools nearby."
Depok: Universitas Indonesia, 2016
S63876
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ulya Amaliya
"Tulisan ini akan membahas mengenai hibridasi nilai liberal dan nilai komunitarian
dalam penerapan konsep Knowledge Economy Bank Dunia melalui proyek
reformasi pendidikan tinggi di Indonesia. Globalisasi mendukung terciptanya
pemahaman akan kian pentingnya pengetahuan untuk mendukung perekonomian
suatu negara. Melalui konsep Knowledge-Based Economy (KBE), institusi
internasional seperti Bank Dunia menangkap peluang berinvestasi dalam sektor
yang penting dalam produksi ilmu pengetahuan, yakni pendidikan tinggi. Bank
Dunia merancang strategi reformasi pendidikan tinggi untuk kemudian diterapkan
di sejumlah negara berkembang seperti Argentina, Guinea, Romania, Chile,
Tunisia, Vietnam, Yordania, Mozambique, Sri Lanka, Ethiopia, dan Indonesia.
Meski dikatakan sebagai bentuk new economy yang menjanjikan terbukanya
peluang bagi negara-negara miskin dan berkembang untuk mencapai kemajuan
melalui produksi pengetahuan, KBE tak ubahnya sebagai bentuk baru kapitalisme
ekonomi di abad 21. Strategi reformasi pendidikan tinggi merupakan bentuk
neoliberalisme ekonomi yang mendorong pemerintah untuk melakukan
desentralisasi, privatisasi, dan komersialisasi sektor pendidikan tinggi di negaranya.
Melalui liberalisasi pendidikan tinggi, status pendidikan tinggi sebagai barang
publik berubah menjadi barang ekonomi. Meski di negara yang landasannya
bertentangan dengan nilai liberal, seperti Indonesia, penerapan konsep Knowledge
Economy Bank Dunia tetap menyebabkan terjadinya liberalisasi pendidikan tinggi
dalam batas toleransi tertentu melalui kebijakan yang merupakan hasil kompromi
atas tarikan kepentingan global yang membawa nilai liberal dan kepentingan lokal
yang menganut nilai komunitarian

This paper will discuss about the hybridization of liberal and communitarian value
in the implementation of World Banks Knowledge-Economy concept through
higher education reform projects in Indonesia. Globalization supports the
understanding of the importance of knowledge for the economic growth. By
Knowledge-Based Economy (KBE) concept, the international institutions like the
World Bank catches investment chances in an important sector to produce
knowledge, known as higher education. The World Bank in advance composes
higher education reforms project in several developing countries like Argentina,
Guinea, Romania, Chile, Tunisia, Vietnam, Jordan, Mozambique, Sri Lanka,
Ethiopia, and Indonesia. Although it is said as a New Economy which is promised
to open more chances for poor and developing countries to achieve development by
producing knowledge, KBE even appears as a new face of capitalism in 21st
century. Higher Education Reform Strategy is a form of neoliberalism economics
which makes the government pursue decentralization, privatization and higher
education commercialization in its country. Higher education liberalization makes
the change of the status of higher education from public to economic goods.
Although there are countries that principally not a liberal country, like Indonesia,
World Bank Knowledge Economy concept implementation still succeed to
liberalize higher education sector in that country within certain tolerance limits
through policies that are the result of compromises on the push-pull of the global
interest (that bring liberal values) and local interest (that adhere to communitarian
values)."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2019
T52292
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"This book explores notions of quality as understood within various systems of national, formal, and nonformal education. Also it considers the tensions that arise with the introduction of new standardized notions of quality in relation to international measures and educational reforms in developing countries. In all cases, specific national issues and concerns compete with global agendas. Challenges to quality that are given particular attention in the book chapters include changing definitions of quality, high expectations for education and issues with implementation, and the introduction of English as a means to achieve quality in a globalizing world. Special attention is also given to possible actions that support a more equitable education without ignoring the requisite of quality. The final chapter suggests three models/choices for seeking higher quality and guiding the educational future of nations."
Rotterdam: Sense, 2012
e20399542
eBooks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>