Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Semiarto Aji Purwanto
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2011
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Sofia Amalia
Abstrak :
ABSTRAK
Skripsi ini membahas tingkat kepercayaan guru terhadap Disdik Kota Bandung (studi atas Program BAP) sebagai upaya pengembangan e-learning di Kota Bandung. Sebagai program baru, dibutuhkan kepercayaan masyarakat sebagai dasar kesediaan mendukung. Namun, pada tahap implementasinya Disdik Kota Bandung melakukan tindakan inkonsistensi pelaksanaan tugas sehingga menyebabkan belum tercapainya target program, yaitu konten ajar digital lebih dari 1.000 dan 30.000 pengguna. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan tingkat kepercayaan guru di Kota Bandung Provinsi Jawa Barat terhadap Dinas Pendidikan Kota Bandung (studi atas Program BAP). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan instrumen kuesioner terhadap 100 responden. Tingkat kepercayaan guru diukur berdasarkan 3 dimensi yang dikemukakan Lijeblad, Borrie, dan Watson, yaitu nilai dan norma bersama, kesediaan untuk mendukung, dan penilaian kemampuan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepercayaan guru di Kota Bandung terhadap Disdik Kota Bandung (studi atas Program BAP) sebanyak 62% berada pada kategori tinggi.
ABSTRACT
This thesis discussed about the teacher trust level to Bandung Department of Education related to the implementation of BAP Program as an effort to develop elearning in Bandung City. As a new program, it takes willingness of the public trust as a basis for support. However, at the implementation stage Bandung Education Department did inconsistencies action causing targets has not been achieved, more than 1,000 digital teaching content and 30,000 users. Purpose of this study was to describe teacher trust level to Bandung Department of Education related to the implementation of BAP Program. Research is done in quantitative with questionnaire to 100 respondents. Level of teacher trust measured by 3 dimensional raised Lijeblad, Borrie, dan Watson, namely shared values and norms, willingness to endorse, and perceived efficacy. The result showed that teacher trust level in Bandung, West Java Province to Bandung Department of Education (Program BAP study) 60% at the high category.
2014
S56479
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Moh. Alifuddin
Jakarta: Magnasript Publishing, 2011
371.04 MOH k (1)
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Barizah
Abstrak :
ABSTRAK
Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan salah satu subyek perdagangan yang sangat penting, tidak hanya di era globalisasi, tetapi juga di era regionalisasi. Dalam regional ASEAN, pentingnya perlindungan HKI telah membuat negara-negara anggota menyepakati Kerangka Perjanjian Kerjasama Kekayaan Intelektual tahun 1995, setahun setelah disepakatinya Perjanjian yang terkait dengan Hak Kekayaan Intelektual (TRIPs) yang diprakasai Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Tulisan ini mendiskusikan perkembangan terakhir Kerangka Perjanjian Kerjasama tersebut dalam rangka mengharmonisasikan HKI di wilayah ASEAN yang meliputi, tujuan, prinsip-prinsip dasar, dan beberapa ketentuan penting. Kemudian, tulisan ini menguji apakah perkembangan hukum HKI yang sangat cepat di ASEAN digerakkan oleh Kerangka Perjanjian Kerjasama ini atau karena deadline negara-negara anggota ASEAN untuk menyesuaikan dengan kewajiban-kewajiban yang disepakati dalam Perjanjian TRIPs. Tulisan ini juga menguji apakah kerja sama ekonomi regional dalam Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) - ASEAN dengan negara mintra dagangnya memberikan perhatian khusus pada issue HKI. Dengan mempertimbangkan hukum nasional mengenai HKI di negara-negara anggota ASEAN yang berbeda-beda levelnya, and perkembangannya yang terakhir, dapat disimpulkan bahwa Kerangka Perjanjian Kerjasama HKI ini cukup ambisius. Kelompok kerja yang dibentuk telah sukses mengembangkan draft tentang pengisian formulir aplikasi regional untuk pendaftaran HKI, tetapi perkembangan diperkenalkannya sistem ini masih sangat lambat sekali.
ABSTRAK
Intellectual Property Rights (IPR) is one of the most important subjects of trading, not only in the era of globalism, but also in this era of regionalism. In the regional ASEAN, its significant of IPR protection has made Member Nations introduced ASEAN Framework Agreement on Intellectual Property (IP) Cooperation in 1995, a year after the conclusion of the Trade-related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPs) Agreement of the World Trade Organization (WTO). This paper discusses the current development of this Framework in the light to harmonise Intellectual Property (IP) laws in the region, covering the objectives, the basic principles, and some substantial provisions. Then, it examines whether fast pace of IP laws development in ASEAN have been mainly driven by this Framework Agreement or the countriess deadline to comply with the TRIPs obligations. This paper also examines whether the regional economic cooperation of ASEAN Free Trade Agreement (FTA) with their trading partners pay a specific attention to the issue of IPR. By taking into account the different level of national IPRs laws, and its current development, it can be concluded that the ASEAN framework on IP Cooperation is rather ambitious. The Working Groups succeeded in developing draft on regional filing forms for IP registration, but the progress in the introduction of the system has been very slow.
Depok: University of Indonesia, Faculty of Law, 2017
340 UI-ILR 7:1 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library