Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Insan Laksana Pribadi
"Internet of Things IoT merupakan salah satu teknologi yang sedang berkembang dimana memungkinkan setiap benda seperti alat kesehatan, mesin produksi, mobil, TV, benda lainnya dapat saling terhubung melalui internet. Namun, terdapat beberapa tantangan yang perlu menjadi perhatian semua pihak, salah satunya adalah potensi ancaman terhadap keamanan data dan privasi.Di Indonesia sendiri, sudah ada regulasi yang mengatur keamanan data dan transaksi elektronik. Regulasi tersebut antara lain PP No. 82 Tahun 2012, UU No. 11 Tahun 2008, dan Permen Kominfo No. 4 Tahun 2016. Namun ketiga regulasi tersebut tidak secara spesifik mengatur masalah keamanan data dan privasi pada layanan Internet of Things IoT . Sehingga di perlukan sebuah regulasi yang khusus mengatur masalah keamanan data dan privasi pada layanan IoT.Penelitian ini menggunakan metode Privacy Impact Assessment PIA dan mengambil salah satu domain IoT, yakni Smart Healthcare. Sebagai hasil dari penelitian, di dapat 5 faktor yang perlu di atur dalam regulasi terkait aspek keamanan data dan privasi pada layanan Internet of Things Smart Heathcare , yakni security compliance, device security, secure communication, virtualization security, dan application security. Untuk security compliance, di rekomendasikan untuk menerapkan sertifikasi ISO/TC 215 Health Informatics. Untuk aspek device security, direkomendasikan untuk menerapkan Trusted Computing Base TCB . Untuk aspek secure communication di haruskan menggunakan Virtual Private Network VPN . Untuk aspek virtualization security, di haruskan menerapkan beberapa mitigasi seperti provisioning, hardening, firewall, access control, dan IDPS. Dan untuk aspek application security, di haruskan untuk menerapkan beberapa mitigasi seperti secure programming, static code analysis, automated pentest, dan web application firewall.

Internet of Things IoT is one of the emerging technologies which allow any objects such as medical equipment, production machinery, cars, TVs, and other objects can be interconnected through the Internet. However, there are several challenges that need to be considerate of all parties, one of which is a potential threat to data security and privacy.In Indonesia, there are some existing regulations governing the security of data and electronic transactions. PP No. 82 Tahun 2012, UU No. 11 Tahun 2008, and Permen Kominfo No. 4 Tahun 2016 about Information Security Management System ISMS . However, these three regulations are not specifically control the issue of data security and privacy on the services of Internet of Things IoT . Thus, required a special regulation governing the data security and privacy on services of Internet of Things IoT. This research using Privacy Impact Assessment PIA methods and take one of the IoT domain, Smart Healthcare. As a result, there are 5 factors that need to be set in regulations related aspects of data security and privacy on the Internet of Things services Smart Heathcare security compliance, device security, secure communications, virtualization security, and application security. For security compliance, it 39 s recommended to apply ISO TC 215 Health Informatics. For the aspects of security devices, it is recommended to implement the Trusted Computing Base TCB . For secure communication aspects in required to use a Virtual Private Network VPN . For security aspects of virtualization, in required to apply some mitigation such as provisioning, hardening, firewalls, access control, and IDPS. And for aspects of application security, be required to implement some mitigation such as secure programming, static code analysis, automated pentest, and web application firewall.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
T46908
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhamad Taufik Yusuf
"Teknik yang telah banyak digunakan untuk melindungi suatu pangkalan data adalah penggunaan username dan password. Untuk mengurangi tingkat keberhasilan penyusupan ke dalam pangkalan data, biasanya ditambahkan salt yaitu string yang ditambahkan pada password pada saat login. Pada tingkatan informasi tertentu, perlindungan terhadap pangkalan data tidak cukup hanya dengan menggunakan username, salt dan password saja. Perlu ada mekanisme lain yang dapat menyulitkan penyusup agar tidak mudah masuk ke dalam pangkalan data. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk melakukan perancangan dan implementasi teori sekuriti pada aplikasi pangkalan data berbasis web di jaringan intranet dengan menambahkan modul kontrol akses yang diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih terhadap aplikasi pangkalan data dari penyusup. Pengujian pada sistem menyatakan bahwa modul kontrol akses dapat berjalan baik dengan tingkat keberhasilan mencapai 100%. Delay yang terjadi akibat proses otentikasi yang lebih panjang membuat waktu respon bertambah menjadi 2.14 detik dari sebelumnya 0.004 detik, namun masih dalam batas yang diperkenankan.

The technique has been widely used to protect a data base is the use of username and password. To reduce the success rate of infiltration into the database, namely strings usually added salt is added to the password at login. At a certain level of information, protection of databases is not enough just to use username, salt and password. There should be other mechanisms that would prevent easy entry into the database for an intruder. This writing aims to do the design and implementation of the theory of security in web-based database applications on intranets by adding network access control module that is expected to provide greater protection against database application from intruders. Tests on the system states that the access control module can be run either with a success rate reached 100%. Delay caused by a longer authentication process makes the response time increases about 2.14 seconds from about 0.004 seconds, but still within the permitted limits."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S146
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rachma Maharani Ulfa
"

Internet of things (IoT) seringkali menjadi target serangan Distributed Denial of Service (DDoS) pada perangkat mereka. Ini karena ekosistem IoT menggunakan sistem terpusat untuk mengendalikan dirinya sendiri. Blockchain menggunakan sistem distribusi terdesentralisasi sehingga tidak memerlukan otoritas dari pihak ketiga untuk memberikan kontrol verifikasi dalam mengidentifikasi block transaksi yang ada di dalam node ini.  Penggunaan Blockchain dapat diimplementasikan ke dalam ekosistem IoT dalam mengelola aliran data dan transaksi dan dapat mengelola manajemen akses yang aman dan andal yang mendukung ekosistem tepercaya. Integrasi blockchain pada IoT membutuhkan metode Smart Contract sebagai solusi untuk mendukung konsep keamanan jaringan seperti kerahasiaan, integritas, dan keseterdiaan.


Internet of things (IoT) is often the target of Distributed Denial of Service (DDoS) attacks on their devices. This is because the IoT ecosystem uses a centralized system to control itself. Blockchain uses a decentralized distribution system so that it does not require authority from a third party to provide verification control in identifying transaction blocks that exist within this node. The use of Blockchain can be implemented into the IoT ecosystem in managing data flow and transactions and can manage secure and reliable access management that supports trusted ecosystems. Blockchain integration in IoT requires Smart contract method as a solution to support the concept of network security such as confidentiality, integrity and integrity.

"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library