Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Putri Krishna Kumara Dewi
"Timbunan jaringan lemak pada obesitas menyebabkan inflamasi kronis lokal dan sistemik, memicu stres oksidatif berkepanjangan, menyebabkan senescence dan penyakit degeneratif di berbagai organ. Agen fitofarmaka natural dengan efek antioksidan, antiinflamasi, dan antilipidemik banyak diteliti sebagai modalitas terapi obesitas dan efeknya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efek ekstrak ethanol biji ketumbar (Coriandrum sativum L.) sebagai neuroprotektan, dan efeknya pada keadaan stres oksidatif dan cellular senescence otak tikus obes diinduksi diet tinggi lemak. Sampel otak berasal dari tikus eksperimen yang diinduksi diet tinggi lemak dan diberi 100mg/kgBB/hari ekstrak ketumbar selama 12 minggu. Konsentrasi MDA, total gluthatione (GSH), aktivitas SA-β-Gal, konsentrasi p16INK4a, konsentrasi protein proBDNF, matureBDNF, rasio konsetrasi matur/proBDNF dan ekspresi relatif mRNA BDNF diperiksa untuk mengetahui efek ekstrak biji ketumbar (Coriandrum sativum L.) pada keadaan stres oksidatif, dan cellular senescence otak akibat obesitas, dan efeknya meningkatkan kemampuan neuroprotektif otak. Ekstrak ethanol biji ketumbar menurunkan konsentrasi MDA (p < 0,001), menurunkan aktivitas SA-β-Gal (p ≤ 0,05), dan meningkatkan konsentrasi total GSH (p ≤ 0,05). Ekstrak biji ketumbar 100mg/kgBB/hari tidak menurunkan konsentrasi p16INK4a dan tidak meningkatkan ekspresi mRNA dan protein BDNF. Ekstrak ethanol biji ketumbar (Coriandrum sativum L.) 100mg/kgBB/hari mampu memperbaiki keadaan stress oksidatif dan cellular senescence namun belum mampu menimbulkan efek neuroprotektif pada otak tikus obes

Obesity causes chronic inflammation, prolonged oxidative stress, cellular senescence, and degenerative diseases in various organs. Natural phytochemical agents with antioxidant, anti-inflammatory, and antilipidemic activities are extensively studied as therapeutic modalities for obesity and its various adverse effects. This study explores the ability of coriander seeds (Coriandrum sativum L.) ethanolic extract as a neuroprotectant agent and its effect on oxidative stress and cellular senescence in the brain of high-fat diet-induced obese rats. Brain samples from experimental HFD-induced obese rats were given 100 mg/kgBW/day of coriander extract for 12 weeks. MDA concentration, total glutathione (GSH), SA-β-Gal activity, p16INK4a concentration, the concentration of proBDNF, matureBDNF, mature/proBDNF ratio and relative mRNA expression of BDNF gene were examined to determine the effect of coriander seeds extract on oxidative stress, cellular senescence, and increasing brain’s neuroprotective ability. Coriander seeds ethanolic extract is shown to reduce MDA concentration (p < 0.001), decrease SA-β-Gal activity (p ≤ 0.05), and increase total GSH concentration (p ≤ 0.05). Coriander seed extract at 100 mg/kgBW/day did not decrease p16INK4a concentration or increase BDNF mRNA and protein expression. Daily intake of 100 mg/kgBW Coriandrum sativum seeds ethanolic extract improved the state of oxidative stress and cellular senescence but failed to assert a neuroprotective effect on the brains of obese rats."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Rafly Atthariq
"Latar Belakang Prevalensi obesitas dunia maupun Indonesia terus meningkat. Pada obesitas, terjadi peningkatan sintesis kolesterol hati dan dislipidemia yang berisiko menyebabkan kematian. Ketumbar diduga memiliki efek anti dislipidemia dengan menginhibisi enzim HMG-KoA reduktase. Oleh sebab itu, peneliti ingin meneliti pengaruh ekstrak biji ketumbar pada ekspresi HMG-KoA reduktase dalam sintesis kolesterol hati tikus obesitas. Metode Studi eksperimental melibatkan 29 tikus Wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok: pakan standar, pakan standar yang diberi ekstrak ketumbar, pakan standar yang setelahnya diberi pakan tinggi lemak sekaligus ekstrak ketumbar, pakan tinggi lemak, dan pakan tinggi lemak yang diberi ekstrak ketumbar. Ketumbar diberi dengan dosis 100 mg/kgBB selama 12 minggu. Selajutnya, jaringan hati dinekropsi dan RNA diekstraksi. Kemudian, dilakukan analisis RNA menggunakan quantitative real time reverse transcriptase polymerse chain reaction (qRT-PCR) dan ekspresi relatif HMG-KoA reduktase dihitung dengan metode Livak. Hasil Tidak terdapat peningkatan signifikan (p > 0.05) ekspresi relatif mRNA HMG-KoA reduktase pada hati kelompok kontrol obes dibandingkan kontrol normal. Penurunan tidak signifikan (p > 0.05) dari ekspresi relatif enzim juga terlihat pada kelompok normal yang diberi ekstrak ketumbar (dibanding kontrol normal) maupun obes yang diberi ekstrak ketumbar (dibanding kontrol obes). Kesimpulan Efek ekstrak etanol biji ketumbar dosis 100 mg/kgBB selama 12 minggu tidak memiliki dampak signifikan kuratif maupun preventif) dalam menurunkan sintesis kolesterol de novo hati melalui inhibisi ekspresi mRNA HMG-KoA reduktase pada tikus obesitas pasca pemberian pakan tinggi lemak.

Introduction The global prevalence of obesity, including in Indonesia, continues to increase. In obesity, there is an increase in hepatic cholesterol synthesis and dyslipidemia which carries the risk of causing death. Coriander is thought to have anti-dyslipidemic effects by inhibiting the HMG-CoA reductase enzyme. Therefore, researcher wants to analyze the effect of coriander seed extract on HMG-CoA reductase expression in liver cholesterol synthesis in obese rats. Method 29 Wistar rats are involved in this experimental study and divided into 5 groups: standard feed, standard feed given coriander extract, standard feed which was then changed to a high-fat diet and simultaneously given coriander extract, high-fat feed, and high-fat diet given coriander extract. Coriander was given at a dose of 100 mg/kgBW for 12 weeks. Next, the liver tissue was necropsied and RNA was extracted. RNA analysis was carried out using quantitative real time reverse transcriptase polymerse chain reaction (qRT-PCR). The relative expression of HMG-CoA reductase was calculated by the Livak method. Results There is no significant increase (p > 0.05) in the relative expression of HMG-CoA reductase mRNA in the liver of obese controls compared to normal controls. Non-significant decrease (p > 0.05) in the enzyme relative expression was also observed in the normal group given coriander extract (100 mg/kgBW) when compared to normal controls, as well as in the obese group given coriander extract when compared to obese controls. Conclusion The effect of coriander seed ethanol extract at a dose of 100 mg/kgBW for 12 weeks does not have a significant impact (curative or preventive) to reduce hepatic de novo cholesterol synthesis, particularly through the inhibition of HMG-CoA reductase mRNA expression in obese mice following the consumption of a high-fat diet."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Albertus Marcio Edbert Rompies
"Stres oksidatif yang meningkat pada obesitas mempengaruhi jantung dengan kenaikan terjadinya penyakit jantung setiap tahunnya. Biji ketumbar memiliki antioksidant alami yang dapat mengurangi stress oksidatif. Studi ini bertujuan untuk menilai efek pemberian ekstrak biji ketumbar terhadap stress oksidatif pada jantung tikus yang diinduksi obes. Penelitian ini menggunakan jaringan jantung tersimpan dari tikus Wistar yang telah diinduksi obesitas menggunakan pakan tinggi lemak yang dilakukan selama 12 minggu. Selama 12 minggu pasca induksi diberikan 100 mg/kgBB ekstrak biji ketumbar. Terdapat 5 kelompok tikus yaitu kelompok kontrol normal, kelompok pakan normal + ketumbar, kelompok preventif (pakan tinggi lemak + ketumbar), kelompok kontrol obes, kelompok tikus obes + ketumbar. Aktivitas spesifik katalase jantung diukur menggunakan spektrofotometer. Analisis statistik menggunakan One-way ANOVA apabila diperoleh distribusi data yang normal. Pemberian ekstrak biji ketumbar meningkatkan  aktivitas spesifik katalase secara signifikan pada kelompok tikus dengan pakan  normal dibandingkan dengan kontrol, juga meningkat bermakna pada kelompok preventif dibandingkan dengan kontrol tikus obes. Pada tikus obes yang diberikan ketumbar, aktivitas spesifik katalase meningkat dibandingkan dengan kontrol tikus obes namun tidak bermakna secara statistik. Ekstrak biji ketumbar dapat meningkatkan aktivitas spesifik katalase pada jantung tikus yang diberikan diet normal dan diet tinggi lemak. Dengan demikian ekstrak biji ketumbar berperan dalam mencegah status stres oksidatif pada jantung terutama ketika mengkonsumsi diet tinggi lemak.

Increased oxidative stress in obesity affects the heart with the increase of cardiovascular disease likelihood every year. Coriander seeds (Coriandrum sativum L) have natural antioxidants that can reduce oxidative stress. This research aims to assess the effect of coriander seed extract on oxidative stress in the heart of obesity induced rats. This experiment uses stored heart tissue of Wistar rat that were induced with obesity using high fat diet for 12 weeks. For 12 weeks post induction, the rats are given 100 mg/kgBW of coriander seed extract. There are 5 groups of rats namely normal control group, normal fed + coriander, preventive group (high fat diet + coriander), obese control group, obese rat + coriander group. Catalase specific activity of the heart is measured using spectrophotometer. Statistical analysis using One-way ANOVA is performed if the data distribution is normal. Coriander seed extract significantly increased the catalase specific activity in normal control compared to the control group, also increased significantly in the preventive group compared to the obese control group. In obese rat given coriander, the catalase specific activity is increased compared to the obese control group but is not statistically significant. The coriander seed extract can increase the catalase specific activity in the heart of normal diet and high fat diet rats. Thus, coriander seed extract plays a role in preventing oxidative stress in the heart particularly when consuming a high fat diet.  "
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Octa Handayani
"Pada keadaan obesitas akan memicu penumpukan lemak di berbagai jaringan dan salah satunya adalah hati. Biji ketumbar (Coriandrum sativum L.) merupakan tanaman yang mengandung falavonoid dan minyak esensial yang memiliki efek antioksidan, antidiabetes, antimutagenik, anthelmintic, dan antilipidemik. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efek ekstrak etanol biji ketumbar terhadap sintesis dan kadar triasilgliserol pada jaringan hati tikus obese. Sampel jaringan hati berasal dari tikus yang diinduksi diet tinggi lemak dan diberi 100mg/KgBB/hari Ekstrak etanol biji ketumbar selama 12 minggu. Parameter yang diuji adalah kadar triasilgliserol hati, ekspresi protein dari faktor transkripsi PPAR-γ, ekspresi mRNA DGAT-2 dan PLIN-2, serta pemeriksaan histopatologi pada jaringan hati. Hasil yang didapatkan adalah Ekstrak etanol biji ketumbar dengan dosis 100 mg/kgBB/hari menurunkan kadar triasilgliserol dan ekspresi protein PPAR-γ namun tidak bermakna secara statistik (P > 0,05). Namun, Ekstrak etanol biji ketumbar dengan dosis yaitu 100 mg/kgBB/hari menurunkan ekspresi mRNA secara bermakna (P < 0,001) pada DGAT-2 dan PLIN-2 dan juga memberi efek pemulihan terhadap penumpukan droplet lipid yang ada pada jaringan hati tikus obese.

In a state of obesity, it will trigger the occurrence of fat in various tissues, one of which is the liver. Coriander seeds (Coriandrum sativum L.) are plants that contain flavonoids and essential oils which have antioxidant, antidiabetic, antimutagenic, anthelmintic and antilipidemic effects. This study aims to explore the effect of coriander seed extract on the synthesis and levels of triacylglycerol in the liver tissue of obese mice. Liver tissue samples came from mice that were induced on a high-fat diet and given 100mg/KgBW/day of coriander seed extract for 12 weeks. The parameters tested were liver triacylglycerol levels, protein expression of the transcription factor PPAR-γ, DGAT-2 and PLIN-2 mRNA expression, as well as histopathological examination of liver tissue. The results obtained were that coriander seed extract at a dose of 100 mg/kgBW/day was not able to reduce triacylglycerol levels and PPAR-γ protein expression was not statistically significant (P > 0.05). However, coriander seed extract at a dose of 100 mg/kgBW/day reduced mRNA expression significantly (P < 0.001) in DGAT-2 and PLIN-2 and also had a restorative effect on the accumulation of lipid droplets in the liver tissue of obese mice."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rivelino Dewanto Cittra
"Latar Belakang Jumlah penduduk dengan obesitas semakin meningkat setiap tahunnya di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Obesitas dikaitkan dengan banyak gangguan kesehatan seperti inflamasi, gangguan metabolik, jantung dan menimbulkan stres oksidatif. Karbonil merupakan salah satu penanda biologis yang digunakan untuk mengukur tingkat stres oksidatif. Ketumbar diduga memiliki efek antioksidan dan berpotensi menjadi terapi dalam stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak ketumbar (Coriandrum sativum L.) terhadap kadar karbonilasi protein pada jaringan jantung tikus Rattus norvegicus dengan obesitas. Metode Studi ini merupakan studi eksperimental. Tikus wistar diberikan pakan tinggi lemak selama 12 minggu pertama. Selanjutnya tikus diberikan 100 mg/kgBB ketumbar 12 minggu berikutnya. Jaringan jantung tikus diambil dan dihomogenasi. Pengukuran karbonil menggunakan reagen 2,4-dinitrofenilhidrazin dan dibaca dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 390 nm. Data kemudian dianalisis dengan IBM SPSS dengan nilai acuan p=0,05. Hasil Terdapat peningkatan tidak signifikan (p>0,999) kadar karbonil pada kelompok diet normal dengan ketumbar dibanding kelompok kontrol. Terdapat penurunan tidak signifikan (p>0,999) kadar karbonil pada kelompok diet tinggi lemak dengan ketumbar dibandingkan kelompok diet tinggi lemak. Penurunan signifikan (p=0,009) tampak pada kadar karbonil kelompok diet tinggi lemak dengan ketumbar dibandingkan kelompok diet normal dengan ketumbar. Kesimpulan Pemberian ketumbar tidak memberikan perbedaan signifikan pada kadar karbonilasi protein baik pada kondisi diet normal maupun diet tinggi lemak. Diet tinggi lemak mungkin mampu meningkatkan efektivitas kerja ketumbar sebagai antioksidan.

Introduction
The number of people with obesity is increasing every year throughout the world, including Indonesia. Obesity is associated with many health disorders such as inflammation, metabolic disorders, heart disease and oxidative stress. Carbonyl is a biomarker of oxidative stress. Coriander (Coriandrum sativum L.) is thought to have antioxidant effects and potentially therapeutic to oxidative stress. This study aims to determine the effect of administering coriander extract on protein carbonylation levels in the heart tissue of obese rats.
Method
This study was an experimental study. Wistar rats were given a high-fat diet for the first 12 weeks. Next, rats were given 100 mg/kgBW of coriander for the next 12 weeks. Rat heart tissue was acquired and homogenized. Carbonyl were measured with 2,4-dinitrophenylhydrazine reagent and read on a spectrophotometer at a wavelength of 390 nm. The data was then analyzed using IBM SPSS using p=0.05.
Results
Carbonyl levels increased non-significantly (p>0.999) in the normal diet group fed with coriander compared to the control group. Carbonyl levels decreased non-significantly (p>0.999) in the high-fat diet group fed with coriander compared to the high-fat diet group. A significant decrease (p=0.009) was seen in the carbonyl levels of the high fat diet group fed with coriander compared to the normal diet group fed with coriander.
Conclusion
Coriander consumption did not make a significant difference in protein carbonylation levels either under normal diet or high fat diet conditions. A high-fat diet might increase the effectiveness of coriander as an antioxidant.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fathia Firda Harjono
"Latar Belakang
Obesitas telah menjadi perhatian global sebagai salah satu manifestasi malnutrisi, terutama di negara-negara dengan pendapatan menengah ke bawah. Prevalensi obesitas yang terus meningkat berkontribusi pada penyakit tidak menular. Akumulasi lemak berlebih pada kondisi obesitas meningkatkan stres oksidatif yang dapat bermanifestasi pada kerusakan ginjal. Katalase merupakan salah satu enzim antioksidan yang berfungsi dalam mengurangi stres oksidatif akibat ROS, terutama akibat hidrogen peroksida (H2O2). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi ekstrak etanol biji ketumbar (Coriandrum Sativum L.) sebagai sumber antioksidan yang dapat meningkatkan aktivitas spesifik enzim katalase pada ginjal tikus Rattus norvegicus obesitas.
Metode
Penelitian eksperimental in vivo ini menggunakan tikus Wistar jantan (Rattus norvegicus) yang diberikan pakan tinggi lemak selama 12 minggu pertama, kemudian diberikan 100 mg/kgBB ekstrak etanol biji ketumbar selama 12 minggu selanjutnya. Ginjal tikus diambil lalu dihomogenasi. Pengukuran kadar protein total menggunakan metode Warburg-Christian dengan kurva standar menggunakan Bovine Serum Albumin (BSA). Aktivitas enzim katalase diukur menggunakan phosphate-buffered saline (PBS) 0,05M pH 7 dan pengukuran aborbansi menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 210 nm. Analisis statistik menggunakan IBM SPSS statistics 25 dengan p=0,05 sebagai acuan.
Hasil
Terdapat peningkatan signifikan aktivitas spesifik enzim katalase pada kelompok ketumbar dibandingkan kelompok obesitas yang diberikan ketumbar (p=0,006), peningkatan tidak signifikan kelompok ketumbar dibandingkan kelompok kontrol (p=0,068), dan peningkatan tidak signifikan kelompok obesitas yang diberikan ketumbar dibandingkan kelompok obesitas (p=0,078).
Kesimpulan
Pemberian esktrak etanol biji ketumbar meningkatkan aktivitas enzim katalase pada ginjal tikus yang tidak obesitas maupun obesitas. Terdapat potensi antioksidan pada ekstrak etanol biji ketumbar yang lebih baik pada kelompok yang tidak obesitas dibandingkan kelompok yang obesitas.

Introduction
Obesity has become a global concern as one manifestation of malnutrition, particularly in low- and middle-income countries. The rising prevalence of obesity contributes to non- communicable diseases. Excess fat accumulation in obesity increases oxidative stress, which can lead to kidney damage. Catalase is an antioxidant enzyme that reduces oxidative stress caused by ROS, particularly hydrogen peroxide (H2O2). This study aims to explore the potential of coriander seed ethanol extract (Coriandrum sativum L.) as an antioxidant source that can enhance specific catalase enzyme activity in the kidneys of obese Rattus norvegicus rats.
Method
This in vivo experimental study used male Wistar rats (Rattus norvegicus), which were fed a high-fat diet for the first 12 weeks, followed by 100 mg/kgBW coriander seed ethanol extract for the next 12 weeks. Rat kidneys were taken and homogenized. Total protein levels were measured using the Warburg-Christian method with a standard curve using Bovine Serum Albumin (BSA). Catalase enzyme activity was measured using 0.05M phosphate-buffered saline (PBS) at pH 7, and absorbance was measured by spectrophotometry at a wavelength of 210 nm. Statistical analysis was performed using IBM SPSS Statistics 25 with a significance level of p=0.05.
Results
There was a significant increase in specific catalase enzyme activity in the coriander group compared to the obese group that received coriander (p=0.006), a non-significant increase in the coriander group compared to the control group (p=0.068), and a non- significant increase in the obese group that received coriander compared to the obese group (p=0.078).
Conclusion
Administration of coriander seed ethanol extract increased catalase enzyme activity in both non-obese and obese rat kidneys. The antioxidant potential of coriander seed ethanol extract appears more effective in the non-obese group compared to the obese group.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library