Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
Sanila
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1983
S17046
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Dhany Wicaksono
"Saat ini Kantor Pertanahan seluruh Indonesia sudah menggunakan sistem yang sudah online untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat bernama Komputerisasi Kegiatan Pertanahan. Sistem ini digunakan dalam pelayanan inti Kantor Pertanahan seperti pendaftaran tanah dan lain sebagainya. Namun pada penggunaannya, berdasarkan hasil wawancara terhadap beberapa pengguna, ditemukan ketidakpuasan pengguna karena sistem ini tidak sesuai dengan kebutuhan dari pengguna. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha untuk mengukur apakah sistem Komputerisasi Kegiatan Pertanahan ini sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna dengan mengukur tingkat kepuasan dari pengguna serta aspek-aspek lain yang dibutuhkan dalam peningkatan kualitas yang berkelanjutan yang bertujuan untuk membantu pihak Kementerian Agraria dan Tata Ruang agar sistem Komputerisasi Kegiatan Pertanahan ini dapat memenuhi kebutuhan pengguna. Penelitian ini mengadopsi metodologi Total Quality Management (TQM) dalam mengukur tingkat kepuasan pengguna serta aspek-aspek lain yang dibutuhkan dalam peningkatan kualitas yang berkelanjutan dikarenakan asumsi yang dipertanyakan langsung berhubungan dengan kebutuhan pengguna. Hasil penelitian ini berupa penilaian tiap indikator yang ada pada dimensi-dimensi yang ada di TQM untuk dijadikan bahan evaluasi oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang dalam melakukan peningkatan berkelanjutan dalam membangun sistem informasi.
Nowadays, all Land Office in Indonesia has been using online system for servicing the people. The system called Land Office Computerization. This system use for the core service for the people who has matter in land like land registration, etc. But in case of usage, based on interview with users, found that user are not satisfy with this system because the system is not fulfill the user needs. This research tried to measure if the system has been fulfilled the user need with measuring the user satisfaction also with another aspect that needed to do continues quality improvement. The main goal is to help the related ministry to fulfill the needs of user. This research adopting Total Quality Management (TQM) to measure the user satisfaction also with another aspect that needed to do continues quality imporevement because it related directly to user needs. The result of this research is a valuation of each indicator of related TQM dimensions to be evaluation material in order of continuous improvement for developing an information system."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2016
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Hsu Shu Min
"Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan konsumen terhadap sistem pemesanan terkomputerisasi (COTS) di restoran Jakarta dengan mengintegrasikan Technology Acceptance Model (TAM), Theory of Planned Behavior (TPB), dan karakteristik antropomorfisme yang dipersepsikan. Hasil menunjukkan bahwa karakteristik antropomorfik seperti keramahan dan desain menyerupai manusia tidak secara langsung memengaruhi niat perilaku, namun secara signifikan meningkatkan kualitas interaksi. Kualitas interaksi kemudian memperkuat persepsi terhadap kemudahan penggunaan, kegunaan, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dipersepsikan. Kontrol perilaku yang dipersepsikan menjadi prediktor langsung paling kuat terhadap niat perilaku, sementara sikap dan norma subjektif berpengaruh secara tidak langsung. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan penggabungan variabel komposit untuk mengatasi masalah validitas diskriminan. Temuan ini menekankan pentingnya desain yang emosional dan sesuai budaya dalam meningkatkan penerimaan layanan digital, khususnya di masyarakat kolektivistik seperti Indonesia. Penelitian ini juga memperkaya diskursus teoretis dengan menunjukkan bagaimana faktor kognitif, emosional, dan sosial saling berinteraksi dalam membentuk perilaku pengguna.
This study examines the factors influencing consumer acceptance of computerized order-taking systems (COTS) in Jakarta restaurants by integrating the Technology Acceptance Model (TAM), the Theory of Planned Behavior (TPB), and perceived anthropomorphic characteristics. The findings show that anthropomorphic traits—such as friendliness and human-like design—do not directly affect behavioral intention but significantly enhance interaction quality. In turn, interaction quality strengthens perceived ease of use, usefulness, subjective norms, and perceived behavioral control. Among these, perceived behavioral control emerges as the strongest direct predictor of behavioral intention, while attitude and subjective norms have only indirect effects. Methodologically, the study addresses discriminant validity concerns by applying composite variable averaging to ensure valid model estimation. The results emphasize the importance of emotionally resonant and culturally appropriate design in fostering digital service adoption, particularly in collectivist contexts like Indonesia. By highlighting the role of interaction quality as a bridge between emotional design and traditional acceptance constructs, the study contributes to a deeper understanding of how cognitive, emotional, and social factors collectively shape user behavior in human-centered digital environments."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library