Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
Mohammad Audrian
"
ABSTRAKPermasalahan yang akan dibahas dalam skripsi ini adalah sejauh mana efektifitas peraturan perundang-undangan di Indonesia dalam melindungi anak yang melakukan tindak pidana karena terstimulasi pornografi dan seperti apa anak yang melakukan tindak pidana karena terstimulasi pornografi dalam tinjauan viktimologi. Dalam hal ini akan dibahas beberapa peraturan perundang-undangan yang diantaranya adalah Undang-undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan AnakdanUndang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Berdasarkan teori Hans Von Hentig dalam ilmu viktimologi, korban bukanlah seseorang yang pasif melainkan sosok yang aktif dalam proses viktimisasi. Efektifitas peraturan perundang-undangan dalam melindungi anak pelaku tindak pidana yang terstimulasi pornografi akan ditinjau melalui sebuah kasus tindak pidana perbuatan cabul yang dilakukan oleh seorang remaja berinisial Y.S yang melakukan tindak pidana perbuatan cabul setelah terstimulasi oleh pornografi yang dilihatnya. Sebagai pelaku tindak pidana perbuatan cabul, Y.S diperlakukan dengan tidak baik oleh aparat penegak hukum yang menangani perkaranya. Hal tersebut menunjukkan bahwa peraturan perundang-undangan tentang perlindungan anak tersebut belum berlaku secara efektif. Sebagai pelaku tindak pidana akibat terstimulasi pornografi, Y.S sendiri pada dasarnya merupakan korban dari pornografi. Menurut Beniamin Mendelsohn, Y.S termasuk dalam korban jenis voluntary victim karena ia masih melihat pornografi meskipun mengetahui bahayanya. Sedangkan sebagai korban perlakuan tidak baik dari aparat penegak hukum, Y.S termasuk ke dalam jenis korban victim as guilty as the offender karena dalam hal ini ia memiliki kesalahan yang sama dengan pelaku viktimisasi. Agar perlindungan anak bisa berjalan dengan lebih efektif, kesadaran hukum masyarakat dan aparat penegak hukum harus ditingkatkan.
ABSTRACTThe problems which wanted to be solved in this thesis are how much is the effectiveness of Indonesia's child protection regulation to protect the child who does the obscene acts crime because of pornography, and how the discipline of victimologyviews the child who does the obscene acts crime because of pornography. Therefore, this thesis will discuss about Indonesia?s child protection regulation such as Law No. 3/1997 and Law No. 23/2002. According from Hans Von Hentig's theory in the discipline of victimology, the victim is not a passive people but rather an active person who involved in his/her own victimization. The effectiveness of Indonesia's child protection regulation will be reviewed with a case of a youth whose name is Y.S who does the obscene acts crime after stimulated by pornography that he watched. As an obscene acts crime offender Y.S has been treated with inhuman treatment by law enforcer forces officer who handled his case.That's made the conclusion that Indonesia?s child protection regulation doesn't worked effectively. As he does the obscene acts crime because of pornography, Y.S is a victim of pornography himself. According to Beniamin Mendelsohn's theory, Y.S could be categorized as voluntary victims because he still watches pornography knowing it bad impacts. As the victim of inhuman treatment by law enforcer forces who handled his case, he could be categorized as victim as guilty as the offender because his contribution to his victimization is as equal as the guilt of the victimizer, in this case law enforcer forces. To make the child protection regulation effective, the legal awareness of people and law enforcer forces officer should be improved. "
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2011
S399
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Palupi, Dinar Praratri
"Jurnal ini fokus kepada pornografi anak dalam anime Jepang. Penulis menggunakan anime Boku no Piko untuk melakukan analisis tersebut. Boku no Piko adalah anime bergenre dewasa, karena terdapat banyak adegan yang hanya layak ditonton oleh orang dewasa. Namun, hal yang unik dalam anime ini adalah pemeran utamanya merupakan seorang anak-anak bernama Piko. Dalam anime tersebut, Piko sering melakukan aktivitas seksual bersama seorang pria dewasa bernama Mok-kun. Melalui anime ini, penulis ingin mengetahui dan menganalisis pornografi anak, karena hampir di sepanjang tayangan, terdapat adegan dimana Piko terlibat dalam kegiatan seksual. Penulis menggunakan metode studi kepustakaan untuk menganalisis anime tersebut dan mengetahui pandangan orang Jepang mengenai pornografi anak-anak yang bersifat virtual. Hasil yang didapat penulis adalah bahwa virtual pornografi tersebut tidak ada pengaruhnya terhadap realitas atau kenyataan, karena anime hanya sebuah gambar bergerak dengan karakter dua dimensi (nijigen) yang tidak ada dalam dunia nyata. Walaupun Anime Boku no Piko ini banyak menampilkan adegan seksual anak-anak, namun orang Jepang tidak terlalu memperdulikan gambar-gambar yang ditampilkan dalam anime tersebut dan mereka tidak menganggap hal itu sebagai pelecehan seksual terhadap anak-anak.
This paper focuses on child pornography in Japanese Anime. I used Boku no Piko anime to do the analysis. Boku no Piko is an anime with mature genre, because there are so many scene that only deserve for the adult. But, the unique things about the anime is that the main character of the anime is a child name Piko. In the anime, Piko loves to do the sexual activities with an adult man name Mok-kun. I?d like to analyze the child pornography through this anime because, almost all the time, there are so many scene that showed Piko do the sexual activities. I used the library research methode to analyze the anime in order to know the Japanese people perspective about this Virtual Child Pornography. The result is that virtual child pornography did not affect the reality. Even if this Boku no Piko anime showed so many sexual scene that involved children, but according to Japanese People, they didn?t care about that and they didn?t think that as sexual harrasement to children in the reality, because anime is just a two dimesional caharcter and? a body without an organ? and of course it won?t affect the reality."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja Universitas Indonesia Library
Taylor, Max
New York: Brunner-Routledge, 2003
363.47 TAY c
Buku Teks Universitas Indonesia Library