Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ika Wahyuni
"Metode bebas pelarut saat in! dapat dilakukan dengan radiasi
gelombang mikro. Reaktan murni diserapkan ke atas padatan pendukung
seperti alumina lalu dipanaskan dengan menggunakan gelombang mikro.
Metode ini dapat memperbaiki proses sintesis organik yang semula
menggunakan pelarut sehingga lebih ramah lingkungan, cara kerjanya lebih
mudah, dan waktu reaksi lebih singkat.
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa reaksi asetilasi
anilin, m-toluidin, p-toluidin, o-anisidin dengan agen asetilasi anhidrida asetat,
katalis piridin, dan padatan pendukung alumina dapat dilakukan tanpa pelarut
di bawah radiasi gelombang mikro. Selain itu juga untuk membandingkan kereaktifan dari substrat yang terdiri dari anilin, m-toluidin, p-toluidin, dan oanisidin
dalam menjalani reaksi asetilasi.
Untuk mengetahui kereaktifan masing-masing substrat, dilakukan
variasi waktu pemanasan 1, 2, 3, dan 4 menit Dari percobaan diketahui
bahwa reaksi asetilasi bebas pelarut dapat dilakukan dengan gelombang
mikro. Waktu reaksi yang dibutuhkan oleh masing-masing substrat untuk
mendapatkan rendemen yang optimum adalah p-toluidin t = 2 menit,
rendemen 78,82%; m-toluidin t = 3 menit, rendemen 62,05%; anilin t = 3
menit, rendemen 58,6%; dan o-anisidin t = 4 menit, rendemen 75,23%.
Urutan kereaktifan substrat sebagai nukleofil dalam reaksi astilasi adalah ptoluidin
> anilin > m-toluidin > o-anisidin."
Depok: Fakultas Matematika dan Metode bebas pelarut untuk n-asetilasi anulin dan turunannya dengan Ac2O-Py/alumina di bawah radiasi gelombang mikroIlmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2004
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Novena Damar Asri
"Polimerisasi anilin dilakukan secara in situ dengan terlebin dahulu membuat garam anilinium- sitrat dan anilinium- tartrat dengan perbandingan mol antara anilin dengan asam 1:1 dan dengan tetap menjaga rasio APS/anilin sebesar 1,25. Pemantauan reaksi polimerisasi dipelajari melalui profil suhu, pengukuran berat bubuk polianilin, serta nilai absorbansi film polianilin pada substrat kaca Faktor-faktor yang mempengaruni polimerisasianilin dipelajari melalui variasi konsentrasi reaktan dengan perbandingan tetap, suhu awal polimerisasi, dan perbedaan kepolaran substrat Karakterisasi dilakukan mengunakan spektrofotometer UV Visibel, FT-IR, dan SEM. Variasi suhu dan perbandingan konsentrasi berpengaruh ternadap tanapan polimerisasi dan nilai absorbansi secara umum mengalami kenaikan seiring dengan naiknya suhu dan konsentrasi reaktan Secara umum terlihat banwa polimerisasi dengan menggunakan dopan asam sitrat dan asam tartrat berpengaruh terhadap tanapan polimerisasi dimana asam leman dengan nilai pKa lebin rendah cenderung membutuhkan waktu lebin lama untuk berpolimerisasi yang diikuti dengan semakin tingginya nilai absorbansi seiring dengan semakin lamanya tahapan polimerisasi. Karakterisasi dengan menggunakan FT-IR menunjukkan banwa reaksi antara anilin dengan asam mengikuti perbandingan mol 1:1 yang ditunjukkan dengan adanya gugus-COOH bebas. Hasil karakterisasi dengan SEM menunjukkan bahwa polimer yang terbentuk tumbuh pada permukaan substrat."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2008
S30357
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rahadian Ramadhan
"Infertilitas pria akibat penyebab yang tidak diketahui merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang serius. Dibutuhkan analisis tambahan yang mampu menunjang hasil analisis semen standar, salah satunya adalah uji pewarnaan Aniline Blue yang dapat mengenali sperma dengan kromatin imatur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kematangan kromatin sperma dari pria fertil normospermi dan sperma dari pria infertil menggunakan pewarnaan Aniline Blue.
Penelitian dengan desain cross-sectional dilaksanakan di Laboratorium Andrologi Universitas Diponegoro dan Laboratorium Andrologi Departemen Biologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sampel sperma yang diteliti berjumlah total 121 sampel pria yang dikelompokkan menjadi 39 sampel asthenozoospermia dan 55 sampel oligoasthenozooespermia dari sperma pasien klinik infertilitas RS Telogorejo dan 27 sampel sperma terfiksasi dari donor fertil yang telah dianalisis profil spermanya dan diwarnai dengan pewarnaan Aniline Blue.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan persentase kromatin sperma imatur yang signifikan kelompok oligoasthenozoospermia dan kelompok asthenozoospermia dibandingkan dengan kelompok normospermi (p < 0,001). Maturitas kromatin sperma memiliki korelasi dengan abnormalitas sperma pada pasien dengan infertilitas (r=0,446; p< 0,001).

Idiopathic male infertility is a serious reproductive concern in many parts of the world. This causes the need of additional examinations that can support the results of standard semen analysis, of which one likely candidate is the Aniline Blue staining examination, which stains sperm with immature chromatin. This study aims to compare the percentage of sperms with immature chromatin between infertile men with sperm abnormalities and fertile normospermic men.
This cross-sectional design study was conducted in two laboratories, which are the Andrology Laboratory at Faculty of Medicine Universitas Diponegoro and Andrology Laboratory at Department of Medical Biology, Faculty Medicine Universitas Indonesia. This study analyzed a total of 121 sperm samples which are grouped into 39 asthenozoospermic and 55 oligoasthenozoospermic sperm samples from the patients who came to infertility clinic in Telogorejo Hospital and 27 sperm samples from normospermic fertile donors, which are analyzed using standard semen analysis technique and stained using the Aniline Blue staining method.
This study shows that there was a significant difference in the percentage of sperms with immature chromatin between normospermic group and oligoasthenozoospermic group (p < 0,001) along with the asthenozoospermic group (p < 0,001). This study also shows that there was a positive correlation between sperm chromatin maturity and the findings of standard semen analysis (r = 0,446; p < 0,001).
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fadhli Kusuma Warjana
"Perkembangan industri dapat memberikan permasalahan terhadap lingkungan, yakni permasalahan limbah hasil buangan produksi. 4-Nitrofenol (4- NP) adalah salah satu contoh limbah industri, oleh karena itu perlu dilakukan penanganan terhadap limbah 4-NP. Salah satu cara dalam menangani limbah 4-NP ialah dengan mengubah 4-NP menjadi 4-Aminofenol (4-AP) melalui proses reduksi. Pada penelitian ini, digunakan zeolit alam Indonesia yang dimodifikasi dengan polianilin (PANI) sehingga membentuk zeolit@PANI sebagai agen pereduksi 4-NP. Sintesis zeolit@PANI dilakukan melalui penambahan monomer anilin ke dalam zeolit, selanjutnya ditambahkan APS (Ammonium Peroksodisulfat) sebagai inisiator dalam polimerisasi. Perbandingan konsentrasi APS/Anilin yang digunakan sebesar 1,25 dengan konsentrasi anilin yang digunakan 0,08 M dan konsentrasi APS 0,1 M.
Hasil uji FTIR dan spektrofotometer UV-Vis mengindikasikan bahwa PANI yang diperoleh merupakan bentuk Emeraldine Salt (ES), dan dengan FTIR memperlihatkan adanya interaksi antara PANI dengan zeolit. Hasil pengukuran dengan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan bahwa zeolit@PANI 0,08 M sebanyak 0,7 g mampu mereduksi 4-NP sebesar 93,81 %. Konsentrasi optimum 4-NP yang dapat direduksi adalah 8,6 x 10-5 M pada suhu optimum 29 oC dengan persen reduksi yang diperoleh selama 30 menit pengadukan sebesar 87,23 %. Tetapan laju reduksi orde satu untuk 4-NP diperoleh sebesar 0,02367 menit-1.

Increasing industrial activities make a problem for the environment, especially the chemical waste. 4-Nitrophenol (4-NP) is one of the chemical waste that can pollute the water, therefore it needed to handle this waste. In this research zeolit@PANI is used as a reductor for 4-NP. Zeolite is modified by polyaniline (PANI) with the concentration ratio of APS/Aniline 1,25. Zeolite@PANI synthesis was performed by adding aniline monomer into zeolite, after that APS is added as oxidator. The result of FTIR and UV-Vis characterization, indicating that PANI which was formed as Emeraldine Salt (ES), and FTIR showed the existence of interaction between PANI and zeolite.
The result of reduction 4-NP with zeolit@PANI characterized by Uv-Vis, and it showed that 4-NP can be reduced with zeolit@PANI 0,08 M 0,1 g. Mass optimum zeolit@PANI was used 0,7 g,because it can reduce 4-NP up to 93,81 %. The optimum consentration of 4- NP is 8,6 x 10-5 M with the temperature reduction of 29 oC. Reduction of first- order rate constant obtained for 30 minutes is 0,02367 minute-1.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2013
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Raisa Nadira Mutia Zahra Hidayat
"Minyak jarak merupakan minyak nabati dari biji tanaman Ricinus communis L. yang mengandung asam lemak spesifik, terutama asam risinoleat hingga mencapai 90%. Kandungan ini menjadikannya mampu membentuk produk bioaktif melalui reaksi kimia dan biokimia. Dalam penelitian ini, metil ester dari minyak jarak disintesis melalui transesterifikasi menggunakan metanol dan katalis NaOH 1,25% (b/b), lalu diamidasi dengan anilina dan sikloheksilamina membentuk amida asam lemak. Produk amida asam lemak diidentifikasi dengan Kromatografi Lapis Tipis dan dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Hasil FTIR menunjukkan pita serapan ulur N-H dan O-H pada 3296,48 –3530,84 cm⁻¹ untuk amida asam lemak anilina dan 3291,66–3520,24 cm⁻¹ untuk amida asam lemak sikloheksilamina, serapan C=O amida pada 1681,03 cm-1 dan 1676,21 cm⁻¹, serta C-N pada 1067,65 cm⁻¹ dan 1061,85 cm⁻¹. Uji aktivitas antibakteri pada konsentrasi 1000 ppm dengan metode difusi cakram menunjukkan bahwa amida asam lemak anilina tidak aktif terhadap Staphylococcus aureus dan memiliki aktivitas antibakteri yang lemah terhadap Escherichia coli, sedangkan amida asam lemak sikloheksilamina memiliki aktivitas antibakteri yang lemah terhadap kedua bakteri uji.

Castor oil is a vegetable oil derived from the seeds of the Ricinus communis L. plant, which contains specific fatty acids, primarily ricinoleic acid, comprising up to 90%. This high content enables it to form bioactive products through chemical and biochemical reactions. In this study, methyl esters of castor oil were synthesized via transesterification using methanol and 1.25% (w/w) NaOH catalyst, followed by amidation with aniline and cyclohexylamine to form fatty acid amides. The fatty acid amide products were identified by thin-layer chromatography (TLC) and characterized using Fourier-transform infrared spectroscopy (FTIR). FTIR results showed N–H and O–H stretching bands at 3296.48 –3530.84 cm⁻¹ for aniline-derived fatty acid amide and 3291.66–3520.24 cm⁻¹ for cyclohexylamine-derived fatty acid amide, with amide C=O absorptions at 1681.03 cm⁻¹ and 1676.21 cm⁻¹, and medium C–N bands at 1067.65 cm⁻¹ and 1061.85 cm⁻¹, respectively. Antibacterial activity tests at a concentration of 1000 ppm using the disc diffusion method showed that the aniline fatty acid amide was inactive against Staphylococcus aureus and had weak antibacterial activity against Escherichia coli, while the cyclohexylamine fatty acid amide exhibited weak antibacterial activity against both bacteria."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library