Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Harahap, Winda Anggraini
"Beradaptasi terhadap environmental turbulence adalah keharusan bagi setiap perusahaan disektor perbankan. Diperlukan untuk mengembangkan strategi rasional upaya merespon lingkungan tersebut secara efektif. Environmental turbulence terutama turbulensi pasar dan turbulensi teknologi,yang terjadi akhir-akhir ini di industri perbankan, mengharuskan perusahaan untuk meninjau strategi mereka secara terus menerus. Strategic Agility dengan dimensinya: strategic sensitivity, collective commitment, dan resource fluidity, adalah kemampuan perusahaan yang telah diidentifikasi sebagai kunci untuk berhasil dalam lingkungan yang sangat kompetitif dan cepat berubah. Kelincahan strategis juga dikenal sebagai sumber keunggulan kompetitif yang juga akan meningkatkan kinerja perusahaan. Studi ini mencoba untuk menguji strategic agility dan dimensinya, dan mengungkapkan pentingnya di sektor perbankan untuk mendapatkan keunggulan daya saing dalam turbulensi lingkungan. Selanjutnya, penelitian ini mengeksplorasi penerapan kelincahan strategis dan potensinya untuk meningkatkan kinerja unit melalui keunggulan daya saing. Populasi penelitian ini adalah manajer di salah satu bank swasta di Indonesia. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Modeling(PLS-SEM) untuk menganalisis data. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa strategic agility memiliki peran untuk mendapatkan keunggulan daya saing dengan mengambil keuntungan dari turbulensi lingkungan khususnya di pasar dan turbulensi teknologi yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja unit.

Adapting to environmental turbulence is mandatory for every player in the banking sector. They need to develop rational strategies and respond effectively. Environmental Turbulence especially market turbulence and technological turbulence, which happen lately in banking industry, require firms to review their strategies continuously. Strategic agility with its dimensions: strategic sensitivity, resource fluidity, and collective commitment, is a capability of a firm that has been identified as a key to succeed in a highly competitive and rapidly changing environment.  Strategic agility is also known as a source of competitive advantage which will also enhance performance of the firm. This study tries to examine strategic agility and its dimension, and reveal its importance in the banking sector in order to gain competitive advantage in environmental turbulence. Furthermore, this study explores the application of strategic agility and its potential to improve unit performance through competitive advantage. The population of this study is managers in one of private bank in Indonesia. This study uses Structural Equation Modelling (PLS-SEM) to analyze the data. Findings of this study suggest that strategic agility has a role to gain competitive advantage by taking advantages from environmental turbulence spesifically in market and technological turbulence which in turn will also improve firm performance."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
T52563
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ruswaldi Munir
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1998
T57304
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aura Azriza Ali
"Skripsi ini mengevaluasi hubungan antara kelincahan dengan performa teknis atlet Taekwondo yang diukur menggunakan Taekwondo Performance Protocol di JF Dettac Taekwondo. Penelitian ini merupakan penelitian penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian terdiri dari atlet Taekwondo di JF Dettac yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 33 atlet. Analisis data dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel kelincahan dan performa teknis menggunakan TSAT dan T test. Dari hasil pengolahan data yang dilakukan menunjukkan bahwa TTest tidak berpengaruh signifikan terhadap Taekwondo Performance Protocol (TPP), sedangkan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel TSAT terhadap Taekwondo Performance Protocol (TPP) dengan nilai sebesar 0.133 0.05 sehingga data tersebut berdistribusi normal. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa atlet yang memiliki nilai agility yang lebih baik, cenderung mampu mengeksekusi teknik dengan lebih efektif, seperti tendangan yang cepat dan tepat sasaran, serta pergerakan yang efisien untuk menghindari serangan lawan sehingga meningkatkan performa atlet dalam pertandingan. Kelincahan diperoleh melalui keberadaan serabut otot tipe 2a dan tipe 2b yang efektif dalam mendukung gerakan yang memerlukan kecepatan dan daya tahan. Diharapkan pelatih mengembangkan program pelatihan taekwondo seperti TSAT, khususnya dalam meningkatkan kelincahan sebagai faktor penentu performa teknis atlet.

This research discuses the relationship between agility and technical performance of Taekwondo athletes measured using the Taekwondo Performance Protocol at JF Dettac Taekwondo. This study is uses quantitative research study with a correlational approach. The research sample consisted of Taekwondo athletes at JF Dettac who met the inclusion criteria of 33 athletes. Data analysis was carried out to determine the relationship between agility variables and technical performance using TSAT and T test. From the results of data processing carried out, it shows that TTest has no significant effect on Taekwondo Performance Protocol (TPP), while there is a significant influence between the TSAT variables on Taekwondo Performance Protocol (TPP) with a value of 0.133> 0.05 so that the data is normally distributed. These results indicate that athletes who have better agility values tend to be able to execute techniques more effectively, such as kicks that are fast and on target, as well as efficient movements to avoid opponent attacks so as to improve athlete performance in matches. Agility is obtained through the presence of type 2a and type 2b muscle fibers that are effective in supporting movements that require speed and endurance. It is expected that coaches develop taekwondo training programs such as the TSAT, especially in improving agility as a determining factor for athletes' technical performance."
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yolla Chintya Pitaloka
"

Penelitian sebelumnya terhadap lulusan universitas di Indonesia menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara keahlian lulusan dengan yang dibutuhkan industri saat ini dan tertinggal dari negara lainnya, terutama negara ASEAN, dalam kemampuan berinovasi. Kemampuan berinovasi dapat dikembangkan sejak menjadi mahasiswa melalui penentuan variabel yang tepat, sehingga mahasiswa dapat fokus mengembangkan kemampuan diri. Penelitian kuantitatif korelasional dilakukan untuk melihat hubungan antara kemampuan belajar dari pengalaman dengan kemampuan berinovasi. Alat ukur yang digunakan yaitu Innovative Work Behavioral Scale yang dikembangkan oleh Janssen (2000) dan alat ukur Learning Agility Assessment Scale yang dipublikasikan dalam Gravett dan Caldwell (2016). Kedua alat ukur tersebut dimodifikasi untuk menyesuaikan pada kondisi mahasiswa. Partisipan dalam penelitian ini merupakan mahasiswa Perguruan Tinggi Universitas Indonesia yang berada di masa studi minimal semester 3 sebanyak 539 orang. Pengujian hipotesis menggunakan teknik analisis statistik Pearson’s Correlation. Didapatkan hasil bahwa learning agility berhubungan positif secara signifikan dengan perilaku kerja inovatif, r(537) = 0,61, p < 0,001. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan oleh universitas dalam mengembangkan program yang dapat membantu mengasah kemampuan learning agility sehingga meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berinovasi.


Previous research has shown that university graduates in Indonesia face significant skill gap and behind from any country, spesifically among ASEAN countries, in term of innovation ability. Innovative ability can be developed for university students with the right variables. Thus, it might help student to focus on their self-development. Quantitative and correlational research conducted to know how learning agility might related to innovative work behavior. Innovative Work Behavioral Scale developed by Janssen (2000) and Learning Agility Assessment Scale, developed and published by Gravett and Caldwell (2016), were used in study. Both scales were adapted and translated so they would fit with the undergraduates’ context. In result, 539 of minimum Second year/3rd semester University Indonesia students were chosen. The statistics analysis technique used for hypothesis testing was Pearson’s Correlation. The result showed that learning agility is positively correlated with the innovative work behavior, r(537) = 0,61, p < 0,001. After this study, the result might be used as one of the references for university to develop program where student could develop their learning agility and become more innovative.

"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library