Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 408 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Akhmad Solikhin
"Skripsi ini membahas kata dan dalam buku Jip en Janneke pada kajian sintaktis dan semantis. Dan merupakan kata yang memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai konjungsi dan adverbia. Penelitian ini adalah penelitian diskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu letak perbedaan kata dan sebagai konjungsi dan kata dan sebagai adverbia. Hal itu dilakukan dengan menjabarkan posisi, elemen yang menyertai, makna dan pada kedua kelas kata tersebut, serta nuansa yang ditimbulkan kata dan dalam sebuah kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi, elemenelemen yang menyertai, dan makna dan sebagai konjungsi, dan dan sebagai adverbial berbeda sama sekali, nuansa yang ditimbulkan juga bervariasi.

This study discusses the word dan in Jip en Janneke III on syntactical and semantic aspects. Dan has two functions, namely as conjunction and adverb. This research is descriptive qualitative. This study aims to find the differences of the word dan as conjunction and dan as adverb. It is done by explaining position, attached elements, meaning of dan as conjunction and dan as adverb, and the nuance emerged by the word in a sentence. The result reveals that the position, attached elements, and meaning of dan as conjunction and dan as adverb are obviously different. The nuance incurred is also various."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2009
S15928
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Gultom, Nancy Sio Wulan
"Masyarakat Belanda mengenal adanya buku-buku anak berseri. Salah satu buku berseri yang terbit di Belanda adalah buku Sam, Beer, dan Pip karya Francine Oomen. Buku berseri itu memiliki tokoh utama sekaligus pencerita, tokoh Sam dalam Het Zwanen Meer (mda) dan tokoh Beer dalam Het Boek van Beer. Analisis terhadap karya Francine Oomen Het Zwanen Meer (maar dan anders) dan Het Boek van Beer bertujuan menemukan kekhasan cerita pada masingmasing buku, dengan melihat hubungan gaya pencerita dan karakter tokoh utama. Pada akhir penelitian ditemukan bahwa karakter tokoh utama tercermin kembali dalam penceritaan melalui unsur-unsur dalam stilistika antara lain humor dan ilustrasi.

People in Holland has known about the children serial book. One of serial books which has been published in Holland is the serial of Sam, Beer and Pip. These books are written by Francine Oomen. Sam is the main character and the storyteller in Het Zwanen Meer (maar dan anders) and Beer is the main character and the storyteller in Het Boek van Beer. The purpose of the characters analysis in Francine Oomen?s books is to show the unique side from each characters. The relation between the style of the storyteller and the character is the way to find out the purpose. At the end of this analysis, there is a conclusion of the characters which are showed again from the storytelling style by which humor and illustrations."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2009
S15845
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Bakti Supriadi
"Skripsi ini membahas penggunaan dan permainan bahasa pecok sebagai pembebasan ekspresi kelompok indo kecil pada empat belas sketsa Piekerans van Een Straatslijper I dan II karya Tjalie Robinson. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa bahasa pecok digunakan oleh kelompok indo kecil sebagai pembebasan ekspresi mereka untuk membangun dan mempertahankan identitas.

The Focus of this study is the use of pecok language as a term of freedom of expression by small indo group in fourteen sketches Piekerans van Een Straatslijper I and II from Tjalie Robinson. This research is qualitative interpretive. Result of the research explained that pecok language was use by small indo group as freedom of expression to built up and maintained their identiy."
Depok: Universitas Indonesia, 2011
S18
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Rifqi Herjoko
"Penelusuran terhadap sejarah masa lalu terkait dengan identitas menjadi penting untuk diketahui orang Indo dalam kaitannya dengan penjagaan budaya. Dengan mengetahui asal-usul mereka, orang Indo dapat lebih berperan dalam menjaga identitas budayanya. Saat ini, karya film yang membahas kehidupan orang Indo dapat menjadi pilihan untuk menambah pemahaman atas identitas Indo. Tulisan ini membahas identitas budaya Indo lintas generasi yang dihadirkan pada serial dokumenter I.N.D.O. Serial tersebut merupakan sebuah dokumenter yang mengobservasi etnis Indo dari masing-masing generasi. Analisis dilakukan dengan mengamati 3 episode dari seri 1 (2015).
Penelitian ini mencerna diksi, gambar, serta elemen suara yang dihadirkan pada serial dokumenter untuk menemukan makna yang terkandung di dalamnya. Dalam proses analisis, diimplementasikan pendekatan identitas budaya (Hall, 1996). Dari hasil analisis, ditemukan penanda identitas Indo dihadirkan melalui narasi yang dibangun orang Indo tentang praktik keseharian serta kisah masa lalunya. Hasil penelitian ini juga menunjukkan penanda identitas Indo generasi ke-1 bersifat lebih komunal dibandingkan generasi ke-2 dan ke-3. Hal ini disebabkan Indo generasi ke-1 memiliki keterkaitan pada konteks ruang dan memori.

A search of past history related to identity is important for Indo people in relation to cultural preservation. By knowing their origins, Indo people can play a greater role in maintaining their cultural identity. Nowadays, films that discuss the lives of Indo people can be an option to increase understanding of Indo identity. This paper discusses cross-generation Indo cultural identities presented in the documentary series I.N.D.O. The series is a documentary that observes the ethnic Indo of each generation. Analysis was done by observing 3 episodes from series 1 (2015).
This research focused on diction, pictures, and sound elements that were presented in the documentary series to find the meaning contained in them. In the process of analysis, an approach of cultural identity is implemented (Hall, 1996). From the results of the analysis, it was found that the Indo identity markers were presented through narratives built by Indo people about their daily practices and past stories. The results of this study also show that the 1st generation Indo identity markers are more communal than the 2nd and 3rd generation. The reason is that the 1st generation Indo has a connection in the context of space and memory.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Riani Lestari
"Dalam skripsi ini saya membandingkan penggunaan kata sapaan oleh remaja dan kata sapaan yang digunakan untuk menyapa remaja dalam novel Hell and Dunkel, karya Hansjorg Martin dan Der Sommer, als Alle Verliebt Waren, karya Marjaleena Lembeke. Fokus dari penelitian saya adalah analisis tentang hubungan antara pemilihan kata sapaan dengan latar belakang sosial dan hubungan sosial antar tokoh dalam kedua novel tersebut dilihat dari aspek sosiolinguistik. Skripsi ini terdiri dari empat bab. Teori yang tersaji dalam Bab II terdiri dari teori kata sapaan pronomina dari Brown dan Gilman, Klaus Bayer, dan Slobin, teori kata sapaan nomina menurut Ervin-Tripp serta teori tentang remaja dan bahasa yang digunakan dan teori tentang struktur sosial. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan dalam penggunaan kata sapaan, baik pronomina, maupun nomina dalam kedua buah novel. Pada novel Der Sommer, als A11e Verliebt Waren, kata sapaan pronomina yang ditemukan hanya kata sapaan pronomina Du, sedangkan dalam novel Hell and Dunkel masih dapat ditemukan penggunaan kata sapaan pronomina Sie. Penggunaan kata sapaan pronomina dalam kedua novel ini dapat memperlihatkan hubungan sosial antar tokoh, seperti keintiman, formalitas, solidaritas dan jarak sosial, Penggunaan kata sapaan nomina dalam kedua novel dapat menunjukkan secara tidak langsung status dan peran mitra bicara, hubungan antara penutur dan mitra bicara, serta situasi pembicaraan yang menyertai. Hasil penelitian ini mengungkapkan, bahwa kata sapaan, secara tidak langsung dapat mencerminkan norma sosial dan sistem nilai yang berlaku dalam masyarakat."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2003
S15011
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lestari Adiyanti
"Dubbelop adalah istilah dalam bahasa Belanda yang dapat diterjemahkan sebagai: pendobelan/pengulangan. Yang dimaksud di sini adalah pengulangan pemakaian kata dalam suatu kalimat, baik pengulangan yang eksplisit maupun yang implifsit. dapat berjalan dengan lancar.
Pengulangan ini sering terjadi, tapi bila pengulangan terjadi pada teks tertulis, hampir dapat dipastikan bahwa pengulangan tersebut dimaksudkan untuk tujuan tertentu, yaitu untuk memberikan penekanan anti dapat berjalan dengan lancar.
Dalam skripsi ini, penelitian dilakukan terhadap teks-teks tertulis yang mengandung pengulangan, dan yang akan diteliti adalah apa unsur pembentuk pengulangan serta bentuk pemuncu_lannya, pada jenis bacaan apa pengulangan lebih banyak terjadi serta fungsi dari pengulangan itu sendiri dalam suatu kalimat."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1995
S15749
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eva Andriani
"Tujuan dari skripsi ini pada prinsipnya adalah untuk memberikan gambaran mengenai verba bentuk partisipium imperfektum (PI) yang dipakai sebagai keterangan adjektival, bagian nominal dari predikat nominal, keterangan keadaan, dan keterangan adverbial. Untuk mencapai tujuan tersebut, ada dua langkah yang diambil. Pertama, mencari makna PI dan makna verba asal (VA) sehingga dapat dilihat apakah makna VA masih ditemukan pada PI. Langkah kedua adalah mengubah bentuk PI menjadi bentuk verba--akar yang berfungsi sebagai verba unit (VF), sehingga diperoleh gambaran hubungan PI dengan bagian yang diterangkannya.
PI yang dapat dipakai sebagai keterangan adjektival, bagian nominal dari predikat nominal, keterangan keadaan, dan keterangan adverbial adalah PI yang mengandung makna sifat, keadaan, inkoatif, atau duratif. Namun, ada juga PI yang menggambarkan perbuatan, pergerakan, atau tingkat. Pada umumnya, makna VA masih dapat ditemukan pada PI.
PI yang mengandung makna sifat atau keadaan disebut juga adjektiva deverbal. Data yang memiliki bentuk yang sama dengan PI, namun memiliki makna yang berbeda dari makna VA disebut juga adjetiva atau adverbia 'murni.'
Hal menarik yang diperoleh dari analisis adalah untuk bentuk PI seperti - onderstaand(e), laatkomend(e), dan hardwerkend(e) - merupakan hasil gabungan adverbia dengan verba staan, komen, dan werken, tidak langsung diturunkan dari verba onderstaan, laatkomen, dan hardwerken. Di samping itu verba laatkomen dan hardwerken pun tidak ada.
Hubungan PI dengan bagian yang diterangkannya, pada umumnya adalah hubungan antara subjek (S) dan PV. Jika PV diisi oleh verba transitif, maka hubungan yang akan terjalin adalah antara S, PV, dan objek langsung (O)."
Depok: Universitas Indonesia, 1997
S15769
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yoses Antonius A.
"Proses peminjaman tidak terpaku pada bentuk kata yang harus mirip dengan bentuk aslinya. Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa banyak kata yang digunakan setiap hari merupakan basil dari peminjaman dari bahasa lain. Selain peminjaman kata-kata tunggal, ternyata ada juga bentuk peminjaman dari kata-kata majemuk. Peminjaman tersebut berbentuk pinjam terjemah, contohnya kata luar negeri dan dalam negeri yang berasal dari kata binnenland dan buitenland; pinjam campur, contohnya kata air ledeng yang berasal dari kata waterleiding; dan pinjam ubah, contohnya pispot yang berasal dari kata piespot.
Dengan bentuk peminjaman tersebut, kata-kata tersebut disesuaikan dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia. Hasilnya ada yang tetap berbentuk sebagai kata majemuk atau menjadi satu kata tunggal saja. Bila hasilnya merupakan kata majemuk, pembentuk kata tersebut dapat berupa kata pinjaman juga atau hanya basil penerjemahan biasa. Kesulitannya adalah untuk menentukan bahwa kata-kata tersebut merupakan basil peminjaman karena mungkin memang sudah ada sejak dulu dala bahasa Indonesia dan mungkin terdapat juga dalam bahasa lain selain dalam bahasa Indonesia. Begitu juga dengan frekuensi pemakaian kata-kata tersebut yang sangat tinggi, sehingga sudah dianggap kata-kata asli, misalnya kata kepala sekolah berasal dari kata hoofdschool yang merupakan bentuk pinjam terjemah, begitu juga uang sekolah atau whoa/geld.
Dalam skripsi saya ini saya menganalisis perubahan dan penyesuaian yang ada dalam peminjaman kata-kata majemuk bahasa Belanda ke dalam bahasa Indonesia. Skripsi ini saya bagi dalam empat bab, yaitu Bab I berisi pendahuluan; Bab II berisi kerangka teori, secara semantis dan fonologis, serta sosiolinguistik; Bab III berisi analisis kata-kata bahasa Indonesia basil peminjaman dari kata-kata majemuk bahasa Belanda dilihat secara fonoIogis dan semantis; serta Bab IV berisi kesimpulan dari analisis sebelumnya."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2001
S15834
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lely Apriliyanti
"Dalam buku seri Polleke terdapat hal-hal yang menarik, seperti seorang gadis rernaja yang pandai membuat syair. Hal tersebut melandasi pemikiran penulis untuk menganalisis buku ini. Analisis yang dilakukan bertujuan untuk melihat perkembangan karakter tokohtokoh dalam cerita Polleke dan memperlihatkan fungsi syair yang ada dalam buku ini. Berdasarkan analisis bentuk dan isi yang dilakukan atas buku seri Polleke, dapat ditarik simpulan bahwa secara umum tokoh-tokoh dalam cerita ini termasuk tokoh bulat. Tokoh-tokoh tersebut mengalami perkembangan karakter dalam cerita. Analisis juga menunjukkan bahwa syair-syair yang terdapat dalam cerita berfungsi untuk menggambarkan lebih jelas perasaari Polleke, melukiskan situasitertentu, memberikan suatu pengamatan, mengungkapkan isi hati, dan menggambarkan pemikiran umum."
Depok: Universitas Indonesia, 2005
S15866
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Bahasa remaja timbul di kalangan remaja. Penyebaran bahasa remaja tidak merata, maksudnya anak-anak yang kurang pergaulan hanya mengenal beberapa, kata remaja atau bahkan tidak sama sekali. Di Belanda bahasa remaja banyak dipakai di daerah Randstad karena di sana banyak faktor pendukung yang mendorong. Bagaimana, penerapan bahasa remaja. di media tulis remaja Belanda adalah pertanyaan yang muncul dalam skripsi ini. Penelitian yang dilakukan melalui studi kepustakaan serta melalui penelitian majalah. Studi kepustakaan diperlu_kan untuk menjelaskan arti serta ciri dari bahasa remaja. Dalam penelitian majalah dilakukan penelitian terhadap kata (leksikal). Hal tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana kemunculan kata remaja di media tulis remaja Belanda. Selain itu jika di temukan kata yang menyerupai kata remaja maka akan dijelaskan arti kata tersebut dart disebutkan kategori_nya.. Hasil penelitian majalah menunjukkan bahwa pemakaian ka.ta rema.ja di media tulis remaja. Belanda sangat sedikit. Para redaktur lebih banyak menggunakan kata popular. Kata popular yang ditemukan di majalah ini banyak berasal dari kata remaja yang pemakaiannya sudah umum sehingga arti dan penggunaannya telah dimengerti oleh masyarakat luas. Selain kata popIer di majalah ini juga ditemukan kata asing. Kata asing yang digunakan banyak yang berasal dari Inggris dan sering muncul di artikel mode. Sedikitnya pemakaian kata remaja daripada kata populer dan kata asing menandakan bahwa, majalah YES merupakan majalah komersial. Para, redaktur beranggapan jika mereka, banyak memakai kata remaja maka banyak pihak yang tidak mengerti. Jika banyak pihak yang tidak dapat membaca YES, maka perusahaan akan merugi."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1993
S15779
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>