Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 91 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Maekawa, Sari
"In recent years, the market for air conditioners in emerging asian countries such as India and Vietnam has been expanding. Although on-off type air conditioners have been the mainstay of the market."
Tokyo: Center for Asian and Pacific Studies, Seikei University, 2022
915 RAPS 47 (2022)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Elza Nur Warsa Putra
"Artritis Reumatoid (AR) merupakan penyakit autoimun yang menyerang sendi. Di Indonesia, AR 0,5 – 1% penduduk Indonesia menderita AR pada tahun 2020. Penelitian Rotte, et al. menunjukkan adanya hubungan antara jumlah sendi dengan respons terapi tunggal MTX. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara jumlah sendi dengan keberhasilan terapi MTX pada pasien AR di RSCM. Penelitian ini menggunakan data rekam medis pasien AR di RSCM sejak tahun 2020 hingga 2022. Penelitian ini dilakukan denga desain kohort retrospektif Data dianalisis menggunakan SPSS Versi 25 dan dilakukan uji normalitas distribusi data menggunakan Uji Saphiro-Wilk. Setelah dilakukan uji normalitas, data dianalisis dengan Uji Mann-Whitney untuk mengetahui hubungan jumlah sendi dengan keberhasilan terapi MTX pada pasien AR di RSCM. Hasil Uji normalitas menunjukkan bahwa data jumlah sendi dengan keberhasilan terapi tidak terdistribusi secara normal. Berdasarkan hasil Uji Komparatif Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok berhasil dan tidak berhasil terapi (p < 0.05). Terdapat hubungan antara jumlah sendi yang terlibat dengan keberhasilan terapi MTX pada pasien Artritis Reumatoid.

Rheumatoid arthritis (RA) is an autoimmune disease that affects the joints. In Indonesia, the prevalence of RA is 0.5 - 1% in 2020. Research by Rotte, et al. showed a relationship between the number of joints with the response to MTX monotherapy. This study was conducted to determine whether there is a relationship between the affected joints count and the success of MTX therapy in RA patients at RSCM. This study used medical records of RA patients at RSCM from 2020 until 2022. This study was conducted with a retrospective cohort design. Data were analyzed using SPSS Version 25 and normality test was carried out using the Shapiro-Wilk test. After the normality test was performed, the data were analyzed using the Mann-Whitney test to determine the relationship between the affected joints count and the success of MTX therapy in RA patients at RSCM. The results of the normality test showed that the data on the affected joints count are not normally distributed. Based on the results of the Mann-Whitney Test, there was a significant difference between the successful and unsuccessful treatment groups (p < 0.05). There is a relationship between the number of affected joints count and the success of MTX therapy in Rheumatoid Arthritis patients."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Felik K.Nesi
Serpong: CV. Majin Kiri, 2022
808.83 FEL o
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Edwin Ligasetiawan
"Metode persidangan pidana dengan menggunakan alat elektronik baru digunakan luas setelah terjadinya pandemi Covid-19 yang berdampak pada sistem peradilan pidana berbagai negara di dunia. Perubahan ini berdampak pada hak terdakwa untuk hadir di muka pengadilan yang diatur dalam KUHAP. Hak kehadiran terdakwa di muka pengadilan merupakan salah satu hak dasar bagi terdakwa dan sebagai jaminan dalam pelaksanaan peradilan yang adil (fair trial) karena berkaitan dengan proses pembuktian. Dalam pembahasan ini metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perbandingan hukum Indonesia, Belanda, dan Amerika Serikat. Penelitian ini menunjukkan, sidang pidana elektronik di Indonesia hanya diatur dalam peraturan Mahkamah Agung dan ini berbenturan dengan KUHAP; sedangkan di Belanda, sekalipun telah dituangkan dalam KUHAP, penggunaan videoconference dianggap melanggar ketentuan dalam European Convention on Human Rights; di Amerika Serikat penggunaan videoconference diatur dengan cukup ketat dalam CARES Act. Penelitian ini berpendapat, persetujuan terdakwa dalam persidangan pidana online diperlukan karena hal ini sebagai persetujuan mengenyampingkan hak untuk hadir di muka sidang. Oleh karena itu, penggunaan videoconferece tidak melanggar fair trial dan tetap dapat imparsial sepanjang terdapat persetujuan dari terdakwa atau ketentuan yang mengatur tersebut menjamin bahwa seluruh hak-hak terdakwa dapat dipenuhi.

The criminal trial method using electronic devices has only been widely used after the Covid-19 pandemic which has impacted the criminal justice system of various countries in the world. This change has an impact on the right of the accused to presence before the court as regulated in the Indonesia Criminal Procedure Code. The right of the accused's presence before the court is one of the basic rights for the accused and as a guarantee in the implementation of a fair trial because it is related to the evidentiary process. In this thesis the research method used is normative juridical with a comparative approach to the laws of Indonesia, the Netherlands, and the United States. This thesis shows that electronic criminal courts in Indonesia are only regulated in the Supreme Court regulations and this is in conflict with the Indonesia Criminal Procedure Code; whereas in the Netherlands, even though it has been stated in the Dutch Criminal Procedure Code, the use of videoconferencing is considered a violation of the provisions of the European Convention on Human Rights; in the United States the use of videoconference is regulated quite strictly in the CARES Act. This thesis argues that the accused’s approval to conduct a criminal trial via videoconferencing is necessary because this is an agreement that overrides the right to presence before the court. Therefore, the use of videoconferencing does not violate the fair trial and can still be impartial as long as there is agreement from the accused or the stipulations that regulate it ensure that all the rights of the accused can be fulfilled."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dini Badriyanti Sutantoputri
"Apoteker merupakan salah satu profesi dari tim tenaga kesehatan yang memiliki peranan penting dalam pekerjaan kefarmasian. Untuk dapat menjadi apoteker yang profesional, suatu hal penting yang harus dilakukan oleh seorang apoteker adalah berpartisipasi secara langsung dalam melaksanakan praktik kefarmasian. Oleh karena itu, calon apoteker dituntut agar dapat menjalani praktik profesi sebagai bekal ilmu dan pengalaman dalam memahami peran sebagai seorang apoteker serta untuk meningkatkan kompetensi diri sebelum terjun ke dalam dunia pekerjaan. Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) dilaksanakan di PT. Novell Pharmaceutical Laboratories periode Januari – Februari 2022, Apotek Kimia Farma 96 Kemanggisan periode Maret 2022, dan PT. Anugerah Pharmindo Lestari periode April 2022. Dengan dilaksanakannya kegiatan praktik kerja di industri farmasi, apotek, dan pedagang besar farmasi, calon apoteker diharapkan mampu memperluas wawasan, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang dapat diterapkan dalam melakukan pekerjaan kefarmasian di masa yang akan datang.

Pharmacists, as part of healthcare professionals, have a significant role in the pharmaceutical practice. One of the most important things that must be done to become a professional pharmacist is to participate directly in carrying out the pharmaceutical practice. Therefore, prospective pharmacists are required to be able to undergo professional practice as a provision of knowledge and experience in understanding the role of a pharmacist, and also to improve self-competence before entering their professional career journey. Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) was held at PT. Novell Pharmaceutical Laboratories for the January – February 2022 period, Apotek Kimia Farma 96 Kemanggisan for the March 2022 period, and PT. Anugerah Pharmindo Lestari for the period of April 2022. With the implementation of professional practice in the pharmaceutical industry, pharmacies, and pharmaceutical distribution companies, prospective pharmacists are expected to be able to broaden their horizons, knowledge, skills, and experience that can be applied in doing pharmaceutical work in the future."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Harahap, Kemala Dewi
"Latar Belakang: Ameloblastoma merupakan tumor jinak yang berkembang lambat, bertambah besar dan bersifat invasif secara lokal pada rahang. Angka rekurensi setelah tindakan pembedahan definitif dapat mencapat 50-90% dengan tatalaksana bedah konservatif dan 17% dengan tatalaksana bedah radikal. Penelitian dilakukan menggunakan machine learning Random Forest algorithm untuk memprediksi rekurensi ameloblastoma. Tujuan Penelitian: Menganalisis faktor risiko terjadinya rekurensi ameloblastoma pasca tatalaksana bedah. Metode Penelitian: Studi retrospektif Januari 2015 – Juni 2022 pada subjek yang memenuhi kriteria inklusi. Data diambil dari rekam medis pasien baik tertulis maupun digital. Analisis variabel kategorik dengan Uji Chi-Square dan Random Forest Classification and Regression menggunakan software R dalam menentukan faktor risiko terjadinya rekurensi ameloblastoma. Faktor risiko yang paling berperan dinilai dengan Mean Decrese Gini value (MDG). Hasil: Dari 97 subjek penelitian, 36 subyek (37%) mengalami rekurensi. Hasil uji Chi-square menunjukkan 4 faktor risiko memiliki hubungan secara signifikan secara statistik, antara lain faktor risiko usia, gambaran radiografis ameloblastoma, ukuran dan perluasan ameloblastoma serta modalitas perawatan terhadap ameloblastoma. Analisis multivariat menggunakan Random Forest Algorithm dengan akurasi sebesar 90,72%. Kesimpulan: Modalitas perawatan merupakan faktor risiko dominan rekurensi ameloblastoma pada penelitian ini, diikuti oleh faktor risiko ukuran dan perluasan ameloblastoma yang disimpulkan dari nilai Mean Decrese Gini (MDG).

Background : Ameloblastoma is one of benign tumor of jaw, slow growing characteristic, able to gain enermous size of tumor and locally invasive. Considering high rate ameloblastoma recurrance 50-90% in conservative and 17% radical surgery, research conducted to predict risk factors of ameloblastoma recurrence using Random Forest algorithm, a machine learning. Objective: To evaluate risk factors for recurrence of ameloblastoma after jaw surgical treatment. Methods: Retrospective study conducted on subjects who met the inclusion criteria in term of January 2015 - June 2022. Data collected from medical record both written and digital. Cathegorical variables taken to be analyzed using Chi-Square, Random Forest to reach the risk factors of ameloblastoma recurrence. The importance of value was defined by means Mean Decrese Gini value (MDG). Result: Subjects were 97 with 36 respondents (37%) experienced recurrence. Significant correlation between the four risk factors and recurrence of ameloblastoma analyzed using Chi-Square The risk factors were age, radiographic characteristic of ameloblastoma, size and invasion of ameloblastoma to cortical bone and soft tissue, and treatment modalities. Random Forest algorithm used to evaluate multivariate analysis with 90.72% accuracy. Conclusion: This research using Mean Decrease Gini (MDG) showed the dominant importance of treatment modality as risk factor in ameloblastoma recurrence, followed by size and its invasiveness to soft tissue surrounding."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Harum Ananda Setyawan
"Karet merupakan salah satu komoditas penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar Indonesia. Indonesia merupakan negara dengan lahan karet terluas di dunia. Namun hasil karet yang diproduksi oleh Indonesia masih kalah dibanding Thailand. Hal tersebut disebabkan oleh pemberian pupuk, pestisida, dan perlindungan tanaman yang masih belum maksimal. Untuk perlindungan tanaman karet, di Indonesia biasanya dilakukan melalui penelitian daun karet. Akan tetapi, hal tersebut sangatlah tidak efisien dibanding dengan luas lahan yang ada. Sehingga diperlukan suatu metode yang lebih efisien untuk mendeteksi penyakit pada tanaman karet. Pada penelitian ini, penulis merancang suatu metode pendeteksian dini pengendalian penyakit tanaman karet menggunakan metode k-means clustering dan spectral clustering menggunakan citra digital yang diambil menggunakan drone. Melalui penelitian ini, diharapkan produksi tanaman karet dapat ditingkatkan dikarenakan proses pengendalian penyakit yang lebih efisien. Dengan penelitian ini, lahan karet sehat dan bergejala penyakit dapat dikelompokkan ke masing-masing klaster. Untuk selanjutnya, untuk lahan karet bergejala penyakit dapat dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui jenis penyakit dan level penyakit yang dialami. Pendeteksian penyakit tanaman karet pada penelitian ini memiliki hasil 0,702 untuk k-means clustering dan 0,566 untuk spectral clustering dengan metode evaluasi silhouette score. Hal tersebut dikarenakan data citra yang masih sangat terbatas baik dalam jumlah maupun teknik pengambilan gambar. Namun untuk evaluasi menggunakan mean dan standard deviation, Spectral Clustering dengan perspective transform memiliki hasil yang lebih baik. Metode Spectral Clustering dengan data yang telah dilakukan perspective transform mampu mengklaster lahan karet yang hijau dan agak menguning.

Rubber is one of the largest contributors to Indonesia's Gross Domestic Product (GDP). Indonesia is a country with the largest rubber plantation in the world. However, the rubber produced by Indonesia is still inferior to Thailand. This is caused by the provision of fertilizers, pesticides, and plant protection that is still not optimal. For the protection of rubber plants, in Indonesia it is usually done through rubber leaf research. However, this is very inefficient compared to the existing land area. So we need a more efficient method to detect diseases in rubber plants. In this study, the authors designed a method for early detection of rubber plant disease control using the k-means clustering method and spectral clustering using digital images taken using drones. Through this research, it is hoped that the production of rubber plants can be increased due to a more efficient disease control process. With this research, healthy rubber fields and disease symptoms can be grouped into each cluster. Henceforth, for rubber fields with disease symptoms, further research can be carried out to determine the type of disease and the level of disease experienced. The detection of rubber plant diseases in this study had satisfactory results, namely  for k-means clustering and  for spectral clustering. This is because the image data is still very limited both in number and technique of taking pictures. However, for evaluation using the mean and standard deviation, Spectral Clustering with perspective transform has better results. The Spectral Clustering method with data that has been carried out with perspective transform is better able to cluster green and slightly yellow rubber land."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Athira Khaira Mulyaputri
"Pertengahan abad ke-19 ditandai sebagai inisiasi awal pembangunan fasilitas kesehatan jiwa di Hindia-Belanda. Sensus penduduk tahun 1862 menghasilkan tingginya jumlah penduduk yang menderita gangguan kejiwaan di Pulau Jawa dan Madura sehingga dibutuhkan penanganan khusus. Hal inilah yang menjadi dasar pembangunan rumah sakit jiwa HindiaBelanda pertama dengan penempatan di Buitenzorg. Gambaran kehidupan sosial masyarakat di Rumah Sakit Jiwa Buitenzorg dapat dilihat dari pembagian pasien dan pegawai dalam kelaskelas tertentu. Pasien dibagi menjadi empat tingkatan kelas yang terdiri dari kelas 1, 2, dan 3 untuk orang Eropa dan kelas 4 untuk Pribumi dan Cina. Pada golongan pegawai, kelas sosial dapat terlihat yang membedakan masyarakat berdasarkan ras, jabatan, dan penghasilan. Perbedaan kelas pasien dan pegawai Rumah Sakit Jiwa dapat tercermin pada tinggalan budaya berupa bangunan yang didukung oleh arsip sejarah. Penelitian ini membahas gambaran kehidupan sosial pasien dan pegawai di Rumah Sakit Jiwa Buitenzorg berdasarkan pemikiran Marxisme dengan mengacu pada metode penelitian arkeologi menurut Sharer & Ashmore (2003), yaitu formulasi penelitian, implementasi penelitian, pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, interpretasi data, dan publikasi hasil penelitian. Penelitian ini mengungkapkan pembagian dua tingkatan kelas sosial masyarakat di Rumah Sakit Jiwa Buitenzorg, yaitu kelas borjuis dan proletar. Pembagian kelas ini didasarkan analisis pada karakteristik bangunan, fasilitas, dan pelayanan yang diperoleh golongan pasien dan pegawai dari masyarakat Eropa, Cina, dan Pribumi.

The middle of the 19th century was marked as the initial initiation of the construction of mental health facilities in the Dutch East Indies. The population census in 1862 resulted in a high number of people suffering from mental disorders in Java and Madura, therefore special treatment was needed. This made the basis for the construction of the first mental hospital in the Dutch East Indies with a placement in Buitenzorg. The social life of people in the Buitenzorg Mental Hospital can be seen from the division of patients and staffs into certain classes. Patients were divided into four classes consisting of class 1, 2, and 3 for Europeans and class 4 for Indigenous and Chinese. For the staffs, social class can be seen which distinguishes people based on race, position, and income. Differences in the class of patients and staffs of the Mental Hospital can be reflected in the cultural remains in the form of buildings that are supported by historical records. This study discusses the description of the social life of patients and employees at the Buitenzorg Psychiatric Hospital based on Marxist thought based on archaeology research method by Sharer & Ashmore (2003), start from research formulation, research implementation, data collection, data processing, data analysis, data interpretation, and publication. This study reveals the division of two levels of social classin the Buitenzorg Mental Hospital, namely the bourgeoisie and proletarian classes. This class division is based on an analysis of the characteristics of the buildings, facilities, and services obtained by the patient and staffs from European, Chinese, and Indigenous communities."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Lisa Adhia Garina
"Obstructive sleep apnea adalah salah satu komorbid asma yang saat ini menjadi perhatian karena menyebabkan hipoksia intermiten akibat OSA sehingga terjadi kerusakan lapisan endotel, terbentuknya mikropartikel, dan inflamasi. Penurunan arus puncak ekspirasi (APE) dan kualitas hidup (PAQLQ) juga berkaitan dengan asma sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi pengaruh inflamasi terhadap APE dan PAQLQ pada anak asma disertai komorbid OSA.
Penelitian cross-sectional komparatif dilakukan di Banding pada anak asma usia 7–15 tahun disertai dan tanpa OSA, pada bulan Agustus 2020 sampai Juni 2021. Penjaringan asma klinis berdasarkan gejala dan riwayat pengobatan dilakukan berdasarkan kuesioner ISAAC, diagnosis asma dengan peak flow meter, dan diagnosis OSA dengan polisomnografi. Sitokin pro-inflamasi diperiksa dengan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) dan mikropartikel endotel diperiksa menggunakan flow cytometer. Data diolah menggunakan program SPSS 20.0 dan diuji dengan uji t tidak berpasangan, uji Mann-Whitney, uji korelasi Pearson dan Spearman Rho. Uji path analysis (Structural Equation Modeling, SEM) menggunakan program JASP versi 0.16.1.
Jumlah subjek adalah 32 anak asma disertai OSA dan 48 anak asma tanpa OSA. Terdapat perbedaan bermakna pada indeks masa tubuh/IMT (p = 0,01), hipertrofi tonsil (p = 0,009), persentase APE (p = 0,02), semua domain nilai PAQLQ, dan kadar mikropartikel endotel antara kedua kelompok. Eosinofil dan neutrofil berpengaruh pada APE, sedangkan interleukin-6, eosinofil, neutrofil, CD62E+/CD31- mikropartikel, dan APE berpengaruh pada penurunan nilai PAQLQ pada kelompok anak asma disertai OSA. Disimpulkan mikropartikel endotel berperan pada patomekanisme asma dengan komorbid OSA.

Obstructive sleep apnea is comorbid of asthma causes intermittent hypoxia due to damage the endothelial layer, release of microparticles, and inflammation. Decreased peak expiratory flow rate (PEFR) and quality of life (PAQLQ) are also associated with asthma. The aim of this study was to evaluate the influence of inflammation on PEFR and PAQLQ in asthmatic children with comorbid OSA.
A cross-sectional study was conducted in asthmatic children aged 7–15 years with and without OSA, from August 2020 to June 2021. Asthma symptoms and therapeutic history were carried out using the ISAAC questionnaire, diagnosis of asthma by a peak flow meter, and diagnosis of OSA by polysomnography. Pro-inflammatory cytokines were examined using the ELISA method and endothelial microparticles were examined using a flow cytometer. Statistical analysis using SPSS program v.20.0 and analyzed by unpaired t-test, Mann-Whitney U-test, Pearson and Spearman Rho test. Path analysis test (Structural Equation Modeling, SEM) using JASP v.0.16.1.
The number of subjects was 32 asthmatic children with OSA and 48 asthmatic children without OSA. There were significant differences in body mass index/BMI (p = 0.01), tonsil hypertrophy (p = 0.009), PEFR percentage (p = 0.02), all domains of PAQLQ values, and endothelial microparticle levels between the two groups. Eosinophils and neutrophils have an effect on PEFR, whereas interleukin-6, eosinophils, neutrophils, CD62E+/CD31- microparticles, and PEFR have an effect on decreasing PAQLQ values ​​in the group of asthmatic children with OSA. It is concluded that endothelial microparticles have an influence on the pathomechanism of asthma with comorbid OSA.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2022
D-pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Remzy Syah Ramazhan
"Coronavirus disease 19 (COVID-19) adalah penyakit pernapasan menular yang pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Penyakit ini memiliki gejala umum yang mirip dengan gejala penyakit pernapasan lain seperti alergi, flu, dan pilek. Tetapi setiap penyakit membutuhkan obat dan perawatan yang berbeda-beda. Sehingga, penting bagi penderita untuk mendapatkan diagnosis yang tepat atas penyakit yang diderita. Diagnosis biasanya dilakukan dengan pertemuan langsung antara dokter dan pasien. Akan tetapi, cara ini memiliki banyak hambatan, seperti: membutuhkan banyak waktu dan biaya. Selain itu, cara ini juga berpotensi menularkan penyakit kepada orang lain. Oleh karena itu, diajukan implementasi chatbot untuk mengatasi hambatan dalam melakukan diagnosis COVID-19. Chatbot menerima input data berupa gejala yang dialami pasien. Data tersebut terlebih dahulu diubah menjadi data tabular untuk kemudian dilakukan klasifikasi jenis penyakit dengan bantuan algoritma machine learning. Pada Penelitian ini, akan dilakXGBoost pada data gejala yang dipublikasikan oleh Walter Conway di situs Kaggle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Random Forest memiliki kinerja terbaik pada data testing dengan skor rata-rata accuracy sebesar 93.38%, precision sebesar 96.58%, recall sebesar 93.38%,F1-Score sebesar 94.32%, specificity sebesar 99.73%, Geometric Mean sebesar 95.94%, dan waktu training selama 0.33 detik.

Coronavirus disease 19 (COVID-19) is an infectious respiratory disease that was first detected in Wuhan City, Hubei Province, China. This disease has general symptoms that are similar to the symptoms of other respiratory diseases such as allergies, flu, and colds. But each disease requires different medications and treatments. Thus, it is important for patients to get a proper diagnosis of the disease they are suffering from. Diagnosis is usually made by direct meeting between doctor and patient. However, this method has many obstacles, such as: it takes a lot of time and money. In addition, this method also has the potential to transmit the disease to others. Therefore, it is proposed to implement a chatbot to overcome obstacles in diagnosing COVID-19. The chatbot receives input data in the form of symptoms experienced by the patient. The data is first converted into tabular data and then the classification of the type of disease is carried out with the help of machine learning algorithms. In this study, a diagnosis of COVID-19 will be carried out using the Random Forest and XGBoost models on symptom data published by Walter Conway on the Kaggle website. The results showed that the Random Forest model had the best performance on data testing with an average score of 93.38% accuracy, 96.58% precision, 93.38% recall, 94.32% F1-Score, 99.73% specificity, and 95.94% Geometric Mean, and the training time is 0.33 seconds."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Penngetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>