Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Vigo Akbar Galantino
"Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi merokok tertinggi, dengan 6 dari 10 rumah tangga di Indonesia mengonsumsi rokok. Rokok yang memiliki sifat adiktif dapat menyebabkan individu lebih mengutamakan kebutuhan rokok dibandingkan kebutuhan dasar lainnya, seperti nutrisi, pendidikan, dan kesehatan. Oleh karena itu, crowding-out effect yang disebabkan oleh konsumsi rokok berpotensi mengakibatkan kemiskinan multidimensi. Dengan menggunakan data Indonesia Family Life Survey (IFLS) gelombang 2000-2014, penelitian ini bertujuan meneliti pengaruh perilaku merokok terhadap kemiskinan multidimensi. Penelitian ini menggunakan Logit Fixed Effect untuk mengestimasi pengaruh konsumsi rokok (status merokok dan intensitas merokok) terhadap kemiskinan multidimensi. Hasil estimasi menunjukkan bahwa rumah tangga perokok dan intensitas merokok yang tinggi meningkatkan probabilitas rumah tangga jatuh ke kemiskinan multidimensi sebesar 4,26 dan 4,83 poin persentase. Mekanismenya berasal dari dampak buruk yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, menurunkan produktivitas, dan menimbulkan crowding-out effect pada anggaran rumah tangga untuk kebutuhan dasar. Ditemukan bahwa rumah tangga perokok mengalami deprivasi yang lebih buruk pada aspek nutrisi dan pendidikan Temuan ini menggarisbawahi pentingnya formulasi kebijakan bertarget di Indonesia untuk mengurangi dampak buruk konsumsi rokok terhadap kemiskinan multidimensi.

Indonesia is one of the countries with the highest smoking prevalence, with 6 out of 10 households in Indonesia consuming cigarettes. Cigarettes, which are addictive, can cause individuals to prioritize their need for cigarettes over other basic needs, such as nutrition, education, and health. Therefore, the crowding-out effect caused by cigarettes has the potential to result in multidimensional poverty. Using data from the Indonesia Family Life Survey (IFLS) waves 2000–2014, this study aims to investigate the impact of smoking behavior on multidimensional poverty. The study employs a Logit Fixed Effect model to estimate the influence of cigarette consumption (smoking status and smoking intensity) on multidimensional poverty. The finding shows that smoking households and high smoking intensity increase the probability of households falling into multidimensional poverty by 4.26 and 4.83 percentage points, respectively. The mechanism stems from the adverse effects which can cause various diseases, reduce productivity, and create a crowding-out effect on household budgets for basic needs. This study also observes that smoking households experience worse deprivation in terms of nutrition and education. These findings underscore the importance of targeted policy formulation in Indonesia to reduce the adverse impacts of smoking on multidimensional poverty. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Vigo Akbar Galantino
"Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi merokok tertinggi, dengan 6 dari 10 rumah tangga di Indonesia mengonsumsi rokok. Rokok yang memiliki sifat adiktif dapat menyebabkan individu lebih mengutamakan kebutuhan rokok dibandingkan kebutuhan dasar lainnya, seperti nutrisi, pendidikan, dan kesehatan. Oleh karena itu, crowding-out effect yang disebabkan oleh konsumsi rokok berpotensi mengakibatkan kemiskinan multidimensi. Dengan menggunakan data Indonesia Family Life Survey (IFLS) gelombang 2000-2014, penelitian ini bertujuan meneliti pengaruh perilaku merokok terhadap kemiskinan multidimensi. Penelitian ini menggunakan Logit Fixed Effect untuk mengestimasi pengaruh konsumsi rokok (status merokok dan intensitas merokok) terhadap kemiskinan multidimensi. Hasil estimasi menunjukkan bahwa rumah tangga perokok dan intensitas merokok yang tinggi meningkatkan probabilitas rumah tangga jatuh ke kemiskinan multidimensi sebesar 4,26 dan 4,83 poin persentase. Mekanismenya berasal dari dampak buruk yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, menurunkan produktivitas, dan menimbulkan crowding-out effect pada anggaran rumah tangga untuk kebutuhan dasar. Ditemukan bahwa rumah tangga perokok mengalami deprivasi yang lebih buruk pada aspek nutrisi dan pendidikan Temuan ini menggarisbawahi pentingnya formulasi kebijakan bertarget di Indonesia untuk mengurangi dampak buruk konsumsi rokok terhadap kemiskinan multidimensi.

Indonesia is one of the countries with the highest smoking prevalence, with 6 out of 10 households in Indonesia consuming cigarettes. Cigarettes, which are addictive, can cause individuals to prioritize their need for cigarettes over other basic needs, such as nutrition, education, and health. Therefore, the crowding-out effect caused by cigarettes has the potential to result in multidimensional poverty. Using data from the Indonesia Family Life Survey (IFLS) waves 2000–2014, this study aims to investigate the impact of smoking behavior on multidimensional poverty. The study employs a Logit Fixed Effect model to estimate the influence of cigarette consumption (smoking status and smoking intensity) on multidimensional poverty. The finding shows that smoking households and high smoking intensity increase the probability of households falling into multidimensional poverty by 4.26 and 4.83 percentage points, respectively. The mechanism stems from the adverse effects which can cause various diseases, reduce productivity, and create a crowding-out effect on household budgets for basic needs. This study also observes that smoking households experience worse deprivation in terms of nutrition and education. These findings underscore the importance of targeted policy formulation in Indonesia to reduce the adverse impacts of smoking on multidimensional poverty. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library