Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Soemiarti Patmonodewo
Jakarta: UI-Press, 2001
155 BUN
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Soemiarti Patmonodewo
"Penelitian ini menguji efektivitas program intervensi dini Ibu Maju Anak Bermutu melalui pelatihan yang diberikan kepada ibu-ibu yang memiliki anak berusia 12-24 bulan dan kemudian dilihat pengaruhnya terhadap kualitas lingkungan pengasuhan dan selanjutnya terhadap perkembangan anaknya. Minat untuk melakukan studi ini berawal dari suatu kenyataan bahwa melakukan intervensi dini dengan memberikan pelatihan kepada ibu yang memiliki anak berusia dibawah 2 tahun merupakan usaha yang paling efektif guna memperoleh sumber daya manusia yang berkualitas.
Masa anak usia dini (0-3 tahun) merupakan tahapan yang paling banyak memberikan harapan bagi kehidupan seseorang di masa depan. Kualitas kondisi kehidupan di usia dini akan menggambarkan kualitas bangsa di masa yang akan datang. Tokoh ibu adalah orang yang paling berarti apabila dikaitkan dengan anak usia dibawah 2 tahun. Kualitas ibu muda mencerminkan kualitas lingkungan pengasuhan anaknya. Para ibu di daerah pedesaan dipandang masih perlu memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam mengasuh anaknya guna meningkatkan kualitas penduduk pedesaan, diantaranya 69,07% dari 179.321.641 jiwa penduduk Indonesia bertempat tinggal di pedesaan.
Interaksi ibu-anak pada usia dini di dalam lingkungan keluarga serta melalui kelekatan yang disertai rasa aman akan menghasilkan anak yang lebih terampil dan kompetens. Ibu-ibu yang peka dan tanggap terhadap kebutuhan anak, akan menggunakan keterampilan mendengar aktif apabila anaknya mempunyai masalah dan orang tua melakukan pesan dini apabila orang tua mempunyai masalah. dengan demikian diharapkan mampu meningkatkan kualitas perkembangan anak.
Penelitian intervensi dini dengan memberikan pelatihan kepada ibu-ibu dari daerah pedesaan, berusia antara 20-35 tahun, berpendidikan formal antara 4-9 tahun yang memiliki anak berusia 12-24 bulan, dengan menggunakan paket program Ibu Maju Anak Bermutu, akan membuktikan apakah perkembangan anaknya akan meningkat, bila dibandingkan dengan anak yang ibunya tidak mengikuti pelatihan. Peningkatan kualitas anak dapat dilihat melalui peningkatan skor lingkungan pengasuhan yang diperoleh anak melalui HOME Inventory, skor perkembangan mental dan psikomotor melalui tes Bayley.
Lokasi penelitian ini adalah desa Pendowoharjo (Kelompok Eksperimen) dan Bangunharjo (Kelompok Kontrol), Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantus, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Responden penelitian adalah 69 ibu-ibu yang berumur 20-35 tahun, berpendidikan formal antara 4-9 tahun, yang memiliki anak usia 12-24 bulan bertempat tinggal di desa tersebut di atas. lbu-ibu yang memperoleh pelatihan dengan menggunakan paket Ibu Maju Anak Bermutu (KE) adalah 35 orang dan yang tidak memperoleh pelatihan (KK) dengan paket Ibu Maju Anak Bermutu adalah 34 orang.
Penelitian ini bersifat eksperimental kuasi dengan rancangan dua kelompok pra dan purnauji. Pengambilan sampel tidak memungiankan diambil secara acak. Alat yang dipergunakan untuk melihat hasil pra dan purnauji, adalah HOME Inventory dan tes Bayley. Intervensi dini dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada ibu-ibu KE selama 21 hari, meliputi 10 pertemuan pelatihan. Pelatihan yang diberikan kepada KE tersebut terdiri dari 6 kali pelajaran teori di mana masing-masing pertemuan berlangsung selama 120 menit dan 4 kali pelajaran praktek di mana masing-masing pertemuan berlangsung selama 90 menit dengan menggunakan paket lbu Maju Anak Bermutu. Sedangkan kepada para ibu (KK) diberi pelatihan yang terdiri dari serangkaian ceramah paket Keluarga Bahagia, selama 21 hari, meliputi 10 pertemuan pelatihan, semuanya melalui ceramah (teoretis) dan masing-masing pertemuan berlangsung selama 120 menit.
Melalui metode analisis kovarians dapat dibuktikan adanya perubahan yang bermakna dalam skor lingkungan pengasuhan dan perkembangan anak yang ibunya mengikuti pelatihan program intervensi dini dengan menggunakan paket ibu Maju Anak Bermutu (KE) dibandingkan dengan skor yang diperoleh anak-anak yang ibunya tidak mengikuti pelatihan program intervensi dini dengan menggunakan paket Ibu Maju Anak Bermutu (KK).
Dari analisis kualitatif hasil kusioner dan wawancara kepada para ibu dan fasilitator KE dan KK diperoleh hasil sebagai berikut: mereka senang mengikuti pelatihan; para ibu dan fasilitator merasa sayang kalau tidak hadir dalam pertemuan pelatihan; paket tidak perlu diubah, baik isi, jumlah pertemuan maupun lamanya waktu pertemuan; pertemuan dilakukan 3 hari sekali dianggap cukup. Apabila ada pelatihan semacam program tersebut, para ibu masih mau mengikuti lagi. Pengaruh pelatihan menurut ibu dianggap bermanfaat baik bagi ibu sendiri, anak, bahkan bagi keluarga.
Kesimpulannya, program intervensi dini melalui pemberian pelatihan kepada para ibu dari daerah pedesaan yang berusia 20-35 tahun, berpendidikan formal 4-9 tahun yang mempunyai anak usia 12-24 bulan dengan menggunakan paket lbu Maju Anak Bermutu dapat meningkatkan lingkungan pengasuhan, perkembangan mental dan psikomotor anak."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1993
D256
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Soemiarti Patmonodewo
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1999
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Soemiarti Patmonodewo
"Pendahuluan
Buku Pedoman untuk Pelatih ini merupakan buku pelengkap paket PEMINAS (DIKTI: Hibah Bersaing VI/1-2-3 dan sekaligus sebagai pendukung pengetahuan apabila seseorang ingin menyelenggarakan progran PEMINAS. Penulisannya disesuaikan dengan mereka yang memiliki keterampilan membaca seseorang tamat Sekolah Menengah Pertama.
Program PEMINAS, bermula dengan penyuluhan ibu tentang minat sains. Selanjutnya orangtuanya meneruskan pengetahuan dan keterampilan sains yang dipereleh dari pelatih kepada anak-anaknya saat mereka berada di rumah. Dengan demikian PEMINAS membutuhkan pemahaman pendidikan orang dewasa, yang berbeda dengan pendidikan anak. Setiap orang yang hendak berhubungan dengan anak prasekolah, maka sebaiknya memiliki pengetahuan yang berkaitan dengan anak usia prasekolah, baik tentang ciri maupun tugas perkembangannya.
Anak prasekolah tentunya memiliki ciri yang berbeda dengan anak bayi maupun usia sekolah. Lingkungan anak prasekolah lebih kaya dan luas dibandingkan lingkungan bayi. Anak prasekolah lingkungan fisiknya lebih luas dari bayi. Anak prasekolah sudah memiliki teman sebaya dari tetangga atau mungkin mereka telah bergaul dengan teman sekolah atau orang dewasa lain (guru).
Sains adalah suatu kegiatan yang sering kali masih asing bahkan ditakuti oleh para orangtua maupun guru sekalipun. Untuk itu baik para orangtua maupun anak perlu dimotivasi lebih dahulu. Sains masih ditakuti oleh para orangtua maupun para guru sekalipun.
Hubungan anak dengan orang tua seringkali kurang efektif karena tidak jarang para orangtua menggunakan gaya pengasuhan otoriter, yang seringkali menyebabkan orangtua tidak akrab dengan anak-anaknya karena mereka selalu ingin menang. Padahal komunikasi yang paling efektif apabila orangtua menggunakan gaya pengasuhan demokratis. Dengan melakukan komunikasi yang efektif dengan orangtua, dan kelak dengan orang dewasa lain, anak diharapkan mampu mengemukan ide atau hasil pemikirannya. Dalam kegiatan sains, berani melakukan komunikasi dianggap kegiatan yang utama. Sementara itu dalam pengasuhan beberapa waktu yang lalu berkomunikasi tidak terlalu ditekankan. Maka tidak jarang usaha ini dianggap tidak mudah.
Dalam kegiatan PEMINAS ini diperlukan peralatan yang dikemukakan dalam satu bab tersendiri. Alat-alat maupun bahan yang disarankan untuk kegiatan sains ini sangat dipilih, jangan sampai membahayakan keselamatan anak, misalnya tidak mudah pecah, tajam dan tidak beracun?"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2000
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library