Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sinta Marito
"Sektor jasa telah menjadi industri yang berkembang pesat selama beberapa dekade terakhir, salah satunya industri penerbangan. Perkembangan tersebut ditandai dengan banyak bermunculannya maskapai penerbangan bam. Tiap maskapai penerbangan saling bersaing untuk mendapatkan penumpang dan memperebutkan market share terbesar. Ditengah-tengah persaingan tersebut, peningkatan dan perbaikan kualitas sangat penting dilakukan untuk bisa mempertahankan konsumen lama dan menarik konsumen baru. Garuda Indonesia sebagai salah satu maskapai penerbangan nasional juga merasakan pentingnya hal tersebut.
Untuk mengukur kualitas pelayanan di PT Garuda Indonesia digunakan metode SERVQUAL yang diciptakan oleh Parasuraman, et al. Penelitian ini hanya difokuskan pada sam rute yaitu Jakarta-Surabaya, yang merupakan rute penerbangan domestik tersibuk di PT Garuda Indonesia Dalam penelitian ini juga dilakukan segmentasi, berdasarkan puas atau ndaknya penumpang terhadap kualitas pelayanan yang mereka rasakan, menggunakan analisis diskriminan.
Hasil dari penelitian ini rnenunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang masih berada di bawah ekspektasi penumpang adalah dimensi reliability responsiveness, dan rangibles, dengan gap sebesar -0,09, -0,08, dan -0,02. Sedangkan kualitas pelayanan pada dimensi empathy dan assurance memiliki gap positif yaitu 0,00 dan 0,07. Hasil segmentasi penumpang menunjukkan bahwa variabel yang paling membedakan (the most discriminates) antara penumpang yang puas dan tidak puas adalah variabel atribut pelayanan dan bukan demografi penumpang.

The service sector has become the major growth industry dining the last few decades, with the airline industry as one of them. The growth of airline industry was shown with the emergence of many new airlines. Each airline was competing to get as many passengers as possible and the biggest market share. To win the competition, those companies must also consider improving and developing the service quality, so they can retain their passengers and gain new passengers. As one of the national airlines in Indonesia, Garuda Indonesia has also regarded the sen/ice quality as an important aspect.
This paper uses SERVQUAL, which was created by Parasuraman, et. al-, to measure service quality of Garuda Indonesia. This research focused on one route, Jakarta-Surabaya, which is the busiest domestic route in Gamda Indonesia. Segmentation in this research is based on passengers’ satisfaction, concerning service quality that they had received, using discriminant analysis.
The results of this research show that the service quality perceptions in reliability, responsiveness and tangibles dimensions are lower that the expected service quality. The gaps are -0.09, -0.08, and -0.02. On the other side, service quality perceptions in empathy and assurance dimensions have positive gaps, which are 0,00 and 0.07. The segmentation results show that the most discriminating variable between satisfied and unsatisfied passengers is the service quality attribute, not the passengers’ demography.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jojor Sinta Marito
""ABSTRAK
"
Latar Belakang: Diabetes melitus DM telah ditetapkan sebagai faktor risiko terjadinya periodontitis kronis. Namun demikian, penelitian mengenai distribusi elemen gigi yang mengalami periodontitis kronis pada penderita DM tipe-2 belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi elemen gigi yang mengalami periodontitis kronis pada penderita DM tipe-2. Metode: Penelitian deskriptif retrospektif ini dilakukan dengan menggunakan data yang diambil dari 107 rekam medis periodontal subjek periodontitis kronis dengan DM tipe-2 di RSKGM FKG UI periode 2006 sampai dengan 2016. Hasil: Frekuensi periodontitis kronis pada penderita DM tipe-2 lebih tinggi pada gigi-gigi rahang bawah 51,5 . Regio dengan frekuensi periodontitis kronis tertinggi pada penderita DM tipe-2 adalah rahang bawah anterior 26,5 . Kelompok gigi dengan frekuensi periodontitis kronis tertinggi pada penderita DM tipe-2 adalah kelompok gigi insisif 32,4 . Elemen gigi dengan frekuensi periodontitis kronis tertinggi pada subjek dengan DM tipe-2 adalah insisif sentral kanan rahang bawah 4,7 . Frekuensi tertinggi poket periodontal pada penderita periodontitis kronis dengan DM tipe-2 adalah pada sisi mesial gigi 32 1,15 . Frekuensi tertinggi resesi gingiva pada penderita periodontitis kronis dengan DM tipe-2 yaitu pada sisi labial gigi 32 1,05 . Frekuensi kehilangan perlekatan klinis pada penderita periodontitis kronis dengan DM tipe-2 yaitu pada gigi 42 pada sisi mesial 0,78 . Kesimpulan: Periodontitis kronis pada penderita DM tipe-2 paling sering terjadi pada gigi-gigi anterior rahang bawah. Kelompok elemen gigi yang paling sering terjadi periodontitis kronis adalah kelompok gigi insisif. Elemen gigi yang paling sering terjadi periodontitis kronis adalah gigi insisif sentral kanan rahang bawah. Frekuensi tertinggi poket periodontal pada penderita periodontitis kronis dengan DM tipe-2 adalah pada sisi mesial gigi 32. Frekuensi tertinggi resesi gingiva pada penderita periodontitis kronis dengan DM tipe-2 yaitu pada sisi labial gigi 32. Frekuensi kehilangan perlekatan klinis pada penderita periodontitis kronis dengan DM tipe-2 yaitu pada gigi 42 pada sisi mesial.
"
"
"ABSTRACT
"
Background Evidence consistently shows that type 2 diabetes mellitus is a risk factor for chronic periodontitis. However, no study has evaluated the distribution of teeth affected by chronic periodontitis among subjects with type 2 DM. Objective This study aims to evaluate the distribution of teeth affected by chronic periodontitis in type 2 diabetic subjects. Methods This retrospective descriptive study was conducted using data obtained from 107 periodontal medical records of chronic periodontitis subjects with type 2 DM in RSKGM FKGUI periode of 2006 to 2016. Result Chronic periodontitis in type 2 diabetic subjects showed higher frequency in lower teeth 51,5 . Anterior lower teeth showed higher chronic periodontitis frequency than other mouth regions with frequency of 26,5 . Type of tooth most frequently affected by chronic periodontitis was incisors 32,4 . Teeth most frequently affected by chronic periodontitis in type 2 diabetic subjects were lower right central incisor 4,7 . Pocket formation showed highest frequency in mesial surface of lower left lateral incisor 1,15 . Gingival recession showed highest frequency in labial surface of lower left lateral incisor 1,05 . Mesial surface of lower right lateral incisor was the most frequent teeth with clinical lost of attachment with frequency of 0,78 . Conclusion Mandibular anterior teeth were the most frequently affected with chronic periodontitis in type 2 diabetic subjects. Type of tooth most frequently affected by chronic periodontitis was incisors. Teeth most frequently affected by chronic periodontitis in type 2 diabetic subjects were lower right central incisor. Pocket formation showed highest frequency in mesial surface of lower left lateral incisor. Gingival recession showed highest frequency in labial surface of lower left lateral incisor. Mesial surface of lower right lateral incisor was the most frequent teeth with clinical lost of attachment."
2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library