Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Septina Anggraeni
"Pusat Komunikasi (Puskom) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebagai satuan kerja yang bertugas memberikan layanan pemberitaan, teknologi informasi dan komunikasi, serta pengamanan baik secara teknis maupun non teknis kepada staf yang berada di Kemlu. Dalam memberikan layanan yang prima, setiap pengetahuan dan pengalaman dari seorang staf Puskom sangat dibutuhkan oleh organisasi. Oleh karena itu, diperlukan suatu Knowledge Management System (KMS) yang dapat mengelola pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh setiap staf Puskom dan dapat mendistribusikan kepada staf Puskom lainnya sehingga dalam memberikan pelayanan teknis, non teknis yang prima dapat dicapai organisasi Puskom. Tidak semua organisasi berhasil dalam mengimplementasikan Knowledge Management. Oleh karena itu, sebelum mengimplementasikan Knowledge Management, terlebih dahulu organisasi melakukan pengukuran terhadap tingkat kesiapan (Knowledge Management Readiness) organisasi secara detail dan optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk membuat framework KM readiness, mengukur tingkat kesiapan organisasi Puskom Kemlu dalam mengimplementasikan Knowledge Management, dan membuat strategi-strategi untuk meningkatkan kesiapan KM Puskom. Framework KM readiness berdasarkan pemetaan dari 8 Knowledge Management Critical Success Factor (KMCSF), Faktor Pemberdaya (Enabler), dan infrastruktur KM ke dalam klasifikasi aspek Knowledge Management dengan tingkat kesiapan KM Puskom berada pada level siap (ready)/3 artinya Puskom telah siap untuk mengimplementasikan KM dan strategi-strategi untuk meningkatkan kesiapan KM Puskom.

Communications Center (Puskom) of Ministry of Foreign Affairs (Kemlu) as a unit of work that providing information and communication technology both technical and non technical to employees at Kemlu. In providing superior service, any knowledge and experience from an employee of Puskom essential needed by the organization. Therefore, it is needed a Knowledge Management System (KMS) who can manage the knowledge and experience possessed by every employee of Puskom and can distribute to other employees of Puskom so non technical, technical services, and training can be achieved by Puskom. Before implementing Knowledge Management, the Organization should perform a measurement of the level of preparedness (Knowledge Management Readiness) organization in implementing Knowledge Management in detail and optimal.
This research aims to create a framework of Knowledge Management readiness, measure the readiness level of organizations Puskom Kemlu in implementing Knowledge Management, and create strategies to increase the readiness of Puskom Knowledge Management. Framework mapping of readiness Knowledge Management based on 8 Knowledge Management Critical Success Factor (KMCSF), enabler factors, and Knowledge Management infrastructure into the classification aspects of Knowledge Management with the readiness level of Knowledge Management Puskom are on the level “ready” / 3 which means Puskom have been ready to implement Knowledge Management and strategies to improve the readiness of Puskom Knowledge Management.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2013
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Dika Septina Anggraeni
"Penelitian ini membahas mengenai keberfungsian keluarga sebagai prediktor ketidakterbukaan remaja akhir pada orangtua. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 424 orang berusia 18 hingga 21 tahun yang tinggal di berbagai daerah di Indonesia. Adapun alat ukur yang digunakan yaitu, Self-Concealment Scale SCS untuk mengukur ketidakterbukaan remaja akhir pada orangtua dan Family Assessment Device FAD untuk mengukur keberfungsian keluarga yang dipersepsi oleh partisipan. Didapatkan hasil bahwa keberfungsian keluarga secara signifikan dapat memprediksi ketidakterbukaan remaja akhir pada orangtua R=,496.

This research conducted to examine family functioning as the predictor of self concealment among late adolescents to their parents. There were 424 participants from around Indonesia aged 18 to 21 for this study. The data were collected using Self Concealment Scale SCS to measure late adolescents self concealment and Family Assessment Device FAD to measure family functioning through participant's point of view. Result for this study indicated that significantly family functioning can be a predictor of late adolescents self concealment to their parents R .496, p"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library