Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sari Widya Sihwi
"Seiring meluasnya penggunaan komputer dalam dunia pendidikan yang disertai dengan bertambahnya kebutuhan akan pembelajaran yang lebih efektif, menyebabkan terlahirnya inovasi baru dalam dunia Computer Aided Instruction (CAI), yaitu Intelligent Tutoring System (ITS). ITS mampu memberikan pembelajaran yang bersifat individualized kepada setiap siswa sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Kemampuan ITS untuk mengadaptasikan pembelajaran sesuai kemampuan siswa merupakan hasil dari kinerja salah satu modul dalam ITS, yaitu Student Model yang mampu mengukur kemampuan siswa. Untuk mengukur kemampuan siswa yang mengandung ketidakpastian, Student Model memerlukan sebuah teknik. Salah satu teknik yang dapat digunakan dan yang dijadikan pembahasan pula dalam laporan Tugas Akhir ini adalah Bayesian Network.
Sesuai dengan tema yang diangkat pada Tugas Akhir ini, yaitu Penerapan Bayesian Network pada Student Model, penulis menetapkan bahwa tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui lebih jauh tentang Student Model serta bagaimana Bayesian Network diterapkan dalam Student Model, dan juga untuk membuktikan bahwa Bayesian Network dapat mendukung Student Model dalam menjadikan ITS lebih adaptif. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis meggunakan metodologi berupa studi literatur, analisa, perancangan dan implementasi sistem, serta ujicoba dan penarikan kesimpulan.
Hasil akhir yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan oleh penulis, setelah dilakukan ujicoba dengan menggunakan beberapa kondisi pada prototipe sistem yang telah dibuat, ternyata mampu membuktikan bahwa Bayesian Network mampu mendukung kinerja dari Student Model."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2005
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sari Widya Sihwi
"Saat ini, Indonesia memiliki tuntutan untuk memiliki good governance. Hal tersebut bukanlah hal yang tidak mungkin untuk dicapai. Dengan perkembangan teknologi yang ada, good governance dapat dicapai dengan menerapkan e- Government. Keberadaan e-Government dapat membuat pemerintah Indonesia menjadi lebih terbuka, transparan, serta mengutamakan pemberian pelayanan masyarakat yang berkualitas kapan saja dan dimana saja. Oleh karena itulah, pada tahun 2003 dibangun inisiatif untuk mengembangkan e-Governmet, yaitu melalui Keppres no 3 tahun 2003. Namun cukup disayangkan, e-Government yang dikembangkan mengindikasikan hanya sekedar pemenuhan terhadap kebijakan tersebut, karena tanpa disertai dengan kualitas.
Oleh karena itulah, pada tahun 2007, Depkominfo mengembangkan PeGI (Pemeringkatan e-Government Indonesia), dengan tujuan untuk membangkitkan gairah Pemerintah Daerah terhadap e-Government, dan menjadi arahan dalam pengembangan e-Government. Namun, sayangnya PeGI barulah menilai performa e-Government dari sisi input, padahal masih ada lagi sisi lain yang perlu dipertimbangkan yaitu proses dan output.
Hal yang dilakukan penulis dalam penelitian ini adalah melakukan pengembangan framework untuk e-Government dari sisi proses, dengan menggunakan metodologi yang mengadopsi Soft System Methodology (SSM). Dalam proses pengembangan framework ini, penulis melakukan analisa untuk menghasilkan indikator keberhasilan dari sisi proses. Kemudian melakukan perancangan framework dengan memetakan indikator-indikator tersebut pada tahapan perkembangan maturity framework, yang merupakan hasil adopsi penulis dari tahapan perkembangan yang telah ada sebelumnya. Dari penelitian ini dihasilkan sebelas pengelompokkan indikator dari lima dimensi yang ada di PeGI.

Nowadays, there is a demand for Indonesia to have a good governance. It could be difficult but actually it is also possible. The development of technology is enable good governance to be achieved, that is by using e-Government. The existence of e-Government give a potency to Indonesia government to be more transparant and to have finest quality in serving citizens anywhere and anytime. In 2003, there was an inisiative from government to implement e-Government by launching Keppres no 3/2003. Because of that, every local and central government were try to execute this policy by developing e-Government. But regrettably, e-government developed by local governments indicate that the development is only for fulfilling the policy and have no quality.
Because of that, in 2007, Depkominfo has developed and launched a maturity framework, named PeGI (Pemeringkatan e-Government Indonesia), as purposes to motivate and to be a guidance for developing better e-government. This research argue that PeGI is only measure e-Government performace in input side and it?s left output and process side. Because of that, this research develops an e-Government maturity framework focused on process side, by adopting Soft System Methology (SSM) as research metholodogy.
Using this methodology, to get an e-Government process maturity framework as an ouput of research, author have to analyze process performance indicators of e-Government and maps them into adopted e-Government maturity level. By the end of this research, there are 11 groups of PeGI indicators mapped.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2008
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library