Hasil Pencarian

Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Risdawati
"Tuli mendadak merupakan kedaruratan dibidang audiologi yang perlu penatalaksanaan segera. Konsensus terapi tuli mendadak tahun 2010 di Madrid-Spanyol dan systematic review yang dilakukan Cochrane tahun 2009 menetapkan steroid sebagai terapi utama. Pasien yang mengalami kesembuhan memperlihatkan peningkatan nilai emisi otoakustik selama terapi. Perbaikan emisi terjadi lebih awal dibandingkan perbaikan ambang dengar.
Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi hasil terapi metil prednisolon dosis terbaru pada tuli mendadak dengan pemeriksaan DPOAE dan audiometri nada murni dengan desain pre-eksperimental bersifat analitik pre-post terapi. Pemeriksaan audiometri nada murni dan DPOAE dilakukan sebelum dan sesudah terapi hari ke-15 pada 22 subjek penelitian.
Pada penelitian ini didapatkan perubahan bermakna nilai audiometri di semua frekuensi yang diteliti, perubahan bermakna nilai DPOAE di frekuensi 1500 Hz, 2000 Hz, 8000 Hz dan hubungan bermakna perubahan SNR pada DPOAE dengan tingkat perubahan ambang dengar pada frekuensi 8000 Hz dan 10000 Hz. Penelitian ini mendapatkan perubahan yang bermakna nilai audiometri nada murni sebelum dan sesudah terapi pada semua frekuensi yang diteliti dengan menggunakan dosis terbaru metil prednisolon. Oleh karena itu dosis ini dapat diaplikasikan untuk terapi tuli mendadak.

Sudden deafness is an emergency case in audiology that need immediate treatment. Consensus 2010 in Madrid-Spain and Cochrane systematic review in 2009, stated steroid as drugs of choice in sudden deafness therapy. Patient that has been recovered from sudden deafness has increasing otoacoustic emission during treatment. The emission improvement begins earlier than the improvement of the hearing level.
The aim of research is to evaluate new dose of methylprednisolon therapy in sudden deafness by using DPOAE and pure tone audiometry with pre-experimental analytical design pre-post treatment. Pure tone audiometry and DPOAE evaluation before therapy and day 15th after therapy on 22 subjects.
This reseach found that there are changes in pure tone audiometry for all hearing frequencies, there is also changes in DPOAE for 1500 Hz, 2000 Hz, 8000 Hz frequencies and a significant difference between changes in DPOAE with changes in hearing threshold level for 8000 Hz and 10000 Hz. This research found changes in pure tone audiometry for all hearing frequencies by using new dose of methylprednisolone. There fore, this new dose could be applied for sudden deafness therapy.
"
Lengkap +
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2013
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Risdawati
"Munculnya resistansi parasit yang cepat terhadap obat antimalaria yang tersedia saat ini telah menarik perhatian dalam penemuan obat. Andrografolida (ANDRO), suatu senyawa yang diisolasi dari tanaman obat Andrographis panniculata Nees, memperlihatkan sifat antimalaria secara in vitro dan in vivo, tetapi mekanisme kerjanya yang tepat belum dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mekanisme yang mendasari sifat antimalaria dari ANDRO terhadap parasit malaria hewan pengerat, Plasmodium berghei. Parasit diinjeksikan pada mencit BALB/c dan kemudian diberi perlakuan dengan ANDRO dan butionin sulfoksimin (BSO) sebagai kontrol pada konsentrasi berbeda secara ex vivo. Selanjutnya dilakukan pengukuran beberapa parameter status oksidatif, seperti konsentrasi GSH, rasio GSH/GSSG, rasio NADPH/NADP+, aktivitas spesifik dan ekspresi mRNA tioredoksin reduktase (TrxR), kadar malondialdehid (MDA) dan pertumbuhan parasit ex vivo. Pengaruh ANDRO terhadap detoksifikasi hem juga diukur secara in vitro ( cell-parasite free).
Hasil menunjukkan bahwa ANDRO mendeplesi GSH tetapi meningkatkan rasio GSH/GSSG. Rasio NADPH/NADP+ dan aktivitas spesifik TrxR mengalami penurunan pada semua konsentrasi yang diuji tetapi ekspresi mRNA TrxR sedikit meningkat pada konsentrasi yang lebih rendah dan meningkat bermakna pada 60 M. ANDRO memperlihatkan efek yang berbeda terhadap pertahanan antioksidan parasit dibandingkan BSO dan peningkatan stres oksidatif tidak menyebabkan peningkatan kadar MDA. Andrografolida juga menghambat pertumbuhan parasit ex vivo dan mengganggu polimerisasi hem dengan IC50 367±171 M serta menghambat degradasi hem bergantung GSH, hambatan maksimal dihasilkan pada konsentrasi 15 g/mL. Kesimpulan, ANDRO menghasilkan aktivitas antimalaria dengan mengganggu sistem pertahanan antioksidan parasit yang dibuktikan dengan penurunan konsentrasi GSH dan aktivitas enzim TrxR. ANDRO memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi antimalaria baru baik sebagai obat tunggal atau dalam kombinasi dengan obat antimalaria lainnya.

The rapid emergence of parasite resistance to currently available antimalarial drugs has re-newed interest on drug discovery. Andrographolides, a compound isolated from the medicinal plant, Andrographis panniculata, Nees, exhibited antimalarial properties in vitro and in vivo but its precise mechanism of action remains elusive. The present study aims to elucidate the mechanism (s) underlying the antimalarial property of the andrographolides in the rodent malarial parasite, Plasmodium berghei. The parasite was initially propagated in BALB/c mice and subsequently be propagated ex vivo in the presence of different concentrations of andrographolide and buthionin sulphoximine (BSO) as control. Several parameters of the oxidative status, such as GSH concentration, GSH/GSSG ratio, NADPH/NADP+ ratio, specific activity and mRNA expression of thioredoxin reductase (TrxR), malondialdehyde (MDA) level and the parasite growth ex vivo were measured. Effect of the andrographolide on heme polymerization and GSH-dependent heme degradation were also tested using cell-free assay system.
The results indicated that the andrographolide depleted the GSH but increased the GSH/GSSG ratio. The NADPH/NADP+ ratio and the specific activity of the TrxR were decreased at all tested concentrations but expression of TrxR mRNA slightly increased at lower concentrations and increased significantly at 60 M. Andrographolide exerted a different effect on the antioxidant defense of the parasite than that BSO and increase in oxidative stress did not result in the increase of the MDA level. Andrographolide also inhibited the parasite growth ex vivo and interfered with the heme polymerization with IC50 of 367±171 M and GSH-dependent heme degradation with maximum concentration of 15 g/mL. In conclusion, andrographolide exerted its antimalarial properties through interference with the parasite oxidant defense system as evidenced by GSH depletion and decrease thioredoxin reductase enzyme activity. Andrographolide is potentially developed into a novel antimalaria either as a single prescription or in combination with other antimalarial drug."
Lengkap +
Depok: Universitas Indonesia, 2014
D-Pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library