Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 23 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Leirissa, Richard Zakarias
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1999
387.1 LEI t
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Leirissa, Richard Zakarias
Jakarta: Pustaka Sinar Harapan , 1997
926 LEI w
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Leirissa, Richard Zakarias
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1999
915.985 LEI s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Leirissa, Richard Zakarias
"Permasalahan
Ilmu sejarah dalam abad ke-20 berada dalam persimpangan jalan. Sejarah sebagai suatu perkembangan (development) kini banyak dltinggalkan untuk diganti dengan berbagai metodologi yang menolak perkembangan. Historisisme yang muncul sejak dekade ke-2 abad ke-20 Ini menolak prekembangan masyarakat, dan menolak kebelakang untuk menemukan nilai-nilai lama yang dikatakan bisa memantapkan situasi masa kini yang serba berubah dan tidak menentu; bahkan tidak jarang masa lampau yang dimaksud hanyalah proyeksi dari keinginan-keinginan subyektif masa kini. Wawasan ini mengingkari peranan manusia sebagai faktor sejarah, dan memberikan peranan sejarah justru pada tradisi-tradisi itu (baik yang obyektif maupun yang subyektif).
Pada pihak lain, sejak sekitar 1980-an, Postmodernisme mulai melanda ilmu sejarah pula. Wawasan ini mengingkari seluruh epsitemologi yang dibangun sejak abad ke-18 karena dianggap sudah ketinggalan zaman dan tidak bisa digunakan untuk memahami masa kini yang penuh perubahan itu. Postmodernisme menolak adanya masyarakat dan beranggapan bahwa satu-satunya kenyataan sejarah adalah Individu dan komunitas lokal. Faktor-faktor universal di tinggalkan - untuk digantikan dengan faktor-faktor lokal;. Kebenaran ilmiah yang universal pun ditolak, dan setiap produk sejarah lokal tersebut dianggap memiliki kebenarannya sendiri-sendiri.
Tujuan penelitian:
Tujuan penelitian adalah menemukan kembali metodologi yang dapat memempatkan manusia sebagai faktor sejarah, serta interaksinya dengan berbagai strukur-struktur makro. Epistemologi Realisme yang muncul sekitar tahun 19TH-an menjadi dasar bagi suatu metodologi yang dinamakan strukturis.
Metode penelitian:
Mempelajari buku-buku mengenai metodologi sejarah, khususnya yang berkaitan dengan strukurisme untuk ditamplikan dalam bentuk pengantar yang dapat dimanfaatkan segera.
Hasil penelitian
Berbagai pembahasan mengenai filsafat Realis membuktikan bahwa obyektivitas dapat ditegakkan dalam ilmu sejarah, dan dengan demikian mengembalikan nilai-nilai universal dalam sejarah. Terutama pembahasan dalam kedua buku dari Christopher Loyed (1986, 1993) merupakan dasar dari metodologi ini."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1998
LP 1998 67a
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Leirissa, Richard Zakarias
"Wilayah Maluku Utara dalam abad 18 secara politis terbagi dalam tiga kerajaan. Ketiga kerajaan itu mempunyai hubungan formal dan tertulis dengan VOC yang berkepentingan mengamankan monopoli rempah-rempahnya, Ketika kerajaan itu adalah Ternate, Tidore, yang masing-masing berpusat di pulau-pulau kecil dengan Hama yang sama, dan dengan jangkauan kekuasaan formal yang mencakup seluruh Maluku Utara sampai ke Irian Barat dan bagian-bagian tertentu dari pesisir Sulawesi Timur; hanya kerajaan ketiga, Sacan, terbatas pada pulau yang senama ditambah dengan beberapa pulau kecil sekitarnya yang dalam kurun waktu ini kebanyakan tidak berpenghuni.
Namun sebelum abad 17 ada pula satu kerajaan lain, kerajaan Jailolo, yang berpusat di pulau Halmahera, pulau yang terbesar di Maluku Utara. Malah menurut legenda-legenda yang sempat dicatat paling kurang sampai abad 14 baru abad 19 itu, kerajaan Jailolo adalah kerajaan yang tertua dan yang utama sebelum hilang dalam awal abad 17 karena dianeksasi oleh Ternate dengan bantuan VOC.
Sejak awal abad 17 seluruh pulau Halmahera telah dimasukkan dalam kekuasaan Ternate bagian (utara dan Selatan) dan Tidore (bagian Tengah). Sistem pemerintahan yang dibangun kerajaan itu di pulau yang jauh lebih besar itu, selain berkaitan dengan sistem monopoli VOC juga berkaitan erat dengan kepentingan kedaton-kedaton itu untuk tenaga kerja serta bahan makanan yang disalurkan, antara lain; melalui suatu sistem upeti.
Sejak dekade-dekade terakhir abad 18 sampai dekade-dekade pertama abad 19 ada usaha-usaha untuk menghidupkan kembali kerajaan Jailola yang telah lama lenyap itu. Selain iiu dalam pertengahan abad 19 muncul lagi suatu usaha serupa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan fakta mengapa peristiwa di akhir abad 18 dan awal abad 19 itu bisa bisa terjadi, hal bagaimana partisipasi masyarakat Halmahera dalam usaha itu, dan (c) mengapa sampai usaha itu tidak berkelanjutan.
Pergolakan di kalangan masyarakat Halmahera yang dibahas di sini terutama menyangkut berbagai kolektivitas yang lingkup teritorialnya mencakup dua wi1ayah di Halmahera. Pertama adalah kolektivitas-kolektivitas di Halmahera Timur, dan kedua, berbagai kolektivitas Tobela didistrik Kau (Halmahera Mara). Pertanyaan yang segera muncul adalah mengapa hanya wilayah-wilayah itu saja yang terkait dengan Raja Jailolo? Pertanyaan lainnya yang segera timbul pula adalah siapakah Raja Jailola, bagaimana status sosial Raja Jailaio serta asal-usulnya?
Dalam metodelogi sejarah di masa kini, rangkaian peristiwa dengan peristiwa secara berturut-turut saja tidak lagi menjadi tumpuan interpretasi sejarah. Permasalahan yang menjadi perhatian banyak sejarawan sekarang justru adalah menemukan suatu kerangka model eksplanasi yang memadai dan tahan uji. Sudah sejak awal abad ini berbagai usaha ditempuh ke arah itu. Kesadaran itu muncul selain karena ternyata metode konvensional mengabaihan banyak aspek kehidupan manusia juga karena dipengaruhi kemajuan-kemajuan yang dicapai oleh berbagai cabang ilmu sosial yang diperlihatkan pada sejumlah sejarawan, bahwa kesamaan dalam model penelitian, yaitu manusia dan sistem sosialnya, memungkinkan pengembangan metodologi sejarah dengan memperhatikan berbagai konsep yang telah dirumuskan dalam berbagai cabang ilmu-ilmu social tersebut tanpa harus melepashan sama sekali jatidiri ilmu sejarah ?
Halmahera, atau bagian-bagiannya, telah banyak mendapat perhatian banyak ahli ilmu-ilmu sosial dalam dekade-dekade terakhir ini, sehingga gambaran mengenai struktur masyarakatnya kini sudah menjadi makin jelas, Terutama para ahli antropologi banyak menaruh minat pada komunitas-komunitas ini dan interaksi sosial, serta alam pikiran yang mendasarinya?"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1990
D190
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Leirissa, Richard Zakarias
"Hubungan Indonesia-Amerika Serikat dari masa ke masa mengalami pasang-surut (Gardner 1997). Dalam masa revolusi/perang kemerdekaan (1945-1949) hubungan itu dapat dikatakan sedikit banyaknya baik. Kerjasama yang baik di masa itu memang dimungkinkan karena adanya kepentingan yang sama, yaitu melenyapkan kolonialisme sebagai upaya untuk membangun dunia yang lebih baik setelah perang dunia ke-dua. Dari pihak Indonesia kolonialisme merupakan hambatan ke arah tatanan politik dan ekonomi yang lebih baik pula. Bagi Amerka Serikat, yang muncul sebagai adikuasa setelah perang dunia itu tanggung jawabnya untuk membangun suatu tatanan internasional yang dapat mencegah berulangnya perang dunia, kolonialisme merupakan salah satu hambatan utama dalam rencana itu."
1999
JSAM-IV-JanJul1999-56
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Leirissa, Richard Zakarias
"PRRI adalah konvergensi dari dua bentuk kepentingan. pada satu pihak terdapat keinginan yang sangat kuat di kalangan daerah-daerah untuk meningkatkan taraf hidup melalui pembangunan. Pada pihak lain terdapat kepentingan untuk membangun kekuatan untuk membendung komunisme. Pihak pertama adalah daerah-daerah yang kaya akan sumberdaya alam tetapi penduduknya tidak dapat menikamtinya, dan menyalahkan keadaan itu pada munculnya komunisme yang memiliki program ekonomi yang membahayakan. Pihak kedua adalah Amerika Serikat yang melihat meningkatnya kekuatan komunis di Indonesia (PKI) sebagai ancaman bagi mekanisme pasar bebas sebagai bentuk ekonomi yang bida menjamin kesejahteraan umat manusia."
1999
JSAM-IV-JanJul1999-145
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Leirissa, Richard Zakarias
Jakarta: LinTas dan Yayasan Adikarya IKAPI Program Pustaka III - The Ford Foundation, 2001
959.8 LEI t
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Leirissa, Richard Zakarias
Jakarta: UI-Press, 1996
PGB 0471
UI - Pidato  Universitas Indonesia Library
cover
Leirissa, Richard Zakarias
Jakarta: Pustaka Sejarah, 2006
959.8 LEI k (1)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>