Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Kustiningsih
"ABSTRAK
Terapi musik audio visual merupakan terapi komplementer yang mempunyai efek distraksi untuk mengurangi nyeri dan kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi musik audio visual sebagai adjuvant analgetik dalam menurunkan nyeri dan kecemasan anak pasca bedah. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pre-post test without control. Sampel penelitian berjumlah 17 responden yang dipilih berdasarkan teknik consecutive sampling. Terapi musik diberikan kontinyu selama 20 menit. Pengukuran nyeri dan kecemasan, dilakukan dengan VAS (Visual Analog Scale), frekuensi nadi dan pernapasan. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh signifikan terapi musik audio visual dalam menurunkan nyeri dan kecemasan anak usia sekolah pasca bedah.

ABSTRACT
Audio visual music therapy is complimentary therapy which has distraction effect on reducing pain and anxiety. The objective of study was to investigate the effect of audio visual music, as an adjuvant analgesic, on reducing post surgery pain and anxiety among school-age children. This study used a pre-post test without control quasi experiment design. Seventeen respondents, were chosen with consecutive sampling. Music therapy were given lasted for 20 minutes. Pain and anxiety was measured using VAS (Visual Analog Scale), heart rate and respiration. The results showed a significant effect of audio visual music therapy on reducing post-surgery's pain and anxiety in school-age."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
T32914
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kustiningsih
"Karya Ilmiah Akhir ini merupakan gambaran kegiatan praktik Residensi Ners Spesialis Keperawatan Anak dengan tujuan memberikan gambaran aplikasi Model Adaptasi Roy dalam melakukan asuhan keperawatan pada anak kanker dengan masalah ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. Intervensi keperawatan dilakukan untuk meningkatkan mekanisme koping kognator dan regulator anak, sehingga mampu beradaptasi dengan masalah yang dialaminya. Evaluasi adaptasi klien dari lima kasus kelolaan bervariasi. Sebagian besar anak beradaptasi pada tingkat kompensasi, satu orang anak beradaptasi pada tingkat kompromi dan satu orang anak beradaptasi pada tingkat integritas.

This study describes the residency activities of child nursing specialist. The aim of the study is to describe the application of Roy Adaptation Model in nursing children with cancer and nutritional imbalance (less than the body needs). The nursing intervention was conducted to improve children's kognator and regulator coping mechanism, so they could cope with their problems. Adaptation evaluation of five clients showed varies results. Three children adapted at compensatory level, one at compromised level, and one at integrated level."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Indar Kustiningsih
"Limbah yang dihasilkan oleh industri, dewasa ini telah menjadi permasalahan serius yang dapat menghambat terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. Salah satu metode pengolahan limbah yang sangat prospektif dan ramah lingkungan adalah dengan metode fotokatalisis yang menggunakan katalis semikonduktor TiO2. Agar metode ini dapat lebih optimal maka perlu dikembangkan konfigurasi reaktor yang efektif dengan menggunakan katalis TiO2 bentuk lapisan tipis (film) dan energi foton dari sinar matahari. Pada penelitian ini, pelapisan katalis TiO2 dari Degussa P25 dilakukan dengan menggunakan perekat epoksi dan dengan metode spin coating, sedangkan fotoreaktor yang digunakan adalah reaktor plat bertingkat (RPB), reaktor silinder berputar (RSB) dan reaktor tubular "Y" collector (TVC). Dari masing-masing reaktor tersebut ditentukan kondisi optimalnya, yaitu laju sirkulasi limbah untuk RPB, putaran silinder untuk RSB, laju sirkulasi limbah dan sudut reflektor untk TVC. Ketiga reaktor tersebut dibandingkan kinerjanya dalam mengolah limbah Cr(Vl) dan fenol secara simultan pada kondisi optimal masing-masing reaktor dengan energi foton dari sinar matahari. Hasil eksperimen menunjukkan katalis TiO2 dalam bentuk film yang dibuat dengan metode spin coating lebih aktif dibandingkan dengan menggunakan perekat epoksi. Luas permukaan aktif RPB, RSB dan TVC masing-masing sebesar 4500 cm², 4398 cm² dan 1778 cm², sedangkan berat katalis di RPB, RSB dan TVC masingmasing sebesar I,57 gram, 2,19 gram dan 0,57 gram. Kondisi optimal untuk RPB diperoleh pada laju sirkulasi limbah sebesar 8,1 liter/menit, untuk RSB pada putaran silinder sebesar 120 rpm, untuk TVC pads laju sirkulasi sebesar 10,5 literlmenit dengan sudut reflektor sebesar 90° untuk sumber foton dari lampu UV dan 150° untuk sinar matahari. Dari ketiga reaktor yang digunakan, RSB merupakan konfigurasi reaktor yang paling optimal untuk mengolah Cr(VI) dan fenol secara simultan. Pada cuaca yang cerah (intensitas rata-rata sinar matahari 894 μW/m²), reaktor tersebut mampu mengolah 10 liter limbah Cr(VI) dan fenol pada konsentrasi awal 10 ppm hingga dibawah ambang baku mutu limbah. Konsentrasi akhir Cr(Vl) dan fenol setelah tiga jam masing-masing mencapai 0,47 ppm dan 0,40 ppm.

Waste that produced by industries recently has become serious problem in creating clean and healthy environment. One of more prospective and friendly environment method for waste treatment is photo catalysis method which using semiconductor catalyst TiO2. In order to optimize the method; it has to develop effective reactor configuration by using TiO2 catalyst, in the form of thin layer and photon energy from sunray. In this experiment coating TiO2 catalyst from Degusa P25 done by using epoxy glue and by using spin coating method, while photoreactor use in this experiment are cascade plate reactor (RPB), rotating drum reactor (RSB) and tubular V collector reactor (TVC). The optimal condition of each reactor have to definite are rate of waste circulation for RPB, rotation speed for RSB, rate of waste circulation and reflector angle for TVC. Performance of three reactor are compared in the way they treat Cr(VI) and phenol waste simultantly at the optimal condition of each reactor with photon energy from solar light. The experiment result show that TiO2 catalyst, in the form of thin layer, which made by spin coating method is more active than TiO2 catalyst made by using epoksi glue. Width of active surface of RPB, RSB and TVC are 4500 cm², 4389 cm² and 1778 cm², while catalyst weight in each RPB, RSB and TVC are 1.57 gr, 2.19 and 0.57 gr, optimal condition for RPB obtains at rate of waste circulation 8.1 L/min, rotating drum for RSB gains at 120 rpm, for TVC the rate of circulation obtains at 10.5 llmin with reflector angle is 900 if photon?s source is from ITV lamp and reflector angle is 150° if photon?s source is from solar light. From the three reactor used in this experiment, RSB is the most optimal configuration reactor for treat Cr (VI) and phenol simultantly. At the sunny weather (intensity of rate solar light 894 μW/m²) the reactor can treat 10 liter Cr (VI) and phenol waste at initial concentration is 10 ppm until below the threshold of waste standard quality. Final concentration of Cr (VI) and phenol miter 3 hours can be reach at 0.47 ppm and 0.40 ppm."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
T16179
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Indar Kustiningsih
"Titania nanotubes (TiO2 NT) and Titania nanowires (TiO2 NW) were fabricated using TiO2 Degussa P25 (TiO2 P25) nanoparticle as precursors via a sonication-hydrothermal combination approach. The prepared catalysts were characterized by means of an X-ray diffraction (XRD), scanning electron microscope (SEM), transmission electron microscope (TEM), ultraviolet-visible diffuse reflectance spectroscopy (DRS) and the Brunauer-Emmett-Teller technique (BET). The photocatalytic activity of prepared catalysts was evaluated for photocatalytic H2 evolution from an aqueous methanol solution. The results showed that activity of the catalyst not only depends on the morphology of its catalysts, but also on the crystalinity and surface area. Hydrogen production of TiO2 NT was about three times higher than TiO2 P25 and TiO2 NW was two times higher than TiO2P25."
Depok: Faculty of Engineering, Universitas Indonesia, 2014
UI-IJTECH 5:2 (2014)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Indar Kustiningsih
"Optimasi berbagai parameter untuk preparasi fotokatalis TiO2 nanotubes dan TiO2 nanowires telah dilakukan, diantaranya dengan kombinasi proses sonikasi dan hidrotermal yang dilanjutkan dengan post treatment (kalsinasi atau hydrothermal post treatment) dan penambahan dopan logam (Cu, Pt) dan dopan nonlogam (N). Karakterisasi terhadap hasil sintesis dilakukan dengan menggunakan analisa TEM, SEM, BET, DRS dan XRD. Dari hasil analisa TEM dan SEM menunjukkan proses kombinasi sonikasi hidrothermal menggunakan NaOH diperoleh morfologi nanotubes dengan diameter luar 40 nm, sedangkan dengan KOH diperoleh struktur nanowires dengan diameter luar sebesar 6 nm. Hasil pengujian XRD menunjukkan fasa kristal baik untuk nanotubes maupun nanowires yang dihasilkan adalah anatase. Uji aktifitas katalis untuk produksi hidrogen menggunakan sacrificial agent metanol.
Dari hasil pengujian menunjukkan modifikasi TiO2 dari nanopartikel menjadi nanotubes dapat meningkatkan produksi hidrogen menjadi dua sampai tiga kalinya, sedangkan modifikasi ke bentuk nanowires menjadi dua kali dibandingkan TiO2 P25. Luas permukaan yang tinggi dan morfologi berongga pada nanotubes menyebabkan dispersi dopan Pt pada TiO2 nanotubes menjadi lebih baik sehingga mampu meningkatkan aktivitas fotokatalis dalam memproduksi hidrogen dari air hingga delapan belas kali lebih tinggi dibandingkan tanpa dopan platina. Pemberian dopan nitrogen pada fotokatalis TiO2 nanotube belum mampu menggeser panjang gelombang absorbansi secara signifikan sehingga dengan sumber foton sinar tampak belum dapat menghasilkan hidrogen yang cukup tinggi.

Optimization of various parameters on the preparation of TiO2 nanotubes and TiO2 nanowires have been conducted, such as combination of sonication and hydrothermal process followed by post-treatment (calcination or hydrothermal post treatment) and the addition of dopant metal (Cu, Pt) and non-metallic dopants (N). The modified catalysts were characterized using TEM, SEM, BET, DRS and XRD. The TEM and SEM analysis showed that the sonication-hydrothermal treatment with aqueous NaOH and KOH lead to the formation of nanotubes and nanowires morphology with an average outer diameter of 40 nm and 6 nm, respectively. XRD analysis showed that the both morphologies have anatase crystalline phase. Performance of the prepared photocatalyst on hydrogen production was examined by using methanol as sacrificial agent.
The results indicated the modification of TiO2 nanoparticles into nanotubes could increased in producing hydrogen two-three fold, while the modification to the nanowires into two fold comparing to that of unmodified TiO2 (P25). Larger surface area and porous morphology in nanotubes enhanced the Pt dopant dispersion on TiO2 NT to increase the photocatalyst activity. Furthermore, this increased the production of hydrogen by 18 fold compared to that of non doped TiO2 nanotubes. However introduction of N dopant to the TiO2 nanotubes was not able to shift the absorbtion band toward visible region. Therefore, the high yield of hydrogen production was not achieved by as prepared N doped TiO2, when visible light was used as the photon source."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
D1502
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library