Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
Endy
"Yang hendak dibahas dalam tesis ini adalah strategi pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan otomotif Eropa dan Jepang. Penulis ingin meneliti apa perbedaan strategi pemasaran antara produk otomotif dari Eropa dan dari Jepang. Yang menjadi objek penelitian dalam tesis ini adalah perusahaan otomotif Land Rover dan Toyota yang terdapat di Indonesia. Di Indonesia, produk-produk Land Rover dipasarkan oleh PT Java Motor, sedangkan produk-produk Toyota dipasarkan oleh PT Toyota Astra Motor. Penulis melakukan penelitian di kedua perusahaan ini untuk memperoleh data primer, di samping juga menggunakan interact sebagai sumber data sekunder. Penulis juga menggunakan buku-buku yang berkaitan dengan pemasaran sebagai sumber teori untuk menganalisis dan memberikan masukan terhadap strategi pemasaran kedua perusahaan. Tesis ini terdiri dari lima bab dan mengambil batasan waktu antara tahun 2002-2004. Bab satu merupakan pendahuluan, di dalamnya terdapat latar belakang, identifikasi, tujuan dan sasaran penelitian, ruang Iingkup, metode penelitian, serta sistematika penyajian. Bab dua berisi pembahasan mengenai teori-teori yang akan digunakan untuk menganalisis, yaitu teori budaya dan teori pemasaran. Bab tiga berisi introduksi Land Rover dan Toyota baik global maupun lokal serta strategi pemasaran yang dilakukan oleh kedua perusahaan di Indonesia. Bab empat adalah bab analisis di mana penulis menguraikan persamaan dan perbedaan strategi pemasaran kedua perusahaan. Bab lima adalah bab kesimpulan, di dalamnya penulis memberikan masukan yang berkaitan dengan strategi pemasaran dan penutup.
This thesis is about analyzing the marketing strategies of automotive companies from Europe and Japan. Author wants to analyse the differences in term of marketing strategies between automotive products from those two countries. Objects of this research is Land Rover and Toyota in Indonesia. In Indonesia Land Rover is marketed by PT Java Motor and Toyota by PT Toyota Astra Motor. Author conducted research in both of these companies to obtain primary datas and use the internet for secondary data. Author also utilized many books that contain theories of marketing to analyse and give input on marketing strategies of Land Rover and Toyota. This thesis contains five chapter and research length time is between 2002 until 2004. Chapter one is about the introduction, contains background, identification, goals and purpose, setting, research methode, and presentation sequence. Chapter two is about the description of the theories that author intend to use. Chapter three contains introduction of Land Rover and Toyota both globally and locally, and their marketing strategies in Indonesia. Chapter four contains analysis about those two companies marketing strategies, the similarities and the differences. Chapter five is conclusion where author put advices for both companies and also closing."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2005
T20259
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Hamonangan, Joshua Endy
"Penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif, yang menggunakan data sekunder sebagai sumber data, dimana dikaji secara mendalam mengenai norma-norma hukum pada hukum perikatan atau perjanjian, dan memenggali bagaimana penerapan syarat cakap dalam perjanjian jual-beli online terhadap kedua belah pihak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dua hal. Pertama, untuk mengetahui bagaimana penerapan hukum perjanjian pada transaksi jual-beli online. Kedua, untuk mengetahui bagaimana penerapan syarat cakap dalam perjanjian jual-beli online terhadap kedua belah pihak. Dalam perjanjian jual-beli online sulit menentukan kecakapan seseorang, karena dalam perjanjian jual-beli online tidak terjadi pertemuan antara para pihak. Hal mengenai unsur cakap merupakan hal yang sangat penting terkait konsekuensi hukum dalam hal syarat sahnya perjanjian mengenai kecakapan subyek hukum yang berakibat pada kemungkinan adanya pembatalan perjanjian. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa syarat cakap sudah diatur secara jelas di dalam peraturan-perundang-undangan seperti yang tercantum dalam pasal 1320 KUHPerdata. Akan tetapi dalam prakteknya, syarat cakap dalam perjanjian jual-beli online belum benar-benar bisa diaplikasikan karena perjanjian tersebut tidak dilakukan secara tatap muka. Sehingga, dibutuhkan itikad baik para pihak untuk memastikan terpenuhinya unsur cakap tersebut.
This research is a normative juridical research which uses secondary data as its main data, whereas consulted about law norms on an agreement law and to discover how to applicate the competent elements in online sales agreement for both parties. The research’s aim is to discover two things. First, to discover the application of competent elements in online sales agreement. It’s hard to decide whether a person competent or not in online sales agreement, it’s because there are no meeting between the sales and the buyer. The competent element is an important thing connected to the law consenquences of competent elements in an agreement about the competent of a law subject which causes the probability of agreement cancellation. Base on this research, we can know that competent element has been regulated in article 1320 of Burgerlijk Wetboek. However in practical, competent element in online sales agreement still can’t be apply in it yet because there is no meeting between both parties. So that, it needs a goodwill from both parties to ensure that competent elements has been fulfilled."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2014
S56079
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Hamonangan, Joshua Endy
"Dalam praktiknya, Notaris wajib untuk merahasiakan isi dari akta yang dibuatnya termasuk segala sesuatu yang terkait dengan pembuatan akta tersebut. Hal ini sangat penting karena Notaris wajib menjaga rahasia dari masing-masing pihak yang terkait dengan akta tersebut. Jabatan Notaris adalah jabatan kepercayaan dimana atas kepercayaan tersebut timbul kewajiban untuk menjaga kerahasiaan segala sesuatu yang dipercayakan kepadanya oleh pihak-pihak yang bersangkutan. apakah seorang Notaris pantas dipersalahkan apabila Notaris tersebut tidak bersedia hadir dalam persidangan untuk menjadi saksi apabila proses pemanggilan atau pemeriksaannya telah dilakukan secara tidak sah? Hal ini adalah sebuah permasalahan yang harus benar-benar dipahami dan diselesaikan antara penegak hukum. Penelitian ini bersifat Deskriptif Analitis dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Berdasarkan penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa Notaris memiliki hak sekaligus kewajiban untuk merahasiakan isi akta yang dikenal Hak atau Kewajiban Ingkar, sehingga Notaris dapat menolak memberikan keterangan atas akta yang dibuatnya. Pembatasan ini juga dilakukan untuk melindungi Notaris dan jabatannya. Seorang Notaris yang tidak dapat menjaga rahasia akan kehilangan kepercayaan dari masyarakat dan tidak lagi dianggap sebagai pihak yang dipercaya.
AbstractIn Practical, Notary have to keep the deed that they made included everything related to the deed in secret. This is important because Notary have to keep the secret of every party related to the deed. Notary is a position of trust where is from that trust come up responsibility to keep everything that entrusted to them from the party in secret. Can a Notary be accused if he she doesn rsquo t come to a trial as a witness if there is a false calling procedure This is a problem that have to be solved by the law enforcer. This research is using Analytical Descriptive with Juridical Normative method. Base on this research we can conclude that Notary has rights and responsibility to keep the deed in secret which is called as Notary Disavow Right, so Notary can refuse to give any explanation about the deed that they made. This limitation is use to give protection to the Notary. A Notary who can rsquo t keep the secret, will losing trust from public."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2018
T49502
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library